
“Gak ada yang luka, ay pasti sedang berbohong sakit kan?” Ucap Johan setelah memeriksa tangan Ay.
Ay manyun dan memiringkan kepalanya menatap Brian, “om, ni om dokter benaran kan? Tadi udah ay bilang gak ada yang sakit, kok ay jadi dibilang bohong ya? Otak om nya ada masalah ya om?” Ucap ay spontan.
Brian gentian menatap Johan dengan wajah yang mengerikan, “Gue suruh lo cumin untuk periksa, bukan lo cari tau masalah gak penting” ucap Brian sedikit dengan nada mengancam.
“Oke santai bro, kulitnya sensitive banget, pakai salap yang aku resepkan aja, oke” Johan cepat-cepat menuliskan resep obat salap untuk tangan ay.
“Om, besok-besok ay gak mau diperiksa sama om dokter ini ya” ucap ay.
“Kenapa cantik?” tanya johan cepat.
“Gak berpengalaman, sakit mata sama pelupa, kan bahaya kalau diperiksa sama dokter seperti om jojo” jawab Ay polos.
“Iya sayang, ini terakhir kalinya aku memesan jasanya, karena besok-besok dia akan di kirim ke afrika” ucap brian dengan senyum evilnya.
Dokter Johan terkekeh pelan, “lo bercanda kan bro? hahahha” ucap Johan.
Brian tidak mengubah ekspresinya menjadi tertawa, dia tetap dengan ekpresi senyuman devil. “Sejak kapan gue bercanda bro? hanya ucapan kekasih gue yang mampu membuat lo Kembali ke tempan aman” ujar Brian.
Johan melototkan matanya dan menolehkan wajahnya menatap ay yang sekarang menjulurkan lidahnya meledek johan.
‘Tok tok tok’
“Tuan penculiknya sudah memberikan kesaksian tuan” ucap bobby cepat.
Brian segera mendekati ay mencium kening gadis itu lembut, “tunggu bentar ya sayangku, ada pekerjaan mendadak, disini aja dulu main sama dokter gadungan ini ya” ucap brian, setelah itu dia segera keluar dari ruangannya menuju tempat para sandera yang tadi mau menculik ay. “Awas lo berani mengancam kekasih gue jo, bukan ke afrika lagi gue kirim tapi ke benua antartika” ucap Brian sebelum benar-benar keluar dari ruangannya.
“Woooaaahhh itu benaran brian? Ay cantik bujuk om mesumnya buat jangan pindahkan aku dong” bujuk Johan.
Ay melipat kedua tangannya di depan dada dan membuang mukanya tidak mau menatap johan, “gak mau” jawab singkat ay.
Johan menghela nafas panjang, bisa bahaya kalau benar-benar dia di kirim untuk menjadi dokter di afrika sana, “Om janji gak bakal gangguin ay lagi, benaran” bujuk Johan.
“Gak mau” jawab ay tetap pada keputusannya.
Johan tidak tau lagi cara membujuk alien milik Brian, dia hanya bisa berkali-kali memohon pada ay.
...🦊🦊🦊🦊🦊...
“jadi mereka orang suruhan dari adnan? Mafia kecil itu?” tanya brian yang duduk di kursi kebesarannya.
Dua orang Wanita yang babab belur itu hanya bisa menunduk ketakutan melihat Brian yang duduk dihadapan mereka.
“Ka-kami hanya orang suruhan tuan, to-tolong lepaskan kami” pinta kedua Wanita itu.
“Melepaskan orang yang berniat untuk menculik kekasihku? Kalian pikir aku akan membiarkan itu? Hahahhaha” tawa devil Brian terdengar sangat mengerikan, inilah yang sangat ditakuti oleh semua anak buah brian, jangan kira Brian adalah pria baik, dia adalah pria berdarah dingin, sejak kecil hidup didunia mafia membuat pribadi pria itu sangat mengerikan, hanya didepan ay pria itu akan menjadi sosok yang lembut dan seperti seekor kucing yang manis.
“Am-ampuni kami tuan, kami hanya butuh uang, kami dibayar oleh tuan adnan, untuk menculik nona danaya,tuan adnan sangat menginginkan nona danaya menjadi miliknya” ucap salah satu Wanita penculik.
“Apakah pria gila itu ingin mengurung kekasihku di rumahnya?” tanya Brian dengan nada yang sangat mengerikan.
“Hahahhaha, dia ingin menjadikan kekasihku peliharaanya, dia tidak tau siapa saja yang melindungi ay!” ucapan yang keluar dari mulut Brian masih terdengar mengerikan. “bob, menurutmu apa yang harus aku lakukan pada anak kecil itu?” Brian menolehkan wajahnya menatap asistennya yang setia itu.
“Hancurkan secepatnya tuan, jika tuan bersabar dengan kelakuannya ini maka dia akan melakukan hal lebih berbahaya untuk gadis kecil tuan” jawab Bobby.
Brian merenggangkan ototnya, yang terasa sedikit kaku, “kau benar, kita harus menghabisi kutu kecil itu, jika dibiarkan terlalu lama maka dia akan semakin mencari cara untuk mendapatkan gadis kecilku” ucap brian.
“Tuan bagaimana dengan dua orang Wanita ini tuan?” tanya bobby, saat brian mulai melangkah pergi.
Brian menghentikan Langkah kakinya, dan menatap bobby dengan wajah horror, “kau tau semua musuhku tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini dengan hidup-hidup siapapun dia, mau Wanita ataupun anak kecil, sekali menjadi musuh dan mencoba menyakiti orang-orangku, habisi mereka apapun alasan yang mereka buat, itu adalah harga mati yang harus mereka terima” ucap brian, setelah itu dia Kembali melanjutkan langkahnya.
“Tuan! Maafkan saya tuan!” pekik kedua Wanita itu ketakutan, mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa Ay telah dilindungi oleh mafia besar seperti Brian, siapa yang tidak tau dengan Brian, Pria mengerikan yang berhasil mengalahkan bos besar mafia di amerika sana, pria itu memang tidak pernah memberikan ampunan pada semua musuhnya, kejam memang tapi itu adalah hal mutlak yang Brian bangun di dalam dirinya, bunuh semua musuh tanpa ampun, karena sekali memberikan ampunan akan berbahaya untuk kedepannya. Seperti saat dia kehilangan sahabat baiknya Michel, itu juga karena michel memberikan rasa kasian pada salah satu musuh dan melepaskannya, setelah itu michel mati karena musuh itu.
...🐯🐯🐯🐯🐯...
“Ay, cantik ayo dong, om harus ap ani biar ay mau bujuk brian untuk Tarik kata-katanya” Johan masih saja terus berusaha membujuk ay, dia tidak mau benar-benar dikirim ke afrika sana oleh brian.
“Mau coba godain kekasih gue?” suara brian tiba-tiba muncul dari arah pintu.
“Ya ampun brian, jantung gue hampir copot ini, lo gak bisa ya muncul baik-baik, gak ngejutin gitu” ucap johan.
“gak bisa, mau apa lo godain kekasih gue?” tanya brian, pria itu sudah bersandar di meja kerjanya sambil menghadap kekasih kecilnya itu.
“bukan godain Cuma membujuk biar gue gak jadi pindah kerja” ucap Johan.
“benar sayang? Dia Cuma bujuk kamu? Gak diapa-apain kan sama dokter mesum ini?” tanya brian lembut pada ay.
Otak ay mulai muncul beberapa ide untuk mengerjai dokter johan, gadis itu mulai merubah ekspresinya menjadi menyedihkan, ay si Ratu drama mulai beraksi.
“Bohong om, tadi om jojo pegang-pegang ay di sini sini sini, dia bujuk sambil pegang-pegang om” rengek ay, dia menyentuh lengan kiri, kanan dan lututnya.
Johan melotot mendengar penuturan ay dia langsung mengangkat kedua tangannya keatas, “Sumpah gue gak ada ngelakuin itu bro, ay cantik jangan bohong dong, om benaran minta maaf ya udah buat ay marah” lirih Johan dia tidak berani menatap Brian yang sekarang sudah mulai keluar tanduknya.
Saat brian hendak tegak dan ingin memarahi Johan, ay segera memegang lengannya, “hehehhe ay bercanda om ganteng, jangan marah gitu ya” ucap ay.
“benaran tadi Cuma bercanda ay?” tanya brian ingin memastikan.
Ay mengangguk cepat, “iya benaran, tapi tetap dikirim ya om jojo ke afrika” ucap ay polos.
“Baik sayang perintah akan dilaksanakan” ucap brian sambil mencium kening ay.
“Ay cantik bisa gak kompensasi, jangan ke afrika” lirih johan.
“Biar om banyak belajar disana” kekeh ay.
...🦁🦁🦁🦁🦁...
maaf ya sedikit membosankan, author janji besok akan author usahakan lebih menarik Terima kasih buat yang udah baca ❤❤❤