
Ara mengedikan bahu Acuh, "Gak tau, kak Deon kan bukan siswa kayak kita, dia sibuk bekerja".
Mendapatkan jawaban acuh dari Ara, shasa segera melunak, " Maaf ya ra, gue membuat Ara marah ya, gue cuma segan tidak memberikan secara langsung, gak sopan aja nampaknya" kata shasa penuh dengan kebohongan.
"Ngapain minta maaf, ayo duduk, kita belajar sekarang" ajak Ara.
"Lu ada ada aja sha, tuan rumah lu tu di depan lu, si Ara, yang ngajak lu kesini Ara, bukan kak Deon!" sindir Robi.
Tidak mau menggubris Robi, Shasa segera duduk dan mengeluarkan beberapa bukunya.
"Kenapa belajar disini Ra, gak di kamarmu aja, kan katanya kamarmu besar" Tanya Shasa.
" Iya kenapa ra?" Dimas ikut menyambung.
"Kagak boleh sama kak Deon" Ara menjawab sambil fokus sama buku ditangannya.
"Kenapa ra? takut ada barang yang hilang? kita bukan pencuri loh" Shasa pura-pura menunjukkan wajah sedih.
"Kak Deon gak bolehkan karena ada cowok, dia bilang gak boleh cowok masuk ke kamar anak gadis, bahaya walaupun itu teman dan beramai-ramai".
Shasa yang tadi hendak memotong tidak jadi karena Ara dengan cepat menjelaskan tanpa membiarkan Shasa memotong ucapannya.
" Biarin aja deh, emang ngapa belajar disini juga enak, liat pemandangan bagus, bisa fresh ni otak, dari pada di ruangan mulu " ledek Juan.
Sebenarnya Ara memilih gazebo karena takut ruang kerja Deon berantakan. Tapi sepertinya pilihan gazebo sangat tepat, karena ketiga Sahabat nya sangat senang dengan belajar diluar.
.
Sedang asik belajar tiba-tiba saja bi arin datang, membawakan kue yang dibawa Shasa tadi.
"Anu nona ara, ini makanannya, non mau minum dan makanan lain?"
Ara melirik kue sederhana di meja, ada kue dari shasa yang berisikan Strawberry, dan ada kue yang di buat bi arin, "Ara mau minta buatkan risol aja bi, lagi pengen yang asin asin, sama manggo float, kalian mau apa?"
"Boleh minta apa aja ni?" Juan menaik turunkan alisnya.
Ara mengangguk, "iya boleh".
"Kalo gitu burger mcd bi, sama coklat latte" ucap Juan asal, dia penasaran apa memang benar boleh apa aja.
"Hmm, burgernya boleh dimasak aja kan tuan? soalnya tuan muda berpesan tidak boleh memesan makanan dari luar, tenang aja masakan disini rasanya luar biasa".
" Wahhh keren, oke bi, Juan tunggu" Juan bertepuk tangan senang, permintaan asalnya di kabulkan.
"Aku mau strawberry float bi" pinta shasa, dia memang sangat suka dengan yang namanya strawberry.
"Anu maaf non, di rumah ini tidak ada strawberry, karena nona ara tidak suka, makanya tuan muda melarang buah buahan itu masuk kerumah ini" ujar bi arin sedikit takut.
"Kan bisa beli diluar, atau pesan gitu, kok gitu aja susah sih" gerutu shasa tidak suka.
Memang semua teman ara taunya ara tidak suka buah strawberry, mereka tidak tau Ara alergi buah itu, sejak kecil Ara diajarkan untuk menyimpan kelemahan nya dari siapapun, kecuali orang terdekatnya, yaitu keluarga.
Bahaya bisa terjadi kapan saja jika ada orang luar yang mengetahui kelemahannya, bisa saja ada orang benci padanya dan memasukkan bubuk buah itu kedalam minuman ara, dan tanpa tau apapun ara meminumnya, maka hidup ara bisa dalam bahaya, dia bisa meninggal kapan saja jika tidak cepat mendapatkan pertolongan.
"Maaf non, bukan hanya itu, tuan muda melarang buah strawberry itu mengenai barang-barang di dapur, seperti blender, pisau dan yang lainnya, jika ada yang melanggar, maka tuan akan memecatnya, jadi saya mohon maaf tidak bisa memberikan hal yang nona inginkan".
" Kalau itu" Shasa menunjuk kue yang dia buat, "Piring itu telah mengenai kue strawberry buatan ku".
" Sekali lagi mohon maaf sebelumnya, tadi bibi udah menelpon tuan muda, dan tuan muda membolehkan hanya satu piring ini yang mengenai kue nona, tapi nanti piringnya akan langsung dibuang".
"Hahahhaha" juan, leo dan Robi tidak dapat menahan tawa mereka lagi ketika bi arin mengatakan piring yang sudah mengenai kue buatannya akan dibuang.
"Ara kenapa tidak suka dengan buah strawberry sih? itu buah enak, setiap wanita pasti suka" Shasa memberondong kekesalannya pada Ara.
"Gak suka aja liat bintik bintik di buah itu" Ara menggeleng jijik melihat buah yang terletak di kue Shasa.
"Kan kalau di blender jadi gak nampak wujud buahnya" kesal shasa lagi.
"Iya ini kue enak kok Ra, coba deh kamu rasa dikit aja" Dimas berkata setelah mencoba kue yang tadi di bawa bi Arin.
"Gak mau merinding membayangkan bintik ke telan" ucap Ara berpura-pura merinding ngeri.
"Lalu kenapa lu juga gak mau makan buah blueberry?"
"Kayak taik kambing bulat bulat, hehehe" Ara selalu punya alasan yang tepat agar dia tidak dicurigai oleh teman temannya.
...🐥🐥🐥🐥🐥...
"Hasyim!" berkali kali Deon bersin, dia merasa hidungnya gatal seperti ada yang sedang membicarakannya.
"Tuan muda saya sudah mengetahui nomor milik siapa yang kemarin itu" Ucap botak.
"Gak perlu lagi saya sudah tau, dan saya sudah blokir nomor itu" kata Deon dengan acuh.
"Maaf saya telat tuan muda" sebenarnya bisa saja dalam beberapa jam botak mencari tau nomor yang tertera di ponsel Deon, tapi karena banyaknya pekerjaan mereka, Botak jadi terlambat menyelesaikan perintah Deon.
"Tidak apa, lagian aku juga tau karena orang itu yang mengirim pesan duluan, tapi yang tidak aku tau kenapa dia mengucapkan Terima kasih? dan ingin mengembalikan cek yang ku berikan, emang dia siapa Tak?"
🍃 flashback on 🍃
Saat hendak tertidur ponsel Deon kembali berdering tapi kali ini dibarengi dengan pesan masuk.
Dengan pelan Deon meraih ponselnya, takut gadis kecilnya yang sudah tertidur terbangun.
📨 08##### : "Hallo kak al, maaf mengganggu, ini benar nomor ponsel kak al kan, saya mendapatkan nomor kakak dari Ara, dia membagikan begitu saja ketika aku memintanya, kak al jangan marah pada Ara ya, dia memang selalu begitu padaku, Aku shasa kak, aku mau mengucapkan Terima kasih pada kakak, pada waktu itu berkat kakak aku sadar yang aku lakukan adalah salah, dan aku ingin mengembalikan cek yang kakak berikan, apakah kita boleh bertemu?"
Deon mengernyitkan dahi bingung, kenapa Ara memberikan nomor ponselnya pada shasa?
Malas meladeni, Deon hanya membiarkan pesan itu begitu saja, dia juga tidak mau berpikir macam-macam.
🍃 flashback off 🍃
"Apakah tuan tidak ingat dengan wanita yang pernah tuan temui di club yang terakhir?" tanya botak setelah mendengar cerita kenapa Deon tau mengenai nomor asing itu.
Deon menggeleng pelan, "Wanita panggilan dari andri dan angga?"
"Iya tuan, wanita muda yang di jadikan bahan percobaan untuk tuan muda".
" Apa?! bagaimana cara dia meminta nomor ku dari Ara? apa dia menceritakan tentang diriku pada Ara?!" pekik Deon marah.
"Saya rasa dia hanya bersilat lidah tuan, jika nona Ara tau, kemungkinan nona akan bertanya langsung pada tuan, saya mendapatkan informasi bahwa wanita itu sangat pandai bersilat lidah tuan".
" Jadi maksudmu, dia ingin aku curiga pada Ara dan membenci Ara? "
"Benar tuan, kemungkinan besar seperti itu".
" Tapi bagaimana cara dia mendapatkan nomorku?"
...🐤🐤🐤🐤🐤...