My Little Girl

My Little Girl
53. Bertemu bunda Deon 2



"Hahaha, coba kita ketemunya lebih cepat, pasti bakal aku jodohin, tapi masalahnya sekarang aku sudah punya calon mantu, jadi gak bisa" tolak Mitha dengan sopan.


"Siapa ni calon mantunya?" tanya Acha penasaran.


"Hmmm... sebenarnya aku belum pernah ketemu dengan calon mantu, tapi aku yakin dia anak yang baik" jawab bunda Deon. Memang benar yang di katakannya, dia belum di pertemukan dengan calon mantunya.


"Berarti belum tau bibit bobot bebet nya, hati hati loh tha, sekarang ini banyak anak yang gak jelas, kamu harus tau dia seperti apa, baru bilang calon mantu, mending kenalan dulu deh dengan putriku, aku yakin kamu bakal suka dengan dia" rayu Acha. Dia sejak tadi sudah menghubungi putrinya untuk datang menjemput, tapi sepertinya putri kesayangan nya itu terkena macet.


"Bunda" Panggil seorang wanita dari jauh.


"Nah itu dia putriku, sha ayo cepat kesini nak" panggil Acha sambil melambaikan tangannya.


"Ya ampun jeng, cantiknya seperti kamu waktu masih muda" komentar bunda Deon.


Shasa tersenyum manis sambil menundukkan kepala sedikit. Ya, benar Shasa adalah putri dari Acha sahabat baik Mitha bunda nya Deon.


"Ayo kenalkan sayang, ini sahabat baik bunda saat SMA, dulu bunda berempat bersahabatan, Mutia, Nanaz, bunda, dan ini tante Mitha" Acha memperkenalkan mitha pada Shasa.


"Salam kenal tan, nama saya Shasa Yulia citra, panggilannya Shasa" Shasa mencium punggung tangan Mitha, dibalas dengan sapuan halus pada puncak kepalanya.


"Duhhh cantiknya, andai bunda punya dua putra, pasti bunda jodohkan dengan putra bunda" seloroh Bunda Deon.


Shasa tersenyum malu, "Tante bisa aja".


" Aduh males banget berpura-pura seperti ini, emang anak tante ini sekaya apa, sampai mau jodohkan gue" batin shasa.


"Gimana tha? selain cantik putriku ini juga pintar, dia selalu jadi juara umum di sekolahnya" Bunda shasa kembali memuji putrinya di depan bunda Deon.


"Iya Cha, tapi tetap tidak bisa, aku sudah menyuruh putraku untuk bersumpah menikahi wanita pilihannya, jadi aku tidak mungkin memakan kembali ucapanku kan?" lirih bunda Deon.


"Iya tu tan, shasa setuju" sambut shasa dengan senang, dipikirannya dia hanya ingin mendapatkan Deon, selain itu dia tidak mau.


🎼 'My Lovely baby' calling.


"Nah yang diceritakan telepon" Bunda Deon permisi untuk mengangkat teleponnya.


"Ajak kesini aja tha, aku penasaran ingin kenalan" ajak Acha.


"Oke aku coba ya, putraku ini sedikit cuek, dan dingin, serta tidak bisa dipaksa" Bunda Deon lalu mengangkat telpon dari Deon.


📲 "Halo sayang, bisa kesini gak jemput bunda?" tanya Mitha dengan nada senang.


📲 "Bunda ngerencanain apa lagi sih, ayolah bun Deon gak suka bunda jodoh-jodohin kayak gini, bunda tau kan tentang penyakit Deon kalau di dekat wanita" Gerutu Deon dari telepon.


📲 "Bentar aja sayang, ada teman lama bunda yang pengen ketemu sama kamu, ayolah sayang".


📲 "Bun, bukannya Deon gak mau, nanti sahabat bunda bisa tersinggung jika tiba-tiba Deon dorong dan berkata kasar padanya, bunda tau sendiri penyakit yang putra bunda ini derita".


📲 " ck, ya udah deh, kamu tunggu disana biar bunda yang ke sana"


"Maaf ya Cha, putraku sedang buru buru, dia harus menghadiri meeting yang sebentar lagi harus dia hadiri".


"Ohh ya udah, gak papa, nanti kapan-kapan kita ketemuan lagi ya, udah save nomorku kan?"


mitha mengangguk dan berpamitan pergi dari hadapan Acha dan shasa.


.


Setelah Mitha benar-benar menghilang Acha langsung memukul kepala Shasa pelan. "kamu ini dia tawari hidup enak gak mau! harusnya kamu pandai merayu teman bunda itu".


" Apa sih bun, Shasa udah punya pilihan shasa sendiri" balas Shasa tidak kalah emosi.


"Kamu tau, dulu kami berdua berjanji jika nanti kami punya anak, dan anak kami berbeda jenis kelamin, kami akan menjodohkannya, kamu malah setuju begitu saja dengan ucapan mitha, bunda jadi gak bisa ngelakuin apapun kan!"


"Emang seganteng dan sekaya apa sih? bagusan pilihan Shasa bun, ini ni ya kalau Shasa bisa dapatin dia apapun yang Shasa minta bakal dikabulkan, bunda mau beli apa aja bisa, udah deh jangan kayak zaman siti Nurbaya, Shasa punya pilihan Shasa sendiri".


"Awas kalau kamu menyesal" gumam bunda Shasa masih dengan nada tinggi.


"emang sekaya apa bun? sampe Shasa harus menyesal, lagian ni ya, bunda kan dari SMA yang biasa biasa aja, gimana ceritanya bunda punya sahabat yang sangat kaya raya?".


" Bunda itu bersabar berempat, nanaz, Mutia, Mitha dan bunda, kami memang dari golongan orang biasa, tapi ternyata ke dua teman bunda sangat beruntung, mereka menikah dengan pengusaha kaya raya, dan itu si Mitha dia itu istri pengusaha terkenal, aduh siapa ya namanya, susah bunda ngucap kan"


"Bunda sih, ngapa nikah sama ayah, kan hidup kita jadi melarat gini, coba bunda kayak tante Mitha, Shasa kan tidak perlu seperti ini, shasa bisa seperti teman-teman shasa yang belanja apa saja tanpa mikir itu mahal atau enggak, makan makanan mewah kapan aja, bunda sih!" gerutu Shasa pada bunda nya sendiri.


"Husss kamu ini, Ayah kamu itu kaya dulu, sebelum ayah kamu bangkrut" Bunda Shasa segera menutup mulutnya yang keceplosan.


"Loh, kok Shasa gak tau? kenapa bunda dan ayah nyembunyiin ini dari kami?!" sentak Shasa tidak Terima.


"Bukan gitu sayang, ini semua salah bunda, bunda dulu sukanya foya-foya kesana kemari, dan saat perusahaan ayahmu hampir bangkrut bunda menyuruhnya berinvestasi, tapi ternyata itu investasi bodong hingga kita harus jatuh miskin seperti sekarang, maaf ya sayang, ini salah bunda".


"Ayah sama Bunda jahat! Kenapa Shasa harus lahir di keluarga miskin ini!" teriak Shasa tidak Terima, dia segera tegak dan pergi meninggalkan bunda nya sendiri di meja cafe itu.


🐣🐣🐣🐣🐣


Begitu melihat putra nya yang berdiri sambil memasukkan kedua tangan nya kedalam saku, Mitha segera memeluk putranya itu.


"makin besar aja putra bunda" ledek bunda Deon.


"Apaan sih bun, Deon udah besar jangan dianggap kayak anak kecil lagi" Deon segera mengambil belanja an yang di bawa bunda nya. "Banyak banget bun, mana belanjaan dari mall?" komentar Deon dengan sedikit meledek bunda nya, dia tau tadi bunda nya menghabiskan sekitar tiga ratus juta untuk belanja di mall, Deon mengetahui itu dari notifikasi yang masuk kedalam ponselnya.


"hehehe udah bunda suruh supir bunda buat bawa pulang, lalu kamu, mana mantu bunda?"


"ada dirumahnya sedang belajar bersama teman-teman nya" ucap Deon sambil membukakan pintu samping untuk bundanya.


"Hati-hati loh, nanti di ambil sama teman-teman nya baru kamu tau rasa" kesalahan Mitha, karena dia ingat Deon belum juga meresmikan hubungan nya dengan pujaan hatinya.


"iya iya, Deon bakal hati-hati, bunda tenang aja, menantu bunda gak bakal lirik lirik cowok lain, orang Deon aja lebih dari segalanya"


...🐥🐥🐥🐥🐥...