
“Udah siap semuanya bang” tanya ay pada brian yang sedang tampak sibuk mengadon bahan untuk membuat martabak.
“Eh kakak, udah kak, mau pesan apa? Yang manis yang asin semua ada disini, ibu hamil duluan ya yang pesang abang ganteng” Brian menatap lars yang sedang memesan makanannya.
“oke , no problem, silahkan ibu hamil duluan” ujar Lars sedikit menunduk seperti sedang menjadi penyambut tamu di hotel-hotel.
“martabak manis coklat keju yang banyak isiannya ya bang” ucap ay sambil menahan senyuman.
“Siap kakak cantik, lagi ngidam ya? Pesanannya banyak banget” ucap brian.
“iya ini bawaan dedek bayi bang” jawab ay.
“duduk dulu kak, kasian dedek bayinya, nanti bisa diantar ke tempat, sesuai pesanan” ujar brian lagi.
Ay mengangguk dan segera kembali duduk di tempatnya semula.
“kak sering-sering ngidam beginian, biar bisa makan para bos besar, kapan lagi kan bisa menyuruh-nyuruh bos besar” Joshua datang dan duduk sebentar di meja ay, tangannya sudah ada mangkuk bakso yang full.
Ay tersenyum dan tertawa pelan, bukan hanya dia yang senang, ternyata semua orang yang ada juga senang. Ay menatap brian yang sedang sibuk memanggang martabak suami tampannya itu begitu sempurna dan sangat menyayangi ay, Brian sedikit menaikkan kepalanya, dan tatapan matanya bertemu dengan ay, pria itu langsung tersenyum hangat menatap mata ay.
“I love you” ucap brian tanpa suara hanya gerakan bibir tapi itu mampu membuat ay kembali berdebar keras. Dia tidak meyangka, seorang ketua mafia mau melakukan hal yang tidak akan pernah terpikirkan oleh orang lain, untuk membahagiakan ay, brian rela melakukan apa saja termasuk berpisah dari daddy nya sendiri.
Mengingat daddy george, ay menjadi sedikit sedih, sekarang brian seperti tidak mempunyai kedua orang tua, untung saja daddy deon sudah tidak bersikap jahat pada brian, entah apa yang terjadi pada daddy george cintanya pada istri telah membuat hatinya buta, dia masih ingin mengabulkan permintaan istri nya yang telah lama meninggal dibanding mempertahankan putranya sendiri.
“Ini mie goreng nya adik cantik, mana kakak nya? Kok sendirian aja?” Deon datang membawa pesanan Ay, membuat lamunan gadis itu buyar.
“Lagi pesan sate om, tuh disana” ay menunjuk mommy ara yang sedang tampak membantu putranya membakar sate.
“Alamak! Ternyata suka yang brondong” Deon menepuk jidatnya sambil geleng-geleng kepala.
“Godain aja terus om, biar dapat” kekeh ay lagi.
“siap! Nanti kalau mau pesan lagi bilang ya” ucap deon yang kini berlalu pergi.
Ay mulai menyantap mie buatan daddy deon, ay berdecak kagum merasakan makanan yang masuk kedalam mulutnya, memang makanan buatan daddy nya dan suami ay tidak ada duanya masakan mereka sangat enak.
“ini minumannya nona” baru saja tadi ay ingin meminta pada salah satu maid untuk membuatkan minuman di dapur, ternyata sudah ada minuman dihadapannya, tidak hanya itu beberapa maid juga menjajakan minuman seperti orang yang sedang berjualan. Taman itu seketika berubah menjadi food court, brian memang sengaja mengundang keluarga dan kerabat dekat serta kenalan ay, karena semakin ramai orang, maka suasana tempat itu akan semakin meriah dan seperti para penjual sesungguhnya.
...🐼🐼🐼🐼🐼...
Melani mengangguk dan tersenyum manis pada Jonni. Abang Johan itu masih berada di klan daddy george, dan setia pada pria itu.
.
“Dad, masih belum bisa masuk ke dalam klan mafia Brian?” ucap melani pada daddy george. Melani dan daddy george memang sedang merencanakan untuk memasukkan beberapa mata-mata ke dalam klan brian selagi menunggu ay lahiran, mereka memang sedang bertekat untuk menculik baby yang sebentar lagi akan lahir.
Daddy george menggeleng pelan, “sangat susah, banyak yang dikirim dan sampai sekarang tidak tau apa yang terjadi pada mereka entah sudah mati atau masih hidup” memang benar yang dikatakan Daddy george banyak yang dia kirim dan hanya baju serta kamera dan alat perekam yang kembali pada george, sedangkan jasad mereka tidak ada yang kembali, sebenarnya para mata-mata yang dikirim daddy george semuanya berada di penjara bawah tanah mansion brian, belum ada yang mati karena brian tidak mau ada hal yang terjadi pada putranya.
Kalau brian mau sudah lama dia menghabisi melani dan daddy george tanpa ampun. Tapi semua untuk keselamatan ay dan putranya, brian bersabar hanya menyiksa para mata-mata di penjara bawah tanahnya.
Leo sesekali juga ikut turun tangan, pria itu melakukan penelitian dengan para tahanan yang ada, dengan catatan dari brian, tidak boleh ada objek penelitian yang mati di tangannya. Sahabt brian satu itu memang yang paling sadis dan kejam, dia diselamatkan oleh brian dari ayahnya yang ingin menjual organ dalam Leo ke pasar gelap. Leo sering disakiti oleh orang tuanya, dan sangat sulit membuat leo kembali menjadi normal karena leo sering dipukuli orang tuanya.
“udah berapa bulan baby melani dad? Apa daddy tau jenis kelamin baby melani?” tanya melani mengalihkan topik dari mata-mata.
“Terakhir daddy bertemu sekitar 4 bulan, berarti sekarang sekitar 5 bulanan, dan daddy tidak tau jenis kelaminnya” jawab Daddy george.
Melani memeluk boneka yang ada didekatnya memperlakukan boneka itu layaknya bayi, “mommy gak sabar bertemu kamu nak, beberapa bulan lagi kita akan bertemu, saat kamu lahir, kamu akan mommy ambil” kata melani pada boneka ditangannya.
“Ada darah danaya dalam bayi itu, apa kamu akan merawat bayi itu dengan sayang? Dan bagaimana jika dia bayi perempuan yang mirip dengan danaya” tanya daddy george.
Melani menatap mata daddy george, “jika perempuan akan tetap melani rawat, dan dia yang akan melawan ibunya sendiri, kalau laki-laki akan melani besarkan menjadi penerus daddy, yang bahkan akan lebih hebat dari brian daddy nya sendiri” ungkap melani.
“Tapi ada darah ay di tubuh bayi kamu, apa kamu masih tetap akan sayang, karena danaya hanya penyumbang tempat bayi brian untuk tumbuh, tanpa brian bayi itu tidak akan ada, melani benar-benar gak sabar dad, untuk memeluk bayi melani” pekik melani. Khayalannya sudah sangat tinggi, dinyatakan tidak bisa hamil bukannya dia bertobat, tapi melani justru merencanakan hal lain agar bisa mendapatkan bayi. Bahkan penculikanpun rela dia lakukan untuk mendapatkan bayi yang dia inginkan.
“Dad, kenapa daddy dulu menyetujui pernikahan wanita itu dengan brian, kalau daddy gak setuju kan brian akan tetap menjadi tunangan melani” keluh melani kali ini.
“karena brian bahagia bersama wanita itu, makanya daddy membiarkannya” balas daddy george.
“Iya brian bahagia, tapi daddy tidak, harusnya brian sebagai anak bisa membahagiakan orang tuanya, baru membahagiakan dirinya sendiri, Danaya adalah gadis jahat yang membuat brian bertengkar dengan daddy nya, sebagai anak brian seharusnya mengutamakan kebahagiaan daddy bukan dirinya” ucap melani berusaha memberikan bensin pada daddy george supaya membenci ay.
...🦁🦁🦁🦁🦁...
bonus pict
om jin (Brian Marcello)