
Selama perjalanan menuju rumah keluarga besar Allinsky, Ara kembali tertidur gadis itu memang merasa sangat mengantuk, karena hanya tidur beberapa jam dalam beberapa hari ini.
'ckkiitt' mobil Deon berhenti didepan pintu masuk rumahnya, dengan perlahan Deon mencoba membangunkan istrinya, melihat istrinya yang tertidur Deon merasa sedikit bersalah, semua itu karena dirinya.
"Baby, bangun kita sudah sampai" Deon mengusap pipi ara dengan lembut.
Perlahan mata lentik ara terbuka. "Sudah sampai?"
Deon merapikan sedikit anak rambut Ara yang berantakan. "Maaf, gara-gara kakak kamu jadi seperti ini".
Ara tertawa kecil, " Walaupun tau ini gara-gara kakak, kakak tetap tidak akan berhenti menyentuh ara kan? hehehe".
"Kamu tau aja, kakak tidak pernah bisa jauh darimu apa lagi tidak menyentuh mu".
" Ayo kak, ara sudah lumayan segar" Ara mengajak suaminya untuk segera keluar dan memasuki rumah.
.
Baru saja kaki Ara memasuki rumah terdengar suara terompet dan petasan, serta manik-manik yang dilempar kan kearahnya.
"Kejutan!" teriak mereka semua berbarengan.
Ara melihat spanduk dan kue ulang tahun di tangan kedua mertuanya. Air mata gadis itu keluar, dia tidak menyangka akan mendapatkan kejutan dari orang-orang yang dia sayangi.
Ada Kedua mertuanya, ada kakaknya Axel, ada trio badboy, ada sahabat barunya putri, dan juga dia melihat layar laptop yang sedang menampilkan wajah kedua orang tuanya.
"Happy birthday sayang" Bunda lebih dulu memeluk menantu kesayangan nya itu.
"Makasih bun" jawab ara sambil membalas pelukan bunda mitha.
"Happy birthday adek jelek!" seru Axel sambil merentang kan tangan meminta pelukan.
"Makasih abang jelek" balas Ara sambil berlari memeluk tubuh abangnya.
π» : "Happy birthday sayang" ucap kedua orang tuanya pada ara yang masih di peluk Axel.
"Papi sama mami baik kan disana?" tanya ara sambil menatap layar laptop.
π» "Papi sama mami baik dek, ini bentar lagi papi akan pulang ke Indonesia, mungkin papi dan mami bisa melihat acara kelulusan kamu sayang" ungkap mami ara.
"benarkah?! kalau gitu ara akan buat nama papi dan mami dipanggil untuk menerima penghargaan ara" pekik ara kegirangan.
π» "akan papi tagih saat papi di sana" ucap papi.
Ara beralih pada ke empat sahabatnya, melirik kerah Deon meminta izin untuk memeluk sahabat-sahabatnya.
Setelah mendapat anggukan ara segera berlari memeluk sahabat nya. Keempat orang itu bergantian mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ara. Ara memeluk lama putri, dia merasa putri adalah sahabat yang sangat lama dia tunggu.
"Happy birthday ya, semoga semua keinginan mu terkabul, jangan suka ngambekan lagi, udah umur 18 tahun kan?" ucap putri.
"Betul tu put! aku tambahin semoga makin dewasa, dan gak kekanakan lagi" lanjut juan.
"Kalian memang menyebalkan tapi Terima kasih" ucap ara dan dia kembali memeluk ke empat sahabatnya berbarengan.
Setelah melepaskan pelukan dari keempat sahabatnya, ara kini menuju suaminya dan memeluknya.
"Terima kasih kak".
" Sama-sama sayang, happy birthday ya my little girl" Deon mengecup bibir ara dengan singkat, dan itu membuat kehebohan, oleh para penonton yang melihat.
Axel bersorak mengejek. sementara ke empat remaja yang ada bersorak mengatakan 'ada anak dibawah umur'.
Ara tertawa senang melihat semua keluarganya kumpul di acara ulang tahunnya, yang bahkan dia sendiri lupa ulang tahun itu.
...π€π€π€π€π€...
Berbeda dengan kebahagiaan yang sedang ara rasakan, Shasa begitu kesal melihat foto-foto yang di share Ara dan teman-temannya, shasa yang masih berteman dengan Ara di media sosial tidak sengaja melihat postingan Ara dan ketiga temannya.
Ara tampak bahagia bersama keluarga Deon dan juga Sahabat barunya. Shasa kesal karena Deon membiarkan putri untuk ikut dalam perayaan ulang tahun Ara, padahal Deon kan sangat anti dengan wanita, kenapa Deon membiarkan orang baru itu untuk ikut dalam perayaan.
"Sialan banget si ara! si putri boleh ikut! sementara aku tidak pernah bisa ikut jika ada kak al! dia pasti takut kak al aku rebut!" gerutu shasa sendiri.
Tangan gadis itu sibuk melihat-lihat foto ara yang dibagikan oleh teman-temannya.
πΌ layar ponsel yang tadinya menampilkan foto ara kini berubah menjadi suara panggilan dari Dicky.
π² "Kenapa kak?" shasa agak menekankan suaranya takut ada yang mendengar pembicaraan dia dengan Dicky.
π² "Nanti malam ke apartemen ku, aku sedang kesal"
π² "tapi besok shasa sekolah kak"
π² "aku akan mengantarkan mu ke sekolah! jadi kau datang saja!" bentak Dicky dari telepon.
π² "baiklah kak, aku akan segera kesana" jawab shasa dengan cepat.
Shasa segera menyiapkan tas sekolah dan pakaian nya untuk dibawa menginap di apartemen Dicky.
"mau kemana kamu sha?" yang bunda nya yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar shasa.
"Shasa mau nginap di rumah meli bun, tadi meli bilang keluarganya sedang tidak ada di rumah, jadi dia takut sendirian, shasa boleh ya temani meli di rumahnya" tanya shasa, wajahnya terlihat seperti orang yang tidak pernah berbohong tapi nyatanya semua ucapan yang keluar dari mulut nya adalah kebohongan.
"Suruh aja meli nya tidur disini, kalian cewek, bahaya kalau cewek tinggal berdua di rumah kosong"
"Gak papa kok bun, tadi shasa juga minta nya gitu, tapi meli nya paksa shasa yang tidur kesana, boleh ya bun, sekalian shasa juga belajar disana, meli juga gak ajak shasa aja, kami mau kumpul sama teman-teman cewek shasa yang lain juga" jelas shasa.
"Oh ya udah, mau minta antar kan abang mu gak?"
"Gak usah bun, shasa pakai taxi aja" tolak shasa cepat, bisa bahaya jika abangnya yang mengantar.
...π£π£π£π£π£...
Ara kembali dibuat terkejut oleh Deon, ternyata kumpul bersama keluarga bukan kejutan Satu-satunya, Deon juga membawa ara makan malam direstoran yang sudah Deon siapkan khusus untuk deon dan ara.
Bukankah mereka masih terbilang pasangan baru, jadi wajar deon juga butuh quality time bersama istrinya.
memang dia yang merencanakan semuanya sejak beberapa hari yang lalu, dia ingin istri kecilnya bahagia di ulang tahunnya yang menginjak usia 18 tahun.
"Makasih ya kak" ucap ara sekali lagi, dia masih memeluk suaminya sambil menatap pemandangan malam yang sangat indah.
"Kalau mau mengucapkan Terima kasih bukan seperti itu sayang, nih" Deon menunjuk kearah bibirnya.
Ara melirik kiri kanan, setelah memastikan tidak ada orang, dia segera mencium bibir suaminya itu.
"Terima kasih telah menerima ara yang seperti ini, dan Terima kasih menerima keegoisan ara untuk melarang kakak sembuh" ucap ara.
"Kan sudah kakak bilang, kakak menyukai semua yang ada pada dirimu sayang, apapun itu, kakak tidak peduli sembuh ataupun tidak, yang paling penting kakak bisa menyentuhmu itu sudah cukup.
...π₯π₯π₯π₯π₯...
πΊπΊπΊπΊπΊ
Hai semuanya, terimakasih dukungan nya, komentar kalian sangat membantu author dalam mengetik novel ini, menurut kalian apa sikap egois Ara itu salah?
Jangan lupa dukung author ya, dengan cara like, vote, dan kasih hadiah , Terima kasih ππππππ