
Setelah berbicara bersama Brian, Al baru menyusul Ay dan Aurora menuju kantin. Pria itu sedikit risih dengan pandangan orang orang yang menatapnya, dia yakin berita tentang pernikahan adiknya dengan brian sudah di ketahui pihak kampus, dan otomatis dia sebagai putra keluarga allinsky juga pasti sudah di ketahui oleh orang-orang kampus, soalnya ay sudah mengatakan pada orang-orang dia adalah tunangan brian, hari pernikahan brian dan ay saja al dan ay menghilang, makanya al sudah yakin seratus persen mereka mengetahui itu, apalagi melihat brian mereka akan menebak ay memang istri dari brian.
Untung saja keluarga al dan brian bisa menutup mulut semua orang yang ada di sana dengan sedikit ancaman, percuma punya uang banyak seperti yang dikatakan ay, jika tidak mampu membungkam mulut orang-orang dan menutup mata mereka tentang keberadaan putra putri keluarga Allinsky.
“Abang!” panggil ay di tempat duduk nya bersama aurora.
“kalian udah pesan makanan?” tanya al.
Aurora menggeleng, “ay gak mau makan” adu aurora pada al.
“Ihhh ay gak lapar au! Kalian aja yang makan” gerutu ay.
Al menatap adiknya dengan mengernyitkan kening, benar yang di bilang brian, adiknya menjadi aneh dan sulit disuruh makan. “Dek mau makan bubur ayam gak? Enak loh kemarin abang coba sama aurora, rasanya sangat enak” al duduk di sebelah adik nya mencoba menggoda adiknya itu dnegan makanan yang mungkin akan membuat gadis itu tergiur.
“bubur ayam? Emang enak?” ay sedikit meneguk saliva nya mendengar ucapan al.
Al memberi kode pada aurora agar membantunya membujuk ay makan, setelah itu aurora mengangguk pelan, “iya enak banget ay, kamu harus coba” aurora juga memuji makanan yang di rekomendasikan oleh al.
“ya udah ay mau coba” ucap ay akhirnya.
Al langsung mengelus puncak kepala adiknya itu, “pintar, bentar ya abang pesankan, au juga mau kan?”
“Ahh a-aku_”
“tidak ada penolakan, hari ini aku yang teraktir, buat bantu bujuk ay makan” potong al cepat dia segera pergi menuju tempat penjual bubur ayam, walaupun seorang tuan muda Al sudah terbiasa hidup di antara orang biasa, dia tidak suka menyusahkan orang lain, seperti pengawal untuk membelikan dia makanan, pria itu sudah terbiasa untuk berbaur dengan masyarakat kalangan bawah.
.
Tidak lama, al mengangkat nampan berisi 3 mangkok bubur ayam dan 3 gelas jus jeruk, “ini dia” ucap al, sambil meletakkan mangkok kehadapan masing-masing orang.
“makasih al” ucap aurora.
“Sama-sama” jawab al santai.
“abang kok lama?” tanya ay, memang al sedikit lama dalam memesan makanan mereka, ay tidak tau saja pria itu tadi sedang kesusahan karena di ke rumuni oleh mantan kekasihnya, yang meminta balikan dengan al, setelah memastikan bahwa al adalah tuan muda dari keluarga Allinsky siapa wanita yang tidak tergoda untuk mendekati al, sudah kaya dia juga tampan, serta pintar, jadi apa lagi yang mereka tunggu selain menggoda al kembali.
“penjualnya lama” elak Al, dia tidka mau mengatakan jika di tahan oleh mantan kekasihnya, al sekarang bertekat tidak akan berpacaran lagi setelah orang-orang tau status aslinya, dia benci para wanita yang mendekatinya hanya karena dia tuan muda dari keluarga Allinsky.
“Ay kok banyak banget kasih sambalnya?” tanya aurora karena melihat ay sudah memasukkan dua sendok sambal ke dalam bubur ayamnya.
Al menahan tangan ay yang hendak memasukkan sendok ke tiga dalam piring nya, “jangan dek, nanti sakit perut kebanyakan makan sambal, kamu belum ada makan apapun, perut kamu kosong dek” ucap al dengan pelan.
Ay langsung cemberut dan mendorong mangkuk buburnya menjauh, “gak makan” ucap gadis itu kesal.
Ay tersenyum dan memasukkan satu sendok penuh cabe dan mengambil kecap manis.
“cara makan kamu berubah ya ay” celetuk aurora melihat ay yang sedang memasukkan lumayan banyak kecap manis ke dalam mangkuk buburnya.
“gak tau lagi pengen aja au” jawab ay spontan, dia memasukkan sesendok penuh bubur yang sudah dia aduk dengan sambal dan kecap manis, entah apa rasanya tapi gadis itu tersenyum senang begitu makanan masuk ke dalam mulutnya. “iya enak” ucap ay setelah merasakan sesendok penuh bubur ayam.
Al hanya geleng-geleng kepala melihat mangkuk bubur ay yang berwarna hitam, dia yakin rasanya aneh, entah kenapa seperti yang aurora bilang, ay sedikit aneh.
“bang, ay gak mau makan lagi” ucap ay dengan wajah cemberut.
“kenapa? Tadi katanya enak” ujar al lembut.
“risih ay dilihatin terus!” umpat ay kesal.
‘Brak’ Al memukul mejanya, untung saja tidak ada mangkuk bubur yang tumpah, “Bisa tidak mata kalian jangan melihat kesini! Mau orang tua kalian berhenti bekerja atau kalian keluar dari kampus ini?” ancam al.
Ancaman itu cukup membuat semua yang tadi menatap ay dan al langsung menunduk takut. Diantara mereka ada ketua BEM yang dulu pernah naksir dengan ay, pria itu hanya menunduk menatap makanannya.
“Pantas dia tidak tertarik dengan lo put, dia aja berasal dari keluarga yang lebih kaya dari lo, apa yang lo pamerin dia punya berkali-kali lipat dari yang lo punya” ledek teman putra.
“berisik” ketus putra, dia sudah malu ditolak oleh ay saat didepan banyak orang, apa lagi lawannya adalah brian, bisa apa dia yang hanya seorang anak yang mengharapkan uang yang diberikan oleh orang tua, berbeda dari brian yang memang punya usaha sendiri.
“gak nyangka gue si danaya dan danial adalah putra putri keluarga allinsky, kalian liat sendiri baju mereka biasa saja” ucap salah satu orang di sana.
“Kalian yang gak perhatikan, kalau kalian lebih teliti baju yang terlihat biasa dimata kalian itu harganya puluhan juta! Hanya di produksi beberapa di dunia, kalian yang orang biasa yang tidak tau merek pakaian” ucap salah satu wanita yang kebetulan ada di sana.
“masak? Wahhh aku gak tau itu” ucap pria yang bilang jika baju yang dikenakan dua saudara kembar itu biasa.
.
“Udah makan lagi dek, udah gak ada yang liat” ucap al pada ay, dia mendekatkan kembali mangkuk bubur milik ay.
Mengikuti perintah abangnya ay mulai menghabiskan bubur miliknya, orang-orang yang mendapat ancaman dari al sudah tidak berani melihat kearah mereka lagi.
“Hmm boleh gue gabung gak?” suara seorang wanita yang tiba-tiba muncul dan duduk didepan ay dan al, telah membuat ay kembali tidak nafsu makan.
“Abang gue gak bakal kembali balikan sama lo!” umpat ay, gadis itu menatap kesal wanita didepannya.
...🐼🐼🐼🐼🐼...