My Little Girl

My Little Girl
90. Pesta Ulang Tahun



Dihari ulang tahunnya, Violet tidak tampak bahagia, padahal harusnya gadis itu bahagia, karena sedang merayakan ulang tahun dirinya.


Semua itu karena keputusan kedua orang tuanya.


Sampai akhir Violet tetap tidak bisa membuktikan pada orang tuanya jika Deon mencintainya, dan violet hanya bisa pasrah dengan pilihan orang tuanya, dia hanya bisa berharap Dicky sudah berubah dan tidak akan menghianati dirinya, seperti yang di foto.


"Tersenyumlah" bisik Dicky pada Violet.


"Mana bisa aku tersenyum oleh pria sepertimu" balas sinis Violet.


"Aku dan adikmu tidak ada bedanya, jadi kenapa kau tidak menyukaiku?" bisik Dicky lagi.


Hari ini Dickt adalah pasangan Violet jadi dia terus berada di samping violet untuk menemani nya menyambut tamu yang datang.


"Aku membenci kalian berdua" ucap violet kembali dengan nada sinis.


Dari kejauhan Shasa menatap sinis violet yang berdiri didampingi oleh Dicky, dia tidak bisa menyebut statusnya dengan Dicky didepan teman-temannya, karena Dicky melarang hal itu.


"Wahh keren ya pasangan kakakmu Kris" puji Ella.


Kris memang mengundang beberapa teman-teman sekokahnya untuk datang ke acara ulang tahun kakaknya.


kris melirik pada violet yang sejak tadi tidak tersenyum berada disamping Dicky.


"Liat aja, wanita yang ada disekeliling kak Dicky akan aku rebut, kak Dicky tidak boleh membuat kakakku sedih" batin Kris. dia bersumpah akan menghancurkan hidup semua wanita yang ada di sekitar Dicky, karena dia tau Dicky bukanlah pria yang setia.


Tanpa sadar Kris meremas tanganya sendiri, dan itu dilihat oleh shasa, wanita itu mendekati kria dan memegang tangan Kris dengan lembut.


"Sedang memikirkan apa? kok sampai marah seperti itu" kata Shasa dengan nada yang menggoda.


Kris sedikit mengernyit kan keningnya, dia melihat sedikit perubahan pada diri shasa, dan Kris tau shasa sudah bukan shasa yang polos lagi.


"Siapa pria itu?" Kris mendekatkan bibirnya pada telinga shasa, agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.


"Maksud nya?" balas shasa juga dengan mendekat kan telinganya.


"Siapa pria yang mengambil mahkotamu?" bisik Kris lagi.


Shasa sedikit terkejut, tapi dia kembali berusaha menormalkan ekspresi nya, "rahasia" balas shasa kini dia berjalan meninggalkan Kris, dia tidak mau ketahuan telah menjadi selingkuhan Dicky karena violet adalah kakak Kris, shasa takut Kris akan marah padanya, atau yang lebih parah Kris akan membalas dendam padanya.


.


Violet terus saja melihat kearah pintu masuk, dia masih saja berharab Deon akan datang.


"Kau menunggu siapa?" tanya Dicky.


"Bukan urusanmu" ketus Violet.


Sejak sekolah Dicky sebenarnya sangat menyukai violet, tapi violet selalu bersikap seperti itu padanya, bahkan dulu violet mempermalukan Dicky didepan teman-teman sekolahnya hal itu membuat Dicky menjadi membenci violet, dan bersumpah akan menghancurkan hidup gadis itu, seperti masa sekolah mereka.


Beberapa menit kemudian Dicky melihat Violet tersenyum cerah tapi itu hanya beberapa detik, karena senyum itu langsung hilang, Dicky segera melihat kearah mana mata violet tertuju, di sana berdiri Deon bersama gadis yang kemarin bertemu dengannya, ada juga angga dan andri tegak di kiri dan kanan mengapit Deon dan pasangannya.


"Ahhh, jangan bermimpi mendapatkan nya, karena kau tidak akan pernah aku lepaskan" bisik Dicky tepat ditelinga Violet.


malam itu harusnya yang menjadi tokoh utama adalah violet dan Dicky, tapi sejak kedatangan pasangan Ara dan Deon, semua perhatian di pesta tertuju pada ara dan Deon, pasangan cantik dan tampan yang menarik banyak perhatian orang-orang.


Ara datang dengan mengunakan dress pendek berwana hitam, dan Deon juga mengenakan setelan hitam, padahal mereka berdua sengaja memakai pakaian yang tampak sederhana tapi mereka tetap menjadi pusat perhatian di pesta itu.


Deon semakin mengeratkan rangkulan pada istri kecilnya, dia sangat tidak suka banyak pria yang menatap lapar pada istrinya, padahal dia tidak pernah cemburu saat ara bersama ketiga temannya terlihat berangkulan atau bercanda bersama, tapi Deon cemburu hanya dengan melihat pria yang menatap lapar istri kecilnya.


.


'Selamat ulang tahun kak" Ara menyodorkan hadiah yang dia siapkan untuk Violet.


"Terima kasih telah mau datang dan Terima kasih untuk hadiahnya" balas violet.


"Sama-sama kakak" jawab ara.


"Kamu manis banget sih, pantas Deon menyukaimu" goda Dicky.


"Aku memang manis dan cantik aku tau itu" Ketus ara pada Dicky dia sangat membenci pria seperti Dicky, dan dia tidak akan pernah berbicara manis pada pria seperti Dicky dan kris.


.


"ya ampun itu sugar daddy ara ganteng banget ya, meleleh gue ngelihatnya.


" Lu meleleh, gue terangsang melihatnya " bisik meli.


Sementara shasa terus menatap Deon, pria itu terlihat sangat sempurna, dan shasa sangat berharap Deon dapat berdiri di sampingnya.


"Iri dengan ara" bisik kris.


Shasa hanya mendengus kesal pada kris.


"nampaknya kesempatanmu sangat kecil untuk mendapatkan pria itu" bisik kris lagi.


Kris tau hanya dari pandangan mata shasa, dia tau wanita itu menyukainya.


Shasa menatap sinis kris yang telah menghinanya.


"Tenang dulu, kecil bukan berarti tidak bisa aku bisa memberikan cara padamu" Kris tersenyum dengan maksud yang tersembunyi.


"apa? bagaimana?" tanya Shasa cepat.


kris mendekatkan bibirnya sekali lagi pada telinga Shasa. Dia memberikan ide pada Shaaa untuk menjebak Deon menggunakan obat perangsang, dengan begitu Deon akan menyentuh dirinya.


Senyum shasa mengembang setelah mendengar ide briliant dari Kris.


Kenapa kria berusaha menjatuhkan Deon? pria itu membenci deon karena Deon kakaknya harus menikah dengan pria brengsek seperti Dicky dan kedua orang tuanya tidak percaya akan perkataan nya dan perkataan violet, kedua orang tuanya hanya mendengar kan sifat baik Dicky dari orang tua Dicky sendiri yang menjadi sahabat orang tua mereka.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


"Perhatian semuanya" ucap papi violet dengan lantang.


"Hari ini bukan hanya acara ulang tahun putriku, tapi hari ini adalah acara pertunangan putriku dengan putra dari keluarga Dirgantara" Papi violet berkata sambil menatap mata Deon. Yang ditatap hanya membalas dengan ekspresi datar, padahal papi violet berharap Deon menyatakan keberatan dengan acara perjodohan itu karena orang yang dia cintai akan menikah.


"Kok ara ngerasa bapak-bapak itu menatap kakak?" gumam ara dengan polosnya.


"Masak? kakak gak merasa tuh" jawab cuek deon.


"Iya kak, kakak ada apa-apa ya sama bapak-bapak itu?" selidik Ara.


langsung saja Deon menjitak pelan kepala istrinya itu.


"Jangan mengada ngada kalau ngomong, kamu mau kakak melenceng benaran" ancam Deon.


"hehehe ara cuma bercanda, gitu aja marah" Ara memeluk erat tubuh suaminya itu.


Andri dan angga sejak tadi menatap kagum pada Ara yang terus menerus menempel pada Deon, karena ini pertama kalinya mereka melihat secara langsung Deon yang dipeluk wanita.


"Sky lu benaran belum sembuh?" tanya angga.


"Kalau sama wanita lain gue gak bisa, cuma satu ini yang spesial" ungkap deon sambil mengecup pipi ara.


'puk' ara memukul dada Deon karena menciumnya di tempat umum.


"Jangan marah baby" kekeh Deon.


"Wahh kamu hebat ra, baru ini kami percaya 100 persen bahwa Deon normal".


" emang selama ini nggak?"


"Selama ini hanya 80 persen" sorak Angga dan Andri berbarengan.


...🐤🐤🐤🐤🐤...


Bonus pict