
'Plak' begitu sampai rumah Shasa langsung mendapatkan tamparan keras dari ayahnya, hingga pipi Shasa yang tadinya berwarna putih berubah merah akibat tamparan itu.
"Mas!" pekik Acha, dia langsung memeluk putri kesayangan nya itu.
"Bela! bela terus anak kesayangan mu itu! bikin malu orang tua!" Maki ayah Shasa.
Shasa yang tadi ditampar sekarang menangis dalam pelukan ibunya, dia kali ini benar-benar menangis bukan karena acting yang biasa dia lakukan.
"Mas! Shasa tidak salah!" Bela Acha.
"Tidak salah katamu! putri mu itu sudah salah bermimpi! ingin jadi menantu keluarga kaya Allinsky! liat sekarang! keluarga kita yang malu! untung saja tuan Allinsky berbaik hati memberi kita uang! apa jadinya jika dia menuntuk kita atas pencemaran nama baik! kamu shasa! jika ingin bermimpi jangan terlalu tinggi! liat akibat perbuatan mu!" setelah puas memarahi istri dan anaknya ayah shasa segera masuk kamar dengan membanting pintu kamarnya.
'Braakk'
Bunyi kuat itu membuat ketiga anaknya yang sedang berada di kamar langsung keluar.
"Bunda, kak shasa kenapa?" tanya adik shasa yang paling kecil.
"Tidak apa, kalian masuk lagi ke kamar sana"
...🐤🐤🐤🐤🐤...
Pagi harinya, Mitha sengaja subuh-subuh berjalan masuk ke kamar yang di tempati oleh Ara, ibu satu anak itu ingin mengajak Ara untuk pergi ke pasar tradisional, Mitha berasal dari keluarga miskin jadi dia sudah biasa pergi ke pasar tradisional, makanya dia ingin mengajak menantunya agar memperkenalkan menantunya dengan dunia dia dulu, sekalian melihat apakah menantu nya benar-benar tidak malu pergi kesana.
'Ceklek'
Mitha berjalan masuk dan langsung menuju tempat tidur Ara, betapa terkejutnya nya Mitha melihat putra satu satunya itu sedang memeluk Ara bak bantal guling.
Dengan emosi yang sudah naik Mitha mengambil bantal didekat Ara dan menabrak kannya pada wajah tampan Deon.
"Maling! maling! teriak bunda Deon hingga membuat Ara dan Deon terbangun mendadak.
" Mana malingnya bun? mana?" Deon yang sudah terduduk segera celingukkan mencari maling yang di bilang bunda nya.
"Kamu malingnya" ucap bunda sambil menampol muka Deon dengan bantal berkali-kali.
"Bun! sakit bun! ampun!"
Ara yang masih setengah sadar hanya bisa tertawa melihat tingkah ibu dan anak itu.
"Bun, sakit, gak malu apa diketawain menantu bunda tu" pekik Deon sambil menampis pukulan bertubi-tubi dari bunda nya.
"Biar aja! kamu ini ya! jadi begini kelakuanmu dirumah! itu anak gadis orang Deon, belum sah! enak aja main peluk-peluk" celoteh bunda Deon memenuhi ruangan itu.
"Iya kan cuma peluk bun, gak lebih" balas disela hindaran pukulan dari bunda nya.
Ara yang hampir sadar sepenuh segera menambah bumbu agar Deon semakin dihukum bunda nya.
"Lebih bun, tadi malam kak Deon cium cium ara".
Deon yang mendapat pernyataan langsung dari ara, hanya bisa melongo, melihat keisengan gadis kecilnya, mungkin ini adalah saatnya Ara membalas Deon atas setiap kejahilannya pada Ara.
" Ohhh kamu ya" kali ini bukan pukulan lagi tangan bunda deon telah memelintir telinga Deon.
"Awww awww bun sakit" Deon hanya bisa berteriak kesakitan, karena dia memang tidak pernah bisa membantah bundanya.
"Sakitkan! mulai hari ini Ara harus tidur dirumah ini, gak boleh kerumah kamu lagi!" putus bunda Deon. tangannya? jangan ditanyakanblagi masih setia menempel pada telinga Deon, malah sekarang dia menarik Deon keluar dengan cara menarik telinganya.
"Bun sakit, bun jangan dong, Deon gak bisa tidur kalau gak sama ara! aw awww sakit bun!, ampun bun" jerit Deon kesakitan.
"Ara, mandi ya sayang, bunda mau ajak kamu ke pasar tradisional mau?" tanya bunda.
"Bun lepas dong, ini bisa lepas telinga Deon bun" lirih Deon yang masih menunduk karena maklum tinggi badan Deon tidak sama dengan bunda nya yang lebih pendek dari Deon.
"Iya bun, Ara mau, Ara siap-siap dulu ya". Ara segera berlari menuju kamar mandi.
Sementara itu Deon masih dengan hukumannya ditarik keluar dengan paksa oleh bunda nya.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
Kata orang, Teman sejati adalah ia yang datang saat seluruh dunia pergi menjauhi kita, Ara menganggap Shasa adalah sahabat sejatinya karena dialah satu-satunya perempuan yang mau berteman dengan Ara.
Walau kecewa, Ara masih menganggap Shasa teman, tapi tidak seperti sebelumnya, Ara tidak pernah mengajak Ara berbicara lagi, sejak dikelas, Ara hanya bercanda gurau bersama ketiga sahabatnya.
Sedangkan Shasa tampak sibuk bermain bersama meli dan teman lainnya.
.
"Kenapa gak mau main sama Ara lagi?" tanya meli pada Shasa, saat ini mereka sedang ada dikantin sekolah, tampak shaaa makan bersama meli dan teman-temannya, sedangkan Ara makan dengan ketiga temannya serta Dimas, entah sejak kapan dimas berusaha bersikap baik kepada Ara dan teman-temannya.
Shasa melirik Ara yang sedang tertawa lebar bersama Leo serta robi, dan juan yang sedang merengut, sepertinya mereka sedang mengerjai Juan.
"Ara marah sama gue, gara-gara gue pacaran sama Dimas" jawab Shasa. Kembali gadis licik itu ber acting seperti orang yang sedang tersakiti.
"Ya ampun jahat banget, padahal jelas kemarin dia dirangkul sama abang-abang ganteng" gerutu salah satu teman Shasa.
"Iya tamak banget sih! kesel gue liat tampangnya, liat tu! sok polos, teman-temannya hanya pria, emang anak gak benar itu" lanjut meli.
Shasa menyeruput minuman nya untuk menyembunyikan senyuman yang terbentuk karena dia sekali lagi berhasil menanamkan kebencian di hati teman-temannya.
"Sha liat tu kok cowok lu malah makan disana sih?"
"Kayak kalian gak tau aja, itu pasti dipaksa Ara, dia kan harus semua pria di sekolah ini mengejar ngejar dia" Shasa sekali lagi menambah bumbu dalam ceritanya. "Gue kemarin bertengkar dengan Dimas gara-gara dia girls, hiks hiks" hanya dalam waktu tiga detik Shasa mampu mengeluarkan air mata palsu, dia memang ratunya drama, jangan tanya dimana dia belajar ber acting, mungkin sudah belajar dari ibunya.
"Jahat banget sih Ara! kesel gue sama dia, tapi gue takut mau ngebully dia, cowok berkuasa kemarin bisa saja mengeluarkan gue dari sekolah, bahkan mungkin usaha bokap gue bisa hancur hanya sekali jentikan jarinya" Ujar Ella ketus.
"Emang sekaya apa pria itu?"
"Kalian pada tidak tau?" beberapa teman mereka menggeleng pelan.
"Ni ya gue kasih tau bahayanya pria yang di gaet si Ara, dia itu namanya Allinsky Deon Prananta, kalian tau Allinsky group? sekolah kita ini salah satu milik Allinsky group makanya dia bisa dengan mudahnya mengganti wali kelas kita, kalian tau kabar wali kelas kita? sekarang dia tidak diterima kerja di manapun, untung aja dia cewek, jadi dia menikah dan sekarang hanya bisa jadi ibu rumah tangga, biasa, seperti itulah contoh kuasa Allinsky Group, jadi gue gak berani ganggu Ara, bisa hancur usaha bokap gue".
Ella mulai menceritakan satu persatu kejayaan Allinsky Group, perusahaan yang sangat besar dan belum ada yang bisa mengalahi, dia di Asia, sebutan lainnya Macan asia tidur, karena Allinsky group tidak akan mengganggu usaha orang lain atau pekerjaan orang lain, tapi dia akan bangun dengan sangat mengerikan jika ada orang disekitarnya terluka dan disakiti.
Shasa meremas tanganya dengan kuat, padahal dia berniat untuk membuat teman-temannya mengganggu Ara, tapi yang ada mereka semua ketakutan hanya karena mendengar nama Deon.
"Enak banget jadi Ara, iri gue liatnya, udah cantik, kaya, disukai banyak cowok lagi".
" Dia disukai banyak cowok, karena sering menjamu mereka dengan badannya" ketua Shasa.
"Maksud lu, apaan Sha?" tanya meli.
"Ara itu udah gak virgin, liat aja mainnya sama cowok, liat tu santai banget sentuh-sentuh cowok" saat ini mereka melihat Ara yang sedang tertawa sambil menepuk-nepuk lengan Leo, lalu Leo dan Ara saling berangkulan dan tertawa menunjuk kearah juan.
"Cewek tu ya, mana ada yang bisa seperti itu, kalau belum bolong, si Allinsky itu juga udah dia sogok dengan tubuhnya" Bohong Shasa.
"Tau dari mana Sha?" tanya teman lainnya.
"Gue kan sahabatnya, pasti dia pernah cerita ke gue, gue udah gak sanggup hadapi kelakuan dia makanya gue menjauh dari dia" Shasa adalah gadis yang dapat acting dimana saja dan kapan saja, jangan tanya bagaimana kemampuan bohongnya, sangat sempurna, mungkin saja jika Deon tidak memiliki phobia terhadap wanita, maka Deon mungkin akan dinikahkan dengan Shasa, tapi sayang nasib baik masih bersama Deon.
"Bagus Sha, lu bagus menjauh dari dia, takutnya lu yang terhasut mengikuti jejak dia" Ella mendukung keputusan Shasa.
...🐥🐥🐥🐥🐥...