My Little Girl

My Little Girl
Extra 12. Three Dan



“Bun, Kenapa lama sekali? Ini sudah lebih dari 30 menit” cemas Deon.


“Sabar Deon, itu anak kamu ada 3 loh, gimana mau cepat? Sekarang berdoa aja” nasehat bunda Mitha.


Lalu suasana menjadi hening, karena mereka semua sibuk memanjatkan doa didalam hati. Meminta keselamatan Arad an juga calon Malaikat-malaikat kecil yang sebentar lagi hadir.


Beberapa jam kemudian pintu ruang operasi akhirnya terbuka juga, Tiga orang dokter keluar dari sana, melihat itu semua orang yang ada otomatis berdiri dari duduk mereka, menatap was was para dokter yang menghampiri.


Para dokter itu tersenyum hangat, melihat kekhawatiran keluarga pasien. Berbeda dengan para perawat mereka tersenyum sambil tertawa kecil karena sempat melihat kejadian konyol Deon dan Axel tadi.


Deon mengabaikan tatapan perawat itu, “Bagaimana keadaan mereka?” Tanya pria itu khawatir.


“Semuanya tenang saja, semua bayi selamat, ibu dan bay-bayinya dalam kondisi yang sehat” jelas salah satu dokter.


Deon akhirnya bias bernafas lega mendengar penuturan dokter itu, sejak tadi dia terus khawatir istri dan anaknya dalam bahaya, dia takut ada kesalahan yang dia lakukan tanpa dia sadari dan membuat istri dan anak-anaknya berada dalam bahaya.


“Dok, apa kami boleh melihat mereka semua?” Tanya Bunda Mitha.


“Oh tentu saja boleh, tapi bayi-bayinya sedang dibersihkan, mereka akan menyusul datang” ucap salah satu dokter.


Deon Melangkah cepat mengikuti dokter yang menangani istrinya, pria itu sudah tidak sabar melihat Ara.


Begitu melangkahkan kakinya masuk, Deon menatap takjub wanita yang saat ini terbaring di atas ranjang rumah sakit. Pria itu tersenyum yang dibalas senyuman serupa oleh Ara. Deon semakin mempercepat langkahnya lebih mendekat dengan Ara.


Tanpa mempedulukan orang-orang yang ada tangan deon bergerak dengan lembut memeluk tubuh gadis kecilnya. Air mata yang tadi dia tahan sudah mengenang dipelupuk mata dan siap untuk jatuh. Deon merasa tidak ada kejadian sehebat hari ini selama masa hidupnya.


Pria itu selama ini tidak pernah berpikir akan menikah dan mempunyai anak, kehidupannya tidak lebih dari sekedar pergi kerja dan pulang kerumah, sekarang dia memiliki istri dan anak yang akan mewarnai hidupnya yang hitam putih itu. Tidak ada yang lebih membahagiakan dari kehidupannya sekarang, deon tidak peduli seberapa rugi dia meninggalkan pekerjaannya, yang dia inginkan hanya hidup bahagia bersama keluarganya.


“Kau menakjubkan saying, aku sangat mencintaimu” bisik deon tepat di telinga Ara.


“Aku tau kak” balas Ara dengan suara pelan.


Deon tersenyum sambil melepaskan perlahan pelukannya, dia membelai seluruh wajah Ara, menghujani wanita itu dengan ciuman sayang, “Aku mencintaimu” ujar Deon sekali lagi.


“Aku juga kak”


“Hmmm hmmm” ingat masih banyak orang disini” sindir Axel.


“Apaan sih Xel, gangguin tontonan mami sama bunda aja” keluh mami dan bunda berbarengan.


“Permisi semuanya” dokter dan perawat masuk dengan 3 buah box bayi.


Deon yang tadi duduk di ranjang, ara segera mendongak untuk melihat.


“Ini yang pertama, abang tertua, sangat tampan dan punya tanda lahir di lengan kanannya” Salah satu perawat menggendong bayi pertama, dan bunda langsung mendekat untuk menggendong bayi itu.


“Ini bayi kedua sangat mirip dengan bayi pertama, tapi tidak memiliki tanda lahir” Perawat kembali menggendong bayi kedua, dan mami langsung mendekat untuk mengambil alih gendongan itu.


“Dan ini yang terakhir, si cantik pemberi warna dalam keluarga ini”.


Deon sedikit menjauh saat Perawat yang menggendong putri bungsunya memberikan bayi itu ke dalam gendongan ara. Deon kembali tersenyum melihat dua wanita kesayangannya ada didepan mata.


Ini memang hari yang luar biasa bagi Deon, menjadi seorang ayah dari tiga orang anak, dari wanita yang paling dia sayangi, tidak ada kebahagiaan di dunia ini yang bias menggantikan itu. Memiliki Ara saja sudah terasa seperti sebuah keajaiban, apa lagi memiliki anak, rasanya tidak bias dijabarkan dengan kata-kata.


“Terima kasih”


Setelah mendengar pujian dan memberikan ucapan terima kasih pada perawat tersebut, keduanya larut menikmati pemandangan mengagumkan malaikat kecil mereka.


“Dia sangat cantik sayang” gumam deon.


“Iya kak, dia sangat cantik, apa kakak mau mencoba menggendongnya?” Tanya Ara.


Deon menggeleng pelan dia takut akan menyakiti putri kecilnya.


“Ayolah kak, bukankah ini yang kakak tunggu, sampai kakak mau untuk mengobati trauma kakak, pelan-pelan kak” bujuk Ara, akhirnya deon mengangguk dan perlahan mengambil alih gendongan bayi perempuannya.


“Hai cantik, ini daddy” ucap Deon pelan dengan memberikan kecupan pada pipi putrinya.


“apa tuan mau skin to skin? Dengan putri tuan?” Tanya dokter itu.


“Skin to skin?”


“Iya mari bapak duduk di sofa” deon mengikuti pengarahan dokter itu. Lalu mulai menyuruh deon membuka bajunya dan dokter juga membuka kain yang menutupi bayi perempuan itu, dan meletakkan perlahan bayi itu pada dada bidang deon.


Bayi itu tampak nyaman berada dalam pelukan daddynya, setitip air mata deon terjatuh, ketika merasakan nafas hangat babynya menyentuh kulit. “sayang, kau akan selalu bahagia didunia ini, daddy janji akan memberikan apapun padamu, dan memberikan seluruh kebagaian kepadamu” gumam Deon pelan pada putri kecilnya.


“Sepertinya yang ini juga mau dok” Bunda mendekat kearah Deon dan dokter memberika bayi yang mereka gendong pada dokter. Begitu juga dengan mami, jadi baby perempuan itu kembali dipakaikan kain penutupnya dan dikembalikan pada ibunya, dua bayi laki-laki deon yang kini gantian menggantikan posisi bayi perempuan mereka.


“hai jagoan-jagoan daddy, terima kasih sudah hadir didunia ini, kalian harus bias menjaga mami dan adik kalian ya, daddy sangat menyayangi kalian” bisik Deon.


...🐤🐤🐤🐤🐤...


Pagi harinya Ara di hebohkan dengan kedatangan ke empat temannya, mereka sudah sangat jarang datang kerumah ara selain takut dikerjai ara yang sedang hamil, mereka juga sibuk kuliah.


“Ganteng banget! Gue minta satu ya Ra, lu kan punya satu lagi” ucap putri spontan. Dia begi tu gemas melihat dua bayi tampan itu.


“Ni minta sama daddynya, kalau bisa” kekeh Ara.


“Kak, bagi satu ya, jangan pelit-pelit” pinta Putri pada Deon.


“Itu manusia Putri, emang lu kata barang, kalau mau nanti malam kita culik satu” canda Juan diikuti tawa yang lainnya.


“Siapa namanya kak?” Tanya Leo.


“Yang pertama, Allinsky Danial Prananta, yang kedua Allinsky Daniel Prananta, dan yang bungsu Allinsky Danaya Zoya, biar gak susah maminya manggil ketiganya panggil aja Three Dan kan semuanya berawalan Dan, panggilan biasanya AL, EL dan Ay”


“Wahhh keren kak, aku suka,heii baby ay, nanti kalau sudah besar nikah sama uncle ya” kekeh Juan.


“enak aja, gak setuju!” tolak Deon cepat.


...🐥🐥🐥🐥🐥...


Makasih ya buat yang udah bantuin kasih saran nama, banyak yang bagus, jangan marah ya kalau author kasih nama ini, dan tetap dukung author terus ya