My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 52. Wedding Dress



AL, EL dan AY telah selesai dari menyanyinya mereka bertiga turun dari panggung dengan tepukan tangan yang sangat meriah kepada ke tiganya.


“kamu kok gak nangis sayang?” tanya Deon pada Ara.


“Aku terharu kak, tapi gak bisa nangis” kekeh Ara, padahal sebenarnya dia tidak menangis karena Deon yang ada disebelahnya telah memecahkan konsentrasinya, suaminya it uterus saja menangis padahal lagu itu di tujukan pada Ara.


.


Theo, pria yang akan dijodohkan dengan ay, terlihat terus memperhatikan dari ay yang baru memasuki taman hingga ay yang sekarang turun dari panggung bersama dengan kedua saudara kembarnya.


“Ada pria yang terus melirik gadis kecilmu” bisik Daddy George pada Brian.


“Ya aku tau” jawab Brian santai, dia bukannya tidak tau, tapi pria itu berpura-pura tidak tau, karena tidak ingin menghancurkan pesta yang sudah susah payah mertuanya buat untuk menyambut dirinya.


“Ay selamat ya, kau akan menikah sebentar lagi” ucap Theo sambil menjulurkan tangannya pada Ay.


Ay tersenyum hangat pada theo, dia tau pria itu bukanlah jahat, karena daddy deon tidak menyingkirkan pria itu, dan malah mengundangnya kedalam pesta yang keluarganya buat, tapi senyum yang diberikan ay bukanlah senyum menggoda, tapi senyum merasa bersalah dan senyum persahabatan.


“Makasih” ay baru saja ingin membalas jabat tangan Theo, namun tertahan karena Brian yang langsung menggantikan ay untuk membalas jabatan Theo.


“Makasih ucapannya” ucap dingin brian, sebelah tangannya masih menggendong jessi sebelah lagi dia gunakan untuk menjabat tangan theo.


“Sorry jika lo marah dengan sikap gue, tapi gue disini datang secara damai, gue tidak berniat merebut ay dari lo, selama lo menjaga ay dengan baik gue gak akan berusaha merebut ay dari lo, tapi jika lo menyianyiakan ay, siap-sap gue akan maju untuk merebut dia” ucap Theo, pria itu sama sekali tidak takut dengan jiwa mafia yang dimiliki Brian.


“Kak, udah deh, yuk makan lagi, nanti mommy marah kakak gak menghabiskan makanan yang telah dia suguhkan buat kakak” sela Ay, dia berusaha menarik tangan Brian untuk segera menjauh dari sana. Dia tau pria mafia nya itu sangat pantang jika di tantang seperti itu. “kak theo terima kasih untuk ucapannya, semoga kakak mendapatkan yang terbaik buat kakak” salam perpisahan dari ay, theo hanya membalas ucapan ay dengan senyum miris. Theo berharap dirinya lah yang lebih dulu bertemu dengan ay, dan dia bisa mendapatkan hati ay.


“Kamu membelanya sayang?” bisik Brian.


Ay menghela nafas panjang, “kakak mau bertengkar di sini? Gak ada gunanya kak, jika pest aini hancur, mommy akan menarik izinnya dari kakak, apa kakak yakin mau melakukan itu?” tantang ay.


Brian menggeleng pelan, “maaf, terima kasih sudah memperingatkanku sayang” ucap brian.


“Jessi sini sama daddy” Axel tiba-tiba muncul diantara kedua pasangan kekasih itu.


“Ndak au” ucap jessi dia semakin menguatkan pelukannya pada leher brian.


“Yee… bakpau ini punya yaya! Sana sama daddy axel” gerutu ay.


“ndak au! Yaya cana ama daddy elek” usir Jessi. Brian terkekeh diperebutkan oleh dua gadis kecil, yang satunya sudah dewasa tapi sikapnya seperti anak kecil, yang satu lagi memang masih kecil.


“Noh liat gara-gara kamu, jessi jadi suka nempel sama yang ganteng-ganteng” ledek axel dengan tawa jenakanya.


“Sisi ayolah, itu punya yaya” ucap ay.


“jessi ayo ini udahmalam, waktunya kamu tidur” ajak axel sekali lagi.


“ndak au” ucap gadis itu tapi mulutnya sudah menguap karena mengantuk.


“nanti kalau dia tertidur, saya akan mengantarkannya pada uncle” akhirnya brian mengeluarkan suaranya juga.


“Iya, ana uncle !” ucap jessi mengusir bapaknya sendiri.


Axel melongo melihat tingkah putrinya itu, persis seperti ay saat masih kecil.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


Ay begitu senang saat memandang dirinya yang ada didepan cermin, saat ini ay sedang mencoba beberapa gaun pernikahan yang akan digunakan untuk foto pre wedding dan acara pesta yang akan dilaksanakan 3 hari lagi.


Sangking senangnya ay bahkan menari riang saat telah mengenakan pakaian weddingnya.


“aduhh anak mommy senang banget nampaknya” kekeh ara, dia ikut kedalam ruang ganti untuk membantu putrinya mencoba beberapa gaun.


“Mom, boleh gak foto prewedding nya pakai baju hanfu ?” tanya ay.


“Hanfu bukannya itu pakaian tradisional china?” beo ara.


“Iya, ay pengen banget coba foto pakai baju itu mom, boleh ya” pinta ay lagi.


“sebentar lagi pakaiannya datang, kita coba gaun pestanya aja dulu ya” ucap Ara setelah dia menghubungi temannya.


Ay tersenyum Bahagia, dia langsung memeluk mommy kesayangannya itu dnegan senang. “thank you mom, love you” ucap ay dengan sorak Bahagia.


.


Ay telah selesai di dandani, dengan percaya diri gadis itu tegak menunggu gorden yang menutupi dirinya terbuka, dan berhara dua orang pria berbeda umur itu memujinya.


“cantik dan sangat indah” ucap Brian spontan.


“cantik yang putriku” ucap Deon dengan spontan.


Keduanya sama-sama serentak memuji ay, lalu setelah itu mereka berdua saling menatap sinis, seperti ada laser yang memancar pada keduanya.


“Benar kerenkan, bagaimana ini saja, liat” ara membalikkan badan ay, dan terlihatlah punggung ay yang terlihat sangat mulus, “tulang punggung ay sangat indah bukan, dengan gaun ini akan menunjukkan lekuk tubuh ay yang sempurna dan__”


“ganti” ucap Brian dan deon serentak.


Ara menghentikan ucapannya, “tadi kalian setuju, sekarang kalian tidak setuju! Sebenarnya apa mau kalian sih!” kesal mommy ara.


“Iya, dad ini sangat cantik ini pilihan mommy loh” ucap ay.


“gak ada! Jelek setelah dilihat-lihat lagi” ucap deon.


“ganti ay, dan jangan ada yang punggungnya terbuka apa lagi menampakkan belah dada” deon mengangguk setuju dengan ucapan yang barusan Brian ucapkan, entah kenapa kalau urusan itu keduanya sangat kompak untuk menolak ak menggunakan pakaian itu.


“Hisss! Kompakan benar tolaknya” kesal ay, gorden kembail ditutup, untuk Kembali mengganti baju yang akn ay gunakan.


.


Setelah tiga puluh menit watu menunggu yang terasa seperi berada digunung es, brian akhirnya bisa bernapas lega saat gorden yang menutupi ay Kembali terbuka, kali ini ay terlihat mengunakan pakaian yang sedikit lebih tertutup, walau sekarang masih sexy.


“kenapa harus terbuka gitu bahunya?” tanya brian.


“Cuma untuk foto prewedding gak apa ya, please dan, please kak brian” bujuk ay dengan mata berbinar-binar.


Brian dan deon hanya sama-sama menghela nafas panjang, “baiklah, tapi cari baju yang lebih tertutup untuk pesta pernikanan” ucap deon, brian langsung mengangguk setuju dengan ucapan Deon.


“yakin? Nanti ay diremehkan loh kalau tidak terlihat wah” goda ara.


“Yakin” ucap brian dan deon serentak.


“siapa disini yang berani menghina putri dari deon! Dia harus maju melawanku” ucap deon tegas.


“baiklah, mommy hanya bisa memberi nasehat, kalian para pria jangan terlalu mengekang ay” ucap ara sebelum Kembali masuk ke dalam gorden yang sudah menutupi ay.


...🐼🐼🐼🐼🐼...


hay semua besok ya update 2 chapter, author capek banget hari ini, Terima kasih masih mau mengikuti cerita ini.


bonus pict deh:


pakaian ay yang kedua dan foto prewedding ay



ini dedek ay lagi kesenangan bakal nikah



pakaian yang akan menjadi pilihan daddy deon dan brian apakah terlalu sederhana?