
Ay bangun begitu pagi, dia bahkan sejak tadi sibuk mengganggu brian yang sedang tidur sambil memeluk dirinya.
‘cup’ brian bangun dan langsung mengecup bibir gadisnya.
“morning baby” sapa brian dengan suara seraknya dan itu terdengar sangat sexy.
“morning” jawab ay dengan senyuman yang mengembang di bibirnya dia sudah biasa dengan kebiasaan mencium brian yang tiba-tiba.
“Kenapa pagi-pagi menggangguku tidur?” tanya brian dengan masih memberikan kecupan pada bibir, pipi dan hidung ay.
“cepat siap-siap ke apartemen” rengek ay.
“ketemu di kampus aja ya, kasian abang al kita ganggu pagi-pagi begini, jauh juga jaraknya sayang” ucap brian berusaha membujuk ay.
Ay mengangguk pelan, “ya udah tapi bilangin abang datang cepat dan tunggu di gerbang” ucap Ay dengan wajah sedihnya.
“Iya nanti kakak bilangin, sama abang al buat datang cepat ke kampus” ujar brian, pria itu masih sibuk menciumi wajah istrinya itu.
Ay mendorong wajah brian sedikit menjauh darinya, “kak, mandi sana, kita mau cepat-cepat ke kampus!”
“bentar lagi ya masih enak begini” brian semakin mempererat pelukannya dan mencium leher ay serta bahunya yang terbuka.
“nanti telat perginya” rengek ay.
Brian tiba-tiba tersenyum nakal, ia langsung duduk di kasurnya sambil menatap ay yang masih berbaring.
“Kakak senyum kenapa itu!” ay sudah merasa ada sesuatu yang dipikirkan brian.
“Kamu tau aja” seru brian.
“KAK!” ay berteriak karena saat ini tubuhnya langsung di angkat oleh brian ala bridal style.
“mandi bareng biar mempersingkat waktu” kekeh brian, pria itu sudah tersenyum Bahagia menatap ay yang ada dalam gendongan.
Ay menggeleng sambil menahan tangannya pada dinding pintu kamar mandi, “Gak mau! Kalau mandi sama kakak yang harusnya tiga puluh menit jadi berjam-jam!” tolak ay.
“baby, ayolah Cuma sejam, gak lebih” bujuk brian sambil menaik turunkan alisnya.
“Gak mau! Kakak pasti bohong! Kalau si lobak udah masuk goa pasti betah mendam di dalam goa!” tolak ay lagi.
Brian tertawa kecil mendengar penolakan gadisnya, “1 jam aja sayang, ayolah gak lebih kok, please” bujuk brian lagi, ketua mafia ini gak bakal menyerah demi mendapatkan tujuan utamanya, kue cubit.
Dan lagi dia sangat suka memandikan istrinya, selain mandi bisa icip-icip dikit.
“Satu jam aja, janji” ay mengarahkan jari kelingkingnya pada brian.
Dengan senang hati brian mengaitkan jari kelingkingnya, dalam hati dia berucap ‘tidak janji sayang’. Bisa-bisanya ay kembali termakan rayuwan gombal si ketua mafia.
Setelah brian menyetujui permintaan ay, barulah ay melepaskan pegangannya dari dinding pintu, membiarkan brian memandikannya dan melakukan apapun yang dia mau, salah dia punya suami ketua mafia yang staminanya selalu on setiap hari, percuma menyesal karena ay juga sudah ketagihan dengan lobak import milik brian.
Suara-suara mendesah mulai terdengar didalam kamar mandi, untung saja saat ini tidak ada maid yang datang ke kamar itu, jika ada mereka akan berubah merah mendengar suara-suara kenikmatan yang terdengar dari dalam kamar mandi, entah apa yang dilakukan brian dan ay di dalam sana, hanya mereka yang tau.
.
Brian sendiri, tertawa kecil melihat istri nya seperti itu. “Baby tegak lagi ni, karena liat kamu yang seperti itu” ucap brian sambil menunjukkan lobak import yang berada didalam kurungan handuk.
Ay menoleh sedikit melihat lobak import brian yang memang sudah menegang, setelah itu gadis itu mendengus sebal, “tidurkan sendiri sana!” omel ay, dia kembali sibuk memakai **********. “Itu lobak gak pernah tidur capek jadinya! Ni gara-gara kakak sejam-sejam Taunya lebih dari sejam!” ay kembali mengomel, membuat brian kembali tertawa mendengar omelan nya.
“kenapa ketawa-ketawa cepat pakai baju kakak sana!” ay menatap suaminya yang masih mengenakan handuk di bagian bawahnya saja, gadis itu memicingkan mata, bajunya jangan di tanya, dia masih mengenakan dalaman saja, belum luaran.
“Ambilin sayang, tapi ini gimana masih tegak” ucap brian, menunjuk lobak nya yang masih tegak.
“gak ada ya! Udah capek atas bawah nidurkan! Tu lobak gak bakalan pernah lesu heran jadinya tiap hari tegang aja!” omel ay, dia memang mengomel tapi tangannya sibuk mencarikan baju yang akan dipakai suaminya sementara dirinya hanya berjalan ke sana kemari hanya mengenakan dalaman saja, apa tidak tegak si lobak import.
“baby ayolah!” goda brian.
“kakak mau ay potong tu lobak biar gak bangun bangun lagi atau tidurkan sendiri!” ancam ay yang sudah berkacak pinggang.
Brian cepat mengangguk dan menelan saliva nya, “tidurkan sendiri” jawab brian cepat sambil menutup matanya membayangkan hal yang mungkin bisa membuat si lobak kembali lesu.
“bagus! Ni ambil, cepat pakai” ay menyerahkan pakaian brian ditangannya. “jangan bangun-bangun lagi lobak nya! Heran tiap hari pasti bangun, gak pernah puas itu lobak” ay kembali mengomel hal yang sama sambil memakai pakaiannya sendiri.
“Baby, kamu kok tiba-tiba jadi cerewet gini? Tadi malam nempel kayak perangko, manja luar biasa, tapi sekarang kok berbeda” tanya brian heran. Karena biasanya istrinya itu tidak pernah mengomel sepanjang itu.
Ay berdecak dan menatap brian sinis, “Kalau malam singa nya tidur! Kalau pagi singa nya bangun, jadi jangan ganggu-ganggu ay kalau sudah pagi! Gak suka kakak!” bentak ay dengan berkacak pinggang.
Brian tersenyum dan menggeleng, “suka sayang, malah kamu terlihat makin hot dengan ekspresi seperti itu” brian mengedipkan sebelah matanya kearah ay.
Ay geleng-geleng kepala, “gak mompan ngedip ngedip kan mata! Ini lagi marah kak! Serius ! gara-gara kakak ay telat ke kampus!” ay kembali marah-marah dan mengambil baju lagi dan memasangnya kembali.
“masih jam 7 juga, sayang, kamu kuliah jam 8” jawab brian, pria itu menahan tawanya saat melihat tampilan ay.
“1 jam gak akan cukup perjalanannya kakak! Tau jalan bisa macet, bisa yang lainnya! Ini nih nikah sama ketua mafia resikonya besar!” ay menarik tasnya dan berjalan mendekat kearah brian. “ayo kita pergi” ajak gadis itu.
“Yakin mau pergi seperti itu sayang?” tanya brian sambil menaik turunkan alisnya.
“Yakin !ayo kita pergi” ajak ay sekali lagi.
Brian memegang dagunya sambil melipat tangannya di dada, “model baru ini sayang?” tanya brian lagi, pria itu dari tadi sudah menahan tawanya melihat gaya berpakaian ay.
“mo-del__” ay menghentikan ucapannya saat melihat tampilannya di depan cermin, gadis itu menutup mulutnya tidak percaya apa yang baru saja dia kenakan. “kok jadi kayak superman gini! Pasti gara-gara kakak ini!”gerutu ay, pasalnya apa yang dikenakan ay sungguh sangat memalukan, dia mengenakan celana jins dan diluar celana jins dia mengenakan dalaman, jadi seperti superman yang dalaman ada diluar.
“kok aku sayang, kan kamu sendiri yang pakai” kekeh brian, tawa pria itu sudah tidak dapat ditahannya lagi.
“iya kakak ajak bicara terus jadi gak fokus ay pakai baju, untung kakak ingatkan!” kesal ay, dia kini mengintip sesuatu didalam celana jins nya.
“melihat apa sayang?” tanya brian.
“Takut lupa pakai dalaman” ucap ay, gadis itu kembali menatap cermin untuk memastikan tidak ada yang salah dengan tampilannya. “oke perfect” ucapnya lalu berbalik dan menuju brian.
“Udah siap?” tanya brian.
“Udah ayo cepat!” ay langsung menarik tangan brian, tanpa persetujuan pria itu, dia sudah tidak sabar bertemu dengan abang al.
...🙈🙈🙈🙈🙈...