My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 63. Gagal Nyoblos



“Selamat ya tuan brian” ucap salah satu tamu sambil menjabat tangan brian.


“terima kasih” jawab singkat brian, dia sama sekali tidak suka saat melihat cara pria itu memandang gadis kecilnya.


“kenapa wajah istrinya di tutup tuan brian, kan kami jadi penasaran” ucap pria itu lagi niatnya sih Cuma bercanda tapi candaan itu malah membuat brian menjadi marah ingin rasanya dia menghajar bos mafia dari jepang itu, tapi apalah daya, dia tidak ingin acara pernikahannya hancur apalagi ini acara yang telah dibuat oleh mertuanya khusus untuk brian.


“agar tidak ada yang melihat wajah cantikku, nanti kak brian bakalan kesulitan dalam menjagaku semakin banyak saingan yang mencoba mendekatiku” bukan brian yang menjawab melainkan ay, gadis itu bergelantung manja pada lengan brian, dia tau urat leher suaminya itu sudah keluar karena marah banyak sekali pria yang memperhatikan dirinya.


Brian tersenyum dan mengecup puncak kepala istrinya, dia bersyukur sekali mommy ara, menyuruh ay untuk mengenakan topeng, sehingga para musuh mafia nya tidak ada yang mengenali wajah ay, atau melihat wajah cantik istrinya itu, pakai topeng saja mereka sudah kagum apa lagi melepas topeng.


“yahh.. sayang sekali kami tidak bisa melihat wajah cantik anda nona” ucap pria itu.


Brian tidak mengeluarkan suara hanya mengeluarkan tatapan sinis dan pancaran kebencian atas ucapan yang dikeluarkan dari mulut pria itu. Hanya dalam beberapa detik pria-pria yang tadinya berbaris mau bersalaman dengan istrinya langsung menghilang secara mendadak akibat aura mafia yang berasal dari brian.


“kapan acaranya selesai yang” bisik brian pada istrinya, pria itu sudah mirip seperti anak kecil yang minta dibelikan makanan sama ibunya, kalau anak buahnya melihat mereka pasti merasa brian punya dua kepribadian, karena tidak mungkin seorang ketua mafia akan bersikap seperti itu.


Ay mengulum mendengar rengek kan brian. "Bentar lagi, ini juga udah jam 8 malam, tamu-tamu juga udah mulai pulang itu" ucap ay menenangkan suaminya yang sedang merengek.


.


Tepat 30 menit berlalu, para tamu sudah tidak ada, sisanya hanya ada karyawan hotel dan para sanak saudara dari ay yang masih berkumpul di meja mereka masing-masing.


Brian tersenyum cerah karena waktunya dia untuk nyoblos hanya menunggu sebentar lagi.


"Yang, kita ke kamar duluan yuk" bisik Brian pada ay, yang sekarang sudah menjadi istri sah nya.


Ay menggeleng, "permisi dulu sama keluarga aku sana, gak sopan main pergi aja" tegur Ay.


Brian menepuk jidatnya sendiri sambil menunjukkan senyum yang sangat jarang dia tunjukkan, "benar hampir aja aku dibilang menantu kurang ajar, ayo kita permisi sama semuanya" ajak Brian dengan bersemangat, sepertinya pria itu sudah tidak sabar untuk nyoblos malam ini juga.


.


Al dan El sudah membuka topeng mereka masing-masing, keduanya terlihat sangat kelelahan, tampak keduanya terus menyeka keringat di bagian wajah, wajar sih sangat sulit memakai topeng dalam jangka waktu yang sangat lama.


Mata kedua anak kembar itu beralih melirik saudara kembar mereka dan suaminya yang mulai mendekati kursi mereka.


"Dad, mom, semuanya, Brian sama ay ke kamar langsung ya, kasian ay kecapekan" ujar Brian begitu sudah sampai di dekat meja besar itu.


"Ay nya yang kecapekan, atau kamu nya yang udah gak sabar buat malam pertama" ledek Axel dengan tawa jenakanya.


"Ay udah kecapekan uncle" ucap ay, padahal dia tau tujuan suaminya untuk masuk malah akan membuat dirinya semakin kecapekan.


"Tapi dad_" brian hendak membantah, namun sayang tidak bisa karena ucapannya di potong lagi oleh Deon.


"Nyoblos nya besok aja, sekarang ay itu capek, kamu temani daddy dan yang lain pesta lajang kamu disini" potong daddy Deon.


Al dan el mengulum senyum mereka, begitu juga dengan para pria lainnya.


Brian menatap mertuanya yang sangat cantik dan baik hati, Ara tersenyum dan mengangguk, "temani aja daddy Deon dan yang lainnya, mommy dan para wanita bakalan masuk lebih dulu, ayo semuanya" ucap Ibu dari tiga anak kembar itu.


Ay tersenyum sambil menepuk bahu Brian, "temani daddy ya kak, ay ke kamar duluan" ucap ay.


"Tuyul, kamu jaga semua pria-pria ini, jangan sampai mereka keluar dari ruangan ini, jika keluar harus ada bawahan yang mengawasi untuk sampai ke kamar mereka masing-masing" ucap ara, dia memang tidak melarang untuk para pria minum-minum dia hanya takut para pria yang mabuk dan membuat ulah, jadi sebelum hal yang di takutkan terjadi dia lebih dulu memberi tahu para asisten bos besar yang ada di sana untuk mengawasi para atasan mereka.


"Baik nyonya" ucap botak asisten deon.


"Jangan terlalu di kerjain menantu nya, kasian itu" bisik ara pada Deon sebelum pergi bersama para wanita lain.


'cup' Deon mengecup bibir istrinya itu sebelum ara pergi meninggalkannya, "biar aja sesekali ngerjain ketua mafia gak apa kan" balas deon dengan berbisik.


"Brian cepat ke sini, duduk sini, dan kalian bawa semua wine yang bagus kesini" perintah angga pada para karyawan yang tampak sedang merapikan tempat itu.


Brian hanya bisa mengangguk kecil dan menatap mata istrinya yang baru beberapa jam lalu sah menjadi istrinya.


'Cup' ay mengecup bibir Brian di depan para pria itu sambil tersenyum lebar, "yang sabar ya menghadapi tingkah keluarga ku, besok bakalan dapat bonus besar deh" bisik Ay untuk menyemangati suami barunya itu.


"iya sayang sekali lagi ciumnya biar ada tenaga" Lirih Brian sebelum mendekat ke arah kursi yang di sediakan axel.


Ay, hendak memberikan ciuman lagi, tapi tidak jadi karena tubuhnya langsung di jauhkan dari Brian, ay di jauhkan secara paksa oke daddy deon.


"Nanti aja cium-cium nya, sekarang kamu masuk sana, au cepat tarik ay untuk ke kamarnya" ucap deon pada sahabat putrinya itu. "Kamu, cepat duduk sana" sambung deon pada Brian yang masih berdiri.


"Ayo adik ipar kita puas-puas minum hari ini" al dan el memegang tangan Brian di kiri dan kanan, untuk mendudukkan Brian disebelah mereka berdua.


Brian hanya bisa pasrah melihat kelakuan kedua abang iparnya.


sementara itu daddy george tertawa kecil melihat putranya yang tidak bisa membantah apapun padahal dia adalah ketua mafia, tapi sekarang ini putranya itu lebih mirip manusia biasa di banding devil.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


Sepertinya banyak yang masih belum rela sebelum ay dan Brian malam pertama, baiklah author bakal lanjutin lagi buat kalian, Terima kasih untuk semua dukungannya ya 😄😄