
AL, EL, dan Ay duduk di hadapan kedua orang tuanya, walau tadi Deon berjanji tidak memarahi Ay, tapi ternyata mommy Ara mengetahui Ay yang menghilang, jadi sekarang Three Dan sedang berjongkok dihadapan kedua kedua orang tuanya.
“Ay, kenapa kabur-kabur?” tanya mommy Ara sinis.
“Ay marah sama daddy, karena gak bolehkan Ay kuliah diluar kota” Ay menatap daddy nya yang duduk disebelah Ara.
“Ay tau sulitnya hidup sendiri? Mommy dulu hidup sendiri, dan mommy sangat membenci itu, abang mommy dia terlalu sibuk dengan kerjaannya, orang tua mommy sedang pengobatan diluar negeri, mommy harus hidup tanpa keluarga, dan mommy sangat tidak suka itu, kalian harusnya bersyukur, mommy dan daddy selalu ada untuk kalian kapanpun kalian butuhkan!” bentak Ara, gadis itu sedikit marah pada putri bungsunya itu, ke khawatirannya pada ay membuat emosinya tidak terkendali.
“Tapi mi, abang kan harus bisa mandiri, sebelum mengambil alih perusahaan Daddy” bantah AL.
“Daddy tidak masalah kalau abang tidak ingin mengambil alih perusahaan daddy, daddy bisa menjual perusahaan itu dan mencari tempat yang enak untuk daddy hidup berdua saja dengan mommy kalian”.
Deon memang tidak pernah memaksa kedua anak lelakinya untuk mengambil alih perusahaan, dia ingin anaknya melakukan apa yang mereka inginkan, dia tidak ingin kedua putranya itu merasa terbebani dengan tanggung jawab akan perusahaan yang dia miliki, bagi deon, harta bisa dia cari kapan saja, tapi keluarga tidak akan bisa selamanya ada, jadi dia harus menikmati saat-saat Bersama keluarganya.
Ketiga anak Ara dan deon hanya bisa menunduk, mereka tau mereka salah mereka tidak bersyukur dengan keadaan mereka sekarang.
“Abang EL” panggil Deon.
EL mengangkat wajahnya menatap Daddy nya.
“Katakan apa yang abang inginkan” ucap Daddy.
El masih diam, dia masih belum mengerti dengan perkataan Daddy Deon.
“Daddy tau semua yang kalian bertiga sembunyikan, jadi katakan apa yang abang inginkan, jangan kira daddy tidak tau apa yang kamu sembunyikan selama ini” Deon memang selama ini diam, tapi dia tau apapun yang terjadi pada ketiga anaknya termasuk abang EL yang lulus untuk berkuliah di universitas yang ada di jogja.
“Abang lulus kuliah di jogja dad” ucap El pelan.
“Jadi abang mau kuliah di sana?” tanya Daddy deon, dia tidak tampak marah.
“Iya dad, Abang tau keluarga itu sangat penting tapi dad, abang ingin mandiri, seperti daddy dulu, abang tidak bisa menerima tanggung jawab daddy begitu saja, abang ingin merasakan bagaimana susahnya hidup mandiri” ucap EL.
“Gak boleh, mommy gak terima” kali ini Ara yang sudah berkaca-kaca, dia sangat menyayangi ketiga anaknya, bahkan dia tidak ingin mereka terpisah.
“Sayang, biarkan saja ya, abang itu cowok, jika kamu kangen abang kan kita tinggal pergi mengunjunginya” deon berusaha menenangkan istri kesayangannya itu.
“Dad, abang al boleh tinggal di apartemen sendiri?” tanya AL, melihat keberanian adiknya EL akhirnya ingin menyampaikan keinginannya juga.
“yang, gak boleh, ara gak mau pisah dari abang AL sama abang EL” rengek ara tidak terima.
“Sayang mereka cowok, dulu kakak seumuran mereka sudah tinggal terpisah dari ayah dan bunda, jadi kamu harus bisa merelakan itu, mereka harus bisa mandiri sayang” bujuk Deon lagi.
“Dedek juga mau ti__”
“Dedek gak boleh” jawab Daddy deon cepat.
“Kok abang al dan abang el boleh, tapi dedek gak boleh?” gerutu Ay.
“kamu cewek, selamanya kamu adalah tanggungan daddy sampai kamu nikah nanti, baru kamu, boleh pisah dari daddy” ucap Deon dengan suara sedikit meninggi.
Ara melirik sinis Deon, “giliran putri kesayangannya yang mau tinggal sendiri dia yang marah dan gak terima” kesal ara.
“Sayang, Ay itu cewek, dia juga masih kecil masih 18 tahun, jadi belum bisa pisah dari daddy” jelas Deon.
“kalau gitu dedek nikah aja, biar bisa bebas dari daddy” ucap Ay spontan.
“OH NO! tidak boleh! Dedek masih 18 tahun, belum boleh nikah dulu” keras Deon.
Ara semakin panas dibuat deon, “Siapa ya yang menghamili anak orang di saat umurnya masih 18 tahun! Bahkan sebelum lulus sekolah lagi bunting nya!” bentak Ara kesal.
“Sayang itu kan zaman dulu, itu wajar, kala__”
“Ohhh jadi mommy sekarang udah tua, beda zaman dengan anak-anak mommy! Gini-gini mommy masih bisa buat anak lagi!” sungut mommy Ara.
“Yang, gak gitu, Ay itu_”
“ini gara-gara kalian, mommy kalian ngambek kan” deon mau berdiri dan mengikuti Ara, tapi Langkah pria itu terhenti karena panggilan ketiga anak-anaknya.
“Dad, jadi gimana? Abang boleh kuliah di jogja?” tanya EL.
“Abang boleh tinggal di apartemen sendiri?” tanya AL.
“Dedek ***_”
Belum sempat Ay mengatakan ucapannya deon langsung memotong ucapan Ay, “Ay tidak boleh titik” ucap Deon dengan tegas.
“Daddy jahat” Ay langsung berlari menuju kamarnya.
“jika kalian ingin tinggal sendiri, bujuk adik kalian, baru daddy memberikan izin” putus deon pada kedua kembaran itu.
AL dan EL dengan cepat menyusul Ay yang berlari menuju kamarnya, selagi Deon masih memberikan lampu hijau mereka harus bisa secepatnya membujuk adik perempuan mereka itu sebelum, Deon berubah pikiran.
...🐰🐰🐰🐰🐰...
‘Tok tok tok’ deon berkali-kali mengetok pintu kamarnya, pasalnya Ara saat ini mengunci pintu kamar mereka.
“Yang, buka dong, kakak salah sayang, jangan gini dong, kakak gak bisa tidur kalau gak meluk kamu” teriak deon di depan pintu.
“Berisik! Tidur aja di sofa keluarga sana!” teriak Ara dari dalam kamar.
“Yang kok tega sama suaminya sih, dingin sayang, nanti kakak masuk angin” teriak deon lagi.
‘ceklek’ pintu terbuka dan senyum deon mengembang saat melihat wajah cemberut istrinya, tapi senyum itu hilang Ketika ara melemparkan satu buah bantal dan satu buah selimut kearahnya, setelah itu ara Kembali menutup pintu dan menguncinya.
“yang ini apa maksudnya?”pekik deon.
“Biar gak kedinginan!” jawab Ara dari dalam kamar.
Deon hanya bisa menghela nafas, sepertinya kali ini dia memang harus tidur di sofa.
...🐼🐼🐼🐼🐼...
Al dan El memasuki kamar Ay yang tidak terkunci kedua saudara kembar ay itu duduk disisi kanan dan kiri ay yang sedang telungkup di tempat tidur.
“Dek, boleh ya abang kuliah di jogja” bujuk El.
“Dek, jangan ngambek dong” bujuk Al.
Ay tidak mau menatap kedua saudara kembarnya itu dia masih setia menyembunyikan kepalanya pada bantal.
“nanti gimana dedek pergi kuliah?” lirih Ay.
“Abang jemput dek, abang Cuma pindah tempat tinggal bukan berarti abang tidak jagain dedek” jelas Al.
Ay akhirnya mengangkat kepalanya, melihat mata AL.
“kenapa gitu?” lirih Ay.
"Abang Al tetap di sini, cuma abang mau punya apartemen sendiri aja, jadi kita tetap kuliah sama-sama" ucap Al sambil mengelus kepala Ay dengan lembut.
"Dek boleh ya pisah cuma beberapa tahun" ujar EL. dengan lembut.
Ay akhirnya mengangguk, "tapi abang harus janji, kalau dedek bilang kangen abang harus datang secepatnya" Ay menyodorkan jari manisnya pada EL.
EL tersenyum sambil mengelus kepala Ay dengan lembut, "abang janji akan menomor satukan adik cantik abang ini" kekeh EL.
...🦁🦁🦁🦁🦁...