My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 76. Pertanyaan wartawan



Brian tersenyum saat melihat ay yang masih tertidur saat dia memakaikan baju pada dirinya., sepertinya ay sangat kelelahan hingga tidak sadar brian memakaikan dia baju dan menggendongnya keluar dari kamar mereka. Brian memang memakan semua menu yang ada dari pembuka hingga penutup dan membuat ay seperti itu.


Para pramugari menunduk malu melihat wajah brian yang tampak sangat segar, tidak kelelahan sedikitpun, entah dari mana energi pria itu muncul, dia masih sanggup untuk menggendong ay.


Saat brian hendak keluar, bobby tiba-tiba masuk ke dalam jet pribadi itu.


“ada apa bob?” tanya brian spontan.


“A-anu tuan, i-itu diluar banyak wartawan yang berharap ingin mendapatkan foto tuan” ucap bobby.


“wartawan? Apa mereka tau aku pulang ke Indonesia hari ini?” tanya brian lagi.


“Pengumuman pernikahan tuan dengan putri dari keluarga allinsky sangat mengejutkan public, dan mereka mendengar informasi bahwa jet pribadi tuan sedang menuju kesini, makanya banyak yang berkumpul tuan” jelas Bobby.


“Sial!” umpat brian pelan, takut gadis dalam gendongannya terbangun, “kau carikan kain panjang yang dapat menutupi ay, lalu katakan pada para wartawan itu jika mereka mengeluarkan suara sedikit saja aku akan membuat mereka di pecat dari pekerjaan mereka, dan buat jalan agar aku bisa leluasa lewat” ucap brian.


Bobby langsung mengangguk dan menunduk setuju, “akan saya laksanakan tuan” ucap bobby.


Brian duduk di kursi yang ada disana masih dengan ay didalam gendongannya, pria itu tersenyum menatap wajah ay yang tertidur dengan nyenyak, sesekali brian mengecup pipi dan kening ay untuk mengganggu gadisnya yang sedang tertidur, Nampak tidak adil bukan, dia tidak mau gadisnya di ganggu oleh orang lain, tapi jurstu dialah yang mengganggu ay dalam tidurnya.


Tidak lama dari bobby keluar, pria itu datang dengan kain yang besar cukup mampu menutupi dari leher brian hingga paha pria itu.


“Ini kainnya tuan” bobby menyerahkan kain panjang itu pada brian.


Bukannya mengambil brian tegak dan meminta bobby memasangkan saat dia menggendong ay, dengan cekatan bobby melaksanakan perintah brian.


“Bob, sudah memerintahkan orang-orang untuk diam kan?” tanya brian.


Bobby mengangguk cepat, “semuanya sudah saya laksanakan tuan, mari ikuti saya” ujar bobby penuh rasa hotmat.


.


Brian mengeryitkan keningnya menatap jejeran wartawan yang menunggu mereka tetapi tidak ada yang berani berteriak mengajukan pertanyaan pada brian, hanya diam dan mengambil beberapa foto brian yang berjalan dengan santai menuju mobilnya.


Begitu sampai didepan mobil brian berbalik badan dan tersenyum untuk pertama kalinya didepan public, “Aku tau kalian penasaran kenapa aku seperti ini, aku tidak mau wajah istriku di ketahui public, saat ini dia sedang kelelahan dan tertidur, jadi aku tidak ingin membangunkannya dengan suara pertanyaan dari kalian, jika kalian penasaran dan ingin bertanya berikan list pertanyaan kalian pada sekretarisku, dia yang akan menjawab pertanyaan kalian semua, baiklah cukup sekian saja, terima kasih sudah menutup mulut kalian” ucap brian masih dengan senyuman yang mengembang.


Beberapa wartawan tampak takjub karena ini pertama kalinya mereka mendapat senyuman dari brian, pria yang biasanya muncul dengan wajah mengerikan dan dingin di majalah atau wawancara lainnya, kini tersenyum sambil menggendong seseorang di tangannya, akan muncul berita public yang sangat mencengangkan, seorang George Brian Marcello tersenyum bahagia setelah memiliki istri di sisi nya, sosok ay semakin menjadi pertanyaan public, selain putri dari keluarga Allinsky dia juga sudah menaklukkan dinding es milik brian.


...🐻🐻🐻🐻🐻...


Sampai di rumah besarnya Brian membaringkan ay secara perlahan di kamar pribadi miliknya, Brian sengaja membawa ay ke rumah besar miliknya bukan ke apartemen.


setelah yakin ay nyaman, barulah pria itu mandi dan kembali melanjutkan pekerjaan nya yang menumpuk selama dia liburan.


.


"Sebanyak ini bob?" pekik Brian begitu dia sampai di ruang kerja pribadi, banyak dokumen yang menumpuk dan itu tidak hanya satu tapi sangat banyak.


Brian memang mengerjakan pekerjaan selama seharian ay di culik mommy nya untuk pergi ke salon tapi dia tidak menyangka ternyata masih banyak pekerjaannya yang menumpuk, susah memang menjadi mafia plus pembisnis nomor satu, banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan.


Brian menghela nafasnya panjang, "baiklah mana liat pertanyaan wartawan, aku ingin mengerjakan itu dulu" Brian menengadah kan tangannya pada bobby.


“ini tuan” bobby menyerahkan selembar kertas hvs pada brian.


Brian mengernyitkan keningnya bingung, “hanya satu” tanyanya sedikit terkejut dia pikir akan ada beberapa lembar pertanyaan yang diajukan.


“kebanyakan pertanyaannya sama tuan, jadi saya merangkumnya menjadi satu lembar.


Brian mengangguk mengerti dia segera meraih kertas yang diberikan brian dan membacanya satu persatu.


“Kapan pertemuan ku dengan putri dari keluarga allinsky?” brian membaca pertanyaan pertama dan tertawa membaca tulisan itu.


Otaknya kembali mereka ulang pertemuan pertamanya dengan sang istri yang saat itu masih berumur 3 tahun, entah kenapa pertemuan itu sangat berkesan untuknya, dan dia sangat senang saat itu dia kabur dari rumah dan bertemu dengan ay, takdir siapa yang tau, bahkan di toilet saja bisa bertemu kalau memang sudah takdir.


“Bilang pertemuan pertamaku saat dia menyelamatkanku yang hendak di culik saat aku berumur 10 tahun, dan jangan beritahu umur ay saat kami bertemu" ucap brian


“baik tuan” angguk bobby mencatat jawaban yang diberikan brian, dia sudah tau tentang pertemuan brian dengan ay, dia sudah sering di dongengkan oleh brian.


“Kenapa merahasiakan pernikahan kalian?” brian menaikkan alisnya membaca pertanyaan kedua.


“tentu saja karena aku tidak mau kalian melihat kecantikan istriku, akan banyak orang yang berusaha mengejarnya, apa lagi aku pembisnis paling dikenal dipenjuru dunia” jawab brian santai, padahal sebenarnya tidak akan di rahasiakan tapi karena ada insiden mommy ara langsung takut dan tidak ingin pernikahan itu diketahui public, tapi tetap saja walau mau merahasiakan tetap ketahuan, namun bagaimana wajah ay masih di pertanyakan oleh public, selain anak-anak dari keluarga allinsky yang penuh kerahasiaan, keluarga allinsky juga tertutup mengenai penerus mereka.


“Kapan kalian akan mengumumkan pernikahan kalian?” brian tersenyum sinis.


“bukankah mereka sudah tau aku menikah tapi kenapa masih bertanya kapan aku mengumumkan pernikahan?” ujar brian terdengar sedikit dingin.


“kenapa wajah dari putri allinsky selalu dirahasiakan?” brian membaca pertanyaan berikutnya dan kembali mengernyitkan kening.


“mereka tidak tau aku tidak ingin istriku berada dalam bahaya? Istriku juga perlu privasi, dan menjadi normal seperti lainnya, jika kalian tau wajahnya pasti akan semakin memudahkan para musuh untuk mengejarku” jawab brian kesal.


“seberapa cinta anda dengan putri dari keluarga allinsky?” brian tersenyum membaca pertanyaan terakhir itu.


“Sangat mencintainya, dia jiwa ragaku, tanpanya aku tidak akan bernafas lagi karena dialah oksigen dalam kehidupanku” jawab brian dengan senyuman yang sudah merekah dibibir nya. “kau sudah mencatat semuanya bob?” tanya brian pada bobby.


Bobby mengangguk, “sudah tuan” ucapnya.


“Bagus, segera berikan jawabannya pada para awak media itu” perintah brian.


“baik tuan” angguk bobby cepat.


...🐼🐼🐼🐼🐼...