
Brian memacu mobil nya dengan laju menuju markas yang dia miliki di sana, pria itu tampak sangat marah saat ini, brian baru saja mengetahui bahwa yang ikut dalam pembasmian itu adalah klan mafia Cedric, mafia yang menjadi pusat balas dendam brian karena telah melenyapkan nyawa ibu kandungnya.
'brak' Brian dengan kesal menendang pintu dengan kakinya. Pria itu langsung duduk di kursi kebesarannya, menunggu sang asisten menjelaskan semua yang terjadi.
Bobby yang baru saja mengintrogasi para komplotan yang masih hidup langsung melaporkan semua yang dia ketahui pada Brian.
“Kok bisa kecolongan seperti itu! Bukannya daddy sudah menghabisi hampir 90 persen dari clan mafia cedric!” maki Brian pada bawahan daddy yang juga ada disitu.
"Masih 90 persen son! 10 persen lagi belum” daddy George yang kebetulan juga ada disana menjawab pertanyaan Brian.
“DAD! Kenapa bisa membiarkan 10 persen lagi!” brian sama sekali tidak takut membentak daddy nya sendiri, pria itu sudah berada dipuncak emosinya, 2 hari lagi dia akan menikah dan saat ini pernikahannya terancam batal jika tidak segera mendapatkan siapa mata-mata dan dalang dari semua ini.
“10 persen itu para Wanita, aku tidak bisa membunuh mereka semua” ucap daddy George.
Brian menatap sinis daddy nya sendiri, “Daddy yang mengajarkan pada ku jangan pernah memberi ampun baik itu Wanita ataupun anak-anak! Sekarang liat apa yang para Wanita itu lakukan pada ku dan mertuaku! Mommy ara jadi takut padaku dad!” bentak Brian. “ini alasan kenapa aku ingin keluar dari mafia, membalas dendam itu tidak akan pernah ada habisnya! Dia membunuh mommy lalu aku balas dendam, dan keluarganya balas dendam padaku, begitu seterusnya sampai diantara kami habis seutuhnya” lanjut Brian, pria itu tampak frustasi mengacak-acak rambutnya.
“Tenang lah son! Aku akan memastikan pernikahanmu tidak akan ada gangguan, aku sudah memanggil semua bawahan yang paling aku percayai, aku yang akan menghabisi 10 persen sisanya” ucap daddy George, sebenarnya dia memberikan kelonggaran pada para Wanita juga karena mengingat istrinya, tapi seperti kata brian, dalam klan mafia kita tidak boleh merasa kasihan baik itu untuk Wanita dan anak-anak, karena jika mereka memendam dendam maka mereka akan menjadi monster, perang akan berakhir jika semua musuh sudah diratakan semua tanpa pandang buluh.
“Ntah lah aku tidak tau! Sekarang daddy deon mengancam ku jika aku tidak mengetahui siapa mata-mata yang memberi tahu lokasi ku maka ay akan diambil dariku” kesal Brian, dia menghentakkan tangannya pada meja kayu di dekatnya hingga terbelah menjadi dua bagian, inilah brian jika dia marah akan sangat mengerikan, karena dia betul-betul di tempa sebagai ketua mafia oleh daddy George, sebenarnya daddy George merasa bersalah telah mendidik putra nya menjadi seorang iblis tanpa belas kasih, tapi hanya ada satu yang membuat brian menjadi manusia normal, hanya satu yaitu danaya, putri dari keluarga Allinsky itu yang bisa membuat brian mempunyai ekspresi tertawa Bahagia, tersenyum tulus dan menangis, hanya karena alasan itulah daddy George membiarkan brian memilih istrinya sendiri.
Padahal sebenarnya daddy George ingin menjodohkan brian dengan melani, sesuai permintaan terakhir dari istri tercintanya, tapi jika dengan melani Brian akan semakin menjadi iblis, daddy George hanya bisa meminta maaf pada mendiang istrinya karena tidak bisa mengabulkan permintaan itu, dia lebih merasa bersalah telah membuat Devil dalam wujud manusia pada diri Brian.
“Anu tuan kami sudah mengetahui siapa mata-matanya” jawab Bobby dengan sedikit ketakutan, dia tidak mau diberi bogem mentah lagi oleh Brian.
Mata tajam Brian langsung menatap Bobby dengan serius, “siapa?!” pekik brian.
“Me-melani tuan” jawab Bobby.
Brian langsung tegak dan hendak melangkahkan kakinya untuk mencari melani, Wanita yang akan di jodohkan dengannya atas permintaan mommy nya.
“Brian! Biar daddy yang mengurusnya!” teriakan daddy George menghentikan Langkah kaki brian. Pria itu menatap horror ke arah daddy nya sendiri.
“Jika daddy memberi ampun pada Wanita itu aku sendiri yang akan melayangkan tembakan pada seluruh keluarga Wanita itu!” ancam Brian dengan mata memerah padam.
“Dia hanya gadis yang patah hati karena kamu memilih danaya, brian” ucap Daddy George, pria tua itu sebenarnya menyayangi melani seperti putrinya sendiri karena melani hidup disekitarnya sejak kecil.
Brian semakin mengepalkan tangannya geram, “SEKALI LAGI DADDY MEMBERIKAN AMPUN PADA PARA WANITA, AKU SENDIRI YANG AKAN TURUN TANGAN!” brian menekankan setiap ucapannya pada daddy George.
“kau tidak takut ay akan kabur darimu? Melihat dirimu yang tidak punya belas kasih seperti ini?” tegur Daddy George.
Brian tegak menendang kursi yang didudukinya hingga menghantam dinding dan hancur terpecah belah, “Siapa yang berani mengadukan sifat asliku pada ay, dia akan berakhir seperti itu, termasuk dirimu dad!” setelah berkata begitu brian pergi dari sana, dia meninggalkan daddy George bersama para bawahannya.
Daddy George menggeleng, “aku telah membesarkan iblis, apa benar pria itu putraku? Melani adalah teman masa kecilnya, tidakkah dia memberi sedikit pengampunan pada gadis itu?” gumam daddy George, memang dia yang mengajarkan brian menjadi seperti itu, tapi dia tidak menyangka brian akan menjadi semengerikan itu. “Pernahkah kau melihatnya menjadi manusia bob?” lanjut daddy George pada bobby yang masih berdiri di sana.
“hanya bersama nona ay, tuan brian menjadi manusia normal, bahkan tadi saat insiden ******* itu, tuan muda menahan sifat iblis nya agar tidak terlihat oleh nona ay” jawab bobby.
Memang tadi saat insiden ******* yang ada di restoran brian menahan dirinya untuk tidak lebih menggila, bisa saja yang parahnya dia akan membunuh semua pengunjung yang ada untuk mencari apakah masih ada tersisa mata-mata diantara pengunjung, tapi brian membiarkan mereka pergi, dan diintrogasi oleh anak buahnya.
“Kau benar bob, hanya dengan gadis kecil itu aku melihatnya menjadi manusia, saat di pesta itu pertama kali aku melihatnya seperti pria normal yang sedang jatuh cinta, sepertinya melani tidak dapat memasuki sedikitpun hati brian, padahal aku sudah memberikan kesempatan pada gadis itu” keluh Daddy George.
...🦁🦁🦁🦁🦁...
‘Brak’ brian membanting pintu kamarnya, pria itu masih tidak dapat menahan emosinya saat ini.
🎼
Deringan ponsel menyadarkan pria itu, dia segera merogoh ponselnya, senyum dan urat-urat di kepala nya langsung menghilang begitu tau panggilan itu dari ay, gadis kecil miliknya.
📲“hai sayang, ada apa?” jawab brian dengan nada lembut, berbanding 180 derajat dengan brian yang mengerikan tadi, jika anak buah brian melihat sosok brian yang ada disekitar ay, mereka tidak akan percaya itu adalah brian, karena sangat berbeda jika sosok iblisnya bangun, selama ini iblis dalam diri brian tertidur karena ada ay disekitarnya dan otak pria itu dipenuhi oleh ay.
📲“Kak, besok kakak gak boleh kemana-mana kata mommy” ucap ay.
📲“Maksudnya ?” tanya brian tidak mengerti.
📲“mommy bilang calon suami sama calon istri itu sebenarnya gak boleh kemana-mana seminggu sebelum menikah, tapi karena kita menikahnya mendadak jadi mommy bilang kakak harus di rumah aja besok, jika kakak keluar mommy akan melarang kita menikah” ucap ay.
📲“Lalu gimana cara kakak ketemu kamu sayang?” tanya brian lagi, kali ini pria itu sedikit kelabakan.
📲“satu hari aja, setelah itu kan kita menikah besoknya” ucap ay.
Bria sebenarnya tidak ingin untuk menetap di rumahnya saja, tapi karena itu permintaan mertuanya, brian jadi hanya bisa pasrah, menerima nasibnya.
📲“baiklah, kamu juga dikurung sayang?” ucap brian akhirnya.
📲“Iya, ay bakal kangen banget sama kakak” rengekan ay telah membuat senyuman pada bibir brian.
📲“Aku juga, aku juga akan merindukanmu sayang” ucap brian.
📲“Udah dulu ya kak, ay mau perawatan tubuh, biar kinclong pas malam pertama kita” kekeh ay, gadis itu langsung menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban dari brian, tapi pria mafia itu tidak akan pernah bisa marah pada ay, si gadis kecil yang sudah merubah dunianya.
...🐯🐯🐯🐯🐯...