
Ay mengambil nafas panjang sebelum tirai dibuka, entah kenapa dia merasa sangat deg degan mengenakan dress ke tiga itu, terlihat sederhana tapi sangat cocok digunakan oleh ay, membuat ay terlihat seperti seorang Cinderella.
‘treekk’ tirai dibuka, brian dan deon langsung berdiri dan mereka serentak tersenyum.
“Cantik” gumam brian.
“my little princess, your so beautiful” guman deon.
“kalau ini kalian setuju? Tidak sexy seperti permintaan kalian” ucap mommy ara.
“sangat bagus sayang” ucap deon.
Mereka berempat kini berali ke tempat foto prewedding, setelah menentukan dress yang digunakan ay saat pesta nanti.
.
“Yang ini yakin mau pakai baju ini?” tanya Brian heran, karena dia sedang dipakaikan hanfu dan rambut palsu.
Ay berbinar-binar menatap brian yang telah mengenakan pakaian mandarin itu. “keren banget, mirip actor mandarin yang sering ay nonton itu” puji ay.
Brian hanya bisa menggeleng pasrah, jika untuk kebahagiaan ay dia rela melakukan apapun termasuk memakai pakaian yang belum pernah dia gunakan dan juga menggunakan rambut palsu.
Ay begitu bersemangat menarik Brian ke hadapan kedua orang tuanya, gadis itu merangkul tangan brian sambil berjingrak-jingkrak kecil.
“hati-hati sayang, pakaian ini sangat panjang, nanti jatuh” ucap brian khawatir gadisnya akan jatuh.
“Iya aku gak sabar untuk menunjukkan ke mommy” seru ay senang.
Di ruang tunggu ara dan deon menunggu sambil memakan cemilan yang disediakan, begitu brian dan ay masuk deon yang sedang makan langsung menyemburkan makanannya dan tertawa keras.
“Tu rambut kenapa!” tawa deon, ara sampai menepuk punggung deon agar segera berhenti mengejek menantunya itu.
“DADDY! Ini pilihan ay! Jangan mengejek begitu!” kesal ay.
Deon langsung diam dan berusaha menahan tawanya.
“Mom, emang aneh banget ya?” lirih ay.
Brian ingin sekali menjawab ‘iya’ tapi dia tidak ingin membuat ay kecewa jadi dia pasrah.
“gak kok, ganteng banget, daddy kamu aja yang gak pernah nonton drama makanya berlebihan, ayo kita mulai fotonya” ajak ara.
Ay mengangguk setuju, karena dia sudah tidak sabar untuk berfoto dengan Brian. Selama pemotretan deon selalu saja mengganggu ay dan brian, yang tidak boleh dekat, yang rambut palsu brian terlihat jelek, yang brian tidak cocok dengan gaya seperti itu, masih banyak lagi kerusuhan yang di buat oleh deon untuk menganggu menantunya itu.
“Heiii kalian belum nikah, jangan dekat-dekat” ucap deon lagi.
Ay menatap kesal kepada daddy deon, “mom! Daddy tolong” adu ay.
Ara menhela nafas panjang, “sayang, kamu mau gak dapat jatah selama sebulan?” ancam ara dengan senyum bak psikopat.
Deon langsung angkat tangan dan mengisaratkan tangan mengunci mulutnya dan melempar kunci itu entah kemana.
“Udah sayang, foto aja sesuka kalian jika daddy menganggu lagi, dia tidak akan dapat jatah selama sebulan” ucap ara.
Ay tersenyum sambil menjulurkan lidah pada daddy nya, “Rasain gak dapat jatah makan sama mommy!” mendengar ucapan ay, brian ingin rasanya tertawa tapi takut deon akan marah, yang dimaksud ara tidak dapat jatah urusan ranjang, tapi bagi ay malah disalah artikan dengan makanan, padahal ay selalu menggoda brian untuk melakukan hubungan badan, kita lihat saja hubungan badan seperti apa yang dimaksud ay setelah menikah.
“Lanjutkan fotonya sayang, jangan hiraukan ucapan daddy mu” ucap ara.
Mendengar bantuan dari mertua cantiknya itu brian mendapatkan ide cemerlang di otaknya, dia menarik dagu ay dan mencium ay didepan kedua orang tuanya.
“ya , tahan sebentar, tahan” ucap si photographer yang sedang mengambil foto untuk mereka.
“Yang it__” Deon tidak dapat protes dan marah, karena mulutnya sudah dibekap oleh ara, “berani menggaggu menantuku lagi gak dapat jatah 2 bulan” bisik ara.
Deon hendak membantah tapi tidak jadi karena pelototan mata ara padanya tidak bisa dia bantah. Ini nih suami suami takut istri, kalau diluar bagaikan harimau penguasa, tapi kalau udah bersama istri seperti kucing jinak yang kemana-mana selalu mengikuti istri dan tunduk akan perintahnya.
“Ya pose yang lain” ucap si photographer.
“Ya tahan sebentar” ucap fotograper lagi.
‘clik’ ‘clik’ ‘clik’
“oke selesai” ucap sang fotographer, tapi ciuman brian dan ay tidak berhenti bahkan semakin panas sepertinya mereka berdua sudah lupa ada banyak mata yang telah melihat mereka.
“Yanggg itu” deon menunjuk brian dan ay yang masih berciuman.
Ara menepuk tangan deon yang menunjuk kea rah putrinya dan juga brian, “udah sesekali juga, kayak daddy gak pernah muda aja” balas ara, dia segera menyuruh semua yang ada disana untuk berganti lokasi foto dan memberikan waktu untuk sementara pada menantunya itu.
...🦁🦁🦁🦁🦁...
“Kesempatan kamu ya! Mentang-mentang ara memberikan lampu hijau ! kamu seenaknya mencium putri say__!” geram deon, omelannya terhenti karena ara baru saja memasukkan nasi kedalam mulut suaminya itu. Setelah acara sesi foto keempat orang itu makan malam bersama di sebuah restoran yang dimiliki oleh deon. “hmmkkjdedep” deon menatap istrinya itu dengan melotot, dan ucapan yang gak jelas.
“makan aja jangan ngomel-ngomel, pusing mommy dengar nya” ucap ara sambil memijat keningnya. “makan yang banyak ya menantuku” ara meletakkan sepotong daging ke piring Brian, hal itu semakin membuat Deon mengamuk.
“yang, kok gitu sih sama aku di jejalin gitu aja biar gak banyak omong, sama dia kamu lembut banget” gerutu Deon.
“Biar aja deh dad! Cemburunya gek ketolongan nih, kok daddy masih ngikuti kami sih, tadi katanya daddy sibuk kerja” tambah ay, dia sedang membela brian dan mommynya.
“wah wah! Baru dua hari kamu sudah mengambil dua kesayanganku ya brian!” geram deon sambil berkacak pinggang. “emang gak boleh daddy menemani putrinya untuk memilih baju pernikahan?”
“tapi tadi katanya daddy sibuk” sindir ay lagi, dia memang sempat bertanya pada deon apakah pria itu sibuk atau gak dan dijawab deon dengan jawaban sibuk, tapi setelah tau tujuan ay bertanya, deon langsung mengubah jadwalnya dan mengikuti ay untuk foto prewedding.
“Ini daddy memberikan pelajaran pada brian, keluarga harus selalu diutamakan, jangan sibuk mencari uang aja, jadi walau sesibuk apapun brian di kemudian hari, dia harus selalu mengutamakan kamu sayang” nasehat daddy deon.
Brian tersenyum dan mengangguk mengerti, “baik dad, brian akan selalu ingat”
“Alah, alasan bilang aja masih belum rela putrinya diambil” ledek mommy ara.
“Sayang ak__”
‘DOR! DOR! ‘KKKYYAAAA!’
Suara tembakan dan teriakan orang-orang di luar membuat deon dan brian langsung menundukkan masing-masing Wanita mereka kebawah meja.
“Dad!” panggil brian.
“Aku membawanya” ucap deon, kedua pria itu ternyata sudah mengerluarkan pistol mereka masing-masing.
“mau kemana kamu kak?” teriak ara.
“Disini aja sebentar ya sayang, ay kamu jaga mommy kamu” ucap deon dengan serius.
Ay mengangguk cepat.
“Pakai ini sayang” Brian menyerahkan sebuah pistol pada Ay, dia memang sudah mempersiapkan semuanya, dia sudah tau akan diserang, tapi brian tidak terpikirkan sedikitpun jika penyerangan itu akan dilakukan sekarang.
“Kau bisa menembak?” tanya deon pada menantunya itu dengan sedikit nada meremehkan.
“Aku lebih jago disbanding dirimu daddy, bagaimana jika kita bertanding dad, siapa yang paling banyak menjatuhkan lawan” tantang Brian.
“Ahh sudah lama aku tidak bermain, baiklah, jangan nangis jika kalah” ledek deon dia melirik ay yang sudah menarik mommynya ke pinggir ruangan. Gadis itu tau, sudut ruangan adalah tempat yang paling bagus untuk bersembunyi.
...🐼🐼🐼🐼🐼...
maaf telat ya semua, author kecapekan, hehehe maaf banget ya.
bonus pict sebagai permintaan maaf deh