My Little Girl

My Little Girl
Extra 1. Ke Mall



“Daddy pergi kerja dulu ya, kalian jangan nakal, kasian mami kalua kalian nakal” Deon mengecup perut Ara yang sudah terlihat membuncit sedikit padahal usianya baru 3 bulan, mungkin ini karena ara mengandung kembar 3.


“iya daddy, daddy juga jangan nakal liat-liat cewek cantik” ara menirukan suara anak kecil.


Bunda Deon dan mami ara sampai tertawa melihat perpisahan yang dilakukan deon setiap pagi.


Semenjak kehamilan Ara, deon meminta kepada kedua orang tuanya untuk tinggal bersamanya menjelang Ara melahirkan, Deon sangat takut Ara akan dalam bahaya jika tidak ada orang tua yang berpengalaman disamping istri kecilnya.


“Kamu ada-ada saja saying, kakak masih belum bisa nyentuh cewek” deon memang sedang melanjutkan pengobatan atas phobianya, tapi dia masih belum bisa sembuh, sepertinya pengobatan yang dia lalui harus berjalan dengan sangat lama.


“Ohhh jadi kalua udah bisa sentuh, bakal ngelirik gitu?” ara melirik sinis suami tampannya itu.


“Gak gitu juga konsepnya sayang” deon mencubit gemas hidung ara, “Ini udah ada tiga ekor, ngapain kakak ngelirik yang lain” lanjut deon lagi.


“Pokoknya awas kalua ngelirik-ngelirik yang lain” Ancam Ara.


“Siap tuan putri, kakak pergi dulu ya” Tidak lupa Deon mengecup bibir istrinya dan menyalami kedua ibunya yang masih sibuk menyiapkan sarapan.


Ara Dilarang bekerja, apalagi memasak, dia seperti putri raja yang semua kebutuhannya dilayani, Cuma mandi saja yang dia tidak dimandikan, selebihnya dia hanya duduk manis bermain ponsel dan membaca buku.


Hobi baru gadis itu adalah membaca novel romantis, deon sampai menyiapkan satu lemari penuh berisi buku-buku novel yang akan dibaca Ara.


Ara dilarang mengikuti kuliah, dia diberikan cuti selama setahun, dia benar-benar terlalu dijaga oleh Deon, untung saja Ara tidak marah dengan sifat deon yang terlalu over protektif, dia sangat bersyukur berarti semua orang sangat menyayanginya. Walau dia sedikit sedih tidak dapat mengikuti kuliah Bersama teman-temannya.


...🐣🐣🐣🐣🐣...


Ara tiba-tiba saja ingin mendatangi mall dan ingin makan Ice Cream langsung di mall, gadis itu langsung mendatangi bunda dan mami yang sedang menonton drama di tv.


“Mami, bunda, ara boleh makan ice cream gak?” Tanya ara tiba-tiba dan duduk didekat mereka.


Ara memang selama 3 bulan ini tidak boleh mamakan makanan yang dingin, minum minuman dingin apa lagi makan ice cream, itu semua karena takut bayi didalam perutnya terlalu cepat membesar. Bunda dan mami saling pandang, mereka tau ini juga pasti permintaan bayi ara, makanya gadis itu bertanya dulu jika ingin makan sesuatu.


“Kalau dikit aja gak apa saying, mau mami suruh bi arin belikanatau buat?” tanya mami.


Ara menggeleng pelan, “Ara gak mau makan disini, ara mau makan langsung di mall, sekalian kita jalan-jalan ke mall” rengek ara.


“kita tanya Deon bentar ya__”


“Kalau tanya kakak pasti jawabannya gak boleh, ya udah ara gak jadi pergi” Ara ngambek dan pergi Kembali kekamarnya, yang sekarang sudah dirubah tempatnya menjadi dibawah, jadi ara tidak perlu naik turun tangga lagi untuk kekamar. Deon memang sudah mempersiapkan lift tapi bagi deon itu masih terlalu bahaya, makanya dia memindahkan kamar mereka jadi dibawah, karena tidak ingin mengambil resiko bahaya.


Bunda dan mami tertawa melihat ara yang ngambek tiba-tiba. Gadis itu terlihat sangat menggemaskan, selama 3 bulan ini dia memang tidak pernah keluar dari rumah, kecuali saat kerumah sakit, hanya saat itu Ara pergi keluar rumah, jika ingin berolahraga, dia masih bisa keluar rumah yang memang memiliki taman sangat besar.


“Cepat telepon Deon, nanti keburu ibu hamil itu ngambek nya kelamaan” ujar Shahnaz pada Mitha.


Mitha segera meraih ponselnya, untuk menelpon Deon.


“Hallo, Deon”


“Iya bun, ada apa?”


“Istri kecil kamu lagi ngidam, pengen makan ice cream di mall sekalian belanja disana, apa kamu bolehkan?”


“Hahahaha, hanya itu bun, bentar Deon minta kosongkan mall dulu baru bunda dan mami ajak Ara kesana”


“Kenapa harus dikosongkan nak?”


“Bahaya bun, Deon tidak mau ada resiko bahaya bagi istri dan anak deon, jadi deon ingin mengutamakan keselamatan mereka, Deon tutup bentar ya bun, nanti Deon kabari jika sudah bisa kesana”


“Baiklah kalua bisa secepatnya ya, biar istrimu tidak ngambek kelamaan”


“Hahahaha, iya bun”


“Hah?!” Shahnaz hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah over protective menantunya.


‘Ting’


“Udah bun, bunda sama Mami bisa ajak ara kesana, bawa korsi roda juga ya bun, takutnya ara kelelahan jalan” Mitha tertawa membaca pesan dari putranya. Dia segera menunjukkan pesan itu pada Shahnaz.


“Ayo kita siap-siap” Shahnaz dan MItha segera tegak untuk menuju kamar putri mereka.


...🐤🐤🐤🐤🐤...


Bagi Deon Mengosongkan Mall dalam waktu singkat itu sangat mudah, dia tidak masalah harus rugi milliaran disbanding keselamatan istrinya terancam. Sejak acara pernikahan mereka banyak yang mulai mengincar ara, hanya orang tua dan ara saja yang tidak tau, deon sengaja menyembunyikan kenyataan, istri kecilnya itu sering diintai untuk diculik oleh para pesaing bisnisnya.


“Ara kayak orang sakit harus pakai kursi roda” gumam ara pelan.


“Iya gak papa sayang, gak ada yang liat juga, nanti kalua kamu kecapekan bisa marah suami tampan kamu” ledek bunda deon.


“Iya-iya,ara ngerti kok, jadi cepat sekarang kita makan ice cream, liur ara udah keluar ini membayangkan ice cream”


“Hahahaha baik princess mami”


Ketiga Wanita itu tampak senang berbelanja dan berjalan-jalan Bersama, seperti permintaan ara dulu, ya walau sekarang sedikit berbeda karena tidak ada pengunjung di mall itu.


.


“Kak Deon berlebihan banget ya bun, liat di setiap sudut diletakkan bodyguar, emang ara anak presiden?” keluh ara sambal memakan ice creamnya.


“Kamu lebih hebat dari anak presiden, kamu istri pembisnis nomor satu di dunia, wajar jika Deon memperlakukanmu istimewa” Mitha menjelaskan pada Ara.


“emang sebahaya itu posisi Ara ya bun?”


“Iya sayang, kamu tau dulu bunda pernah keguguran, penyebabnya karena saingan bisnis ayah menculik bunda, saat melakukan penyelamatan, Bunda mengalami kecelakaan, dan akhirnya bunda keguguran, sekarang kelemahan Deon adalah kamu, jadi wajar dia memberikan segala perhatiannya padamu, belum lagi bahaya saat kamu melahirkan, suamimu itu sangat menyayangimu, makanya dia melakukan semua ini” Nasehat bunda pada menantunya.


“Iya bun, ara akan dengarkan semua perintah kak deon, bunda dan mami” ara tersenyum lebar pada mertuanya itu.


“Bagus, jangan suka ngambekkan sama suami kamu, kasian dia” Mami ara ikut menambahkan.


“habis ini kita mau kemana?” Tanya Bunda.


“Ara pengen beli baju bun, baju ara udah mulai gak muat,apa ara gendutan ya? Nanti kak deon gak suka lagi”


“hahahha gak mungkin sayang, wajar kamu gendutan, ini ada tiga didalamnya, ayo kita habiskan uang suamimu” ajak bunda dengan senang hati.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


bonus pict



ibu hamil yang lagi pengen jalan-jalan


🌺🌺🌺🌺


Hai semuanya, author balik lagi dengan Extra story nya Deon dan ara, author pengen minta bantu ni dengan semuanya yang baca, bantuin author pilih 3 nama untuk anak-anak Deon dan ara dong, anaknya 2 cowok 1 cewek, bantuin ya please.. nama yang paling bagus dan menarik bakal author gunakan sebagai nama anak mereka, Terima semuanya, mohon bantuannya ya 😄😄😄



minal aidin walfaidzin semuanya, mohon maaf lahir dan batin, maafkan author selama ini ya jika banyak kata-kata author yang membuat kalian marah. ❤❤❤