My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 95. Manjat Pohon



“Ikut aku” perintah brian menuju belakang rumahnya. Johan dan Lars semakin penasaran dan juga merinding, mereka sepertinya sudah membayangkan hal-hal yang mengerikan didalam otak keduanya. Tapi apalah daya kuasa brian sangat besar jadi mereka tidak mampu untuk menolak, apa lagi mereka tidak mau ay sedih, johan berkali-kali mengatakan pada mereka jika kandungan ay sedikit bermasalah, jangan buat emosinya naik turun dan jangan buat gadis itu sedih.


“hidupkan lampu Bob” setelah brian mengatakan itu, malam yang gelap berubah jadi terang benderang seperti lapangan sepak bola pada saat malam hari.


Johan dan Lars menatap bingung pohon besar yang ada di depannya.


“Ini ada apa ya?” johan akhirnya mengeluarkan suara, dia seperti tersangka yang akan dijatuhkan hukuman mati.


“kau dan lars naik lah ke atas” ucap brian.


“Aku? Dan johan? Naik keatas pohon? Mau ngambil buah mangga lagi?” ucapan lars sedikit dengan nada tinggi karena terkejut, ay yang mendengar itu langsung bersembunyi dibelakang tubuh besar suaminya.


Brian langsung memberikan peringatan pada Lars, karena Lars baru saja membuat istrinya ketakutan.


“Ahh, maaf ay” ucap Lars cepat. “Ay cantik kamu ngidam apa lagi?” Lars kini melanjutkan ucapannya dengan nada manis, sangat manis seperti seorang salesman.


Ay menyembulkan kepalanya dari belakang badan brian, tadi dia masih bersembunyi, “om jojo dan om lala duduk diatas pohon sambil makan pisang” bobby datang bersama beberapa maid yang membawa meja dan kursi serta buah pisang yang kuning dan menggiurkan.


Ingin rasanya Lars berlari dan berteriak ‘emang kami monyet’ tapi apalah daya wajah menakutkan suami ay membuat kakinya tidak dapat bergerak sedikitpun.


“besok aja ya, ini udah malam loh” bujuk Johan, dia berharap besok keinginan hati istri tercinta brian itu akan hilang.


Ay menggeleng, “mau nya sekarang..kan gak gelap..” gadis itu sudah mulai terisak kecil, membuat brian semakin bertambah murka.


“cepat naik atau aku lempar kalian berdua ke atas!” ancam brian tanpa suara hanya gerakan bibir, yang bisa dibaca dengan jelas oleh kedua orang itu.


Johan menghela nafas panjang, “tapi om gak bisa pegang pisangnya sambil manjat ay” johan kembali berusaha menolak, bayangkan saja, bagaimana bisa seorang dokter terkenal didunia harus memanjat pohon malam-malam karena permintaan dari ibu hamil dari brian. Kemarin saja konser yang menggemparkan dunia dia masih malu dan itu adalah aibnya yang tidak akan bisa dihapus, bagaimana cara menghapus, seluruh dunia menonton dan mendownload video dia dan lars konser sambil berjoget dan menyanyi GEE dari girls generation.


“naik aja, kasih pisang itu tugasnya Lele, itu alasan kenapa lele juga aku undang” balas brian dengan santainya.


“whaattss?! Enak banget tugas lele!” pekik Lars tidak percaya.


Johan kembali menghela nafasnya, menatap ay dengan wajah sendu, “ay liat apa sampai pengen liat om lala dan om jojo naik pohon?” tanya johan dengan lembut.


“monyet” jawab ay singkat.


Ingin rasanya hati mengumpat, tapi kuasa brian berkali-kali membuat kedua orang itu mengelus dada menahan sabar.


“pengen liat kebun binatang ya ke kebun binatang ay sayang” lirih Lars dengan sedih.


Ay kembali menyembunyikan kepalanya di belakang punggung brian dan itu pertanda terompet kematian akan menghampiri lars dan juga Johan jika mereka tidak segera naik ke atas pohon.


“oke! Naik! Go go go” suara Johan terdengar riang yang dibuat-buat, dirinya ingin sekali menangisi apa yang terjadi.


Ay dibawa duduk di bangku yang tadi maid bawa, gadis itu menatap senang melihat dua orang monyet, ralat dua orang anak manusia yang berprilaku seperti monyet, sedang menuju dahan yang tampak kokoh untuk menjadi tempat duduk mereka.


Dalam hati johan dan Lars berdoa, semoga kunti dan makhluk mistis lainnya tidak ikutan mereka memanjat pohon.


“sudah ay!” pekik Lars dari atas pohon, tidak lama setelah itu dari bawah lele menyodorkan buah pisang dengan menggunakan tongkat panjang, memang mirip seperti memberi makan hewan di kebun binatang.


Ay bertepuk tangan girang melihat Johan dan Lars mengambil buah pisang itu lalu memakannya, melihat kesengsaraan kedua sahabatnya brian bukannya kasihan tapi malah senang karena melihat istrinya tidak lagi sedih malah tertawa bahagia seperti anak kecil yang baru dibawa melihat kebun binatang. Brian memberi kode pada bobby untuk membawa makanan ke meja mereka, dia tau istrinya itu hanya makan sedikit tadi, mungkin cara ini bisa membujuk istrinya untuk makan.


“Ay! Kenapa gak suruh kami untuk bersuara seperti monyet juga?” seru Lars, niat hati ingin menyindir, tapi sindiran itu disambut baik dengan ay, dia bersorak bahagia seperti anak kecil yang sedang di beri permen.


“Iya om!”


Johan menatap Lars dengan pandangan sinis, sementara lars memukul mulutnya sendiri, dia sudah salah ngomong di depan ibu hamil jangan pernah menawarkan ide gila karena ide itu akan disambut baik olehnya. itu peringatan bagi orang yang mempunyai ibu hamil disekitarnya, pesan dari Lars.


“mana suaranya kak?!” pekik ay dibawah.


Menangis, lars ingin rasanya menangis, seorang bule sepertinya sedang memanjat pohon ditemani johan dan kunti mungkin, “uu uu aaa uu” suara johan dan lars berbarengan, tidak hanya makan pisang mereka juga bertingkah seperti penyuka pisang yaitu monyet.


Johan melihat kearah bawah, disana ay sedang makan disuapi oleh Brian, seperti anak kecil yang sedang makan sambil bermain, seperti itulah ay saat ini, johan hanya bisa bersyukur gadis itu terlihat bahagia di bawah sana, ini memang nasib dia menjadi sahabat Brian, mau marah gimana caranya itu bukan permintaan ay, tapi permintaan si bayi yang sedang berkembang didalam perut ibunya, mungkin dengan mengabulkan permintaan si bayi, dia akan berkembang lebih cepat.


“om! Makan pisang lagi!” teriak ay dari bawah, tidak lama leo kembali menyodorkan pisang dari bawah pohon.


Leo yang biasanya pendiam dan cool, tidak bisa lagi menahan tawanya, wajah pria itu sudah berubah merah karena menahan tawa. bukan hanya leo, tapi semua orang yang ada disana tertawa melihat Johan dan lars yang masih nangkring di atas pohon.


"Ay udah ya?" pinta Lars.


Ay menggeleng, "Lha ghi" ucapnya gak jelas karena brian baru saja menyiapkan nasi ke dalam mulutnya.


"Bersuara lagi!" brian yang menyampaikan maksud istrinya. dan itu seperti perintah bagi johan dan Lars yang kembali bersuara layaknya moyet dan memakan pisang yang belum habis.


Sekitar satu jam lamanya kedua pria tampan itu nangkring diatas pohon, baru ay sudah tidak berselera melihatnya lagi. gadis itu masuk kerumah dengan perut kenyang karena brian berhasil menyuapkan satu piring nasi beserta lauknya kedalam mulut ay.


"Good Job! kalian boleh turun" ucap brian.


segera lars dan johan turun dalam hitungan detik untung saja kali ini mereka berdua turun dengan sempurna tidak ada drama jatuh lagi.


"nasib-nasib" keluh johan dan lars begitu sampai di bawah.


...🙈🙈🍌🙈🙈...