
"Sha ibu minta maaf, sekolah tidak bisa memberikan beasiswa nya lagi padamu, nilaimu akhir-akhir ini berubah dan kamu sudah tidak menempati posisi teratas" ucap wali kelas shasa, dia melihat shasa yang tertunduk menangis, memang berat tapi seperti itulah peraturan yang ada di sekolah itu karena masih banyak siswa kelas satu dan dua yang bisa mendapatkan beasiswa.
"Ibu tau ini berat, apa kamu mau pindah sekolah? pihak sekolah akan memberikan surat rekomendasi untuk kamu dan kamu akan mendapatkan beasiswa di sana, bagaimana sha?" tanya wali kelas itu dengan sopan.
"Bu, saya hanya tinggal beberapa bulan lagi disini, jadi saya akan tetap disini, keluarga saya juga sudah bisa membiayai sekolah, jadi saya Mohon jangan keluarkan saya bu" pinta shasa dengan air mata yang berlinangan.
"Kami tidak mengeluarkan kamu, kami hanya merasa mungkin biaya sekolah disini akan memberatkan mu, makanya kami memberikan solusinya" ujar wali kelas itu. "Tapi, jika kamu mampu ya sudah berarti kami tidak perlu memberikan surat rekomendasi untuk mu pindah"
...🐤🐤🐤🐤🐤...
Begitu sampai di kelas shasa langsung menangis dihadapan teman-temannya, dia mengatakan semuanya, tentang beasiswa dia yang ditarik karena ara dan putri.
hingga membuat teman-teman kelas mereka marah pada ara dan putri, mereka semua memandang hina ara dan putri.
"Kamu jahat banget sih ra! gara-gara kamu shasa jadi seperti ini" sindir salah satu teman kelas mereka
"Kenapa kalian salahkan ara?! ara dan aku belajar untuk mendapatkan posisi itu!" Putri yang sudah tidak bisa bersabar lagi akhirnya mengamuk.
"Kalian beli lembar jawaban aja bangga! kalau kami diberikan lembar jawaban juga kami pasti juaranya! kasian shasa yang sudah belajar susah susah sampai dia sakit, kalian enak tinggal menghapal lembar jawaban! " sindir Ella.
Putri yang semakin emosi ingin tegak dan membalas semua orang itu dengan pukulan, dia sudah tidak bisa melawan menggunakan kata-kata, tapi lengannya ditahan ara.
"Biarkan saja mereka bilang apa, aku sama sekali tidak peduli"
mendengar ucapan ara shasa semakin emosi, dia sangat ingin melihat ara mengamuk dan semakin menghancurkan emosinya dengan cepat gadis itu berlari dan menjambak rambut ara, kesabaran shasa sudah habis, tidak biasanya dia seemosi ini dengan ara.
"aakhhhh" rintih ara sambil memegangi rambutnya.
"Kau!" putri yang emosi reflek menendang perut shasa hingga gadis itu jatuh tersungkur. "Jangan mengganggu sahabatku" putri membentengi ara dengan tubuhnya.
shasa yang jatuh memegangi perutnya dengan kuat, "akkhhh saakiittt" rintihnya sambil memegangi perut.
"Shasa!" meli, Ella dan teman lainnya sudah berada di kiri dan kanan shasa, memegangi bahu shasa yang masih terduduk. mata mereka semua memandangi putri dengan sinis.
"Apa? gue gak takut sama kalian! kalau berani ayo kesini!" Putri sudah mempersiapkan ancang-ancang nya.
"Lu cewek bukan sih! ngapain tendang-tendang orang!" maki Ella.
"Dia duluan yang jambak teman gue! ya suka-suka gue kalau kaki gue duluan bertindak" jawab polos Putri.
"Udah! lagian yang salah itu shasa! ya udah biar kami yang bawa dia ke UKS" lerai leo, dia tidak mau masalah itu semakin menyebar.
"guys bisakah kalian memberitahu aku apa itu di bawah rok shasa" kris tiba-tiba ikut nimbrung dan menunjuk cairan merah yang keluar dari paha Shasa.
"Ya ampun sha! apa yang terjadi!" pekik Ella, wanita itu sudah terlihat panik melihat cairan merah yang keluar dari paha shasa.
"akkhhh sakitt" shasa sama sekali tidak bisa menjawab apapun, dia hanya bisa meringis kesakitan.
"ambulans cepat panggil!" teriak meli dengan sangat panik.
melihat kepanikan meli, Ella dan yang lain juga ikutan panik, mereka sama panik, untung saja dimas bergerak cepat dengan menelpon ambulans.
...🐣🐣🐣🐣🐣...
Putri terlihat panik karena perbuatan nya shasa sampai berdarah, "Ra gimana dong?" lirih putri.
"Tenang ya, gue kabari kak deon dulu" itulah solusi ara, jika otaknya mentok gak ada ide, dia akan meminta solusi dari suami sempurna nya.
Shasa sudah dibawa ke rumah sakit, wali kelas dan meli juga ikut menemani shasa yang dibawa ke rumah sakit.
Saat ini kelas mereka sangat ramai, mereka banyak yang datang hanya untuk melihat darah shasa yang masih tertinggal di lantai.
"Tapi kok bisa ya hanya ditendang bisa keluar darah! apa si shasa lagi mens kali ya" tanya juan spontan. "kalian kalau lagi mens bisa keluar gak darah___"
'plak plak plak plak' kepala juan mendapat pukulan dari teman-temannya.
"apaan sih! gue kan cuma penasaran, soalnya dia mirip kakak gue yang lagi keguguran!" teriak jual lagi dengan spontan.
"Keguguran?" beberapa yang mendengarkan ucapan spontan Juan langsung berpikir cepat, mereka mulai menyelidiki kenapa shasa bisa seperti itu.
"Put, lu bisa tendang gue kayak lu tendang shasa gak" tanya salah satu teman mereka.
"apaan sih! gue gak mau banyak orang yang harus dibawa ke rumah sakit!" putri masih merasa bersalah pada shasa.
"gak put, jika yang dikatakan juan benar berarti shasa sedang hamil! makanya keluar darah! gue kalau datang bulan gak sampai tu darah gue berceceran sebanyak itu! itu bukan darah haid!"
"iya benar"
"Apa si shasa sedang hamil ya?"
"kok bisa?"
"apa selama ini shasa wanita malam?"
"gue udah ngerasa aneh saat shasa muntah-muntah di toilet, sekarang gue yakin dia hamil"
begitu lah gosip-gosip yang mulai bermunculan setelah shasa pergi dan dibawa ke rumah sakit.
Ara hanya diam, dia tidak mau ikut menambahkan, dia lebih memilih membawa teman-temannya untuk meninggalkan perkumpulan itu.
...🐥🐥🐥🐥🐥...
"Ra, gimana ni, kalau dia benaran hamil, gue berarti bunuh bayinya" putri mulai terisak, walaupun dia tomboy tetap saja hati putri hello kitty, dia masih takut membunuh orang.
Ara segera memeluk sahabatnya itu, begitu juga dengan leo, juan dan robi.
"Tenang aja, semua pasti ada jalannya" ara berusaha menenangkan sahabatnya itu.
🎼 ara cepat-cepat meraih ponselnya, dia memang sudah menunggu suaminya menelpon, otaknya sedang sangat buntu saat ini.
📲 "Sayang, kamu gak apakan?!" tanya deon dengan panik, bukannya bertanya keadaan shasa, dia malah bertanya keadaan istrinya yang baru saja kena jambak.
📲 "kak, ara gak apa, kakak udah hubungi pihak rumah sakit, apa yang terjadi pada shasa?"
Ara merubah teleponnya menjadi loudspeaker agar teman-temannya dapat mendengarkan juga.
📲 "Dia sedang hamil, dan sekarang sedang dilakukan operasi penyelamatan"
Putri dan Ara sama-sama menutup mulut mereka agar suara teriakan mereka teredam.
📲 "Kak deon, shasa dan bayinya bisa selamatkan?" putri tiba-tiba mengeluarkan suaranya.
📲 "Tenang saja putri, kakak sudah menyuruh dokter terbaik yang turun tangan, jadi tidak perlu merasa bersalah, tapi jika mereka berdua selamat, kemungkinan akan ada syok terapi disekolah, akibat kehamilan shasa, sebenarnya dia juga sudah beberapa kali melakukan hal-hal yang aneh untuk membuat bayinya hilang, jadi jangan merasa bersalah jika dokter tidak bisa menyelamatkan bayinya" jelas Deon panjang lebar, dia sudah menganggap putri sebagai adik angkatnya, tapi tetap tidak bisa menyentuhnya.
Ara dan leo sama sama mengelus pundak putri agar gadis itu tenang.
📲 "Kak, Terima kasih" ucap ara.
📲 "Sama-sama sayang, jangan takut ya, kakak selalu ada untukmu, kakak janji akan menyelamatkan shasa seperti permintaanmu" ujar deon sebelum menutup teleponnya.
...🐤🐤🐤🐤🐤...