
“Kenapa kabur dari abangmu?” akhrinya brian bertanya juga alas an kenapa Ay ingin kabur, dari abangnya.
“Ay lagi marah sama abang dan daddy” jawab ay sambil cemberut.
“Kenapa?”
“Ay ingin kuliah di jogja sama abang AL dan abang EL, tapi daddy gak bolehkan, dedek kan juga ingin mandiri” celotek Ay.
“mandiri seperti apa?” tanya Brian lembut.
“Mandiri…” ay tidak dapat melanjutkan ucapannya, dia termenung dengan pertanyaan Brian.
Tangan brian terangkat untuk mengelus pipi Ay, “Jika kamu ingin mandiri, biarkan abangmu pergi ke jogja, jangan halangi dia, jika kamu ikut, bukan mandiri Namanya, kamu hanya akan menyusahkan abangmu, membuat dia khawatir dan yang ada di pikirang abangmu hanya kamu, mandiri bisa kita tunjukkan dengan cara lain ay, tidakkah kamu pikir abangmu, ingin sekali saja dia ingin bisa menghasilkan uang dari jerih payahnya sendiri? Selama ini daddy selalu memfasilitasi kamu dengan apapun, apa yang diminta akan langsung diberikan, aku yakin dia ingin menunjukkan bahwa dia bisa melindungi adiknya tanpa bantuan daddy nya”.
“Jadi Ay harua berpisah dari abang al?” setetes air mata jatuh membasahi pipi Ay.
“Jogja jaraknya bisa kamu sentuh dengan sekejab mata, kalian memang kembar, tapi biarkan abangmu, menunjukkan bahwa dia pra yang bisa melindungimu tanpa bantuan daddy mu” nasehat Brian. Pria itu menarik ay ke dalam pelukannya, membiarkan gadis itu menangis sambil terus mengusap kepalanya. Gadis kecilnya ternyata saaangggaatt manja, dia harus siap menghadapi sikap kekanakan dan manja dari Ay.
“Sekarang abang yakin kedua saudara kembarmu pasti sedang bingung dan takut, adik kembarnya tiba-tiba menghilang tanpa mereka ketahui, apa kamu tetap tidak mau Kembali?” sebenarnya berat bagi Brian untuk melepaskan gadis yang sedang dia peluk itu, tapi brian harus tetap melepaskannya, sebelum semua dendamnya terbalaskan, jika dia masih mengejar dendamnya, ay akan bahaya bersamanya.
“Om maukan antar dedek ke rumah uncle axel” gumam Ay pelan, dalam pelukan Brian.
“kenapa harus disana?” tanya Brian lembut.
“Ay takut pulang ke rumah, daddy pasti marah besar, jadi ay harus cari sekutu” kekeh Ay pelan.
“Baiklah, apa mau sekarang atau nanti?” dalam hatinya brian berharap ay akan mengatakan nanti, karena dia masih belum ingin berpisah dengan Ay gadis kecil yang dia tunggu-tunggu selama 15 tahun.
“bentar lagi, dedek masih kekenyangan” jawab Ay, brian tersenyum senang mendengar jawaban Ay, dia senang gadis itu masih belum mau berpisah dengannya.
...🐰🐰🐰🐰🐰...
“Kita harus cari kemana lagi?” lirih AL, dia melihat adiknya EL yang sudah mulai pucat. Kedua orang itu masih terus mencari disekitar sekolah, karena mereka tidak tau harus mencari dimana adik kembar mereka.
‘ teng teng teng’ Bell pulang sekolah sudah berbunyi. EL memegangi kepalanya yang sekarang semakin terasa sakit. Memikirkan Ay yang hilang karena ulahnya membuat pria itu cemas dan takut, dia takut terjadi hal mengerikan pada adiknya.
‘puk puk’ Al menepuk pelan punggung EL, “Tenang saja, aku yakin Ay, baik-baik saja, kamu tau kan ay sudah di ajarkan bela diri, jadi dia cukup bisa melindungi dirinya” Ketiga anak Deon memang di ajarkan beladiri dari umur mereka yang menginjak 3 tahun, bahkan ketiganya mampu menggunakan senjata api.
“Seharusnya gue gak pernah berpikir ingin kuliah di jogja, dedek gak akan hilang seperti ini” gumam EL.
“Kuliahlah di sana, aku yang akan di sini bersama Ay” ucap AL dengan tulus.
“tapi, bukannya abang juga_”
“Aku hanya suka bermain-main, kau tau sendiri aku seperti apa, bagiku, cukup ada tempat dimana aku bisa menggoda gadis cantik sebanyak mungkin, tidak perlu kuliah jauh-jauh” Al sebenarnya juga ingin merantau di tempat yang jauh, tapi melihat reaksi Ay yang seperti sekarang, Al akhirnya memilih mengalah, dia abang tertua, dia harus bisa bersikap dewasa dari pada kedua adiknya.
‘puk’ Sekali lagi Al menepuk punggung El, “Ayo kita mengaku pada Daddy” ucap Al akhirnya, dia sudah menyerah mencari Ay di sekitar sekolah, dia yakin ay tidak ada di sana, dan hanya Daddy nya yang mampu menemukan ay.
...🦁🦁🦁🦁🦁...
Ay menatap pagar rumah Axel yang mash tertutup lalu balik menatap Brian.
“Iya, maukah ay menunggu abang pulang?” tanya Brian.
“Om mau kemana?” gadis itu masih saja memanggil Brian dengan sebutan oom.
Brian terus menatap dalam mata indah milik Ay, “Aku harus menyelesaikan urusan keluargaku, mau kah kamu menungguku?” pinta Brian sekali lagi.
“Apakah lama?” selidik Ay.
“Sedikit lebih lama tapi tidak selama perpisahan kita dulu” ucap brian.
“Janji akan Kembali?” Ay menjulurkan jari kelingkingnya pada Brian, dan disambut brian dengan kaitan jari kelingking mereka.
“Janji, dan janji jaga hatimu untuk ku saja” pinta brian.
Ay menunduk, dia sebenarnya mau menjawab tidak, karena ay merasa perpisahan mereka akan lama, ay takut brian yang tidak bisa menjaga hatinya.
Perlahan Brian mengangkat dagu Ay agar mau menatap wajahnya.
“Ay, seperti perpisahan kita yang 15 tahun, aku akan menjagahatiku sampai kapanpun, jadi mau kamu menjaga hatimu hanya untukku?” tanya Brian sekali lagi.
Ay tidak menjawab, gadis itu hanya mengangguk pelan.
Tanpa sadar air mata Ay terjatuh, Brian mendekatkan wajahnya pada mata Ay, lalu mencium kedua mata ay yang mengeluarkan air mata itu, dia juga mencium kening, hidung dan daun telinga ay, berusaha merekam setiap moment perpisahan mereka, terakhir Brian mengecup bibir ay cukup lama.
“Aku pergi” desah brian saat Ay, keluar dari mobilnya.
.
Brian masih menatap ay yang berdiri menunggu mobil Brian tidak terlihat lagi.
“Tuan, ap akita batalkan saja kepergian tuan ke amerika?” tanya bobby dengan pelan.
“Tidak bob, aku ingin cepat membalaskan dendam daddy, lalu aku akan melepaskan semua gelar dan posisiku, memberikan pada kaki tangan daddy, aku ingin melepas pekerjaanku sebagai mafia” lirih Brian.
“tuan bukankah dendam itu karena mommy tuan yang terbunuh, berarti itu juga dendam tuan muda bukan?” tanya Bobby sedikit kebingungan, memang awalnya keluarga Brian tidak ada sangkut pautnya dengan mafia, ayahnya juga baru membentuk mafia miliknya sendiri setelah istrinya meninggal di sebabkan oleh salah satu mafia. Tujuan mafia itu di buat hanya untuk membalas dendan daddy Brian atas kematian istri tercintanya.
“Memang mommy meninggal karena mafia itu, seharusnya itu juga menjadi dendam ku, tapi aku tidak ingin menyimpan dendam bob, tidak ada yang bagus dari membalaskan dendam aku suda merelakan mommy pergi dengan cara itu, aku hanya membalas jasa daddy yang telah membuatku hadir di dunia ini, setelah itu aku ingin lepas dari dunia mafia” balas Brian, dia menatap jalanan dengan sendu, sejak umurnya yang menginjak 5 tahun, Brian sudah dilatih secara mandiri oleh daddynya.
Brian tidak pernah merasakan kebahagian, sejak mommy nya meninggal, sekarang kebahagian pria itu dengan hanya melihat Ay, hanya itu kebahagiannya, dia rela melakukan apapun untuk Ay, bahkan mempertaruhkan nyawanya demi membalas dendam daddy nya.
“Tuan sangat mencintai nona ay, semoga tuan bisa mendapatkan kebahagian tuan” doa Bobby di dalam hatinya.
“Apakah saya tetap boleh bersama tuan, walau tuan melepas posisi tuan?” tanya bobby lagi.
“Terserah padamu bob, aku tidak akan memaksamu untuk keluar dari dunia mafia, tapi aku berharap kau tetap bersamaku” jawab Brian dengan senyum tulus.
...🐼🐼🐼🐼🐼...