
“Ay sedang tidur, dia sudah tidak apa-apa” ujar Johan begitu mendudukkan Brian di kursi di samping ranjang ay.
“Terima kasih Jo” ucap brian dengan tulus.
Johan menepuk bahu sahabatnya itu, “ini adalah tugasku sebagai dokter, aku tinggal dulu, kabari aku begitu ay bangun”ucap johan.
Brian tidak menjawab ucapan Johan, dia hanya menggenggam tangan istri kecilnya yang sekarang terpasang infus. Sementara bobby sudah keluar bersama johan, dia tidak ingin mengganggu brian dan Ay di dalam sana.
Brian mencium punggung tangan gadisnya, setitik air mata jatuh dari mata tajam itu, “maaf sayang” lirik brian. Bibir pria itu bergetar menahan tangis, ini pertama kalinya gadisnya masuk rumah sakit dan itu karena dirinya. Dan itu menjadi pukulan bagi dirinya.
.
Hingga pagi brian sama sekali tidak tidur, dia hanya menatap ay, mengelus pipi istrinya dengan sayang dan terus menggenggam tangan ay.
Terjadi pergerakkan pada tangan ay, yang digenggam brian, pria itu langsung tegak dan menekan tombol untuk memanggil dokter yang bertugas.
“Ay! Baby kamu sudah sadar sayang” lirih brian.
Belum ada jawaban dari ay, hanya saja mata lentik itu mulai bergerak dan perlahan terbuka. Air mata brian langsung jatuh begitu melihat mata lentik ay menatapnya.
“Sayang...” panggil brian lirih.
‘Brak’ pintu terbuka, Johan masuk, dia mengira ada bahaya dengan ay makanya pria itu buru-buru berlari menuju ruangan ay.
“Jo, ay sudah sadar” ucap brian dengan semangat.
Johan segera mendekat ke arah ranjang ay, matanya melihat layar monitor membaca kondisi ay dari layar monitor dan stetoskop yang dia gunakan untuk memeriksa ay.
“kondisi ay sudah baik, tapi dia harus bed rest selama 2 minggu, hanya boleh di tempat tidur, dan jangan di makan ay nya, brian” kekeh johan.
“Ay di mana” ucap ay pelan.
"Rumah sakit, kamu gak ingat saat kakak menggendong mu untuk ke rumah sakit?" tanya Brian.
Ay menggeleng pelan, tapi beberapa detik gelengan iy berhenti ketika ingatannya mulai muncul.
"Kak, bisa kita pulang?? ay tidak apa" lirih ay.
Brian menggeleng dan menatap mata istrinya sendu, “sayang kakak mohon kali ini aja, demi anak kita” ucap brian.
Mata ay langsung melotot begitu mendengar ucapan yang keluar dari mulut brian.
Melihat itu brian tersenyum pada ay sambil mengelus perut rata ay, “Disini ada dedek bayi nya, jadi dengarkan kata dokter ya sayang” ujar brian dengan lembut pada istrinya.
“Ba-yi?” tanya ay dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
“Iya sayang bayi, bayi yang kita tunggu-tunggu” jawab brian.
Ay langsung menangis begitu brian meyakinkan dirinya jika dia sudah mempunyai bayi, tapi matanya kembali melotot saat mengingat sebelumnya dia merasakan sakit perut, “kak jangan bilang ay keguguran” ujar ay lemah.
Brian menggeleng dan mengecup kening ay lama, “tidak sayang, dia masih bersama kita” jawab brian.
Membuat ay dan brian tertawa pelan.
“bagaimana perasaan kamu ay, ada terasa sakit di badanmu?” tanya Johan.
“jangan lama-lama natap istri gue” sindir brian.
“Ya ampun calon bapak! Cemburu lo keterlaluan gue dokter! Jangan ganggu gue kalau sedang melihat kondisi istri lo, bisa bahaya nanti” ancam Johan.
“besok gue harus ganti dokter cewek kayaknya, perasaan lo dokter bedah kok bisa jadi dokter kandungan” ucap brian heran.
Johan geleng-geleng kepala mendengar ucapan Brian, "ini ni, sahabat gak ada akhlak, gue aslinya spesialis dokter kandungan, tapi berhubung jadi dokter kandungan cowok itu sulit karena banyak suami kayak lo yang cemburu nya gak ke tolong jadi gue ambil spesialis bedah juga, sebagai sahabat seharusnya lo tau betapa pintarnya sahabat lo ini" gerutu johan.
"Jelas gak mau, kan lo cowok, liat-liat area sensitif wanita, mana mau suaminya izinkan" ujar Brian.
"gue profesional bro, jangan anggap gue seperti dokter lainnya" kesal Johan.
"anu om dokter, boleh kan ay di rawat di rumah aja?" tanya ay pelan.
Brian menatap istrinya serius, lalu menghela nafas panjang, " lo bilang dia harus bed restart selama 2 minggu? berarti boleh bed restart di rumah?"
Johan mengetuk dagunya dengan jari, "boleh sih, tapi masalahnya harus ada dokter dan suster siaga yang ada di sekitar ay" ujar johan.
"Kalau gitu pindahkan semua alat medis yang dibutuhkan ke rumah dan siapkan 2 dokter wanita dan 1 suster di rumah gue, masalah bayaran semuanya akan dibayar 3 kali lipat dari gaji mereka di sini" perintah Brian.
Johan melipat ke dua tangannya di depan dada, "lo yakin 2 dokter wanita, tuh liat istri lo mukanya seperti pantat ayam" tunjuk johan.
Brian menoleh melihat istrinya yang memang sedang cemberut saat ini, "princess, jangan cemburu dong, kakak buat ini semua demi kamu, katanya mau di rawat di rumah?" bujuk Brian sambil mengecupi wajah ay.
"ada aja kesempatan lo buat godain istri, ingat kata gue, dia perlu istirahat full tanpa bekerja hanya baring di tempat tidur" tegur Johan karena melihat Brian yang membuat dia iri.
"Berisik, gue gak kayak gitu" ucap Brian ketus pada johan. tapi suara pria itu berubat lembut begitu kembali berbicara pada ay.
"baby, jangan cemburu ya, mana pilih di rawat di rumah atau di sini?" Brian sengaja buat pilihan untuk ay.
melihat ay yang kesusahan menjawab akhirnya johan ikutan berbicara.
"gimana satu dokter wanita dan satu nya lagi gue? tenang gue gak bakal sentuh istri lo, yang nyentuh tu dokter wanita gue mantau dari jauh, sekalian pedekate sama si dokter, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui" kekeh johan.
Brian berpikir sebentar, menatap johan lama, johan memang dokter yang sangat ahli sebenarnya dia sudah pernah ditawarin kerja di rumah sakit St.Joseph tapi pria itu menolak karena lebih menyukai pekerjaan nya di situ, bukankah lebih bagus jika ada dokter seperti johan disisi ay.
"baiklah, tapi jangan pernah ngelirik istri gue" ancam Brian.
"iya, dasar mr. posesif" gerutu johan kesal. "tapi untuk hari ini ay dirawat disini dulu ya, soalnya pemindahan alat-alat nya memerlukan waktu satu hari , gak apakan ay? " tanya pelan dokter johan.
Ay mengagguk pelan lalu menatap Brian dan johan secara bergantian, "tapi kalau ada yang tanya kenapa ay di rawat bilang aja ay kelelahan ya, ay gak mau buat daddy dan mommy khawatir" ujar ay.
Brian mengangguk dan mengusap puncak kepala istrinya itu, "beres sayang, jika itu yang kamu inginkan" ucap Brian.
...🐻🐻🐻🐻🐻...