
Ara seperti biasa akan selalu diantarkan oleh Deon pergi ke sekolah, tapi kali ini Deon sedikit agresif mencium Ara di dalam mobil sebelum gadis kecilnya masuk ke dalam sekolahnya.
"Belajar yang baik ya, jangan ngelirik-lirik cowok lain" pinta Deon sambil mengusab bibir ara yang sedikit bengkak habis menerima ciuman darinya.
"Gak bakal bisa lagi ngelirik, orang pawangnya masang cctv dimana-mana" gumam ara pelan, maksudnya Ketiga sahabat ara sudah menjadi CCTV Deon, mereka bertiga kompak membantu Deon mengawasi ara selama Deon tidak ada disisinya.
'Cup' Deon kembali mengecup sekilas bibir ara, "bagus deh, Hati-hati ya baby" ucap Deon sebelum Ara keluar dari dalam mobil.
"Kakak jangan lirik-lirik cewek lain ya" ancam ara sebelum menutup pintu mobil.
...π£π£π£π£π£...
Begitu ara sampai kelasnya, dia langsung ditarik Juan menuju kursinya yang sekarang teman sebangku nya adalah Leo, dan kedua sahabatnya lagi duduk didepan ara.
"Wahh enak ni, tempat duduk gue udah siap" gumam ara sambil meletakkan tasnya.
"Bibir lu kenapa ra? merah banget, ngapain lu pakai lipstik ke sekolah, ntar kak Deon marah loh" ucap robi saat melihat bibir ara yang sedikit bengkak dan berwarna merah pekat.
Tangan ara sontak menutup bibirnya sendiri, dengan cepat, "Kak Deon yang pakein, gue mah bisa apa" jawab ara asal.
Ara sedikit melirik seluruh ruangan, dia ingin tau dimana shasa duduk, tidak lama ara melihat Shasa yang duduk bersebrangan dengan nya, Shasa duduk berbarengan dengan Meli, sejak ara menjauhi shasa, gadis itu tidak pernah lagi terlihat memakai tas pemberian ara, dia juga terlihat mendapatkan tas baru, tapi tetap tidak bisa membeli tas milik ara yang selalu limited edisi.
Kehidupan Shasa memang semakin baik sejak ayahnya kembali membuka restoran yang dulu dia miliki, shasa sudah tidak takut lagi beasiswa nya akan dicabut, tapi dia masih belum puas dengan semua yang sudah dia miliki.
Dia masih iri melihat ara, bahkan sekarang dia kesal karena ara menggunakan barang-barang limited edisi dari bandonya, jam tangan, tas dan juga sepatu. Ara sendiri tidak sadar semua barang yang dia kenakan adalah barang-barang langka, karena dia asal ambil saja yang dia sukai.
.
"Gila si ara emang luar biasa ya, gue udah lama pengen beli tas itu, orang tua gue sampai marah waktu gue pengen beli, karena harganya 1 M lebih, gila dia pakai tas itu enak banget" komentar Ella saat melihat Ara yang masuk kedalam kelas.
"Biasa dia kan simpanan om om" ucap shasa sambil menatap sinis Ara.
"Gue sih juga mau kalau om om nya kayak kak Allinsky, gue siap jadi yang kedua, bahkan ketiga juga gak masalah" ujar Meli.
"Gue juga sama" sambung Ella.
Siapa sih yang tidak mau mendekati pembisnis nomor satu se-asia? Selain tampan, dia juga kaya raya, pergi kemana saja bisa, karena punya jet pribadi dan pesawat pribadi, mau apa aja bisa, karena deon sendiri bingung cara menghabiskan uangnya, deon mah tidak peduli uangnya dibelanjakan sampai habis, yang pasti deon akan selalu membuat orang yang dia sayangi bahagia dan tidak pernah kekurangan.
"Kalian tau gak, gue hari ini sedih banget" shasa berusaha menggantikan topik pembicaraan dari pemujaan Ara.
"kenapa sha?" tanya Ella.
"Gue diputusin oleh Dimas, gara-gara Ara, hiks hiks" kembali si Ratu drama beraksi.
Seketika itu Meli, Ella dan teman-temannya yang lain langsung memeluk Shasa.
"Yang sabar ya, jangan sedih" hibur Ella.
Begitu sampai ke dalam kelas dimas segera menghampiri tempat duduk Ara dan teman-temannya, dia sama sekali tidak melirik Shasa, perbuatannya itu semakin membuat teman-temannya Shasa menatap sinis pada Ara.
"Liat kan, udah gue bilang jangan bersahabat dengan Ara, lu dibilangin gak mau denger, Ara itu selalu merebut kekasih sahabatnya sendiri, makanya tidak ada yang berani berteman dengan nya" gerutu Ella pada Shasa.
...π€π€π€π€π€...
Bel masuk telah berbunyi tidak lama datang wali kelas di kelas Ara.
"Anak-anak, ibu adalah wali kelas kalian yang baru, dan kita hari ini kedatangan dua orang murid baru, ayo kalian masuk" ujar wali kelas itu.
Tidak lama masuk, dua orang pria dan wanita, keduanya sama-sama cantik dan tampan.
Si wanita lebih dulu maju, "Perkenalkan namaku, Putri Agneza, pindahan dari bandung, aku tidak ada hubungan apapun dengan murib baru satu lagi, jadi jangan bertanya apapun padaku tentang dia" ucap gadis berparas cantik itu singkat.
"Hai semua, namaku Kristian Albert, pindahan dari Amerika, kalian bisa panggil aku kris, dan aku masih single, kalian para wanita bisa mengajukan diri untuk jadi kekasihku" Kris maju dan memperkenalkan dirinya dengan sangat berani.
banyak mata wanita yang menatap kagum dengan ketampanannya, jangan di tanya Shasa dia juga terpesona pada senyum Kris apalagi tadi kris bilang dia dari sekolah yang berada di Amerika, itu berarti dia juga berasal dari keluarga kaya.
"Baiklah untuk perkenalan lebih dalam kalian tanya sendiri pada mereka, sekarang kalian duduk di kursi kosong disana" Wali kelas menunjuk kursi kosong yang ada ditengah tengah antara Shasa dan Ara.
Saat ini Ara sama sekali tidak melihat wajah murid baru, karena dia sejak tadi tertidur, mungkin karena kecapekan jalan-jalan.
"Hai, salam kenal ya" sapa Kriss saat melihat Shasa terus saja memperhatikannya.
"i-iya salam kenal" ujar Shasa dengan malu-malu.
"Dapat satu ikan" batin Kris bersorak riang.
Kris bukanlah pria baik, hidup lama di Amerika membuat dia hidup bebas dengan berganti-ganti wanita bukan sebagai pacar melainkan teman tidurnya.
Dia kembali ke indonesia karena ikut kakaknya yang pindah kerja ke Indonesia, keluarga besarnya juga meminta Kris untuk ikut balik ke Indonesia.
Mata kris kini beralih pada gadis yang sedang menyandarkan kepalanya di meja, dari postur dan rambutnya kris yakin gadis itu sangat cantik.
"Leo, tolong bangunkan Clara, ini bukan waktunya dia tidur" tegur wali kelas, saat melihat ara yang menunduk.
'Puk puk' Leo memukul bahu Ara sedikit kuat. "woii princess bangun!" serunya.
Dengan cepat gadis itu segera duduk dan mengucek matanya.
"Clara, jika masih mengantuk segera cuci dulu mukamu" perintah wali kelas.
Ara mengangguk pelan, dia segera tegak, tapi langkahnya terhenti ketika tangannya dengan tiba-tiba ditahan Kris. Pria itu spontan menangkap tangan Ara, karena terbius kecantikan gadis itu.
Dengan cepat Ara reflek menepis Tangan Kris, "Apaan sih! pegang-pegang!" ketus Ara pada Kris.
"Ahh maaf, tangan gue reflek nangkap bidadari" gumam Kris dengan senyum mempesona nya.
Ara hanya menatap datar kriss lalu berlalu pergi tanpa sepatah katapun, seganteng apapun Kris, Ara tidak tertarik dengannya, bagi Ara, hanya deon yang saat ini memenuhi pikiran dan hatinya.
...π£π£π£π£π£...
πΊ cuap-cuap authorπΊ
Hai semua, makasih banyak buat dukungannya, tetap dukung terus ya.. dengan cara like dan vote.
bonus pict hari ini
wajah si murid baru
Kriss
dan Putri