My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 21. Menuju Hotel



Ay memang mengikuti Brian untuk masuk ke dalam mobil Brian tapi gadis itu masih tidak mau memaafkan Brian begitu saja, dia masih dia membiarkan brian menariknya dan menculiknya.


Setelah mobil berjalan baru gadis itu mulai membuka suaranya, “jadi katakan semua yang om brian sembunyikan dari ku” Ay masih dengan sikap pura-puranya saat bersama brian akan Kembali memanggil pria itu dengan sebutan oom.


Brian menoleh melihat gadis kecilnya yang masih cemberut, “begini, daddy mu sangat membenci ku karena aku adalah seorang mafia”.


Ay mengangguk dia memang mendengar perdebatan orang tuanya tentang Brian yang seorang mafia, “baik itu memang benar, tapi daddy tida mungkin sejahat yang om katakan” ucap Ay lagi, dia menolak untuk menjadikan daddy nya adalah pria yang jahat dan kejam.


“AY, kamu harus_” Brian diam menatap wajah ay yang mulai merah karena menahan marah, sia sia jika dia menyalahkan daddy Deon dalam masalah ini, karena gadis kecil milik deon ini akan selalu membela daddy nya.


“Mau mengatakan apa tadi?” tanya ay, karena Brian tiba-tiba diam, “Ay ingin kebenaran, jika oom tidak mau mengatakan apapun AY akan loncat dari mobil ini, ay tidak main-main dengan ucapan ay” Ay memegang pintu mobil didekatnya, gadis itu sudah ingin bersiap-siap untuk membuka pintu mobil.


“baiklah, ini semua karena aku tidak mau ada yang mengetahui tentang dirimu, seperti yang aku katakan, aku adalah seorang mafia, mommy ku meninggal karena di bunuh oleh mafia, dan aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi lagi, makanya aku tidak pernah menghubungimu” Brian memilih opsi meletakkan semua kesalahan pada dirinya, karena Ay akan terus menentang jika Brian mencoba mengatakan bahwa selama ini dia di halangi oleh Deon.


Ay sedikit tenang, dia menatap mata brian mencoba mencari kebohongan dari sinar mata pria itu.


“lalu saat terakhir kita bertemu? Kenapa om datang? Kenapa om muncul di hadapan ay dan hilang lagi tanpa kabar apapun” tanya Ay.


Brian tersenyum kecut, dia mengambil sebelah tangan ay dan menggenggam tangan itu, “karena aku akan saat itu sedang menghadapi ujian hidup atau mati, keinginan terakhirku setidaknya sekali saja aku bisa menyentuh mu, jika memang benar aku akan mati, keinginan itu sudah terkabul”.


“jadi om mau ay menunggu selamanya tanpa kabar jika om tiada begitu?!” isakkan kecil ay mulai terdengar.


Brian menyentuh dagu ay dan mengangkatnya agar menatap matanya, “jika aku mati, aku akan mengirimkan kabar padamu untuk tidak menungguku lagi, tapi ternyata aku berhasil menghabisi musuhku, dan aku masih hidup, maafkan aku ay” pinta brian dengan lembut.


“Minta maaf seperti itu tidak gentle sekali” ketus Ay.


“Jadi harus minta maaf dengan cara apa?” tanya Brian.


“Cium” jawaban singkat dari Ay membuat Brian tersipu malu, Ay bukanlah gadis pemalu seperti mommy nya, gadis itu terang-terangan akan melakukan hal apapun yang dia suka dan inginkan, bahkan gadis itu sangat ingin nikah muda seperti mommy nya.


“Ay_” brian hendak menolak tapi dia tidak ingin menyianyiakan permintaan Ay, entah kapan lagi dia diberi kesempatan untuk mencium gadis itu, Brian melirik pada bobby melalui spion tengah, memberikan kode bahwa bobby tidak boleh melihat hal privasi yang sedang dia lakukan, dan bobby hanya mengangguk singkat tanpa suara.


Pria dingin itu mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Ay, jarak yang jauh makin lama makin menipis, hingga brian dapat merasakan deru nafas Ay menerpa wajahnya, pria itu mulai memberikan kecupan ringan pada bibir Ay, awalnya pelan tapi lama kelamaan berubah menjadi *******, brian sedikit tidak bisa menahan dirinya mungkin karena pria itu sudah lama menginginkan Ay, hingga dia tidak sadar sudah membuat ay terbaring di kursi dengan nafas yang tersengal-sengal.


Brian kemudian sadar saat melihat wajah Ay yang berubah merah padam ketika dia menghentikan sejenak ciumannya. “Maaf aku kelepasan” ucap brian sambil memberikan kecupan pada kening Ay.


Ay tidak mengatakan apapun dia memilih Kembali menegakkan tubuhnya dengan benar, dia telah salah mengucapkan kata-kata pada harimau lapar rupanya.


“Ay lapar” gumam gadis itu pelan untuk menghilangkan ke canggungan di antara mereka berdua.


“Bob, cari restoran terdekat” perintah Brian langsung pada bobby begitu gadis kecilnya mengatakan lapar.


“jadi mau makan di mana?” tanya Brian bingung, dia tidak terlalu tau Kawasan jogja.


“Hmm, apartemen abang aja” ucap Ay.


Brian menggeleng, dia masih belum siap menghadapi dua kembaran Ay, dia saja belum bisa menghadapi calon mertuanya sekarang harus menghadapi calon adik ipar, yang dia saja belum terlalu mengenal mereka.


“Tuan, bagaimana kalau kita ke hotel tuan?” tanya bobby.


“hotel? Apa aku memiliki hotel disini?” tanya Brian, dia sepertinya lupa seberapa kaya dirinya saat ini.


“Ada tuan, itu hotel yang dimiliki mendiang ibu tuan” jawab Bobby.


“baiklah kita ke sana saja, daddy mu tidak akan tau, karena aku bisa menutup mulut para karyawan ku” ucap Brian pada Ay sebelum gadis itu berniat membantahnya lagi.


“Siapa yang mau nolak” gerutu ay sambil bersedekap dada.


Brian tersenyum kecil melihat wajah Ay yang masih bersemu merah, dia merangkul gadis itu agar lebih dekat padanya.


...🐰🐰🐰🐰🐰...


Brian turun dari mobil sambil merangkul gadis kecilnya, cukup banyak mata yang melihat tapi semuanya dapat dibungkam hanya dengan pandangan menusuk yang di berikan Brian pada mereka.


“mau akan di restorannya? Atau di kamar aja?” tanya Brian dengan suara pelan pada AY.


“Abang larang Ay berduaan dengan pria di dalam ruangan” ujar AY, yang mengingat perkataan Al dan EL setelah ay mulai menceritakan tentang kunjungannya di apartemen milik Brian.


“Kita kan sudah jadi pasangan, lagi pula kamu sudah pernah berduaan aja denganku di dalam apartemen” balas brian. “akan banyak mata yang mengambil foto kita berdua secara diam-diam jika kita makan di tempat yang terbuka” lanjut Brian lagi.


Ay menoleh memperhatikan brian, “benar juga, ya udah kita ke kamar aja, ay udah sangat lapar” jawab Ay cepat dia terlihat riang sekali karena memang sudah kelaparan.


Bobby datang memberikan kunci kamar pada Brian.


“bob, segera suruh menyiapkan makanan secara cepat dan bawakan ke kamar, dan suruh semua orang menutup mulut mereka” perintah Brian tanpa ampun.


“baik tuan” jawab bobby sambil menunduk cepat pada Brian.


“Ayo ay” brian mengelus puncak kepala ay dan segera menarik gadis itu menuju kamar hotelnya.


...🦁🦁🦁🦁🦁...