My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 20. Akhirnya muncul



NOTE : Mulai saat ini cerita Ay dan kedua abang kembarnya akan terpisah, karena ay masih bertema tentang Little Girl maka Ay tetap di sini sedangkan kedua abang kembarnya sedikit melenceng, dan akan di teruskan di novel satunya lagi.


Terima kasih sudah mau membaca novel ini ❤❤❤


...🐰🐰🐰🐰🐰...


Ay menatap setiap sudut apartemen milik abangnya, “Kok kecil bang, hanya ada satu kamar lagi, daddy kita bangkrut ya?” tanya Ay dengan polos.


“Gak gitu juga dek, mana mungkin daddy bangkrut, kamu ini pertanyaannya ada ada aja” bukan el yang menjawab melainkan Al abang sulungnya.


“Iya kenapa bisa begitu? Apa kasih sayang daddy berkurang karena abang el pilih menjauh dari saudara kembarnya?” tanya Ay lagi.


EL tersenyum manis pada adiknya itu, “gak kok dek, abang emang sengaja minta yang kecil aja, soalnya abang males pesan asisten rumah tangga, kan enak bersihkan apartemen yang kecil disbanding yang besar” jawab el dengan lembut.


“Ohh, kalau gitu dek, jalan-jalan dulu ya” Sebenarnya tujuan gadis nakal itu ikut karena dia ingin berkeliling sendirian.


“Eiiittss mau kemana?” tahan AL, dia tidak mau adiknya itu hilang mendadak, bisa bahaya jiwa dan raganya jika Ay menghilang.


Ay merengut sebal menatap abang tertuanya itu, “Pegen jalan sendirian,mumpung bebas dari bodyguard daddy, boleh ya bang” pinta Ay dengan menunjukkan puppy eyes nya.


“Biarin lah bang, dia kan udah besar, lagian ada banyak gps di badannya, dan ay juga punya sistem bahaya,saat di tekan maka seluruh orang akan tau” bela EL, dia memang lebih lembut dan lebih memanjakan Ay dibanding Al yang lebih tegas.


Al akhirnya menghela nafas membiarkan Ay untuk melangkah pergi.


Ay meloncat kegirangan, memeluk dan mencium pipi kedua saudaranya, “Ay pergi ya” ucap girang gadis itu.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


Ay keluar dari apartemen EL dengan berlari sambil bersenandung riang, dia tidak sadar didepannya ada orang, dan terjadilah tabrakan.


“Ya ampun maaf kak” lirih Ay, dia membantu Wanita yang ditabraknya sambil terus meminta maaf.


“Iya gak apa, lain kali hati-hati ya” ujar Wanita itu lembut sambil mengelus lengan Ay.


“kakak tinggal di lantai ini juga?” tanya Ay.


Wanita itu mengangguk singkat, “kamu baru pindah ke lantai ini?” tanya balik Wanita itu.


Ay menggeleng pelan, “yang tinggal disini abang kembar Ay, nanti kita kenalan lagi ya kak, ay khawatir si babang bakalan nyusul Ay, dada kakak cantik, nanti kalau ada cowok ganteng tanyain ay bilang aja ay ke atap ya kakak cantik” Ay langsung masuk kedalam pintu lift dengan cepat, tanpa menunggu jawaban dari Wanita itu.


.


“Huuftt aku yakin abang AL bakal menyusul, udah kasih izin, eh tiba-tiba maunyusul kan ay pengen sendiri” gumam gadis itu berbicara sendiri.


“AHhh ponsel, yah ketinggalan” lesu Ay, dia melupakan ponsel yang dia letakkan pada tasnya, dan sekarang dia pergi tidak membawa apapun, termasuk uang.


“balik gak balik, balik gak balik, ahhhhkk menyebalkan” pekik ay sambil mengacak rambutnya.


‘ting’ pintu lift telah terbuka dan menunjukkan lantai bawah yang sepi tanpa orang berlalu Lalang.


“Ahhh biar lah, akukan hanya jalan-jalan disekitar sini” Ay melupakan ponsel yang telah dia tinggalkan, gadis itu berjalan-jalan dengan riang menuju taman yang ada di sana.


Sudah lama sekali gadis itu bisa berjalan-jalan seperti orang normal lainnya, mengingat itu Ay menghentikan Langkah kakinya melihat keseliling mencari apa ada orang yang terlihat mencurigakan yang sedang mengikutinya.


Ay mengerjabkan mata menatap pria yang berdiri didepannya, 3 detik gadis itu menatap mata brian, lalu menggeleng pelan. “Ya ampun Ay halusinasimu” gumam ay sambil memukul pelan kepalanya dan berbalik meninggalkan Brian yang terkekeh pelan menatap kepergian Ay.


“Jangan sampai daddy dan mommy tau kamu suka berhalusinasi ay, bisa bisa masuk rumah sakit jiwa” gumam Ay pada dirinya sendiri lagi.


Brian Kembali menghalangi jalan Ay, dan mata mereka berdua Kembali bertatapan.


Ay mendengus kesal manatap brian, “nyebelin lama-lama kok sekarang jadi sering muncul sih” gerutu ay, dia mengangkat tangannya memukul wajah brian dan ‘Plak’ bunyi suara tangan Ay yang mendarat pada pipi Brian.


“Sakit ay” ucap brian sambil memegang pipinya.


“Ko-kok seperti nyata, sakit nya terasa, dan bisa bicara” gumam Ay.


“Ini nyata ay, ini aku brian” Brian mengambil tangan Ay dan meletakan tangan itu pada wajahnya, “Sekarang kamu tau ini bukan hayalanmu, dan aku nyata” ucap Brian.


Wajah Ay yang terkejut tiba-tiba berubah masam, dia dengan cepat menarik tangannya dari pegangan Brian, dan berbalik meninggalkan Brian.


“AY! AY!” panggil Brian sambil menggenggam tangan Ay menahan gadis itu untuk melangkah lebih jauh.


“lepas!” bentak Ay, dia berusaha melepaskan genggaman tangan brian.


“AY maaf, aku punya situasi dimana, aku tidak bisa menghubungimu, akan sangat berbahaya bagimu, jika aku menghubungimu” ucap Brian dia berusaha menahan Ay yang tidak mau berhenti melepaskan genggamannya.


“Bukan urusan AY!” bentak gadis itu Kembali.


“Ay, aku mohon tolong dengarkan aku” pinta Brian lagi dengan memohon secara lembut.


“mau menjelaskan apa lagi? 15 tahun ay menunggu, dan setelah bertemu harus berpisah lagi selama setahun lebih, mau membuat ay menunggu berapa lama lagi?” maki Ay, dia mulai mengeluarkan segala kamarahan yang dia pendam. “abang jahat! Cuma menyuruh ay menunggu tanpa kepastian” lanjut gadis itu lagi.


Brian memeluk Ay dengan kuat, walau gadis itu memberontak tapi dia tetap memelik gadis itu dengan kuat, “maaf, tapi ay, yang perlu kamu ketahui, aku selama 15 tahun ini selalu ingin berteu denganmu, tapi daddy mu selalu menghalangiku sehingga aku tidak dapat menemuimu” ujar Brian.


Ay menggeleng pelan dalam pelukan Brian, “Gak! Gak mungkin! Daddy gak mungkin malakukan hal seperti itu! Daddy tidak sejahat yang kamu bilang!” ucap ay kini air mata gadis itu mulai mengalir indah membasahi pipinya.


“Ay, ada beberapa hal yang aku belum bisa mengatakannya padamu, tapi percayalah aku selalu menunggu saat dimana kita akan bertemu” ungkap Brian, dia melonggarkan pelukannya memegang kedua pipi Ay, dan dengan lembut menghapus air mata yang terjatuh membasahi pipi gadis itu.


“Kenapa? Kenapa baru datang sekarang? Kakak tau kakak jahat! Gara-gara kakak membuat ay menunggu dalam ketidakpastian! Kenapa kakak baru datang setelah ay di lamar oleh orang lain? Ay akan dijodohkan!” Lirih Ay.


Brian Kembali memeluk tubuh Ay, dan mengecup kening gadis kecilnya itu, “maaf ya, kakak harus menyelesaikan masalah keluarga kakak, dan kakak minta jangan pernah menerima lamaran pria itu ay” Brian Kembali mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepala AY dengan lembut.


Brian tidak perduli menjadi pusat tontonan orang-orang, karena saat ini dia hanya ingin terus memeluk tubuh gadis kecilnya.


“tu-tuan muda” panggil bobby dengan pelan, dia tau seharusnya dia tidak muncul mengganggu kedekatan kedua orang itu, tapi dia harus menyampaikan, bahwasebentar lagi abang kembar Ay akan turun dan bisa bahaya jika bertemu dengan abang kembar AY.


Brian memilih menarik ay menuju mobilnya, dan membuat gadis itu mengikutinya dengan pasrah.


...🐯🐯🐯🐯🐯...


bonus pict :