My Little Girl

My Little Girl
71. Pernikahan



"Sky? waktu pernikahan mu lusa bisakah kau menunggu sampai saat itu tiba baru menyentuh adikku?" Sindir Axel dengan berkacak pinggang.


Deon berdecak pelan, dia dengan terpaksa meninggal kan ara sendirian, mungkin hari ini dia akan membiarkan ara tidur tanpa dirinya.


"Aku hanya mengucapkan selamat malam pada calon istriku, kau terlalu protektif Xel" Ledek Deon, dia segera meraih bahu Axel untuk segera pergi dari sana.


"Selamat malam Little girl" ucap Deon sebelum menutup pintu kamar Ara.


"Selamat malam om mesum" gumam Ara pelan dengan senyuman yang merekah.


...🐤🐤🐤🐤🐤...


Ara menatap tampilan dirinya dari cermin, wajahnya yang biasanya jarang sekali diberi make up kini, tampak sangat cantik, Ara tidak percaya mami dan bunda nya sengaja menyewa jasa make up artis untuk mendandaninya, padahal pernikahannya hanya di hadiri oleh keluarga saja, pernikahan sederhana yang sengaja disiapkan secara tertutup, agar tidak ada media atau orang yang meliput pernikahan pembisnis nomor 1 se-asia.


'Ceklek' pintu terbuka, papi dan mami Ara masuk, mami Ara mendorong kursi roda yang dipakai papinya, walau papinya masih bisa berjalan, tapi tubuhnya tidak terlalu bisa untuk berjalan dengan waktu yang lama.


"Ya ampun, putriku sangat cantik pi" puji Shahnaz pada putrinya.


"Itukan karena bibitnya berasal dari bibit unggul papi dan mami" Papi Ara tidak mau kalah memuji putri semata wayangnya itu.


Ara segera memeluk tubuh mami lalu papinya, "Ara menyayangi kalian" Bisik ara pelan di dalam pelukannya.


"Putri papi sudah dewasa ternyata, tapi tidak boleh nangis diwaktu bahagia ini, mengerti?"


Ara mengangguk pelan, dia menatap langit-langit agar air mata yang tadinya hendak jatuh tidak jatuh lagi.


"Kamu sudah siap sayang?" tanya mami.


Ara mengangguk lagi dan menggenggam tangan papi dan maminya, "Ara siap".


" Ayo kita pergi" papi berusaha berdiri dibantu Ara dan istrinya, walau perjalanan mereka jadi sedikit melambat, papi tetap ingin mengantarkan ara ke depan suaminya dengan cara yang gagah.


"mari sayang" papi menyuruh ara mengaitkan lengannya pada lengan ara. lalu dibelakang mereka mami berjalan dengan mendorong kursi roda milik suaminya.


...🐣🐣🐣🐣🐣...


Ara berjalan perlahan menuju Deon, yang sudah berdiri didepan pastur, senyum Deon terus merekah melihat Ara yang berjalan bersama papinya.


Di Sekeliling Deon ada orang tuanya, axel, dan ketiga teman ara, yang sejak tadi melemparkan kelopak bunga pada ara.


Walau sederhana, tempat pernikahan itu disulap dengan sangat indah, keluarga Allinsky sengaja menyewa gereja besar dan menutup nya untuk satu hari.


Semua persiapan juga keluarga Allinsky yang telah menyiapkan.


.


"Aku serahkan putriku padamu, jaga dan sayangi dia, jangan pernah menyakiti nya, jika kau sudah tidak bisa membahagiakannya maka kembalikan dia padaku" titah papi ara ketika melepaskan tangan putrinya pada Deon.


"Deon berjanji, akan menjaga, menyayangi dan membahagiakan Ara dengan seluruh jiwa raga Deon pi, tidak akan Deon biarkan dia menangis kecuali tangis bahagia" Tegas Deon dengan mata yang bersungguh-sungguh.


Lalu setelah itu upacara pernikahan pun dimulai, pendeta yang mengucapkan doanya, dan di akhiri dengan ciuman dari pasangan yang baru menikah.


Axel, pria yang biasanya tegar itu kini mengeluarkan air mata ketika mendengar ucapan janji suci pernikahan adiknya, kini adik kecilnya sudah diambil orang lain.


"Selamat berbahagia adikku" gumam pelan Axel.


"Wuuuuuaaahhhh selamat" 🎊🎉 ketiga trio badboy bersorak saat ara dan Deon berciuman, mereka bahagia melihat sahabat mereka sudah mendapatkan kebahagiannya.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


Setelah acara makan malam, Deon dan Ara segera memasuki hotel yang telah disiapkan oleh keluarga Allinsky.


"Little girl, ayo ganti baju dulu" ajak Deon dengan pelan, dia tau istri kecilnya itu sangat kelelahan, padahal itu hanya acara sederhana yang disiapkan oleh keluarga dan teman-teman nya.


"Bentar kak, tenaga Ara udah habis" lenguh ara pelan. Matanya masih terpejam, dan tubuhnya tidak bergerak sedikitpun.


Deon akhirnya mengalah dia duduk disebelah ara sambil mengusap rambut Ara pelan.


Menyadari elusan pada rambutnya ara segera membuka matanya dan duduk dengan kaku disebelah Deon.


"Ka-ka-kakak ma-mau a-pa?" ucap Ara dengan gagu, dia kini teringat dengan beberapa novel yang dia baca tentang malam pertama setelah pernikahan, apakah Deon akan meminta hal itu sekarang? tapi gadis itu sangat tidak siap untuk melakukan itu saat ini.


Deon tersenyum kecil, dia tau istri kecilnya pasti gugup tentang malam pertama mereka, ingin sekali Deon mengerjai istrinya itu, tapi melihat mata Ara yang sedikit sayu, Deon tidak jadi untuk mengerjai nya, besok saja dia mengganggu istri kecilnya yang sangat polos itu.


"Tidak mau ngapa-ngapain, sekarang ara mandi, dan kita tidur ya, pasti capek kan?" Deon kembali mengusap rambut ara dengan sayang.


"Benaran? kakak tidak mau minta i-itu" ara masih bersikap kaku saat ini.


"benaran, cepat mandi sana, kakak juga akan keluar sebentar, untuk mandi" ucap Deon sambil beranjak dari tempat tidur, dia tidak mau gadis kecilnya semakin canggung jika dia terlalu lama disana.


"Kakak tidur di sini kan?" rengek ara, walau dia takut dengan malam pertamanya, ara tetap tidak bisa tidur nyenyak tampa Deon disisinya, gadis itu masih belum bisa menghilangkan penyakit insomnia nya.


Beberapa hari yang lalu ara pernah meminta axel menemani nya tidur, tapi tetap saja ara tidak bisa tidur dengan cepat, secepat Deon yang menemani nya tidur. Deon seperti obat penenang bagi ara, begitu juga dengan Ara, dia adalah obat bagi Deon yang selama dua belas tahun hidup menjauh dari wanita, di kalangan pembisnis malah dia mempunyai julukan pria gay.


Karena tidak pernah terlihat mendekat dengan wanita, Satu-satunya wanita yang bisa mendekatinya dulu hanya Violet, tapi gadis itu masih belum bisa menyentuh Deon, dia hanya bisa mendekat, tapi tidak menyentuh.


Sekarang gadis itu tidak ada didekat Deon karena sedang menempuh pendidikan di dunia dokter psikolog demi Deon, walau Deon tidak tau tujuan sahabatnya itu menjalani kuliah psikolog.


"iya kakak akan tidur disini, kakak cuma numpang mandi di kamar axel sebentar, tidak apa kan?" tanya Deon balik.


Ara mengangguk pelan lalu segera berlalu menuju kamar mandi.


...🐤🐤🐤🐤🐤...


Seperti yang dibilang Deon dan ara tidak pernah bisa tidur sendiri-sendiri, Deon saat ini sudah berada ditempat tidur dengan notebook ditangannya, sebelah tangannya di genggam oleh ara, gadis itu terlihat lelah, tapi belum mau tidur.


"kak" panggil ara pelan.


Deon segera mematikan bacaannya, dan beralih fokus menatap istri kecilnya. "apa?"


Ara sedikit tersipu, mendengar suara halus Deon yang ditujukan untuknya, "Boleh ara tanya, tapi gak boleh marah".


Deon mengangguk pelan, " tanya aja kakak gak bakal marah".


Ara terlihat ragu sebentar, tapi akhirnya gadis itu menanyakan juga pertanyaan yang selama ini menjadi pikiran di otaknya.


"Kakak tidak impoten kan?" tanya ara Dengan sedikit ketakutan.


Deon yang ditanya seperti itu hanya bisa tertawa, dia teringat pada Axel, dulu axel juga pernah bertanya hal itu padanya, sampai-sampai dia pernah dikerjai oleh Axel, untuk membuktikan bahwa Deon itu bukan impoten.


...🐣🐣🐣🐣🐣...


Bonus pict




Pasangan Cool Ara dan Deon