My Little Girl

My Little Girl
Bonchap 7. Hamil



Brian menatap putranya yang menangis tersedu-sedu, mau marah tapi pria ini berusaha menahan amarahnya. Dengan perlahan Brian melepaskan kain gendongan yang digunakan ay untuk menahan tubuh Ray agar tidak jatuh, “sini abang pindah sama daddy, kasian mommy” ujar Brian dengan lembut, hatinya sangat sakit dan cemas melihat darah terus mengucur keluar dari lengan ay, tapi dia tidak bisa membuat apapun, dia bukan dokter dia hanya seorang mafia.


“Da-daddy~” Ray sesugukkan berpindah dalam gendongan brian, bos kecil itu tidak hentinya menangis karena ay masih memejamkan matanya.


Hanya dalam waktu 10 menit helicopter itu mendarat di atap Gedung rumah sakit. Brian membiarkan semua tim medis membawa istrinya menuju ruang operasi, dia hanya menggendong ray dan berlari di belakang brankar istrinya.


“Jo,aku mohon selamatkan ay” ucap Brian lemah.


“lo tenang aja” balas Johan sambil menepuk bahu brian dengan pelan.


Brian menatap putranya yang sudah tertidur didalam gendongannya, “ada-ada saja kelakuan kamu sayang” lirih brian.


Sekitar sepuluh menit kemudian Ara datang bersama Deon. “Ay bagaimana?” tanya deon cemas.


“Sedang melakukan operasi dad” jawab brian, matanya kini tertuju pada mertua cantiknya itu, dia sama sekali tidak menyangka mertua nya juga bisa beladiri, dia mengira hanya ay yang pandai. “mommy tidak apa?” tanya brian saat inga tara juga ikut bertarung.


Ara tersenyum hangat pada menantu tampannya itu, “gak apa, hanya lecet dikit tadi daddy udah obati, maafin mommy ya, mommy yang ngerencanain kabur dari rumah” nada suara mommy ara terdengar lemah saat diakhir kalimatnya.


Brian menggelengkan kepala, “gak apa mom, doakan aja ay bakal baik-baik saja, ini juga bisa menjadi pembelajaran buat abang ray, sekarang Brian yakin dia akan mau belajar seni bela diri dan belajar menggunakan senjata, selama ini dia hanya suka bermain bersama hewan buas, aku pikir telah membesarkan anak tarzan” Brian berusaha membuat candaan agar suasana saat itu sedikit mencair, walau sebenarnya hati pria itu sangat cemas, dia tidak tau apa yang akan dia lakukan jika ay menghilang dari dunia ini.


Sebenarnya tangan Brian bergetar hebat, tapi dia menyembunyikan getaran tangannya dengan sangat baik, pria itu sengaja mengelus punggung dan puncak kepala ray agar tidak terlihat bergetar. Ketakutannya membuat getaran ditangan brian semakin kuat, ingin sekali pria itu berteriak frustasi, dirinya tidak bisa membantu apapun disaat istrinya sedang dalam ruang operasi.


“bagaimana pelakunya?” tanya Daddy deon tiba-tiba.


“Sedang diselidiki, aku takut ray trauma dad, dia melihat aku menembak orang-orang itu dan banyak orang mati didepan matanya” lirih brian sambil melirik Ray yang masih setia tidur di dalam gendongannya.


“Semua akan baik-baik saja, daddy yakin jika Ray trauma, maka kita semua bisa menyembuhkan trauma itu, daddy dulu juga punya trauma, tapi daddy sudah bisa mengatasinya” ujar Deon.


“Deon, ay dan Ray bagaimana?” suara daddy George tiba-tiba muncul, pria itu terlihat kecapekan berlari menuju tempat itu.


“Di dalam, masih operasi” jawab brian sekali lagi.


“brian sini biar mommy yang gendong Ray, kasian kamu kecapekan” ujar ara.


Brian menggeleng pelan dan menolak bantuan mertuanya itu dengan lembut. “tidak apa mom, aku masih mau memeluknya” elak brian sebenarnya pria itu hanya berdalih, dia tidak tau bagaimana cara menghentikan getaran ditangannya.


.


Semua orang menatap cemas ruang operasi yang masih tertutup, sekitar 1 jam, lampu ruang operasi akhirnya mati, dan pintu itu terbuka.


Johan berjalan dnegan senyum lebarnya.


“tenanglah bro, mereka tidak apa” kata Johan menjawab wajah kecemasan Brian.


Cukup lama brian mencerna perkataan johan, “mereka? Siapa?” tanya Brian heran.


“Ay dan anak-anakmu, walau ibunya kehilangan darah yang cukup banyak, mereka tetap kuat, aku yakin ketiga-tiganya jagoan hebat saat lahir nanti” gumam Johan.


“A- A” Brian membuka mulut dan menutup lagi, dirinya masih syok dengan apa yang Johan katakan.


“ay hamil kembar tiga?”seru mommy ara tidak percaya.


Johan menganggukkan kepala, “ya anda benar, ay sedang hamil saat ini dan itu kembar tiga, tadi kami sempat melakukan USG pada perut istrimu, untuk memastikan apakah istrimu benar hamil atau tidak, karena ada beberapa obat yang tidak boleh ibu hamil konsumsi, tapi semuanya tenang saja mereka semua dalam keadaan sehat, hanya saja ibunya sedikit lemah karena kekurangan darah” ujar johan.


“ahhh” brian baru bisa bernafas lega begitu mendengar penjelasan Johan, dirinya sudah terduduk dilantai dengan Ray masih berada dalam gendongannya, untung saja bos kecil itu masih bisa tertidur nyenyak di dalam gendongan brian.


“tidak apa” jawab brian ketus. Dia masih belum mau berdamai dengan pria tua itu.


...🐯🐯🐯🐯🐯...


Brian masih setia menatap ay yang menutup matanya, tangan pria itu dengan lembut mengelus perut datar ay, tadi johan mengatakan kandungan ay baru berusia 1 bulan, makanya masih belum tampak perkembangan dari perut wanita hamil itu.


“Yang tenang ya sayang, jangan buat mommy kalian sakit, mommy adalah ibu hebat yang melindungi abang kalian dan juga kalian, dengan tubuh kecilnya dia berusaha menjaga agar kalian tidak terluka, sayangi mommy seperti seorang ratu dan bidadari dalam hidup kalian ya” brian berbicara pada perut ay, pria itu menggenggam tangan ay dan mencium tangan itu, dia juga mencium kening ay, tidak terasa setitik air mata jatuh membasahi pipi ay.


Pria yang biasanya tegar dan menyeramkan itu kini tampak sangat rapuh dan hancur. Wanita yang dia cintai masih setia menutup matanya.


Semua keluarganya sudah pulang, dan hanya tinggal brian dan juga Ray yang ada di ruangan inap ay.


“euugghhh” brian mendengar suara pelan ay, dia segera tegak dan memegang pelan pipi istrinya, berusaha mencoba memastikan bahwa ay benar-benar sudah bangun.


“Sayang kamu dengar aku?” tanya brian dengan lembut.


“hmm..” suara pelan ay dan matanya yang perlahan terbuka membuat brian terpaku, tapi sedetik kemudian pria itu segera menekan tombol pemanggil di dekatnya.


.


Johan masih memeriksa Ay sementara brian terus memperhatikan apa yang dilakukan johan tanpa mengatakan apapun, tapi sebuah deringan ponsel mengintrupsi keseriusan brian dalam menatap apa yang johan lakukan pada ay.


📲“YA!” bentak brian tanpa melihat siapa yang menelponnya.


📲“Ma-maaf tuan, apa saya mengganggu tuan?” tanya bobby sedikit takut.


📲“SANGAT, JOHAN sedang memeriksa Ay sekarang dan_”


📲“Oh syukurlah nona ay sudah siuman” potong bobby.


📲“ada hal penting apa?” tanya Brian dingin


📲“Kalau tidak penting, nanti aku akan telepon lagi setelah ini” tambah brian lagi.


📲“Ini tentang si pelaku, dia adalah__”


“HAH! Hanya itu ?! kau menggangguku hanya untuk mengatakan itu, bunuh saja langsung! kenapa mesti tanya tanya lagi! jangan menghubungi untuk hal tidak penting?! Lebih baik kau telepon saja nanti, saat ini aku sangat ingin memakan orang, sangking kesalnya ada yang menyentuh kulit istriku! Dia bahkan menyentuh perut istriku! Aku heran dia punya nyawa sebanyak apa?! Dia sudah mengenalku sangat lama, tapi masih saja membuatku emosi!” sindir brian sambil menatap horror johan.


Pria yang merasa tersindir langsung melepaskan tangannya dari ay dan membuat tanda ‘V’ dengan cengiran lebar.


“Mommy~” rupanya suara besar brian telah membangunkan bos kecil yang sedang tertidur di sofa.


Brian menjadi aman saat ini, dia menghampiri putranya itu dan menggendong tubuh kecili itu agar mendekati ay.


“Ayo kita ketempat mommy, abang mau liat mommy kan?” tanya brian.


Ray mengangguk cepat dan meminta digendong oleh brian.


...🐼🐼🐼🐼🐼...


Bonus pict.