My Little Girl

My Little Girl
Extra 3 Mengerjai part 1



Di kehamilannya yang menginjak usia lima bulan, Ara sudah sangat susah untuk begerak karena perutnya terlihat seperti orang yang hamil berusia 9 bulan.


Saat ini semua keluarga serta teman ara dan Deon sedang berkumpul dirumah deon, karena permintaan Ara. Gadis itu sedang ngidam ingin makan barbeque Bersama semua sahabat dan keluarganya.


Ara melihat Violet yang sedang tertawa bersama Angga dan abangnya Axel, Violet sudah mulai bisa menghilangkan perasaannya pada Deon, karena kehadiran Angga disisinya, mereka juga sudah bertunangan.


“Lihat apa sayang?” Deon datang membawakan beberapa potong daging yang sudah masak seluruhnya.


“Kak Vio cantik banget ya kak, tidak seperti ara sekarang yang gendut” Semua pasang mata langsung melirik ibu hamil itu yang sepertinya sedang minder dengan bentuk tubuhnya sekarang.


“Siapa bilang istri kakak gendut, ini berisi sayang, sexy” goda Deon.


Mereka semua tertawa mendengar penuturan Deon.


“Kakak pasti gombal!” gerutu ara.


“Ihhh Wanita hamil satu ini cemberut aja, kasian dedeknya loh, kan harus sering ketawa, cob akita tanya, om allinsky dan tante mitha, menantunya jelek ya?” putri bertanya pada kedua orang tua Deon.


“Siapa yang bilang menantu bunda jelek?! Orang menantu bunda cantik gini” bela bunda dengan semangat.


“Ara kan gendut bun” ara menunduk melihat pergelangan tangan dan kakinya yang tampak membengkak.


“Gendut bukan berarti gak cantik loh, suami kamu pasti lebih suka kamu yang sekarang lebih berisi dan sexy, iya kan Deon?” goda mami Shahnaz.


Deon meraih pinggang istrinya dan menariknya kedalam pelukan Deon, tersenyum ketika sensasi perut besar Ara mengenai perut datarnya “Harus berapa kali kukatakan bahwa kamu semakin cantik dan seksi ketika hamil. Hanya Tuhan yang tahu seberapa besar aku ingin bercinta dengan tubuh gembul ini. Tapi aku harus bertahan untukmu dan bayi kita.”


‘Plak’ Deon mendapatkan pukulan dari axel, “Lu mah mesum aja pikirannya!”


“waaah kak disini ada anak dibawah umur!” pekik Juan.


“Tolong kondisikan waktu bermesraan di depan kami!” Protes Putri yang juga tidak terima.


“hahahahha” tawa serempak orang-orang disana. Sementara itu hanya violet yang tersenyum terpaksa melihat kemesraan sepasang suami istri itu. Violet sama sekali tidak menyangka Deon bisa bersikap seperti itu pada seorang gadis, padahal dulu Violet sangat memimpikan akan berada di posisi Ara.


‘Greb’ Violet menoleh pada tangannya yang digenggam oleh angga, “Aku tidak apa-apa” ucap violet untuk memberitahu tunangannya itu mengenai kondisinya.


.


“Oh iya, mami hampir lupa, apa kalian sudah mengetahui jenis kelaminnya?” Tanya mami disela canda tawa itu.


Deon dan ara saling pandang lalu mulai membuat undian, “Hmmm… coba tebak mam, laki-laki atau perempuan?” balik tanya ara.


“Aduhhh kalau disuruh tebak menebak mami mana tau”


“Mami sama bunda maunya apa?” tanya deon kemudian.


“Kami pengen perempuan” jawab serentak mami dan bunda.


“Papi sama ayah pengennya laki-laki” ucap serempak papi dan ayah.


“Perempuan”


“laki-laki”


“perempuan”


“Laki-laki”


Begitu terus para orang tua terus saling serang, ingin cucu perempuan dan cucu laki-laki.


“Oke, stooppppp!” Axel menengahi perdebatan para pasangan itu. “Deon dan ara, yang punya anak, seharusnya mami dan papi itu terima mau diberikan apapun, asal putri kalian dan bayi-bayinya dapat lahir dengan selamat, jadi jangan berdebat mau perempuan, atau laki-laki, Oke?!”


Keempat orang itu menunduk dan hanya mengangguk tidak mengeluarkan suara, mereka jadi malu karena sudah berdebat di depan anak-anak mereka.


“Mami, bunda, papi dan ayah tidak perlu berdebat, kalian dapat apa yang kalian inginkan” Ara mulai bersuara Kembali.


“Apa?!” Teriak mereka serempak.


Deon menyentuh perut Ara, “Disini ada 2 jagoan dan 1 princess”.


“waaahhhh” teman-teman ara bersorak mendengar pernyataan deon mengenai jenis kelamin bayi-bayi ara, sementara bunda dan mami langsung memeluk ara dan mengecup pipi ara serta perut buncit ara.


“terima kasih sudah memberikan kebahagian di hidup kami sayang” ucap bunda dengan penuh haru.


“Woii itu keponakan gue!” pekik Axel tidak terima.


“Sama aja bang! Ngalah dong sama anak remaja” ledek Juan.


“Gak mau! Itu semua keponakan gue!”


“Buat sendiri aja bang, biar gak berdebat” celetuk putri.


Mereka semua lalu tertawa, pasalnya sampai sekarang Axel belum pernah mengenalkan Wanita yang dia sukai pada keluarganya.


***


Ditengah makan Siang mereka, ara tiba-tiba menunduk, dan meremas tangannya.


“Ada apa sayang?” bisik Deon, karena dia sangat cepat mengetahui perubahan mood istrinya.


“Ara ngidam kak” bisik ara balik.


“Penge napa? Katakan saja”


Ara menggeleng pelan tidak mau mengatakan apa yang dia inginkan.


“Katakan, kakak tidak mau anak-anak kakak nanti ngences”


Ara memberanikan dirinya menatap mata deon, lalu dia membisikkan sesuatu pada deon hingga membuat mata Deon membelalak sempurna.


“Yakin pengen lihat itu?” tanya Deon lagi.


“Ini bukan kemauan ara, ni bayi-bayi kakak yang pengen” rengek Ara.


Deon tampak cemas, dia tidak tau apakah para pria mau melakukan keinginan istri kecilnya itu, melihat kecemasan putranya, bunda langsung bertanya kepada deon apa yang terjadi.


“Kenapa deon?” mami juga ikutan bertanya.


“Anu__” deon menghentikan ucapannya , dia melirik ara yang sudah tertunduk, “Cuc umami dan bunda pengen lihat pertunjukan nyanyi dan tari”


“Pertunjukan nyanyi dan tari? Ya lakukan saja apa masalahnya?”


“Pertunjukannya dilakukan oleh Botak, Axel, angga, Andri, dan trio badboy” ujar deon pelan.


“Wahh kecil itu kak, kami dulu sering dance disekolah, jadi mudah buat nyanyi sambil nari” Seru Juan dengan semangat 45.


“Pengennya mereka dandan ala blackpink bun!” ujar ara pelan.


“HUK HUK!” Axel yang sedang minum langsung tersedak dan menyemburkan minumannya didepan muka Andri.


“Wwuuuuaseeemmm kena muka gue Xel!” pekik Andri.


“Sorry-sorry gue salah dengar tadi,makanya terkejut”.


“Gak salah bang, ara pengen liat abang gaya cewek cantik dan nyanyi didepan ara” ulang ara lagi.


Semua orang menahan tawa mereka secara serempak.


“Dek… waras gak itu? Minta tu yang wajar dek” Seru Axel tidak terima.


“Wajar bang, permintaan ibu hamil itu emang aneh-aneh, mau keponakan abang ileran terus” Mami membantu ara.


“Ya gak gitu juga Mam, masak Axel harus dandan cewek”


“Ikuti aja apa mau adikmu, kasian loh nanti keponakan kamu pada ileran semua salah kamu” papi juga ikut membantu ara.


“Kok axel aja, yang lain?” Axel langsung melirik semua orang yang tadi disebutkan namanya, mereka semua pada menghindari tatapan dengan mata Axel.


“Tentu saja semuanya harus mau! Tak segera masuk dan berdandan, pakai wig palsu, kalau tidak mau saya pecat kamu” Deon beralih menatap andri dan angga. “Ahhh sepertinya aku harus menarik investasiku pada dua perusaaan ternama” dengan terpaksa Angga dan andri berjalan masuk dan mengikuti perintah Deon.


kini deon menatap Trio badboy, “kalian masih mau di sponsori oleh perusahaan kakak kan?” hanya mendapat ancaman itu ketiganya dengan terpaksa berdiri tegak.


Axel tertawa senang semuanya bisa diancam Deon, tapi dia kan tidak bisa diancam, mau diancam apa? Dia kan kakak ipar deon.