My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 47. Mertua



“Bantu aku mendapatkan Restu dari kedua orang tuamu, bagaimana?” tawar Brian kepada EL.


EL tampak berpikir sebentar, dia menatap mata Brian yang sangat serius, “Kalau untuk mommy aku bisa membantu, tapi untuk daddy aku tidak bisa bantu, daddy sangat keras karena dia sangat menyayangi ay” ucap El.


Brian mengangguk, “di dunia ini daddy adalah cinta pertama gadis kecilnya, wajar daddy deon sangat mencintai ay, aku hanya ingin minta bantuan agar mendapatkan izinnya”.


EL menghela nafas panjang, “aku akan kasih tips buat om brian, dapatkan restu dari mommy karena mommy adalah macan asia sebenarnya, hanya dengan kata-kata mommy daddy bisa tunduk, tapi dengan kata-kata dari mommy juga daddy bisa murka, hanya itu yang bisa aku bantu” ucap el lagi.


Brian tersenyum senang sambil mengelus puncak kepala abang iparnya itu, tapi segera ditepis oleh el.


“aku bukan anak kecil om” tegas nya.


“hahaha maaf, dan terima kasih atas tips nya” ujar Brian dengan tawa khasnya.


“jadi bisakah ceritakan tentang alexa padaku” ucap EL.


Brian menatap abang iparnya itu serius, untuk melihat seberapa seriusnya el pada Alexa, “Dia lebih tua darimu, beda umur kalian sangat besar, dan kau memanggilnya alexa”.


“itu urusanku dengan alexa, om tidak perlu ikut campur, beda umur om dan ay lebih besar” ujar El tegas.


Brian mengangguk setuju, “baiklah jadi kau tau beda umur kalian, tapi dia Wanita, apa kau yakin kedua orang tuamu setuju kau memilih Wanita yang lebih tua?” tanya brian lagi dia ingin memastika sekali lagi bahwa EL serius dengan alexa, bukan karena dia memiliki rasa pada alexa, tapi dia masih mempunyai tanggung jawab untuk menjaga alexa seperti permintaan sahabatnya yang sudah tiada.


“Itu juga urusanku, om tidak perlu ikut campur, jika mommy dan daddy tidak setuju aku akan merubah pikiran mereka menjadi setuju” ujar EL lagi dengan tegas.


“baiklah aku akan menceritakan tentang alexa” ucap brian dia mulai bercerita tentang Alexapada EL.


...🐺🐺🐺🐺🐺...


“Mommy, abang al juga datang kan?” tanya seorang gadis kecil yang cantik pada Ara. Gadis kecil itu adalah anak dari sahabatnya putri dan Leo, Namanya Alana.


Ara tersenyum padanya, “iya sayang, abang al sedang dalam perjalanan menuju kesini” ujar Ara.


“Alana! Kamu jangan bersikap seenaknya! Bunda tida suka melihat sikap kamu yang seperti ini! Abang al sudah menolak pertunangan kalian, jadi kamu tidak boleh bersikap seolah-olah adalah tunangan abang al” ucap Putri pada putri satu-satunya itu.


“gak mau! Pokoknya alana maunya tunangan sama abang al” pekik Alana, dia langsung berlari kearah taman meninggalkan bunda putri dan mommy ara disana.


“ya ampun maaf yar a, tu anak karena terlalu dimanja sama Leo jadi keras kepala, mentang-mentang anak satu-satunya” gerutu Putri.


Ara hanya tertawa hambar, dia juga yang salah, telah mengiyakan permintaan anak itu, sebelum dirinya bertanya pada putranya lebih dulu, “gak apa put,mungkin karena dia masih kecil, wajar kok, aku yakin seiring berjalannya waktu Alana akan mengerti,dan aku minta maaf, aku tidak bisa memaksa Al untuk bertunangan dengan Alana” lirih Ara.


“Gak apa lagi ra! Zaman kit aini mana ada Namanya perjodohan! Itu si alana kebanyakan nonton drama korea makanya jadi gitu, dia berharap bisa mendapat pria seperti pangeran, nanti dia juga akan luluh dengan orang lain” ucap putri.


Ara menggeleng pelan, “aku heran, padahal el juga memiliki wajah yang sama dengan Al, tapi kenapa alana tidak menyukai el ya, aku khawatir dengan putra kedua ku itu, dia tidak pernah berdekatan dengan Wanita” keluh ara.


“Sabar Ra, suami kamu aja baru bisa mendapatkan Wanita di umur dia yang hampir memasuki kepala tiga, jadi masih panjang bagi El untuk menemukan cintanya” ujar putri.


Tidak lama mereka berdua berbincang terdengar suara mobil Deon yang mulai memasuki perkarangan.


“Baik kak” jawab putri.


Deon menatap serius istrinya itu, “sayang bisakah kamu mengatakan padaku kejutan apa yang kamu maksud, aku tau loh kamu mengundang semua orang terdekat kita untuk datang ke turki, kamu memesan hotel dengan sangat banyak, bukan aku marah kamu menggunakan hotelku untuk para tamu yang kamu undang, tapi aku serius bertanya ini untuk acara apa? Sampai semua orang kamu bawa ke turki” ucap Deon dengan wajah serius.


“hmmm, besok pagi kamu akan tau jadi tenang saja aku akan mengatakan semuanya, dan ingat janjimu sayang” peringat Ara lagi dengan mengedipkan matanya pada deon.


...🐻🐻🐻🐻🐻...


Pesawat pribadi milik brian baru saja sampai di bandara internasional di turki, tampak seorang pria tua tapi masih tampak tampan dan gagah sedang menunggu Brian dan yang lain untuk turun dari pesawat.


“tuan, pesawat mereka baru saja mendarat” ucap asisten daddy George.


“bagus, aku tidak sabar bertemu dengan menantuku, Wanita yang berhasil memberikan warna dalam hidup putraku” gumam George.


“bagaimana dengan melani tuan? Beberapa kerja sama dengan keluarga melani terancam dibatalkan” ujar asistenya lagi.


“Aku tidak masalah rugi milliyaran jika itu untuk kebahagian Brian, sejak kecil aku tidak mengurusnya dengan baik, jika kebahagiaanya bersama gadis itu aku tidak akan masalah tidak berteman lagi dengan keluarga itu” jawab daddy George.


“Bukankah keluarga melani adalah sahabat baik dari nyonya, dan ini adalah keinginan nyonya untuk menjodohkan melani dengan brian tuan”ucap asisten itu lagi.


Daddy George mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, “itu memang benar, tapi aku rasa istriku lebih menyetujui keputusanku, jika dengan melani brian Bahagia maka aku sudah menikahkan mereka berdua sejak lama, tapi gadis itu tidak berhasil mendapatkan Brian padahal aku sudah memberikan dia waktu yang sangat panjang untuk mengubah hati brian” ucap daddy George lagi.


...🦊🦊🦊🦊🦊...


“Ay, sayang” panggil Brian dengan lembut sambil mengelus pipi kekasihnya itu.


“Enhhh” lenguh ay sambil membuka matanya perlahan.


“Kita sudah sampai, kamu mau jalan sendiri atau aku gendong?” tanya brian.


Ay mengucek matanya sebentar lalu tegak dengan dibantu brian. “jalan aja, semuanya udah turun kak?” tanya Ay.


“Udah sayang, mereka turun duluan” jawab brian lembut sambil merapikan rambut ay yang sedikit berantakan. “kita akan bertemu daddy ku lebih dulu apa kamu siap?” lanjut Brian.


Mata Ay langsung terbuka sempurna ketika Brian menyebut daddy nya, “I-itu apa daddy kakak sangat mengerikan?” tanya ay sedikit takut.


Brian tersenyum hangat sambil mengelus pipi kekeasihnya itu, “tenang saja, kau sudah membuat warna pada hidupku, daddy tidak semenyeramkan yang kamu bayangkan, dia adalah pria tua yang baik” jawab Brian.


“Semoga daddy kakak menyukaiku” gumam ay pelan.


“pasti sayang, dia akan sangat menyukaimu” jawab Brian dengan senyuman hangatnya. Kedua orang itu mulai turun menuju ruang yang sudah disiapkan oleh daddy George.


...🦁🦁🦁🦁🦁...