
Kris tersenyum penuh arti, saat melihat Shasa mulai mengubah gayanya saat datang ke sekolah, gadis itu sedikit mengikuti cara ara berdandan.
"Dim" panggil kris. Pria itu segera membisikkan sesuatu pada Dimas, kris menyuruh dimas memuji Shasa, dan mengatakan ada sesuatu yang berubah darinya dan itu lebih menarik dari biasanya.
Dengan anggukan pelan Dimas segera menuju kursi shasa. Dimas memang mengakui ada perubahan pada gaya Shasa seperti yang dikatakan Kris, gadis itu sedikit terlihat lebih nakal?
"Sha, kamu hari ini kok beda ya?" tanya Dimas ketika sampai dikursi Shasa.
mendengar ucapan Dimas, meli, Ella dan yang lain juga ikut memperhatikan Shasa.
"Eh iya ada yang beda dari lu sha" ucap Ella.
"Gak ada kok, gak ada yang gue ubah" bohong Shasa, dia tidak mau ketahuan jika dia mengukuti cara bermake-up ara. dan dia agak merubah baju sekolahnya menjadi lebih pendek, pada lah Ara tidak pernah seperti itu.
"Ada sha, lu jadi lebih cantik hari ini" gombal Dimas, sesuai permintaan Kris, Dimas terus berusaha memuji Shasa.
Shasa menunduk malu mendengar gombalan dimas, setelah dimas pergi meli dan Ella segera mendekati shasa.
"Sha, kayaknya Dimas pingin balikan bentar lagi" bisik Ella.
"Gue gak mau ah, nanti dia putusin gue gara-gara ara lagi' cemberut Shasa.
" Jangan terlalu dipikirkan tentang ara, dia sudah nampak menjauh kok dari dimas" bisik Ella lagi.
"Kan memang seperti itu, Ara akan mengejar yang sudah jadi milik orang, tapi jika tidak menjadi milik siapapun akan dia biarkan" sinis shasa, gadis itu masih dendam pada ara, karena ara berhasil merebut semua yang dia inginkan, sekarang bahkan posisi pertama disekolah sudah dimiliki ara.
Shasa sedikit melirik Kris dan Dimas yang sedang tertawa bersama, Kris mengedipkan sebelah matanya pada shasa lalu kembali bercanda bersama Dimas.
"Ya ampun dia ganteng banget, yang dia katakan emang benar, tapi sayang k*p*rawananku jika diambil cuma-cuma oleh kris, sebaiknya aku menjual keperawananku dan mendapatkan uang setelah itu aku akan minta kris untuk membantuku belajar cara menggoda pria" batin Shasa. Dia tersenyum senang memikirkan rencana baru yang berhasil dia dapatkan, dia yakin jika Deon akan tergoda padanya jika shasa mengikuti jejak Ara.
...🐤🐤🐤🐤🐤...
Sepulang sekolah, meli dan shasa jalan-jalan ke restoran berdua, tadi shasa bilang dia ingin mentraktir meli makan di restoran milik ayahnya, restoran itu kini kembali terkenal, seperti dulu saat masa jaya orang tuanya.
"Ada apa sha bawa gue keruang vip punya lu, kita makan di tempat lain aja" ucap meli, dia segan memasuki ruangan tertutup itu.
"ada hal penting yang ingin gue tanyakan, dan perlu ruangan privat" Shasa memilih ruangan vip di tempat nya karena dia tidak perlu bayar, sebab dia pemilik tempat itu.
"Ngomong apaan?" tanya meli yang mulai penasaran.
"Mel, gue tau keluarga lu gak terlalu kaya, tapi yang gue perhatikan, lu sering ganti-ganti tas dan sepatu branded, dari mana uangnya?"
"Dari mana lagi kalau gak dari oom-oom kaya yang mau biayain hidup gue, sekarang gue udah gak kerja kayak gitu lagi sha, gue liat ara yang dipelihara pengusaha kaya, jadi gue juga ikutin jejak dia, gue ketemu sama om kaya dan dia mau biayain semua keinginan gue asal gue muasin dia di ranjang sama-sama untungkan, gue juga dapat double enak, **** itu enak loh sha, lu mau coba?" goda meli.
Niat hati ingin bercandain aja, ternyata shasa mengangguk, hak itu membuat meli terbelalak kaget.
"Gue mau jual k*p*rawanan gue tapi hanya pada kak andri dan kak angga, lu mau gak tanyain ke mereka?"
"Whaattss? lu masih waras kan sha? kehidupan keluarga lu udah mulai enak, apa lagi yang lu butuhkan?" Sontak Meli tidak percaya dengan ucapan Shasa barusan.
"Lu liatnya kayak gini, tapi gue masih belum di kasih uang jajan yang banyak, bokap membatasi pengeluaran gue, jadi gue gak bisa belanja barang-barang yang gue inginkan" Shasa mulai menceritakan sikap ayahnya yang dia pikir adalah kejahatan.
"Lima puluh juta" jawab shasa cepat.
"Lu gila! mana ada yang mau! kemarin tu keberuntungan lu malah mau dihargai sama lagi".
" tanyakan aja dulu ya, please gue butuh banget" rengek shasa.
Meli mendesah panjang, "lu gila, gue aja dihargai hanya beberapa juta, lu mintanya segitu, mana cuma mau sama andri dan angga lagi".
"Ayolah coba aja, siapa tau mereka mau" bujuk shasa lagi.
"Iya gue coba, tapi kalau ada orang lain yang mau dan bayar segitu gimana?
" Tolak aja, gue cuma mau lepas k*p*rawanan gue sama andri atau angga " kekeh shasa. Ada-Ada aja permintaan shasa, hanya mau dengan kedua orang itu.
Meli hanya bisa menggeleng melihat tingkah shasa.
"Ya udah nanti gue kabari, soalnya nanti malam gue mau ke club milik kak andri sama sugar daddy gue.
Shasa langsung memeluk tubuh Meli, "makasih ya Mel" ucapnya.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
Siang itu deon dengan terpaksa harus mengikuti permintaan Sahabat-sahabatnya untuk makan siang diluar.
Dan ini benar-benar diluar, andri dan angga mengajak deon makan siang di cafe yang ada di salah satu mall yang cukup besar.
sebenarnya Deon cukup malas untuk datang, tapi karena ancaman kedua temannya Deon terpaksa datang, apa ancamannya? tentu saja ara, Deon yang selama ini tidak mau mempertemukan ara dengan kedua siluman buaya itu dan keduanya dengan lantang mengatakan akan mendatangi sekolah ara dan menculik istri kecilnya serta menggoda ara, tentu saja karena ancaman yang seharusnya dia tidak perlu takut itu, deon datang.
.
"Hai Sky!" sapa Andri dan angga berbarengan. Disana bukan hanya ada andri tapi ada Violet juga yang telah duduk diapit andri dan angga.
Bukannya menyapa balik Deon duduk sambil menatap sinis Violet, "aku peringatkan pada kalian, jika tidak mau investasi yang aku tanam pada perusahaan kalian akun ambil kembali, maka jangan pernah ikut campur dalam masalahku".
" Eeiitttss sky jangan marah dulu" seru Andri dengan cepat.
"Ayolah sky, sudah lama kita tidak reuni" Angga berusaha menahan tangan Deon untuk pergi dari sana.
"Katakan vio apa yang kamu mau hingga membawa mereka berdua untuk memihak mu".
" Sky, vio itu baik, dia udah punya sertifikat untuk menyembuhkan mu, kenapa kamu tidak mencobanya?" seru angga.
Deon menghela nafas dengan panjang, "Setelah mereka berdua siapa lagi yang kamu minta untuk menyuruhku sembuh vio? kamu pikir jika aku sembuh, kamu dapat mendekatiku? vio... vio.. pertama kamu mendatangiku, setelah mendapatkan penolakan berpindah pada orang tuaku sekarang kedua sahabatku, lalu siapa lagi? kau akan mencoba membujuk calon istriku?" Kesal Deon.
"Deon, tolong dengar penjelasan ku, aku sahabatmu, aku ingin__" Violet hendak menyentuh tangan Deon tapi tangan violet ditahan.
"Penjelasan apa lagi tan! jangan pernah menyentuh suamiku!" maki ara dengan keras setelah itu gadis itu pergi meninggalkan Deon dan teman-temannya.
...🐥🐥🐥🐥🐥...