
"Loh bener-bener mau nyulik gue ya? "
"Loh bisa diem gak sih, luh dari tadi cerewet amat, gak capek apa cerewet trus dari tadi" jawab Avan kesel
"Gimana gak cerewet.. cwek secantik ini dicuri oleh lima pria, ha siapa yang gak shock coba? lagian kalian bawa aku kemana sih?? kok jadi takut gini.." ucap Gelis panjang lebar.
"brisikkk.. " ucap Avan dengan nada dingin..
...***...
1 Jam kemudian, mereka semua sampai di sebuah Masion yang mewah
Saat Gelis turun dari mobil, Avan segera menarik tangan Gelis dan membawanya masuk kedalam Masion dengan paksa
"Itu si Avan kerasukan apa ya? Sampai dia bawa cwek segala ke dalam Masion, lagian diakan gak pernah tuh dekat dengan cwek. Palingan klo setiap cerita, dia hanya ceritain tentang anak gadis pohon beringin.. " ucap Alga panjang lebar
"Udahlah.. palingan dia cuman kasih pelajaran sama gadis itu" jawab Niko lalu beranjak masuk kedalam Masion.
"masuk yuk! " ajak Alvin pada kedua sahabat. Sahabatnya pun hanya mengikuti Alvin..
"Loh apa-apaan sih, gue mau pulang. Bibi gue pasti lagi nyariin gue"
"Loh beritahu gue sekarang nama loh siapa? loh tinggal sama siapa? dan siapa saja teman-teman dekat loh? !! " ucap Avan dengan nada ketus.
"Kalian berempat pergi ke ruang diskusi, ntar gue nyusul kesana. " sambungnya dan memberi pandangan aba-aba untuk pergi kepada teman-temannya
"ok Van" jawab mereka serentak..
...***...
Saat teman-temannya sudah pergi, kini Gelis hanya deg-degan. Bagaimana gak deg-degan, dia hanya berdua dengan laki-laki yang gak dia kenal.
"Loh siapa sih, kok SKSD gitu ke gue? " jawab Gelis sedikit terbata-bata
"SKSD? maksud loh? " tanya Avan dengan alis terangkat
"Sok... Dekatt.. sok.. kenal.. " jawab Gelis dengan terbata-bata
"Aj* loh! " kesel Avan
"sekarang jawab pertanyaan gue, itu kalung yang loh pakai itu,, punya loh? " tanya Avan dengan serius
"ohhh.. kalung ini, ini kalung pemberian sahabat gue.. ehh bukan maksudnya calon suami gue.. tapi" Tiba-tiba wajah Gelis menjadi murung dan menunduk.
"kenapa? dia meninggal atau gimana? " tanya Avan bertubi-tubi seakan pengen tau tentang kalung itu
"tapi.. hiksss hikss dia.. dia.. dia pergi ninggalin aku, kata teman-temannya, dia pergi ke Inggris hikss.. hikss" jawab Gelis.
Tiba-tiba saja tubuh Avan berubah jadi shock dan kaget.. Saat melihat tangisan Gelis yang tak juga kunjung juga berhenti.
"Gue dulu dekat sama dia... dia slalu ada buat gue.. hiks. hikss.. dia gak pernah berkunjung di pohon beringin tempat kami sering ketemu dulu hikss hikss.. " sambung Gelis
"loh benci sama dia? " tanya Avan dengan sedih
"enggak.. guee.. gue.. hanya menunggu dia pulang.. lagian diakan punya kunci hati gue"
"Udah-udah, gue cuman nanya, kenapa jadi curhat. udah sekarang loh mending istirahat sana! pembantu gue udah siapin kamar buat loh" ucap Avan sambil memeluk dan menenangkan Gelis dalam pelukannya
"Akhirnya gue nemuin lo. you are so beautifull" gumam Avan sambil tersenyum tipis, sangat tipis..
...***...
Gelis hanya mengangguk dan mengikuti pembantu yang Avan pekerjakan untuk mengantar Gelis ke kamar yang sudah mereka siapkan
"silahkan Non! " ucap pembantu itu dengan sopan sambil menunduk dan mempersilakan Gelis memasuki sebuah kamar
Pembantu yang mengantarnya pun hanya terkekeh melihat tingkah Gelis.
"Non istirahat saja! kalau sudah bangun silahkan kebawah dan makan malam"
"ok, siap bu boss" jawab Gelis sambil terkekeh dan segera berlari dan berbaring dengan nyaman di tempat tidur yang sudah disiapkan untuknya.
...***...
Saat malam tiba, Gelis turun kebawah untuk makan sesuai dengan perkataan pembantu tadi
Saat sampai dibawah, dia hanya melihat teman-teman Avan semua yang sudah menduduki tempatnya masing-masing.. kecuali Avan..
"hmmm udah bangun loh? " tanya Alga dengan nada dingin. Sebenarnya dia masih kesel dengan Gelis, tapi dia teringat kata-kata Avan saat rapat tadi.
...*saat rapat.....
"gue udah nemuin dia! " ucap DEAVAN saat sampai di tempat rapat mereka
"dia? dia siapa Van? " tanya Alvin
"gadis yang slama ini gue cari! " jawab Avan sambil tersenyum tipis
"Gelis? cwek yg slalu loh ceritain kekita-kita, jadi cwek yang bareng sama kita itu Gelis? " tanya Alga bertubi-tubi seakan tak percaya pada apa yang ia dengar dari sahabatnya itu
"ia.. gue mohon bantuan kalain, dimana pun dan kapan pun itu, kalian sanggup ngelindungin dia. Bagi gue, dia sangat berarti bagi gue"
"idihh bucinn.. Ok deh, demi loh.. calon ibu Negara siap untuk dilindungi" Ucap Alga meskipun kesel dengan Gelis*..
...***...
"Nama loh Gelis kan? " tanya Niko
"Kok tau nama gue Gelis? " tanya balik Gelis
"Apa sih yang gak kami tau tentang Orang-orang yang udah masuk ke dalam Masion ini" jawab Niko dengan enteng..
"Ehh udah.. udah, masa pada ribut.. Nah loh Gelis, panggil noh si Avan diatas. kamarnya diatas dekat dengan kamar yang kamu tempati tadi" ucap Alvin
"haa? kok gue? " tanya Gelis pada Alvin
"Lis... pistol gue udah lama gak numpahin darah orang.. " ucap Alvin sambil mengeluarkan sebuah pistol dari saku celananya.
Gelis pun kaget mendengar serta melihat sebuah pistol yang ada didalam genggamannya Alvin.
Tanpa pikir panjang Gelis pun akhirnya menuruti apa yang diperintahkan Alvin, ia berlari terbirit-birit menaiki anak tangga menuju lantai atas.
...***...
Saat sampai di depan pintu kamar Avan
....
see you😘👀
Kalian dapat salam nih dari Deavan dan Gelis
👌👌👌