My Little Girl

My Little Girl
35. Sekolah Gempar



📲 "Bisakah anda sekarang juga ke sekolah, kami perlu bicara dengan anda masalah Clara".


📲 "Baiklah Saya akan segera ke sana" Deon menutup teleponnya dengan Cepat.


Matanya beralih pada botak yang terus menunggu nya.


"Tunda semua meeting hari ini, dan kau lanjutkan meeting ini sampai selesai" perintah Deon.


"Tuan mau kemana?"


"Aku harus ke sekolah ara, seperti nya terjadi sesuatu disana, sehingga aku dipanggil gurunya, dan setelah meeting ini selesai cepat susul aku ke sekolah Ara" Perintah Deon lagi, lalu segera berlalu pergi.


"Siap laksanakan tuan" Botak menunduk hormat lalu masuk kedalam ruangan meeting, dia harus cepat menyelesaikan semua perintah Deon dan menyusul Deon Ke sekolah.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


Kelas 11 IPA 2 saat ini sedang heboh. Hal itu karena ada pria tampan yang sedang berdiri didepan pintu kelas 11 IPA 2.


"Kak Deon!" pekik Juan ketika melihat Deon yang berdiri di depan kelasnya. Juan, Leo dan Robi berlari mendekati Deon bukan hanya itu, shasa dan meli juga berjalan mendekati Deon.


Shasa begitu terkejut, pria yang selama ini dia cari cari muncul di hadapannya seperti sebuah mimpi, dan itu tepat datang ke kelas miliknya.


"Tidak ada yang tidak mungkin, liat sendiri dia ada di hadapan gue sekarang" Bathin Shasa.


"Kak Deon kesini dipanggil?" tanya Leo heran, tadi dia emang berniat untuk menelpon Deon untuk memberitahukan masalah Ara, eh si Deon sudah nongol di depan kelasnya sebelum Leo beritahu.


"Iya, kakak di panggil kesini, emang Ara buat masalah apa?" jawab Deon.


"Ara? apa kakak angkat ara itu si Alinsky yang selama ini aku impikan?" bathin Shasa lagi.


"Ara buat masalah, dia ketahuan mencontek".


Bukan Leo, Juan maupun Robi yang menjawab tetapi pelakunya adalah Shasa, Tiba-tiba saja mulut perempuan itu menjatuhkan ara dengan cepat.


Robi mengepalkan tangannya dengan kuat. "Gak kak! lu ya sha! jaga mulut lu! kak ara memang dipanggil guru, tapi bukan karena itu, guru-guru itu semua salah paham sama ara kak".


" Benar kak, kakak percayakan sama kami, Ara gak mungkin mencontek kak" Leo menyambung ucapan Robi.


"ckckck, emang kalian ada bukti yang menunjukkan kalau ara tidak bersalah" meli ikut nimbrung.


"Iya benar, kita tidak punya bukti membela Ara, sedangkan bukti ara bersalah itu banyak!" Shasa menambahkan.


"kak kami emang gak punya bukti, tapi percaya sama kami kak, Ara gak mungkin melakukan hal itu" Juan memelas menatap Deon, dia takut Deon akan marah dan murka pada ara.


Bukannya marah Deon malah tersenyum sambil mengusap kepala ketiga trio bad boy itu.


"Kalian tenang saja kakak percaya kalian dan kakak percaya ara, Jadi tadi dia di tuduh telah mencontek?" Tanya Deon sekali lagi untuk menyakinkan bahwa masalah itu bukan masalah yang dibuat oleh ara.


"Tapi itu gak mungkin kak! Ara cewek terbodoh di kelas bagaima_____"


"Diam kau wanita!" Tatapan dan ucapan sinis Deon mampu menghentikan perkataan Shasa. Deon memanggilnya hanya dengan panggilan 'wanita' karena di tidak sudi memanggil Shasa dengan sopan.


"Sejak tadi kau terus saja berbicara padaku, aku sekalipun tidak bertanya apapun padamu!" ucap dingin Deon sekali lagi.


"Ta-tapi aku memang benar, dari peringkat terbawah bisa menjadi posisi nomor satu itu sama sekali tidak mungkin!" Gumam Shasa pelan, tapi masih mampu di dengar Deon dan ketiga teman Ara.


"Iya Shasa benar, itu tida___" ucapan Meli terpotong karena Deon kembali membentak dan memotong ucapan mereka.


"Berisik!"


"Aku tidak bertanya pada kalian, dan tidak mau tau Ara salah ataupun benar, karena aku akan selalu ada disisi Ara!" tegas Deon dengan Nada dingin.


Dari kejauhan Botak datang menghampiri Deon.


"Bos maaf saya sedikit telat" ucap botak cepat.


"Tidak apa, cepat kau panggil kepala sekolah datang ke ruangan BK sekarang" Perintah Deon pada botak.


Bukannya menjawab Deon hanya berlalu pergi, membuat shasa kembali geram, dia mengepalkan kedua tangannya geram, lagi dan lagi Ara berhasil mengalahkannya, Pria yang dia pikir tidak akan mungkin bisa di temui dan dapatkan sudah berada di dalam genggaman tangan Ara, dan itu membuat Shasa semakin murka.


"Hahahha ada yang panas bro" sindir Juan sambil berlalu melewati shasa.


"Benar banget bro, panas banget dicuekin" balas Robi dengan tawa yang terdengar keras.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


Selepas Deon pergi banyak siswi yang mulai bergosip.


'Gila si Ara pantas aja gak mau lagi sama Dimas, dia udah dapat yang lebih'


'iya dia kenapa selalu beruntung sih, selalu dapat yang keren keren'


'Cowok tadi Allinsky kan? pembisnis nomor satu di Asia'


'Gila aslinya tampan banget, beda dari TV dan majalah majalah, aslinya luar biasa tampan'


'Mau dong jadi yang kedua'


'Kalau aku jadi yang ke berapapun aku rela, asal bisa merasakan kekayaannya'


Begitulah bisik bisik yang terjadi dan itu membuat' Shasa yang mendengar semakin marah dan iri pada Ara.


...🐤🐤🐤🐤🐤...


"Jawab Clara! Sejak tadi kamu hanya diam! jawab!" desak wali kelas Ara.


Beberapa guru ada yang mulai simpati melihat Ara yang sejak tadi menunduk dan menggenggam tangannya, gadis itu sejak tadi diam tidak mengatakan apapun, badannya sedikit bergetar bukan karena menangis tapi menahan air mata agar tidak jatuh.


'Tok tok tok' bunyi ketokan pintu mengalihkan perhatian semua guru dari Ara.


Guru bk yang memiliki ruangan segera beranjak untuk membukakan pintu.


"Tu-tuan Alinsky?!" Pekik guru Bk itu tidak percaya, dia adalah salah satu penggemar Deon, makanya dia mengenal Deon ketika baru melihat wajah Deon.


Mendengar nama Deon disebutkan Ara segera tegak dan memeluk Deon, gadis itu segera menyembunyikan mukanya pada dada bidang milik Deon.


"Clara! apa apaan kamu! tidak sopan seperti itu!" pekik guru Bk itu tidak Terima pasalnya dia tau Deon tidak menyukai wanita yang secara mendadak memeluknya dan menyentuhnya.


Ara tidak menjawab dia masih diam, gadis itu sudah tidak peduli lagi tentang kesopanan, dan tata krama walaupun dia masih berada di sekolah. Yang gadis itu butuhkan sekarang adalah pelukan yang hangat dan membuat nya nyaman.


.


Deon merasakan kemejanya basah, pandangan wajahnya langsung menatap sinis pada para guru yang berada pada ruangan itu.


"Tak, ingat semua muka yang ada disini, cari tahu nama dan jabatan mereka". ucap Deon Dengan sinis.


" Tu-tuan Alinsky maafkan kami, murid kami sudah bertindak tidak sopan" guru BK itu hendak menarik badan Ara untuk menjauh dari Deon, tapi sebelum sempat menyentuh bahu Ara, Deon segera memberi kode pada botak, dan dengan cepat botak menepis tangan guru perempuan itu.


"Tidak perlu bu guru" ucap botak sambil tersenyum sinis, "Nona muda tidak akan membuat risih tuan muda, Tuan muda Alinsky kesini karena masalah Nona Ara, jadi tolong segera duduk dan bicarakan masalah ini" lanjut botak lagi.


Deon membawa Ara ke sofa panjang membiarkan gadis itu masih menyembunyikan wajahnya pada dada Deon.


.


'CEKKLEEKK' Pintu kembali terbuka dengan cepat, terlihat seorang pria tua berdiri ngos ngosan, ketika mendapatkan telepon dia segera berlari dengan cepat menuju ruangan BK.


"Ma-maaf tuan Allinsky, saya sedikit terlambat" ucap pria tua itu dengan nafas yang terengah engah.


"Silahkan duduk pak kepala sekolah" Perintah Deon dingin.


Kepala sekolah yang sudah mendapatkan perintah segera melaksanakan itu, walau dia lebih tua dari Deon, dia sangat takut pada Deon, karena Deon lebih berkuasa dibanding dirinya.


...🐣🐣🐣🐣🐣...