
Baru beberapa detik Ay berdiri di depan gerbang kampus, mobil brian langsung berhenti di depannya, padahal gadis belum ada menghubungi brian untuk minta jemput.
Beberapa pria yang memang mengikuti Ay, langsung mundur teratur ketika melihat mobil mewah milik brian berhenti di depan Ay. Pria-pria itu langsung minder apa lagi ketika melihat pria tampan yang keluar dari dalam mobil sambil membukakan pintu untuk Ay.
"om kok bisa tau? om kasih mata-mata ya di dekat ay?" selidik ay.
"iya, tapi kamu tidak akan sadar telah diikuti, jadi tenang saja kamu bebas mau melakukan apapun, tapi tidak boleh dekat dengan pria lain, hanya itu" ujar brian, sifat protektif dan monopoli nya langsung muncul.
"Ay lapar" rengek ay.
"baik tuan putri, sekarang kita makan, tapi tuan putri harus masuk dulu" ucap brian sambil menunduk layaknya memang di depan seorang tuan putri.
"ay mau makan di kantor om" ucap ay.
Brian mengangguk setuju, dia sama sekali tidak masalah gadis kecilnya ingin pergi makan dimana asal bisa dia lihat dan tidak akan ada yang bisa mendekatinya.
.
Ay dan Brian sudah masuk ke dalam mobil.
"Al mana?" tanya Brian pada ay.
"Antar au ke tempat kerja yang om kasih tau tadi" jawab ay.
"kita langsung ke kantor?" tanya Brian.
Ay mengangguk cepat, gadis itu sudah tidak sabar untuk melihat tempat kerja Brian.
...🦊🦊🦊🦊🦊...
Ay melihat ke setiap sudut ruangan Brian tidak ada yang terlihat mengerikan, padahal gadis itu berharap datang ke kantor seorang mafia, bisa melihat hal-hal sadis seperti monitor yang menampilkan penyiksaan orang-orang.
sepertinya pemikiran ay terlalu berlebihan.
"Berharap apa?" tanya Brian yang terus memperhatikan gerak gerik Ay.
"pembunuhannya mana?" jawab gadis itu polos.
"gak ada sayang, ini sama dengan kantor daddy mu gak ada yang namanya pembunuhan disini" ujar Brian.
"om kan mafia" ucap Ay dengan spontan.
"jadi mafia harus setiap hari membunuh begitu?" ya tidak lah sayang, aku hanya membunuh para musuh jika mereka mengancam ku dan juga keluarga ku" jawab Brian. "kesini bentar" lanjut Brian lagi.
Ay berjalan mendekati kursi Brian, bukannya tegak di depan Brian gadis itu memilih duduk di atas pangkuan Brian. "kenapa?" tanya Ay sambil merangkul kan tangannya pada leher Brian.
"Tadi siapa saja yang menggoda kekasihku?" tanya Brian sambil memberikan kecupan pada pipi Ay.
"hmmm" Ay diam tangannya sibuk menghitung, "gak tau pokoknya banyak" jawabnya asal.
"ada yang berkesan dari mereka yang menggoda mu?" tanya Brian lagi.
"berkesan?" Ay diam sejenak mengulang kembali kenangan yang tadi terjadi. "ada yang bilang kenapa gadis cantik seperti Ay di tinggalkan, padahal bakal banyak yang kejar" ucap Ay selanjutnya.
"lalu kamu bilang apa?" ujar Brian.
"entah Ay lupa, dia gak penting" ucap Ay asal.
"yakin? kamu gak tertarik sedikit pun padanya? dia kan ganteng" tanya Brian sekali lagi untuk memastikan.
"om lihat ya? menurut om dia ganteng ya? kalau menurut Ay mukanya biasa aja" jawab Ay dengan santai, gadis itu kini memegang kedua pipi Brian lalu mengecup bibir pria itu, "pacar Ay lebih tampan, ganteng dan sempurna".
mendengar ucapan Ay, Brian mengulum senyumnya, " jadi aku lebih dari dia?" suara Brian sudah terdengar lembut, pria itu memainkan rambut gadisnya sambil berusaha menyembunyikan senyum bahagia.
"mau senyum, senyum aja jangan ditahan-tahan atau sembunyi-sembunyikan gitu, jadi jelek mukanya" ledek Ay.
'ceklek' pintu ruangan Brian tiba-tiba terbuka, masuklah wanita cantik dan sexy dari sana.
"sialan nenek sihir datang" gumam Brian pelan namun mampu di dengar oleh Ay.
"siapa?" tanya Ay.
"aku yang harusnya tanya kamu! ngapain kamu duduk di pangkuan Brian? kamu mau godain Brian?!" bentak gadis itu dengan emosi.
"Melani, udah aku bilang sejak awal, aku sudah punya kekasih, dan dia adalah kekasihku" Brian akhirnya mengeluarkan suara.
"tapi Brian, selama ini aku gak pernah melihatnya! kenapa dia baru muncul! aku sudah bersabar selama ini, dan ini yang kamu lakukan untukku?" lirih wanita itu.
"dari awal kamu mengejar ku, aku sudah mengatakan aku sudah mempunyai orang yang aku sukai, dan dia ini lah gadis yang aku suka" ucap Brian santai dia masih asik memainkan rambut Ay dengan jarinya.
"aku akan bilang pada daddy mu! kalau kerjasama perusahaan kita akan putus mulai sekarang, jika kau tidak mau memilih aku!" pekik wanita itu.
"kekanakan banget sih tan, cowok masih banyak di dunia ini, tapi maaf yang satu ini sudah di tarik dari peredaran, cari yang lain aja ya" Ay merangkul kan tangannya pada leher Brian dan mengecup dagu pria itu di depan wanita cantik itu.
emosi dengan kelakuan ay, wanita itu langsung pergi dari ruangan Brian dengan membanting pintu ruangan itu.
'brakk'
"waaahhh ngamuk dia" ucap ay, kini wajah gadis itu menatap Brian dengan serius. "jelaskan siapa gadis itu dan kenapa dia bisa menganggap oom milik dia?"
"hmm semuanya? dari kenapa aku bisa kenal atau langsung ke bagian akhir?" ujar Brian.
"semuanya! ceritakan pada ay semuanya!" bentak ay dengan wajah sinis.
Brian sedikit tertawa melihat kecemburuan gadis kecilnya.
'kruuyuuk' perut ay berbunyi membuat Brian semakin tertawa keras.
"kita makan dulu baru cerita ya" bujuk Brian.
"gak mau cerita sekarang, ay bisa tahan!" ay tetap kekeh dengan permintaan nya.
"nanti kamu magh sayang, sambil makan kita ceritanya" bujuk Brian sekali lagi.
"suruh mereka bawa makanan kesini, ay mau makan disuapi" omel gadis kecil milik Brian itu.
"baiklah" Brian akhirnya mengalah, dia menyuruh para CS nya untuk meletakkan makanan di mejanya, beberapa karyawan Brian sempat melirik kearah ay yang masih bersikap acuh dan santai duduk di atas pangkuan bos nya.
"buka dulu mulutnya" pinta Brian.
Ay membuka mulutnya tanpa banyak bicara.
Setelah melihat ay mulai mengunyah makanannya Brian baru mulai bercerita, "Dia anak dari sahabat mommy, kami kenal sejak kecil, makanya dia kenal sama daddy ku, lalu mau tanya apa lagi?"
"dia menyukai oom?" ay menatap Brian dengan sinis ketika menanyakan itu.
"iya, dia menyukaiku, tapi aku selalu menolaknya dengan mengatakan aku sudah mempunyai orang yang aku sukai, namun dia tidak percaya kamu ada makanya dia bersikap seolah-olah aku adalah miliknya karena kedua ibu kami pernah berencana menjodohkan kami" jelas Brian sedikit panjang, dia kembali menyiapkan gadis kecilnya makan.
"kenapa om tidak mau, , bukankah dia sexy dan cantik?" sindir Ay.
"karena dia bukan kamu yang mampu menjungkirbalikkan duniaku" jawab Brian singkat dan jelas. "aku jatuh cinta pada gadis kecil yang menyanyi saat aku kesakitan, dia berusaha membuatku tersenyum dan bahagia, dia mampu membuat dunia ku yang hitam menjadi penuh warna, hanya dengan kejahilan dan tingkah lucu nya" lanjut Brian lagi.
"om janji gak akan berpaling pada wanita manapun walah mereka lebih sexy dari Ay?" tanya Ay lagi.
"mataku sudah dibutakan olehmu, jadi aku tidak bisa melihat wanita lain lagi" jawab Brian dengan pasti.
"kita kawin yuk om, kalau om seperti ini kan Ay jadi gak tahan, pengen cepat-cepat di lamar" kekeh Ay.
"nikah sayang, baru kawin, nanti setelah nikah" ralat brian dengan tawa khas nya.
...🐯🐯🐯🐯🐯...