
Seminggu sebelum jadwal keberangkatan Brian, ay dan yang lainnya ke Turky. Brian tampak sibuk dengan urusannya, sejak pagi dia terus berbicara dengan Bobby di telepon mengenai pekerjaan nya, bahkan pria itu sejak tadi tidak melihat ay yang menekuk mukanya kesal karena brian tidak memperhatikan dirinya sejak beberapa hari ini.
📲 "bentar bob" ujar brian menghentikan percakapannya di telepon.
Brian menarik ay mendekat, mencium bibir gadis itu singkat lalu berkata, "Belajar yang giat, jangan ngelirik cowok lain ya sayangku" ucap Brian lalu kembali sibuk dengan telepon nya.
📲 "udah bob lanjutkan penjelasan mu" ucap Brian pada ponselnya lagi.
Ay memang di cium dan di perhatikan tapi dia masih kesal dengan kesibukan kekasihnya itu. Dia keluar dari dalam mobil dan menutup mobil dengan sedikit kasar.
"Urusin aja terus si Bobby!" gerutu ay sambil berjalan pergi dengan menghentak-hentakkan kakinya ke tanah.
Di dalam mobil Brian tertawa melihat kekasih kecilnya itu merajuk, pria itu sebenarnya ingin memberi kejutan untuk ay, dia sudah meminta AL untuk mengantarkan ay pulang ke apartemen nya, karena dia akan berpura-pura sibuk, padahal Brian ingin memberikan kejutan kepada kekasih hatinya itu.
📲 "thank you bob! gadis kecilku ngambek karena aku cuekin hahahha" ucap Brian dengan tawa bahagianya.
📲 "Sama-sama tuan, semua persiapan sudah saya siapkan hanya tinggal menunggu nona ay pulang ke apartemen tuan" ucap Bobby.
📲 "ya bob, aku akan menyuruh al untuk mengantar ay saat malam hari" kata Brian setelah itu dia mematikan teleponnya.
"maaf kan aku sayang, aku hanya ingin membuat kejutan untuk kamu" gumam Brian pelan.
...🐯🐯🐯🐯🐯...
Ay begitu kesal ketika mendapatkan pesan dari Brian, yang menyuruh gadis itu pulang dengan Al, karena dia masih sibuk kerja jadi tidak bisa menjemput ay di kampus.
“Dek, ngapa tu muka di tekuk terus?” tanya Al sambil mencolek wajah ay yang sedang cemberut.
“Gak kenapa napa” jawab Ay ketus.
“jangan cemberut-cemberut gitu cantik, nanti om brian lari loh” goda Al sambil mengedipkan sebelah matanya.
Ay hanya mendengus sebal, dia sedang tidak mood untuk bercanda apa lagi mengerjai orang.
“Cepat naik” ucap Al sambil menyodorkan sebuah helm pada Ay. “mau kemana dek? Langsung pulang ke apartemen atau jalan-jalan dulu” tanya Al lagi, dia memang di suruh Brian untuk pulang saat malam hari.
“Jalan-jalan dulu, kesal di apartemen, om brian sibuk terus dengan kerjaannya, ay gak di anggap patung doang” gerutu ay, memang selama 3 hari ini Ay memang ditemani oleh brian, tapi pria itu sibuk dengan laptopnya, dan telepon-telepon yang berasal dari luar negeri.
🐾Flashback On🐾
Ay masuk ke dalam ruang kerja Brian, gadis itu sengaja hanya mengenakan baju kaos putih dan celana pendek, niatnya menggoda Brian tapi sayang pria itu terlalu sibuk dengan laptopnya, alhasil ay hanya duduk sambil membaca buku pelajarannya.
“Om, ay lapar” keluh ay, dia berharap Brian menatap dirinya yang sekarang mau mengerjai brian.
Brian menoleh sekilas lalu Kembali menatap laptopnya, “Bentar ya sayang, ini masih banyak yang harus di urus, hari ini pesan online aja ya, aku sibuk banget” ucap Brian yang masih fokus menatap laptopnya.
Ay mendengus sebal, dia keluar sambil menghentak-hentakkan kakinya pada lantai, “Ya udah!” kesal ay, dia langsung berdiri dari tempat dia duduk menuju kamar.
‘Brak’ bunyi pintu yang ditutup secara keras oleh ay. Kekanakan memang tapi seperti itulah sifat ay, egois, kekanakan, centil, nakal, periang, lincah dan keras kepala jangan dilupakan, hidup dimanja sebagai cucu perempuan satu-satunya dari keluarga Allinsky dan keluarga Shahnaz membuat ay sangat di manja, jadi jangan tanyakan kenapa sikap ay itu terlalu melebay, hidupnya selalu dilimpahkan oleh kasih sayang dari para bangsawan.
Brian meneguk salivanya begitu ay sudah memasuki kamar, sebenarnya dia tergoda untuk mencium ay, tapi dia sedang dalam misi ingin membuat kejutan pada ay, maka dari itu Brian berpura-pura tidak memperhatikan ay, padahal mata pria itu sedang menatap cctv di dalam laptopnya yang sedang menampilkan aktifitas yang dilakukan ay. Brian memang sengaja menempatkan cctv di ruang kerja, dapur, ruang santai dan balkonnya, tujuannya agar dia dapat mengawasi setiap kegiatan ay di dalam apartemen jika dia tidak ada di apartemen, hanya kamar tidur dan kamar kecil yang tidak ada cctv nya.
.
Satu jam kemudian setelah ay selesai makan, ay Kembali masuk kedalam ruang kerja Brian, yang mana pria itu masih sibuk kerja.
“Om, temani ay tidur” rengek ay.
“Iya bentar” Brian sengaja mengambil laptopnya dan membawanya ke kamar tidur mereka.
“Kok bawa laptop?” tanya ay bingung begitu mereka sudah duduk ditempat tidur.
Ay tidak menjawab lagi, dia sengaja membelakangi brian menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut.
Brian Kembali meneguk saliva nya pelan, “sabar brian, ini cobaan, lo harus tahan hanya 10 hari lagi bersabarlah” batin brian.
.
“Satu dua tiga em__” Suara hitungan Ay berhenti saat melihat brian baru membuka matanya, “Pagi om” sapa ay dengan senyum manisnya, ay sedang berolahraga di atas tempat tidur masih menggunakan pakaian tidurnya tadi malam.
‘glek’ brian Kembali meneguk salivanya, dia cepat cepat berbalik badan memunggungi Ay, agar gadis itu tidak sadar bahwa Brian sedang tergoda.
“Awas kamu sayangku, 9 hari lagi menuju hari H, akan aku buat kamu gak tidur semalaman” batin Brian.
Brian memang tidak bisa tidur malam itu semua karena ulah ay, tadi malam gadis itu memang sudah tertidur, tapi tidur gadis itu tidak bisa diam, dia yang awalnya membelakangi brian menjadi menghadap brian dan memeluk brian secara tiba-tiba menjadikan lengan brian sebagai bantal, nafas ay mengenai leher brian, yang membuat pria itu hanya bisa megap-megap seperti ikan Koi, ditambah benda kenyal ay menempel pada dadanya, gadis itu memang mengatakan selalu melepas kacamata penutup benda kenyalnya saat tidur, alhasil Brian hanya bisa menghitung domba hingga seribu ekor agar dapat mengalihkan pikirannya dari godaan ay yang sedang tidur.
“Om! Ini udah pagi loh” gerutu ay begitu melihat Brian Kembali tertidur dengan memunggungi dirinya.
“Ini hari libur sayang, jadi aku masih bisa tidur nyenyak” jawab brian, pria itu masih tidak mau menghadap ay, karena gadis itu terlihat sangat sexy di pagi hari itu.
“Ay lapar, ay masak mie instan ya” ucap ay.
“Jangan! Kamu tunggu disini biar aku buatkan sarapan” brian cepat-cepat tegak dari tempat tidur, walau masih mengantuk brian tidak pernah membolehkan ay memakan makanan instan itu, dia tidak mau gadis kecilnya kenapa-napa. “kamu mandi dulu, saat selesai mandi semua sarapan sudah siap” ucap brian lagi.
“baiklah” jawab ay, dia segera menuju kamar mandi.
.
“udah siap om?” tanya Ay, gadis itu tiba-tiba memeluk brian yang sedang memasak dari belakang.
“ya ampun ay, bahaya, untung aku gak oleng, ini kitab isa ke tumpahan minya sayang, lain kali jangan mengejutkan seperti itu ya” ucap Brian.
“habis om ngesalin, cuekin ay terus” gerutu ay, gadis itu Kembali masuk kedalam kamar tidak mau keluar lagi, biasanya jika dia seperti ini brian akan masuk dan menyuapi dia makanan, tapi setelah lima belas menit ditunggu Ay, brian tidak juga muncul. Gadis itu semakin gemas dengan sikap brian yang baru ini.”
🐾Flasback off🐾
Ay terus menceritakan tentang brian pada Al, dia tidak menceritakan part dimana dia menggoda brian hanya part dimana brian terus sibuk sama pekerjaannya hingga ay harus memesan makanan dari luar.
“Ngeselin kan bang!” gerutu ay.
“Ngesilin memang dek, tapi bukannya brian sibuk untuk kamu juga sayang, kalian kan akan menikah seminggu lagi, kamu mau brian sibuk di saat kamu sedang bulan madu di turkey, dia itu seorang pembisnis seperti daddy, pasti dia juga harus sibuk mengurus perusahaanya sebelum dia tinggal liburan” jelas Al, berusaha memberikan pengertian pada adik cantiknya itu.
“Tapi kan, daddy tidak pernah mendiami mommy seperti om brian” keluh ay.
“Siapa bilang tidak pernah, coba tanya mommy memang betul tidak pernah daddy sangat sibuk hingga harus mendiami mommy, kita aja yang gak lihat dek” jawab Al lagi.
“Iya-iya ay yang salah! Ay terus yang salah!” kesal ay dia semakin manyun.
...🐺🐺🐺🐺🐺...
Makasih banyak buat yang masih setia baca, Terima kasih untuk dukungannya ya 😄
terus dukung author ya
Bonus pict :
Ay sedang olahraga pagi-pagi