My Little Girl

My Little Girl
82. Adik?



"Kak, nanti pas pulang sekolah ara boleh jalan sama putri, dan trio?" rengek ara yang sedang bergelayut manja di sebelah tangan Deon.


"Mau kemana?"


"Mau nonton film baru, boleh ya kak"


"Ya udah boleh" jawab Deon.


Ara tersenyum senang dibolehkan bermain bersama sahabat-sahabatnya apalagi sekarang dia memiliki sahabat wanita, yang bisa dia ajak bercerita lebih privat.


Semenjak tidak boleh pergi balapan liar dan ke club malam, Ara sering menghabiskan waktu bersama temannya dengan pergi nonton, kuliner cari makanan yang unik dan enak, selain itu menonton robi dan Leo latihan balap. Deon tidak pernah melarang ara melakukan kegiatan apapun yang dia suka hanya kegiatan bersikap negatif yang pria itu larang.


.


'Tok tok tok'


Deon yang sedang berciuman dengan ara langsung berhenti, karena ada yang mengganggu kegiatannya.


"Siapa itu kak?" tanya ara setelah melihat tubuh wanita yang berdiri didepan pintu kemudi Deon.


"Violet! ahhh kenapa dia harus muncul lagi!" keluh Deon.


"Baby suruh dia menjauh dari pintu".


" Kakak gak mau ngomong sama dia? cantik loh" sindir Ara.


Dengan gemas Deon mencubit hidung mancung Ara.


"Cemburu terus sih, kakak aja gak tau mau ngapain dia nyamperin kakak".


" Ya udah cari tau, mau ngapa? mau berantem sama Ara, memperebutkan kakak" Ara sudah bersiap-siap dengan posisinya yang akan duel tinju.


"Udah usir aja dia, kakak gak mau ngomong sama dia, soalnya istri kakak cemburu" Deon kembali mencubit gemas hidung Ara.


Ara mengusap hidungnya yang sejak tadi menjadi di cubit Deon, "Bisa-bisa makin mancung hidung Ara kayak Pinokio".


Ara membuka pintu dan segera keluar.


" Mau apa tan?" tanya ara pada violet yang sejak tadi melipat tangannya di dada.


"Tan? aku teman sky, aku mau bicara padanya!" ucap Violet dengan nada tidak suka.


Ara kembali membuka pintu mobil dam memasukkan kepalanya kedalam, "kak mau bicara sama kakak, gak mau pergi kayaknya kalau belum bicara sama kakak".


Deon menghembuskan nafas panjang, " Ya sudah suruh dia mundur satu langkah".


Ara berdecak sebal, dia kembali menutup pintu mobil, "Tante diminta mundur 2 langkah sama kak Deon, baru kak Deon mau bicara sama tante".


Violet melotot kesal pada Ara, tapi dia tetap mengikuti permintaan Ara.


Setelah violet mundur barulah keluar pria tampan dan mempesona itu.


" Baby kemarilah" Deon menyuruh istrinya itu untuk mendekat, dengan langkah malas Ara berjalan mendekati Deon, saat ini Ara sedang kesal dengan violet, perlu diketahui, Ara mempunyai kecemburuan yang luar biasa, jika dia sudah mengakui pria itu miliknya.


Setelah Ara benar-benar ada disampingnya Deon baru menatap violet, "Apa yang ingin kau katakan?" ketus Deon.


Pria itu memang selalu bersikap dingin dengan semua wanita hanya pada orang yang dia kenal Deon bersikap baik.


Deon melirik istrinya yang sedang cemberut, Ara saat ini sedang marah, karena violet sekarang berbicara pada Deon tanpa memperhatikan nya, padahal jelas-jelas Deon sedang merangkul Ara.


"Baby mau datang ke pesta itu?" tanya Deon.


"Ngapain tanya Ara, Ara aja gak diundang" ketus Ara dia melipat kedua tangannya di depan dada.


"Bio, maaf sepertinya aku tidak bisa hadir" tolak Deon dengan halus.


"Ayolah ikut, aku ingin kita reuni, aku juga mengundang teman-teman sekelas kita" bujuk Violet.


Tapi Deon, tetap tidak merubah keputusan nya, mau seperti apapun Violet memohon dan memelas di depannya.


"Maaf, aku sibuk vio" tolak Deon lagi.


"adikmu juga bisa ikut, Dik nanti ikut ya ke pesta ulang tahun kakak" Violet akhirnya mengalah, dia berusaha menunjukkan senyum manis didepan Ara.


"wahhh hahaha" Ara menepuk-nepuk dadanya, "Adik hahahha, tante gak liat seberapa intens nya kami sekarang? adik ini bisa membuat kak Deon tidak akan bertemu dengan tante, kapanpun itu!" geram Ara.


Violet terus menepis pikiran buruknya tentang hubungan Deon dan Ara, dia terus berpikir Ara adalah adik angkat Deon, padahal Kris sudah menceritakan semua gosip yang dia dengar pada Violet.


"Adik kok protektif banget sama kakaknya, nanti susah loh kakaknya dapat jodoh" sindir Violet.


Ara kembali tertawa keras, "Tan, liat ya ini" ara dengan cepat mencium bibir deon didepan Violet, "Apakah ada adik yang mencium bibir kakaknya?"


Ara beralih menatap deon dengan sinis "kakak selesaikan sendiri, Ara takut telat kalau perang sekarang!" ara meraih tangan deon dan menciun punggung tangan pria itu. "awas lirik-lirik tante-tante" ancam ara sambil berlalu pergi.


Deon terkekeh melihat sikap istri kecilnya, jiwa pencemburu istrinya telah bangkit, dan itu terlihat sangat menggemaskan di mata deon.


Sementara Violet, dia saat ini sedang syao, pertama syok melihat ada wanita yang berhasil memegang deon bahkan menciumnya, dan yang kedua ini pertama kalinya dia melihat deon tertawa, biasanya ekspresi yang ditunjuk kan deon hanya wajah serius, datar, dan marah.


"Sudah puas melihatku?" sinis Deon.


"ahhh - Maaf" Violet tertunduk malu.


"Aku tidak bisa ikut, ajak saja andri dan angga, mereka pasti akan datang" Deon hendak berbalik tapi terhenti karena violet dengan cepat memegang tangan Deon.


Tangan Violet yang sedang menyentuh Deon segera ditepis, bukan hanya dengan tangan Deon, tapi juga dengan kata-kata, "Sialan, dasar menjijikkan" ketus Deon.


"Ma-maaf sky a-aku pikir kamu sudah sembuh, ja-jadi aku memegang tanganmu".


Deon sama sekali tidak menjawab ucapan Violet, dia segera masuk karena sudah merasa gatal pada tubuhnya, sebelum pergi Deon menurunkan kaca jendelanya.


" Sebaiknya hilangkan perasaan mu padaku, aku tau kau memendam perasaan mu sangat lama, tapi maaf hatiku sedikit pun tidak tertarik padamu, karena kau temanku, aku memberitahu mu secara langsung dan sopan, jangan sampai aku menggunakan cara kekerasan, hingga membuatmu hancur" setelah mengucapkan kata-kata pedas itu, deon langsung melajukan mobilnya, tanpa menunggu ucapan yang akan keluar dari mulut Violet.


Violet yang ditinggalkan begitu saja dengan Deon menangis di tempat dia berdiri. 11 tahun dia menunggu Deon untuk dapat melihatnya, dia belajar keras di negeri orang untuk menjadi dokter psikolog hebat, yang bisa menyembuhkan banyak pasien, hanya untuk menyembuhkan Deon, Violet tidak jatuh cinta dengan kekayaan Deon, dia benar-benar mencintai Deon karena sifat Deon, dia mampu mengubat teman-teman disekeliling nya menjadi baik, dia pria yang dingin pada orang lain tapi hangat pada orang sekitarnya.


"Kenapa? kenapa wanita itu bisa menyentuhmu, sedangkan aku tidak bisa, aku yang lebih dulu mengenalmu, aku yang lebih dulu mencintaimu, aku juga yang bertahan disisimu, tapi kenapa wanita itu yang kau pilih!" gumam Violet, air mata sudah membasahi wajah manisnya, dia merasa takut sekaligus malu.


Takut, karena berbohong pada orang tua dan adiknya mengatakan bahwa dia berpacaran dengan Deon secara sembunyi sembunyi, dia takut kebohongannya akan terbongkar, selama ini orang tuanya selalu berusaha menjodohkan dia, tapi karena alasan hubungannya dengan Deon, dia berhasil menolak, dan orang tuanya juga terlalu berharap bahwa itu benar.


Malu? karena dia tampak seperti wanita bodoh yang terlalu banyak bermimpi. dan ternyata mimpi itu tidak bisa menjadi kenyataan.


...🐥🐥🐥🐥🐥...