My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 55. Kejamnya mafia



Saat pertempuran berakhir ay dan ara hendak tegak dan berlari menuju Brian dan deon tapi Langkah kakinya terhenti saat Brian berteriak.


“sayang jangan keluar dulu dari persembunyian!” teriak brian.


“kenapa brian?” tanya Deon spontan.


“masih ada orang yang mencurigakan di sini dad, kita singkirkan mereka dulu baru boleh mereka keluar” jawab Brian, dia memberi kode pada anak buahnya yang sudah datang untuk mengeluarkan semua pengunjung yang terjebak disana, apa lagi Brian masih belum bisa memastikan siapa penghianat yang ada didekatnya atau di dekat deon.


“jangan keluar dulu sayang masih di tempat kamu berada” teriak brian lagi, padahal saat ini posisinya hanya ada dia, deon, ara dan ay yang masih bersembunyi.


“kenapa lagi? Sekarang sudah sepi” kesal Deon.


“Bentar dad” jawab singkat brian dia melirik keseliling, tidak lama bobby datang menghampiri dirinya.


“Sudah dapat tuan, mereka karyawan yang ada di sini, dan kami sudah menangkap mereka semua, mereka bekerja sama dengan geng mafia yang lain karena ini menyangkut nama tuan” ucap bobby sambil menunduk hormat pada brian.


‘Buk’ Brian melayangkan sebuah tinju pada bobby, “Aku bilang jangan ada masalah selama aku bersama kekasih dan kedua mertuaku! Inspeksi Kembali semua orang yang sudah kalian tangkap dan semua anak buah kita, aku tidak mau kecolongan lagi seperti ini!” geram Brian.


“baik tuan” jawab bobby sambil menahan sakit dari tinjuan Brian.


“Sudah keluar sayang” ucap Brian.


Ay dan Ara keluar dari sudut ruangan, Ara langsung berlari memeluk deon, badan Wanita itu bergetar hebat. Deon tau sitrinya itu sedang ketakutan.


Brian menatap sedih kepada mertuanya yang sedang berada dalam pelukan Deon.


“Aku tidak apa sayang, aku tidak terluka” ucap Deon berusaha menenangkan Ara.


Tidak lama setelah itu ara melepaskan pelukannya pada Deon dan menatap brian, “Kamu tidak apa nak?” tanya Ara dengan suara bergetar.


Brian tersenyum sambil mengangguk pelan, “tidak apa mom, bagaimana dengan mommy?”


Ara membalas senyuman brian dengan senyuman yang di paksakan, “tidak apa” jawab ara singkat.


“aku akan membawa istriku pulang, kau antarkan ay, sekalian kita bicara di rumahku” ucap deon pada brian.


Brian mengangguk dan menunduk pada mertuanya itu, “baik dad” jawab brian pelan.


Ay mengelus lengan Brian dengan lembut, “tidak apa, mommy memang sedikit syok tapi mommy baik-baik saja kok” ucap Ay, dia berusaha memberikan ketenangan pada Brian.


“Aku sudah membuat mommy mendapatkan trauma” gumam Brian pelan.


Ay menyentuh pipi Brian, “Tidak apa kak, ini memang pertama kalinya mommy melihat orang yang mati didepannya dan melihat senjata api secara langsung, tapi aku yakin mommy akan mengerti, kakak jangan cemas ya” ucap ay lembut.


“kau bagaimana sayang? Kau tidak takut setelah melihat sisiku yang mengerikan seperti itu?” tanya brian sambil menyentuh pipi ay.


Ay menggeleng pelan dan memberikan senyuman hangatnya pada brian. “Aku sudah biasa melihat darah bahkan penyiksaan dan kematian didepan mataku kak, sejak umur 15 tahun daddy memperlihatkan padaku dan kedua saudara kembarku bagaimana kejamnya dunia, dan aku sudah tau dunia mafia itu seperti apa, asal kakak tidak menggunakan dunia mafia untuk kejahatan aku tidak masalah kakak tetap di dunia seperti itu” ungkap ay.


Brian langsung memeluk ay, “ terima kasih sayang, terima kasih tidak meninggalkanku setelah melihat sisi gelapku” lirih brian.


Ay balas memeluk Brian, “iya kak, jangan nangis dong, masak bos mafia nangis” ledek ay.


Brian mencium kening ay lembut, “siapa yang nangis haa?” tanya brian dengan senyum jenakanya.


“kakak memang terharu, tapi masih belum bisa menangis hanya dengan itu sayang, tapia pa pernikahan kita akan batal karena kejadian ini?” tanya brian lagi, pria itu menjadi sedikit cemas, jika pernikahannya akan batal.


Ay menggeleng, “enak aja dibatalin udah mau ay undur 3 hari, gak boleh batal dong! Kalau batal kita kawin lari kak” ucapan ay membuat brian tersenyum senang, dia mencubit gemas pipi calon istrinya itu.


...🐯🐯🐯🐯🐯...


“kamu tidak apa sayang?” tanya deon pada istrinya yang sedang memeluknya dengan erat.


“Hmm tidak apa” jawab Ara pelan.


“Kamu takut dengan brian?” tanya deon lagi, “sayang begitulah dunia mafia yang ada, kamu masih memiliki waktu untuk membatalkan pernikahan ay, jika kamu takut dengan brian” tambah deon.


Ara menggeleng pelan, “bukan takut, hanya sedikit syok melihat kematian didepan mataku” jawab ara. “tapi yang aku heran kenapa ay terlihat biasa saja melihat orang mati didepan matanya” lanjut ara lagi sambil menatap suaminya dengan serius.


“Ay kan sering aku ajari bela diri sayang” jawab deon, dia masih tidak mau memberitahu bagaimana cara dia mengajar putra dan putrinya.


“Aku juga bisa bela diri kak, tapi aku masih ketakutan mendengar suara tembakan, apa lagi orang yang mati di depan mataku, tapi melihat ay hari ini aku tau, ada yang kamu sembunyikan dariku kak, kenapa putri kecilku tidak ketakutan atau merasa jijik melihat orang di bunuh di depan matanya” ujar ara.


“Itu Cuma perasaanmu saja, aku kan sering mengajarkan ay cara menembak jadi dia biasa mendengar suara tembakan, dan mungkin saja bagi kamu yang melihat ay biasa mungkin ay hanya berpura-pura tegar agar kamu tidak semakin ketakutan sayang” elak deon.


Ara tampak berpikir lalu dia mengangguk pelan, “ya mungkin itu Cuma hayalanku saja, tapi kamu harus cerita jika ada yang kamu sembunyikan dariku” ucap ara.


Deon segera mengangguk setuju dengan ucapan ara.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


Brian melangkah masuk kedalam ruang kerja deon, tadi setelah mengantar ay kedalam kamarnya, brian dipanggil deon untuk menuju kamarnya.


‘tok tok tok’


“dad ini brian” ucap brian didepan pintu masuk deon.


“masuk” jawaban dari dalam ruangan itu membuat brian berrani membuka pintu itu.


“katakan apa saja yang kau ketahui tentang kakek tua yang kau bunuh tadi” ucap deon to the point.


“seperti yang daddy dengar, hanya itu yang aku tau” balas Brian.


Deon menghela nafas panjang, “aku tadi mendengar asistenmu bilang dia bekerja sama, apa maksudnya?”


“sepertinya ada mata-mata entah itu dari orang-orang daddy atau orang-orangku, masih belum tau kakek tua itu bekerja sama dengan mafia mana, aku masih mencari tau dan mencari mata-mata dari dalam klan mafiaku dad” jawab Brian dengan tegas.


“bagaimana kau yakin ada mata-mata?” tanya deon.


“dad, tempat kita makan itu adalah restoran milik daddy, kalau bukan mata-mata siapa yang memberitahu keberadaan kita pada kakek tua itu, brian masih mencarinya jadi berikan brian waktu dad” ucap brian.


“baiklah aku juga akan mencari dari anak buahku, jika kau salah bersiap saja aku akan mengambil Kembali putri ku” ancam deon.


...🦊🦊🦊🦊🦊...