My Little Girl

My Little Girl
20. Ide Gila



Baru saja Deon sampai di kantornya dia sudah di tungguin oleh dua sahabat gila nya. Angga dan Andri tampak duduk santai di sofa ruang kerja Deon. Keduanya tersenyum melihat Deon yang masuk.


"Wooo wooo wooo ada yang udah normal ni" ledek Angga.


"Waahhh lo serius gak gay lagi?"


Tangan Deon dengan sigap menabok muka Andri karena mengatai dia gay. Memang selama ini Deon selalu dibilang gay karena tidak pernah mau berdekatan dengan cewek. hanya ke tiga temannya, axel, Andri dan angga yang tau seberapa normalnya Deon.


Lawan lawan bisnis Deon selalu menyebarkan gosip bahwa Deon gay, agar bisa menjatuhkannya, tapi tetap saja bisnis Deon makin hari makin besar dan meningkat hebat.


"Dari siapa tau?" Deon memilih tidak menggubris ucapan dari Andri dan Angga.


"Nyokap lo, nanya ke kita apa benar anaknya udah bisa dekatan dengan cewek, ya kita jawab aja iya, kan kita gak tau" ucap Andri dangan santainya


"ngomong-ngomong siapa tu cewek?" Angga bertanya karena sangat penasaran pasalnya selama berteman dengan Deon, mereka tidak pernah melihat Deon mau bersentuhan dengan yang namanya perempuan.


Pernah sekali dua playboy itu mencoba mengerjai Deon, mereka menyuruh Deon berkenalan dengan wanita cantik tapi ternyata waria, namun tetap saja Deon alergi padahal itu cewek jadi jadian yang ditemui Deon.


"Rahasia" jawab singkat Deon.


"Wahhh gak benar ni orang! siapa sih ceweknya? atau jangan-jangan lu bohong sama nyokap lu biar gak di sodor sodori cewek lagi".


"yang itu benar tapi gue gak bakal kasih tau siapa ceweknya".


" Tunggu bentar, mending kita tanya Axel! dia pasti tau".


"Wahhh ide bagus, ngapa gak dari tadi andri! dari pada tanya ni beruang kutub mending tanya pawangnya" angga tertawa diakhir kalimatnya.


📲 "Ngapa!" suara kesal Axel terdengar dari speaker ponsel Angga.


📲 "Sabar bro, jangan marah marah" ucap serempak Angga dan Andri.


📲 "Kalian dua playboy kalau telepon gue pasti ada maunya, jadi cepat aja bilang mau apa? gue capek baru tidur".


📲 " oke langsung aja ni bro, lu tau di sky udah bisa pegang cewek?"


📲 "Tau! kalian gak di kasih tau ya kasian! hahahha, itu makanya jadi teman jangan suka ngerjain Deon, alasan pakai acara penelitian" ledek Axel.


Memang benar yang dikatakan Axel, kedua playboy itu sering melakukan penelitian pada Deon, tentang siapa yang bisa menyentuh Deon selain ibunya. Selain waria Deon pernah di dekatkan juga dengan cewek tomboy yang semua gayanya dan mukanya persis cowok, tapi tetap saja Deon masih alergi, malah tambah parah.


Penelitian mereka bukan hanya sampai disitu, mereka pernah menyuruh salah satu pembantunya yang berumur untuk memeluk Deon, dan alhasil alergi Deon tidak sembuh selama 2 hari.


📲 "Heiii itu kan niat kita baik, siapa yang gak mau sahabat kita sembuh, kita berdua ngelakuin penelitian itu agar bisa tau siapa yang bisa mendekati Sky, dan dengan begitu bisa kita bantu carikan".


📲 "berhenti aja, kalian gak akan bisa cari yang lebih cakep dan cantik, ceweknya Deon luar biasa cantik".


Deon tersenyum mendengar ucapan Axel.


📲 "Wahh gak benar ni! kalian berdua main rahasia rahasiaan sama kita, udah cepatan kasih tau siapa ceweknya" desak Angga tidak sabaran.


"Sky lo jahat sama kita-kita main rahasiaan berdua atau jangan-jangan___"


📲 "Stop! jangan mikir aneh aneh, gue masih normal, ceweknya adek gue ngapa kalian!!" Axel memotong ucapan Andri yang ditujukan pada Deon.


"Whhaaaatttt?!!" Teriak dua playboy itu serempak.


Axel dan Deon Akhirnya menceritakan kenapa adik axel bisa bersama dengan Deon.


📲 "Oke xel lu udah gak dibutuhkan lagi, bye!" Angga langsung mematikan panggilan nya tanpa mendengar jawaban Axel, yang pastinya dia akan marah marah di tempatnya.


Andri dan angga sekarang menatap intens Deon yang berpura-pura sibuk dengan ponselnya.


" iya gue penasaran dengan muka tu cewek, beritanya gak ada, si Axel gak pernah mau pertemukan kita dengan Ara, emang apa salahnya sih kita kenal dengan adiknya" Angga menyambung ucapan Andri.


"Jelas Axel gak mau mempertemukan bidadarinya dengan iblis seperti kalian, gue juga gak bakal boleh kalian bertemu dengan Ara" akhirnya ini kata-kata terpanjang yang diucapkan Deon kepada Angga dan Andri sejak hari ini.


"Kita bukan iblis, kita hanya menikmati indahnya dunia".


" Indahnya dunia atau indahnya lubang dunia, hahahaha"


Beginilah bagi andri dan Angga cewek hanya mainan, karena keduanya sudah pernah sakit hati karena cewek, makanya mereka juga mempermainkan para wanita yang mencoba mendekati mereka.


"Tapi kita gak bakal gangguin Ara kok, kita cuma penasaran gimana cantiknya tu cewek sampai Axel selalu membandingkan cewek cewek kita dengan adiknya".


" Minta izin dulu sama Axel sana, baru mau gue".


Keduanya langsung bungkam ketika Deon menyuruh minta izin dari Axel, karena hal itu tidak akan pernah boleh, Axel mengatakan kedua playboy itu boleh bertemu dengan Ara jika Ara sudah menikah.


"Ya udah kita nyerah" Angga mengangkat tangannya ke atas, tanda menyerah.


"Tapi benaran alergi lu gak kumat waktu Ara pegang lu?".


Deon mengangguk singkat menjawab pertanyaan tiba-tiba dari Andri.


" jadi benaran gak kambuh? Apa karena Ara berumur 17 tahun ya" angga dan Andri saling pandang dan keduanya sama sama tersenyum nakal.


"Gue gak bakal mau turuti penelitian kalian" ucap Deon cepat seolah olah tau penelitian apa yang akan dilakukan Andri dan Angga pada Deon.


"Lu tenang aja, luar pasti belum pernah kan ngerasain serambi lempit yang enak, ayolah, kalau penelitian ini berhasil lu bakal menikmati indahnya dunia bareng kita berdua" goda Angga.


"Gue udah pernah" jawab singkat Deon.


"Apa?! kok bisa gimana ceritanya?!" kok kita gak tau?!" pertanyaan beruntun yang diberikan Andri dan Angga.


"Rahasia" lagi lagi Deon menjawab dengan singkat. Hanya Axel dan kedua orang tuanya yang tau siapa yang pernah bermain bersama Deon.


"Sky ayolah sekali ini aja, ini penelitian terakhir kita pleaseee" Andri kembali memohon pada Deon. "Lu gak mau kan kita anggap gay!" lanjut Andri.


Deon menghembuskan nafas panjang, "Iya baiklah, tapi ini yang terakhir".


" Yes!!" sorak bahagia Andri dan Angga.


Keduanya kemudian sibuk mendiskusikan, perempuan yang akan mereka cari untuk Deon.


"pertama pasti harus tujuh belas tahun" monolog andri.


"Benar, tapi kalau hanya itu pasti gagal" Andri dan Angga kembali berdiskusi berdua.


Deon lebih memilih membiarkan kedua setan itu berdiskusi, dia kembali pada meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


"Tuan muda, apa itu tidak apa?" botak sedikit khawatir mendengar diskusi andri dan Angga.


"Sudahlah terserah mereka, dengan begini aku bisa bebas dari penelitian keduanya".


" Bagaimana jika penelitian mereka berhasil?"


"Tidak akan, aku sudah tau itu, mau mereka menyodorkan yang seperti apapun, aku yakin tidak akan berhasil" ucap Deon, dan dia kembali sibuk dengan dokumen dokumen kerjanya.


...🐤🐤🐤🐤🐤...