My Little Girl

My Little Girl
Extra 10. Pulang



“Sialan! Dasar tidak becus! Apa saja kerja kalian hingga pria itu bisa kabur dari sini! Apa dia memang benar hilang ingatan!” Maki Reiko dari tadi, dia terus saja menyebut sumpah serapah pada semua bawahannya yang tidak mampu menjaga deon.


“Maaf nona” ucap mereka serempak.


“Maaf! Aku sudah membayar mahal untuk ini! Kalian semua tidak becus! Hanya seorang pria yang lemah kalian bisa kecolongan! Akhhhhh!”


.


Sementara itu Deon terduduk disalah satu sudut jalan, dia tidak tau kemana lagi. Hati Deon terasa sangat sakit saat ini, dia merasa ada sesuatu yang berharga telah dia lupakan.


Deon menghela nafas Panjang, tangannya teralih memegang leher, ternyata dia mengenakan sebuah kalung. Reiko sepertinya lupa untuk menyengkirkan kalung itu. Tangan deon dengan cepat meraih kaling itu begitu dibuka, tampaklah foto seorang gadis cantik sedang tersenyum.


“Akkhhhh!” Deon memekik merasakan sakit kepala yang tiba-tiba menderanya. Kenangannya mulai muncul, setelah cukup lama menahan sakit deon berbaring di tanah itu.


“Hahahha dasar Wanita sialan!” Senyum mengerikan mulai muncul dari bibir deon.


Tangannya beralih kebelakang telinga, ada sesuatu yang menempel ditelinga deon, dan itu tidak aka nada yang sadar.


“Baby, maaf kakak telat pulang”.


...🐤🐤🐤🐤🐤...


“Tuan! Bagaimana keadaan anda?” Botak datang dalam waktu 15 menit setelahsinyal Deon dinyalakan.


“Kita ke bandara saat ini juga, suruh anak buahku untuk menangkap Wanita siluman itu!”


“Siapa tuan?”


“Wanita yang kutolong” ketus Deon.


“Ap akita akan membunuhnya tuan?”


“Belum 3 bulan lagi, biarkan dia hidup selama tiga bulan setelah itu habisi dia beserta seluruh gangster yang menolongnya” Ucap deon dengan dingin, harimau tidur itu telah bangkit dan tidak ada mangsa yang selamat dari cengkramannya, setelah harimau itu bangun.


“Tuan, ap akita perlu menghubungi nona ara? Saya dengar istri tuan terus menangis menunggu kepulangan tuan”.


“Iini pukul 5 pagi dia pasti masih tidur, kita berangkat sekarang juga hubungi saja Axel, aku yakin dia masih bangun” jawab deon dengan dinginnya.


Botak hanya mengangguk saja dibelakang deon dia langsung melaksanakan semua perintah deon dengan cepat, dia tau tuannya saat ini telah bangun dari tidurnya selama ini Deon bersikap lembut, karena mamang ada pawangnya, dan sekarang pawang itu tidak ada didekatnya, bisa mati orang yang berurusan dengannya, jika Deon sudah bersikap seperti itu.


.


📲 “Dari mana saja kau hah! Kau tau apa yang aku alami?!” maki Axel setelah Deon menghubungi Axel.


📲 “Aku sedikit lengah, maafkan aku, aku akan berikan hotel di jeju untukmu, apa kau mau?”


📲 “langsung pindahkan hotel itu dengan namaku, apa kau baik-baik saja?” Nada suara Axel mulai melunak.


📲 “Ya, hanya sedikit benturan dikepala, kau tau kan seberapa jeniusnya aku, walau aku sempat hilang ingatan, tapi wajah adikmu mengembalikan semua ingatanku”


Botak datang menghadap Deon sambil menunduk hormat, “Tuan semua perintah sudah dilaksanakan, wanita itu dan seluruh anak buahnya sudah kami kurung di markas penyiksaan, jet anda juga sudah siap untuk dinaiki”


📲 “Wahhh hahahha hebat juga adikku ya, Pesawatmu akan berangkat sekarang?” tanya axel begitu mendengar suara botak.


📲 “ya, aku akan pulang telat, tolong bantu menenangkan istriku, akan aku berikan hotel di sini untukmu”.


📲 “baiklah, dan pulang dengan selamat, tidak perlu cepat asal kau selamat”


📲 “Terima kasih abang ipar” ledek Deon sebelum menutup teleponnya.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


Ara hanya menatap kesal makanan didepannya, ada bubur ayam ada cream sup dan roti, dan ada nasi goreng, tapi tidak satupun tersenyuh oleh ibu hamil itu.


“Dek makan dong, kasian babynya lapar itu” bujuk Mami Shahnaz.


“Dedeknya belum lapar dia bilang ke maminya mau ketemu daddy nya dulu baru makan”.


“Daddy nya sedang dalam perjalanan kesini, jadi ara makan sekarang ya” bujuk Bunda mitha.


Mereka semua sudah diberitahu Axel bahwa deon sudah Kembali, makanya mereka sekarang sudah tenang, masalahnya hanya membujuk ibu hamil yang sedang ngambek sekarang.


“Gak mau, ara pokoknya gak mau makan itu ara mau makan ice cream, burger, ayam goreng KFC, sama ikan salmon” gerutu Ara.


Mami dan bunda sama-sama melihat kearah suami mereka meminta pertolongan.


“Ya udah minta sama bibi untuk dimasakkan ya, sesekali tidak apalah makan seperti itu, biar suaminya tau rasa, gak pulang-pulang buat istri cemas.


Ara bersorak riang karena kedua ayahnya menuruti keinginannya.


“Ya udah tapi makan dulu sesuap ya” pinta mami Shahnaz sambil menyodorkan sesendok bubur pada ara.


“Gak mau, dek mau disupin sama abang axel yang dandan ala blackpink”.


“APA?! Huk huk” Axel tersedak dengan makanannya.


“Benaran bakal makan kan dek?” tanya mami Shahnaz.


Ara mengangguk cepat dengan seringai nakalnya.


Axel merasakan ada tangan yang menepuk bahunya dan itu adalah ayah Deon serta papinya sendiri. Axel berusaha menggelengkan kepala tapi apalah daya kekuatan dua orang ayang yang menyeretnya untuk masuk ke kamar.


“Deooonnn!!! Awas kalau kau pulang!!” teriak Axel kesal.


...🐣🐣🐣🐣🐣...


Deon melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, dia sudah mandi dan mengganti pakainannya.


“Deon!” Bundanya langsung memeluk deon begitu pria itu baru masuk rumah. “apa yang terjadi padamu nak? Kenapa kepalamu bisa sampai terluka begini?”


Deon memegang kedua tangan bundanya yang sejak tadi menyentuh wajahnya,”Deon tidak apa bun, dimana istri kecil deon?”


“sedang main bersama Axel di kamar, dia ngambek karena suaminya lama pulang”


“Deon ke tempat ara dulu ya bun, botak yang akanmenceritakan semuanya, deon merindukan istri Deon”.


.


“Kak, Ara ikat ya rambut kakak”


“gak bisa ara, rambut kakak pendek, udah ya, kakak ada kerjaan” lirih Axel, dia sudah capek meladeni adiknya itu.


“Ra” Suara Deon menghentikan segala kegiatan Ara, gadis kecil itu dengan cepat berbalik melihat suaminya.


“KAK!” Ara menutup mulutnya begitu melihat kepala deon yang sedang diperban, “Kakak kenapa?” tangis ara sudah pacah.


Axel menepuk bahu Deon dengan santai, “Bro, tugas gue selesai, sekarang lu yang urus” ucap axel sebelum pergi meninggalkan sepasang suami istri itu untuk melepas Rindu.


“Jangan nangis dong, kakak gak apa, boleh kakak cium ara gak?”


Ara langsung memeluk tubuh suaminya itu, dan memberikan ciuman yang diinginkan oleh deon.


(Maaf skip ya bagian ciuman panasnya)


Ara berbaring dengan menggunakan lengan Deon sebagai bantalnya, dia terus saja mengelus dagu deon yang sudah ditumbuhi bulu-bulu halus.


“kumis kakak tumbuh” ujar ara.


“Iya kakak gak bisa menjaga diri kakak kalau kamu tidak ada, kakak kangen kalian, maaf ya membuat kamu dan anak-anak khawatir”.


Ara mengangguk pelan dan semakin mengeratkan pelukannya pada Deon.


“Jangan tinggalkan ara lagi kak” lirih ara dalam pelukan Deon.


“Tidak akan, hal seperti itu tidak akan terjadi lagi sayang” bisik deon.


...🐤🐤🐤🐤🐤...


mohon maaf ya untuk para pembaca, author janji mulai saat ini akan mengisi chapter extra dengan canda tawa aja.. jangan marah ya .. 😄👍👍