
Siang Harinya, Ray merengek tidak mau makan siang jika tidak disuapi mommy Ay, alhasil Ara dan deon harus mengantarkan kembali bos kecil itu kepada kedua orang tuanya.
Bos kecil tampak asik duduk diranjang Ay dengan disuapi oleh Brian, Brian melarang ay untuk menyuapkan Ray padahal yang terluka adalah tangan ay yang sebelah kiri, untung saja bos kecil mau disuapi oleh brian tapi dengan syarat makan didekat mommy nya dan makan sama-sama mommy ay.
Mata ay berbinar menatap brian yang menyuapi Ray dengan telaten. “kak~” panggil Ay pelan.
Ray dan brian sama-sama menoleh.
“Mommy, mommy kok gak makan?” tanya Ray, dia melihat mangkuk ay sama sekali tidak tersentuh.
“Iya sayang, kok gak makan? Gak suka ya dengan bubur nya?” itu adalah bubur yang sama dengan yang di makan Ray, bubur abalone buatan mommy Ara, itu adalah bubur yang berasal dari negeri gingseng korea selatan, kedua ibu dan anak itu sangat sulit untuk makan bubur tapi jika sudah dibuatkan bubur abalone kedua nya akan lahap makan.
Ay menggelengkan kepalanya pelan, “bukan itu” lirihnya.
“tangannya sakit ya?” tanya brian lagi.
“Bukan juga” bantah Ay.
“lalu kenapa sayang?” Brian berucap dengan sangat lembut, tangannya masih sibuk menyuapi abang Ray dengan perlahan.
“mau juga disuapi” Ay langsung menunduk malu memegangi perutnya, “baby yang minta” tambah ay.
Sebuah senyuman muncul dari bibir brian dia lalu menyendok bubur milik Ray dan mengarahkannya pada ay, “ayo buka mulutnya, tangan daddy tidak akan Lelah menyuapi kedua kesanyangan daddy”.
Ay langsung memakan yang disodorkan brian padanya dengan senyum cerah, “makasih daddy” ucap gadis itu senang.
“Abang juga dad” Ray tidak mau kalah dia yang telah menghabiskan bubur di mulutnya meminta Brian untuk menyuapi lagi.
“Oke” Brian kembali menyendok bubur itu dan menyuapkannya pada Ray, berganti-gantian kedua bayi brian saling membuka mulut hingga bubur di piring Ray sudah habis dan berganti dengan bubur milik ay yang masih utuh, brian kembali menyuapi kedua orang yang dia sayang itu dengan senyum cerah.
‘Ceklek’ Pintu kamar inap itu terbuka.
“Ya ampun ay~ kenapa kamu jadi ikutan minta suap sama brian” pekik Ara tidak percaya, ternyata yang datang tadi adalah ara, dia hendak mengambil ray kembali.
“hehehhe” ay cengengesan dan menggaruk tengkuknya.
“gak apa mom, permintaan baby” bukan Ay yang menjawab melainkan brian, dia juga tidak masalah menyuapi ay dan Ray, malah dia merasa senang kedua kesayangannya itu masih bersikap manja padanya.
Ara tertawa pelan dan geleng-geleng kepala, “untung bukan permintaan yang susah, abang udah selesai makannya? Kita pulang lagi ya”
“hmm” Ray menatap mommy dan daddy nya, sebenarnya pria itu masih mau bersama daddy dan mommy, tapi dia takut akan menyusahkan mommy dan daddy nya jika dia tidak pergi, “oke grandma” jawab Ray.
“hati-hati ya sayang, jangan nakal dan dengarin apakata grandma” nasehat ay pada putra sulungnya.
“Iya mommy, mommy harus cepat sembuh biar bisa cepat main sama abang” jawab bos kecil itu.
“Iya, sini cium mommy dulu dong” ay merentangkan kedua tangannya meminta cium dari putra tampannya itu.
Dengan semangat Ray mencium kedua pipi Ay, setelah itu dia mencium brian, baru pulang bersama ara.
“Ayo sayang buka mulutnya” brian masih menyuapi Ay, karena bubur ditangannya masih ada sedikit belum habis.
...🐺🐺🐺🐺🐺...
Brian menatap Ay dengan mata sendunya, “apapun akan aku lakukan untukmu sayang” jawab brian, dia menggenggam tangan ay dan mencium punggung tangan itu dengan lembut.
Ay menatap intens mata suaminya itu, tiba-tiba saja pikirannya melayang pada malam panas pertama mereka, ay menginginkannya, tapi dia tidak boleh melakukan itu.
“kau memikirkan saat kita bercinta sayang?” tebak Brian dan otomatis membuat tubuh ay menegang mendengar tebakan brian yang tepat sasaran, dia menunduk malu sambil menggigit bibir bawahnya.
Brian terkekeh melihat reaksi istrinya kecilnya itu, “jangan membuat sesuatu di bawah sini semakin menegang kalau wajahmu terus saja memerah setiap aku goda sayang” bisik Brian ditelinga ay.
Pipi ay semakin bersemu merah, apa lagi kini tatapan mata Brian padanya penuh kasih dan menggelap seperti saat gairahnya meluap.
Brian tersenyum sensual untuk kembali menggoda istri kecilnya itu, dan sialnya itu semakin membuat ay menginginkan dirinya untuk dimakan oleh brian. Dan juga brian telah termakan godaannya sendiri, dia juga menginginkan ay, pria itu juga lapar saat ini. Brian sudah dimakan gairahnya, dia mulai mendekat kearah ay, hingga gadis itu bisa merasakan nafas hangat Brian menerpa kulit wajahnya.
“Sayang~ aku mencintaimu” bisik brian kemudian ay menutup matanya sebelum brian menempelkan bibirnya pada bibir ay. Brian menekan bibirnya dengan perlahan dan me***at bibir ay dengan rakus. Ay sama sekali tidak menolak ciuman yang diberikan brian dia juga membalas me***at bibir brian.
Berhenti sejenak, brian menatap ay begitu sebaliknya, kedua orang itu sama-sama menginginkan hal itu.
Brian kembali memiringkan kepalanya, kembali menekan bibir ay dengan bibirnya, kembali menyesap dan menikmati rasa manis dari bibir ay, gadis itu mengerang ketika ciuman lembut brian semakin cepat dan membuatnya sulit bernafas, apalagi l***h brian yang sudah menyusup dan membelit didalam sana. Sedangkan ay kini juga merasakan tangan brian sudah ada dibalik pakaian rumah sakit yang dia kenakan, membelai perut datar ay dengan lembut dan membuatnya sedikit bergeliat.
Terengah-engah, nafas kedua manusia itu terdengar di sela sela ciuman yang kini menuntut. Tidak bisa dihentikan, ay sama sekali tidak bisa menghentikan tangan brian dan ciuman panas yang pria itu berikan.
Bunyi kecupan bibir brian terdengar sangat merdu di telinga ay, dan itu semakin membuat kedua pasangan suami istri itu semakin dimakan oleh gairah. Ay sudah bergerak tidak nyaman, karena tubuh bagian bawah gadis itu sudah terasa panas dan lembab. Bukan hanya ay, brian juga mulai merasa kesakitan karena celana pria itu mulai mengetat.
‘Ceklek’ pintu terbuka, tapi kedua pasangan itu masih berciuman panas dan sama sekali tidak terganggu dengan orang yang masuk kedalam kamar itu.
“ehem” dehaman itu tidak membuat Brian menghentikan aktifitasnya.
“Aku pikir sudah memperingatkanmu, istrimu perlu istirahat BRIAN!” suara johan menggema di dalam ruangan itu. Johan tidak habis pikir dengan kelakuan brian, ternyata tangan ay yang terlilit selang infus tidak menghalangi brian untuk mencium istrinya itu.
Brian yang sudah sadar, mulai menghentikan ciuman itu dnegan perlahan, dia mengalap sisa air liurnya di bibir ay dengan menggunakan tangannya, ketua mafia itu sama sekali tidak terlihat malu telah terpegok oleh sahabatnya. Sementara ay sudah memerah dan tidak berani mengangkat wajah melihat johan.
“Istrimu perlu istirahat dan sudah aku bilang belum boleh melakukan itu” sindir Johan lagi.
“Hanya ciuman tidak lebih” jawab Brian santai.
“Tidak lebih apanya aku lihat tanganmu menyusup masuk kedalam pakaian istrimu, ayolah brian ini rumah sakit dan istrimu sedang sakit, tahan diri dulu untuk beberapa hari saja” keluh Johan sambil memijat kepalanya, pusing melihat tingkah sahabatnya itu, apa lagi sekarang johan juga ingin mencium seseorang karena menonton adegan live itu.
"Jangan hanya menyalahkan ku, ini salah istriku yang sangat menggoda" balas brian.
"ahhh!" Johan menghela nafas panjang, "ini peringatan terakhir brian, aku tidak akan tanggung jawab jika istri mu kenapa-napa!" ancam johan.
...🙈🙈🙈🙈🙈...
udah apa lanjut aja ya??? 🤭🤭🤭
bonus pict
Bos mafia sedang kerja