My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 97. Cek kandungan



Brian akhirnya bisa bernafas lega begitu ay tertidur di dalam pangkuannya, sejak tadi ay menggodanya pria itu merasa sangat cemas, dia adalah pria normal bahkan lebih dari normal, jika di pancing terus menerus dia pasti tidak bisa menahannya lagi, untung saja ay berhenti sesuai perintah dari brian.


“Bob, lakukan semua yang aku katakana tadi, aku tidak ingin ada yang terlewat, kalau bisa sampai anggota klan kita juga harus dipasangkan chip itu, chip nya tidak akan membuat sakit, tapi hanya akan meledak begitu aku yang meledakkannya” Ujar brian, pria it uterus mengelus punggung strinya yang sudah terlelap tidur.


Brian menunduk dan memberikan kecupan pelan pada kening ay, “jo, jangan pulang dulu, tidurlah disini, besok pagi-pagi sekali aku ingin kau memeriksa jenis kelamin bayiku, agar aku bisa membuat baby shower untuk ay” ujar brian masih menunduk melihat wajah istrina yang tertidur dengan damainya.


“memeriksa jenis kelamin itu butuh alat-alatnya bro, aku tidak bisa memeriksa begitu saja, aku tidak punya penglihata laser” balas Johan.


Brian mengangkat wajahnya menatap johan, “aku sudah membuat ruangan lengkap dokter kandungan di samping rumahku, disana bukan hanya perlengkapan dokter kandungan, tapi juga ada perlengkapan operasi dan donor darah, aku sengaja membuat itu untuk anak buah klan ku, yang berada di sekitar sini, dan untuk ay juga, jarak dari sini ke rumah sakit besar sangat jauh jadi aku sudah membuat tempat yang siap sedia untuk ay jika dia kontarksi mendadak, dan untuk sementara minta siren dan beberapa dokter untuk bersiap di rumah sakit yang aku siapkan” Brian memang membuat semua keperluan ay sangat lengkap, dia tidak mau terjadi apapun pada ay, karena takut terlambat dibawa kerumah sakit, dan melahirkan dijalan dengan alat seadanya.


“lo benaran gak bangkrut kan Bro?” selidik Lars.


Brian menggeleng pelan, “memang benar terjadi sedikit penurunan dengan kekayaan yang gue miliki, tapi itu belum bisa menyatakan gue bangkrut, masih banyak penghasilan gue bukan berasal dari pak tua itu” jawab brian, melepas klan mafia George memang membuat brian sedikit oleh dalam hal keuangan, tapi itu bukan masalah baginya, dia selalu di didik untuk menjadi pria yang hebat dan sukses, jadi dia tidak masalah lepas dari klan mafia daddy George yang hanya berfokus di klub malam dan kasino terbesar di amerika.


“baiklah kalau tidak ada masalah, nanti gue akan hubungi siren untuk datang kesini pagi-pagi, sebaiknya kita akhiri pertemuan ini, kasian ay tidur seperti itu, takutnya dia gak nyaman” tunjuk Johan pada ay yang terlelap didalam pelukan brian.


Brian terkekeh, “berada dalam pelukanku adalah tempat ternyamannya” bangga brian.


“Iya-iya, gue udah ngantu, gue ambil kamar suka-suka gue ya” ucap Lars, dia malas mengganggu ay yang sedang tidur bisa bahaya jika ay kembali mengerjainya.


...🐼🐼🐼🐼🐼...


Pagi harinya brian terlihat sedang memasak ditemani ay yang duduk menontonnya, ketiga sahabatnya tampak terkejut si brian bos ketua mafia saat ini sedang memakai celemek merah jambu dan berkutat di dapur.


“Pagi ay” sapa johan, “tidak ada masalahkan dengan dedek bayi?” tambah pria itu lagi.


Ay menggeleng sambil mengelus perutnya yang sudah sedikit membesar. “perut ay kok kecil banget ya om?” tanya ay pelan.


“Itu gak apa, jangan terlalu banyak pikiran, makan yang banyak biar anak ay cepat berkembang ya” ucap johan berusaha menenangkan.


Ay mengangguk, “itu lagi dibuatkan” tunjuk ay pada brian yang sedang fokus memasak.


“kalau kalian mau makan buat sendiri atau minta koki sana, gue Cuma mau masakkan buat istri dan anak gue” ucap brian sambil meletakkan sepiring nasi goreng special lengkap dengan berbagai macam seafood dan sayur.


“Kelihatannya lezat banget bro, minta dikit lah jangan pelit” pinta Lars yang sudah ngiler liat nasi goreng buatan brian.


“Minta sana sama koki, ini khusus buat ibu hamil, kalau lo hamil baru gue buatkan” toal brian.


“sialan mana bisa gue hamil” protes lars.


“bis acari istri dan buat dia hamil terkadang ada suami yang jadi ngidam gantiin istri yang ngidam, kayak brian” ledek Johan, dia telah membongkar rahasia Brian selama ini yang hanya berkonsultasi dengan Johan sebagai dokter kandungan.


“kakak ngidam juga?” tanya ay.


“kok gak bilang sama ay? Biar ay bantuin penuhi” ujar ay sambil menyendok nasi goreng buatan brian.


Brian menggeleng pelan. “gak apa sayang bobby dan johan yang sering susah karena ngidam kakak, lagian ngidamnya gak susah kok, beda sama kamu” kekeh brian, dia sengaja menyembunyikan kenyataan kalau sampai sekarang dia masih ngidam pengen lakukan hubungan suami istri dengan ay, tapi tertahan karena takut kandungan ay yang lemah, akibat ulahnya dulu.


“permisi tuan , nona, dokter siren sudah ada di ruang tamu bersama suster” seorang maid datang dan membawa pesan pada brian dan ay.


“kakak kenapa panggil dokter siren? Apa ay harus dirawat lagi?” tanya ay bingung.


“bukan,kita cek kandungan kamu yang mau memasuki 5 bulan kan?” ucap brian lembut. “suruh aja tunggu bentar, ay masih makan” sambung brian pada maid itu.


“baik tuan” maid itu menunduk hormat lalu pergi.


...🐰🐰🐰🐰🐰...


Dokter siren menempelkan gel pada perut ay, dan menempelkan alat yang digunakan untuk melihat dedek bayi didalam perut ay.


“Udah mulai bagus” bukan Dokter siren yang berkata tapi Johan, pria itu juga ikut untuk melihat keadaan bayi diperut ay.


“benar kata dokter johan, bayi nya sudah mulai cepat berkembang, dan sekarang sudah normal ya” tambah dokter siren dengan senyuman hangat.


“Ren, coba lihat jenis kelaminya” pinta Johan dari balik tirai, ya untuk saat ini Johan berada diluar tirai dan hanya bisa melihat dari layar, karena brian tidak ingin Johan melihat badan ay.


“udah bisa tau apa jenis kelaminnya dok?” tanya ay senang.


Siren mengangguk pelan, “sudah, ayo cob akita lihat jenis kelaminnya” ujar dokter siren.


“jangan dikasih tau dulu dok, nanti biar jadi kejutan pas baby shower nya” ucap Brian.


“loh kapan baby showernya ay penasaran ini” rengek ay.


“beberapa jam lagi sayang, kita akan adakan baby shower buat kamu dan baby” ucap brian.


“ay pengen keluarga ay lengkap saat baby shower kak” ucap ay lirih.


“kan bisa video call” balas brian, padahal dia sudah menyiapkan kejutan buat istri tercintanya itu.


“iya deh” jawab ay lemas.


Brian berusaha menahan tawanya melihat ay yang kecewa, padahal niatnya ingiin menggoda ay, sebenarnya kedua orang tua ay baru saja mendarat di Indonesia, brian mengatakan sebenarnya tentang kandungan ay yang sedikit bermasalah karena ulahnya dan itu membuat Deon dan Ara segera berangkat ke Indonesia, brian tidak masalah akan dimarahi oleh mertuanya asal kedua mertuanya itu sudah ada di Indonesia untuk memenuhi kerinduan ay pada sosok daddy dan mommy nya itu.


...🐺🐺🐺🐺🐺...