My Little Girl

My Little Girl
77. Takut Mencintai



Kris terus saja mengikuti kemana Ara pergi hingga membuat gadis itu risih, bahkan sampai pulang sekolah pun, kris mengikuti Ara, hingga sampai ke halaman sekolah.


Sedangkan Ara yang begitu risih segera berlari menuju suaminya yang sedang menunggu di depan sekolah.


"Kak" rengek Ara sambil memeluk Deon, Ara tidak peduli lagi menjadi tontonan teman-teman sekolahnya, dia ingin cepat-cepat kabur dari kris.


"Kak Sky!" panggil Kris.


Deon melirik Kris yang memanggilnya.


"Ini aku kak, Kris, adiknya kak vio" Kris menunjuk dirinya sendiri.


Deon hanya mengangguk singkat pada kris.


"Kakak saudaranya Ara, wah bisa dong aku dekatin Ara" komentar Kris membuat pandangan Deon yang awalnya ramah berubah marah.


"Ara tunanganku, bukan saudara" sinis Deon.


Kris langsung diam, tidak berkutik ketika suara dingin dan tatapan menusuk itu tertuju padanya.


"Tapi bukannya kak vio yang jadi calo__" kris tidak dapat lagi melanjutkan ucapannya, ketika tatapan Deon semakin menusuk padanya.


"Aku peringatkan padamu, jangan pernah mengganggu calon istriku! atau tau akibatnya" Deon segera membawa Ara masuk kedalam mobil.


Sedangkan Kris hanya bisa memandang sendu mobil Deon yang berlaku pergi bersama Ara.


"Ternyata sudah ada yang punya, tapi sebelum janur kuning melengkung aku siap menikung" gumam Kris.


dia ingin menuju tempat praktek kakaknya dia akan menyampaikan apa yang terjadi hari ini pada kakaknya.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


"Hei, little girl, kok cemberut gini?" Deon mencubit gemas pipi Ara yang sedang cemberut.


"Jangan pegang-pegang" Ara menepis tangan Deon dan menetap sinis padanya.


'ckkiiittt' Deon menghentikan mobil nya di pinggir jalan, membuat Ara sedikit bingung.


"Ada apa? kenapa cemberut gini" Deon meraih kedua tangan istrinya menggenggam tangan itu dan menciumnya berkali kali.


"Siapa itu vio?" tanya Ara pelan, sepertinya tadi gadis itu mendengar ucapan Kris yang meski singkat cukup mampu diartikan oleh otak jenius Ara.


"Ahh" Deon mendesah panjang, "Kakak akan jawab tapi liat dong mata kakak" bujuk Deon.


Ara akhirnya berbalik dan melirik Deon. "Siapa dia kak? wanita yang waktu itu menggoda kakak di amerika?" lirih Ara.


Deon mencubit gemas hidung mancung Ara, "Iya dia yang mencoba menggoda kakak di Amerika, kakak juga sudah cerita dia teman SMA yang kakak ceritakan waktu itu, lalu mau tau apa lagi?"


'Cup' Deon mendekatkan bibirnya ke bibir Ara, mengambil kesempatan untuk mencium bibir mungil itu sekilas.


"kakak udah bosan ya sama Ara" kini Ara menunduk, liat bukan gadis kecil Deon sedang cemburu, tingkahnya persis seperti anak kecil, karena itu Ara sangat takut Deon yang dewasa akan bosan dengan tingkah kekanakan nya.


"Siapa yang bilang? kakak gak pernah bosan" ujar Deon sambil mengelus rambut Ara dari samping.


"Dengan Ara kakak belum bisa menyentuh Ara lebih, kakak kan cowok, pasti kakak mau melakukan hal lebih sama seorang wanita kan"


Deon tidak tau dari mana pikiran Ara berasal tapi dia yakin, Ara nya sedang terpengaruhi oleh sesuatu.


"Kakak tidak mau melakukan hal yang seperti dalam otak kecil kamu dengan wanita lain, kakak bukan seorang maniak, kakak tidak peduli, kakak siap menunggu kamu sampai siap dan kakak tidak akan pernah bosan menunggu" jelas Deon.


"Sekarang katakan pada kakak, siapa yang menanam kan ucapan seperti tadi di otak ini?" Deon mencubit gemas pipi istrinya.


🍃flashback on🍃


Ara masuk kedalam kamar mandi cewek, kebetulan kamar mandi itu kosong, tidak ada satu orangpun, saat Ara mencuci tangannya di westafel Shasa masuk kedalam kamar mandi itu.


"Selamat ya, buat semua yang elu lakuin sama gue, berkat lu Dimas mutusin gue". sindir Shasa pada ara.


" Yakin karena aku? bukan karena sifat kamu sendiri yang membuat semua orang yang ada di dekatmu membenci dirimu" ucap Ara dengan santai.


"ahh pria melihat cewek hanya karena fisiknya saja, jika dia sudah bosan maka kau akan di buang, liat saja kak Al yang tidak bisa menyentuh cewek itu akan bosan denganmu, dia hanya penasaran kenapa bisa menyentuh mu, setelah itu dia akan mencari wanita yang bisa memuaskan nya! kau tidak akan mungkin bisa memuaskan kak al, dengan tubuh seperti itu" Shasa memandang hina bentuk tubuh Ara.


Ara tidak menjawab apapun, dia hanya berlalu pergi, tapi kata-kata Shasa terus terngiang di pikirannya, bagaimana jika suatu saat ada wanita yang hadir dan kehidupan Deon dan wanita itu bisa memuaskan Deon, dia hanya anak kecil yang tidak bisa melakukan apapun yang dia bisa hanya bertingkah seperti umurnya.


🍃flashback off🍃


Begitu mendengar cerita Ara, Deon langsung menarik gadis itu untuk duduk di pangkuannya, dia tidak peduli gadis kecilnya memberontak.


Berkali-kali bibir Deon mendarat di seluruh wajah Ara. dari kening, mata, hidung, pipi, hingga bibir, Deon berulang kali menghujani Ara dengan ciumannya.


"Kak" rengek Ara.


"Apa perlu kakak usir wanita itu dari sekolahmu, mulutnya terlalu berbisa untuk membuat istri kecilku sedih".


" Jangan kak, kasian dia sekolah disana juga pakai beasiswa, keluarganya yang mengandalkan dia, kasian jika dia keluar dari sekolah, tinggal satu tahun lagi" bela Ara, walaupun dia marah pada Shasa tapi hati Ara masih menganggap Shasa sebagai sahabatnya.


'cup cup cup' Deon kembali mengecup kening, pipi dan bibir Ara.


"baik lah, tapi ini adalah peringatan terakhir pada gadis itu, kakak tidak ingin istri kakak ini berpikir hal yang aneh aneh.


"Jadi kakak tidak risih dengan sikap Ara? walau Ara seperti ini?"


"Tidak " Deon menggeleng pelan.


"walau kita belum mekakukan hubungan suami istri?"


Deon mendekati telinga Ara menjilatnya sedikit memberikan rangsangan pada Ara, "kita liat saja, sampai kapan kamu akan tidak tergoda pada kakak" Deon terkikik geli melihat tampang istrinya yang sudah memerah padam, padahal dia hanya sedikit menggodanya.


"Jadi kamu mau kuliah dimana? mau masuk kuliah di tempat kakak juga?" sekolah milik Deon itu sebenarnya satu paket dengan tempat kuliah, tidak jauh dari sekolah tempat Ara bersekolah, ada kampus yang memang orang-orang yang keluar dari sana akan dijamin masa depannya, karena kebanyakan akan menjadi pegawai dari perusahaan perusahaan yang Deon miliki.


Lulus dari sekolah para siswa dan siswi mempunyai kesempatan sekitar 80 persen untuk lanjut ke kampus milik Deon. jika orang luar ingin masuk mereka harus mengikuti ujian berbeda dari siswa sekolah Ara, mereka akan diberikan kesempatan langsung untuk melanjutkan ke jenjang kuliah.


"hmm gak tau, Ara bingung".


" Kenapa bingung?"


"Ara sudah menikah, ara sekarang harus mengutamakan suami ara, jadi ara bingung kuliah atau tidak" ara berucap dengan sedih.


Deon mengambil nafas panjang, "Ra, kakak menikahi kamu bukan berarti kakak mengambil masa remaja mu, kakak menikahimu karena kakak takut kamu akan dimiliki orang lain, bukan untuk menjadi pembantu di rumah kakak, kamu cukup menjadi Ara seperti biasanya, jangan memikirkan apapun, apalagi memikirkan pria lain, kamu hanya perlu bersenang-senang habiskan uang kakak jika kamu bisa, jadi jangan jadikan pernikahan kita sebagai halangan untuk mencapai masa depanmu sayang" Deon berusaha memberikan pengertian pada istri kecilnya.


...🐤🐤🐤🐤🐤...