
Pagi itu Ara diantarkan oleh Deon didepan pintu gerbang sekolah seperti biasanya.
"Ingat, jangan dekat-dekat dengan Dimas" nasehat Deon lagi, ini sudah ke lima kalinya Deon mengulang ucapannya. Pria itu tidak mau Kelemahan Ara diketahui oleh Dimas, bisa bahaya jika pria itu tau dan memanfaatkan kelemahan Ara.
"iya kak".
"Dan satu lagi__"
Sebelum Deon melanjutkan ucapannya Ara lebih dulu memotongnya, "Jika Dimas mendekat segera menjauh jika tidak bisa minta pertolongan pada trio badboy, Ara udah hapal ucapan kakak, Ara gak apa kok, Ara pergi sekarang ya"
Deon terkekeh pelan, "Baiklah, ingat pesan kakak"
"oke bos" Ara segera keluar dan menutup pintu mobil Deon dengan pelan.
.
"Pagi Ara" Sapa Shasa dan Dimas didepan pintu gerbang sekolah.
"Aah pa_gi" jawab Ara kaku, "aku duluan ya Sha, dim, ada tugas yang belum aku buat" Ara segera berlari meninggal kan Shasa dan Dimas, hal itu semakin membuat Shasa dan Dimas semakin penasaran dengan tingkah aneh Ara kemarin.
...🐤🐤🐤🐤🐤...
🎼 Ponsel Deon berbunyi nyaring, tapi pria itu masih tidak mau mengangkat telepon nya.
"Tuan muda, telepon anda sejak tadi berbunyi" tegur Botak.
"Bunda yang telepon, aku sedang malas berdebat dengannya" gerutu Deon.
"Tuan tau, nyonya besar jika tidak diangkat angkat teleponnya maka dia pasti akan menemui tuan secara langsung" peringatan Botak membuat Deon dengan segera mengangkat telepon dari bundanya.
📲 "Ya bun" Jawab Deon cepat.
📲 "Wahhhh waahhh kenapa bunda susah sekali untuk menelpon putra satu satunya punya bunda ini?"
📲 "hehehe bunda taukan Deon sibuk"
📲 "apa perlu bunda bilang ke ayah untuk meminta jadwal temu dengan putra bunda?"
📲 "jangan dong bun, iya iya Deon ngaku salah" jika sudah membawa ayahnya maka Deon tidak bisa melakukan apapun, karena kartu mati miliknya adalah ayah Deon.
📲 "temani bunda jalan-jalan ke mall sekarang".
📲 " yah bun, bunda pergi aja, ntar Deon bayarin apa aja yang bunda ingin beli, bunda tau kan Deon males jalan-jalan seperti itu".
📲 "kamu ini kenapa tidak pernah mau jalan sama bunda!" kesal bunda Deon dari sebrang telepon.
📲 "Ya karena bunda jalannya sambil nyodorin anak teman bunda" tawa Deon terdengar di akhir kalimatnya.
📲 "Ya ampun, kali ini gak deh tapi temui bunda sama calon mantu bunda itu"
📲 "kan, pakai tapi, gak bisa bunda, dia lagi sekolah, Deon juga belum resmi jadian".
📲 "Ya ampun, kenapa lama sekali bunda sampai capek nunggu nya, apa perlu bunda minta tolong andri dan angga untuk mengajarimu mendekati wanita?" Bunda Deon memang sangat akrab dengan Andri juga Angga, jika sudah bertemu mereka persis ibu ibu komplek yang sedang bergosip ria.
Andri dan angga sangat sayang dengan bunda Deon, karena dari bunda Deon lah mereka mendapatkan kasih sayang seorang ibu, keduanya sama-sama berasal dari keluarga yang broken home serta mereka dipelihara oleh ayah mereka yang menikah lagi, jangan tanyakan bagaimana perilaku ibu tiri mereka, seperti di film-film Cinderella sangat kejam.
Dari Deon mereka belajar berusaha mandiri dan tidak hidup dengan meminta bantuan ayah mereka, mereka berusaha dari kecil hingga sekarang nama mereka cukup terkenal di kalangan pembisnis muda.
📲 "Sebaiknya jangan karena bunda dan kedua siluman itu akan membuat rencana yang aneh aneh, Deon tidak dapat habis pikir lagi jika nanti malah kebalikannya yang terjadi".
📲 " Hahahaha baiklah baiklah, tapi bunda memang betul-betul ingin bertemu dengan calon mantu bunda, kapan sih bolehnya? ntar bunda cari loh calon mantu yang baru" ancam bunda Deon.
📲 "Jangan bun! iya iya nanti pasti Deon pertemukan, tapi bunda jangan cari yang baru dulu ya" pinta Deon.
📲 " baiklah, tapi jemput saja bunda di Swalayan xxxx jam 3 sore"
📲 "kok swalayan? tadi katanya mau jalan ke mall".
📲 " bunda mau belanja buat ayahmu, disana sayurannya segar segar, jadi bunda cuma suka belanja di sana, awas jika tidak menjemput bunda!" ancam bunda Deon.
📲 "Iya iya nanti Deon jemput".
📲 " awas kalau tidak jemput " ancam bunda sekali lagi.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
'Brak'
Tidak sengaja troli bunda Deon menabrak troli orang lain.
"Ahh maaf kan saya, saya tidak seng__ Acha!"
"Mitha!" teriak wanita yang ditabrak Bunda Deon.
"Ya ampun, ini benaran kamu! ini Acha Pratiwi kan?"
Wanita yang dipanggil Acha itu tertawa sambil mengangguk, "iya ini aku, ya ampun udah lama banget ya gak ketemu, udah hampir tiga puluh tahun tau gak!".
Mitha bunda Deon juga ikutan mengangguk senang, " iya benar banget, sejak kuliah kita pisah pisah jadi kita lost kontak, kangen banget tau gak".
"iya aku juga, gimana kita ngopi di depan, sudah lama pengen cerita cerita" tawar Acha. Swalayan itu memang menawarkan cafe di bagian depan, jadi jika ingin menunggu sambil bersantai berberapa pelanggan dapat menunggu di cafe bagian depan.
"oke-oke, yuk kita bayar, biar belanja mu hari ini aku yang bayarin".
" Benaran ini banyak loh mit".
"udah tenang aja, aku yang bakal bayar" celoteh bunda Deon lagi.
...🐥🐥🐥🐥🐥...
"Jadi gimana kabarmu dan Mutia?" tanya Acha. Mutia adalah saudara kembar dari Mitha. Mendengar pertanyaan Acha, bunda Deon langsung merasa sedih karena teringat dengan Mitha saudara kembarnya yang sudah lama tiada.
"Mutia sudah tidak ada Cha, dia meninggal karena sakit".
" Ya ampun, maaf ya tha" Acha segera memeluk Bunda Deon sambil mengelus punggungnya pelan. "kita bicara yang lain aja deh, kamu sudah memiliki berapa anak?" sambung Acha, agar Mitha sahabatnya itu tidak sedih lagi.
"Aku hanya memiliki satu putra, karena suatu alasan aku tidak bisa mengandung lagi, jadi aku hanya punya satu, bagaimana denganmu?"
"Wahh berarti aku yang rekor dong, aku punya dua putra dan dua putri".
" Ya ampun banyaknya, suami kamu topcer dong bisa buat kamu hamil sampai empat kali" ucap bunda Deon.
Acha hanya tertawa, "Yang hebat itu kamu, aku liat dari atas hingga bawah ini barang branded semua, suami kamu orang kaya tha?"
"Iya suami aku yang kaya, aku mah sama kayak kamu, kita berempat kan berasal dari keluarga yang sama, hahahaha"
Acha ikut tertawa juga mendengar ucapan Mitha sahabatnya.
"Ngomong-ngomong kamu ada ketemu dengan shahnaz?"
"Shahnaz Zoya Anggraini? delapan belas tahun yang lalu aku bertemu dengannya, dia sedang jalan di mall bersama putranya".
"Kok aku gak pernah ketemu ya, aku juga kangen sama dia, ingat tidak dulu kita berempat pernah berjanji jika anak kita beda jenis kelamin bakal kita jodohkan".
" Iya iya, aku juga ingat, aku janji bakal jodohin anak aku ke kamu dan Nanaz janji bakal jodohin anaknya dengan anak Mutia".
"Hahaha iya iya, aku kangen masa kita masih muda dulu, kamu dan nanaz sih enak hidupnya sekarang, lah aku".
" Tapi bahagiakan sekarang?"
"Iya aku bahagia, punya 4 orang putra dan putri yang cantik dan ganteng, aku bahagia memiliki mereka".
" ngomong-ngomong putrimu umur berapa?" tanya Mutia.
"sekarang umurnya sudah tujuh belas tahun, kenapa mau jodohin putramu dengan putriku, hehhee aku sih oke oke aja" ledek Acha.
"Hahaha, coba kita ketemunya lebih cepat, pasti bakal aku jodohin, tapi masalahnya sekarang aku sudah punya calon mantu, jadi gak bisa" tolak Mitha dengan sopan.
"Siapa ni calon mantunya?" tanya Acha penasaran.
"Hmmm..."
...🐤🐤🐤🐤🐤...
hayoooo pada nungguin ya, maaf ya hari ni cuma bisa up satu, nanti kalau author fit, bakal up lagi deh,
jadi adakah yang tau bundanya siapakah si Acha? dan Zoya? hehehe ayo coba tebak
makasih untuk like dan vote nya, tetap like dan vote ya biar author semangat ngetiknya, thank you all bye bye 💞💞💞💞💞