My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 98. Kejutan



"Ay, mulai sekarang jangan stress lagi ya, ini kandungan kamu sudah mulai sehat dan normal, bayi nya juga sudah mulai cepat berkembang, ay juga jangan tidak mau makan lagi, kasian dedek bayi nya kurang gizi, kemarin-kemarin om dokter gak bisa bilang keadaan kandungan ay karena tidak mau ay tambah banyak pikiran, sekarang om bilang karena ay sudah sehat, ingat ya pesan om" nasehat Johan pada ay yang sudah siap merapikan bajunya.


Ay menatap Brian dengan sendu, "kak, maafkan ay ya kalau ay susah di suruh makan" lirih ay dengan pelan.


Brian mengelus puncak kepala istrinya itu dengan sayang, pandangannya terlihat lembut dan memancarkan kasih sayang yang amat sangat luar biasa.


"Tidak apa, jadi mulai sekarang dengarin ya, kalau kakak suruh untuk makan"


Ay mengangguk pelan dan menyandarkan kepalanya pada bahu Brian. "Baik daddy" jawab ay.


Brian sempat terdiam beberapa detik lalu tidak lama setelah itu matanya mengerjab, pria itu mulai tersenyum sambil mencium puncak kepala ay, "mulai sekarang jangan panggil kakak lagi tapi daddy, aku suka panggilan itu" bisik Brian.


...🦁🦁🦁🦁🦁...


Ay menatap takjub kekuatan kekayaan Brian karena hanya dalam beberapa jam halaman belakang rumahnya sudah terlihat seperti pesta kebun yang luar biasa mewah. sudah ada beberapa makanan dan minuman berjejer.


"kak, undang siapa aja? ini terlalu banyak banget" tanya ay heran.


"tunggu aja ini kejutan, ayo ikut kakak" Brian memimpin ay untuk berjalan menuju pintu depan, baru beberapa detik ay berdiri di depan pintu masuk, datang beberapa mobil mewah mulai memasuki perkarangan Brian.


"kakak undang siapa?" tanya ay penasaran, sedangkan Brian masih diam tidak mau menjawab.


Ay terus memperhatikan mobil yang berjejer mulai masuk saat pintu penumpang terbuka mata ay langsung berair, dari mobil yang pertama daddy Deon dan mommy Ara keluar ay langsung berlari memeluk kedua orang tua yang sangat dia rindukan.


"Mom! Daddy!" pekik ay sambil berlari.


"Jangan lari!! kandungan kamu sayang!" pekik Daddy Deon dan Brian berbarengan. Deon menatap sinis Brian, lalu menatap lembut ay yang mulai berjalan cepat menuju orang tuanya.


"I miss you soo much" ucap ay dalam pelukan nya bersama kedua orang tuanya.


"Daddy miss you too honey" balas Deon sambil mengecup kening putri kesayangannya.


"Mommy juga" kekeh Ara.


Ay semakin mengeratkan pelukan nya dengan kedua orang tuanya, "pokoknya ay yang paling kangen" ucap ay dengan suara kuat.


mobil pertama mulai berjalan pergi, lalu mobil kedua berhenti tepat di depan ay, lalu keluarlah Al, El dan aurora dari mobil itu.


"Abang Al, abang el, Au" pekik Ay, gadis itu langsung memeluk kedua abang kembarnya itu, bergelayut pada El seperti seekor monyet.


"Ay kangen abang" rengek ay.


El tersenyum dan mengangguk pelan "abang juga"


Ay segera turun dari gendongan EL dan menatap pria itu, "kok kakak cantik gak ikut?" tanya ay heran.


"kakak cantik lagi sibuk dia cuma ngucapin selamat aja" jawab EL seadanya.


Setelah Kedua saudara kembar dan sahabatnya berganti mobil yang lainnya mulai keluar satu persatu keluarga ay, dari opa dan oma, grandpa dan grandma, uncle Axel dan auntie jenny bersama kedua anak mereka, juga banyak sahabat mommy ara dan daddy Deon juga di undang.


Setelah memeluk semua keluarganya ay kembali berjalan cepat menuju Brian memeluk suaminya itu dengan sayang dan memberikan kecupan yang banyak pada wajah tampan Brian, ay tidak peduli jika di sana ada keluarganya, dia ingin menyampaikan rasa cintanya yang luar biasa pada Brian. membuat beberapa orang tertawa melihat tingkah ay yang mencium Brian.


Ay akhirnya berhenti ketika daddy Deon berdeham, "ay, bisakah kamu minggir sebentar?" pinta daddy Deon dengan lembut.


"Dad! hentikan! dad!"


"Sayang hentikan!" teriakan Ay dan mommy ara tidak mampu membuat Deon menghentikan pukulannya. Hingga terdengar suara rintihan ay barulah Deon menghentikan pukulannya.


"Akhhhh!" pekik ay sambil terduduk di lantai dengan memegangi perutnya.


"Ay jangan dibiarkan duduk di lantai!" pekikkan Johan membuat El langsung menggendong Ay dan meletakkan gadis itu di sofa.


"Terima kasih" ucap Johan pada El, "aku adalah dokter kandungan Ay, sahabatnya Brian" sambung Johan, sebelumnya dia hanya memperkenalkan dirinya sebagai seorang sahabat saja, tidak pernah mengatakan profesi sebenarnya.


"Bisakah periksa ay langsung" suara daddy Deon terdengar cemas.


"baik om, ini akan saya lakukan" ucap Johan, dia memegang tangan ay untuk memeriksa detak jantung gadis itu, "ay ingat yang om dokter katakan jangan stress dan jangan emosi serta banyak makan kan?" sambung Johan pada ay.


Ay mengangguk pelan dengan wajah penuh air mata.


"Kak Brian.. " lirih ay, Brian langsung berhambur dalam pelukan ay membiarkan gadis itu menangis di dada bidangnya.


Ara menatap Deon dengan marah dan menjewer telinga suaminya itu.


"Aw awww sayang sakit!" jerit Deon.


"Sakitkan! dah tau anak lagi sakit! masih juga menghajar menantunya! liat untung ay gak kenapa-kenapa! gerutu Ara, masih dengan tangan yang menjewer telinga Deon.


" Awww awww bunda juga kenapa ikutan!" pekik Deon lagi karena kini telinga kiri dan kanannya telah dijewer, satu oleh Ara istrinya dan satu lagi bundanya.


"karena telah memukuli menantu pertama dari keluarga Allinsky! makanya bunda juga ikutan jewer" omel bunda Deon.


"cucu opa, jangan nangis lagi ya, mau opa hukum daddy nya?" Ayah Deon berusaha membujuk cucu perempuan nya itu dengan lembut.


Ay masih sesegukan sambil mengeluarkan kepalanya sedikit dari dada Brian.


"Mau opa, daddy jahat!" isak gadis itu.


"Ampun sayang, daddy gak jahat! daddy itu marah karena kamu hampir keguguran karena nafsu pria mafia itu" protes Deon dia tidak mau di bilang jahat oleh putrinya, memang daddy Deon sangat marah mendengar pengakuan Brian.


"Opa~" Ay semakin menguatkan tangisnya.


Brian mengulum senyum menahan tawa, sebenarnya pukulan daddy Deon tidak terlalu berasa padanya, walau wajahnya berdarah Brian sama sekali tidak merasa sakit, itu pukulan yang ringan, dia pernah merasakan timah panas dan luka sabitan pada badannya.


"Kamu ya, udah buat cucu opa yang lagi mengandung stress! kamu harus dihukum Deon!" omel Ayah Deon.


"Sekarang kita vooting daddy Deon dihukum apa!" papi Ara juga ikutan dalam mengerjai Deon.


...🐻🐻🐻🐻🐻...


Maaf lama ya, author selama dua hari ini sibuk jalan-jalan sama sahabat author yang sudah lama gak ketemu, kebetulan dia nginap di rumah author jadi author gak ada waktu untuk ngetik novel, maaf ya.


mohon like, vote dan hadiah nya, Terima kasih


😘💕😘💕😘💕😘💕