My Little Girl

My Little Girl
S2 MLG 82. Hampir Keguguran



Tidak terasa waktu sebulanpun berlalu, sejak hari dimana brian dan Al kembali ke indonesia.


“Ahh kak terus, ay bentar lagi akan sampai” desah ay dibawah tindihan brian, ya saat ini suami istri itu sedang menikmati sesi bercinta mereka di atas ranjang mereka.


Brian semakin mempercepat temponya karena pria itu juga akan mencapai pelepasannya juga. “Sayang! Ahh ahh” pekik brian begitu menyemburkan lahar putihnya ke dalam gua milik ay, pria itu berbaring disebelah ay, hanya beristirahat sebentar, dia tidak ingin ay kelelahan makanya pria itu menghentikan kegiatan mereka sebentar bukan berarti berhenti ya, garis bawahi menghentikan kegiatan sebentar.


“sayang, kamu lelah?” tanya brian sambil mengelap keringat ay.


Ay yang sedang menutup matanya langsung membuka mata ketika merasakan tangan brian memegang wajahnya. “tumben nanya?” kekeh ay.


“Iya habisnya kamu lama banget buka mata” ucap brian, “yang disini belum memang belum ada sesuatu?” brian mengelus perut rata istrinya yang tidak tertutupi apapun.


“gak tau kak, kan ay belum ada tes, ay takut tesnya, nanti kalau gagal ay kecewa berat” lirih ay, memang brian telah membelikan banyak alat test peck tapi tidak ada satupun yang digunakan ay, memang sikap keras kepala ay tidak dapat membuat brian membujuk ay untuk melakukan tes.


“tapi kakak rasa udah ada loh, ini kamu aja mulai besar sayang” brian meremas puncak bukit kembar milik ay membuat suara mendesah keluar dari mulut ay.


“Kak, kalau mau ngeremas itu bilang-bilang dong” keluh ay, entah kenapa bukit kembarnya sangat sensitif akhir-akhir ini, teremas sedikit saja libido gadis itu sudah mulai naik.


Ay duduk dan menindih perut sixpack Brian, membuat brian tersenyum senang, gadisnya akan memimpin setiap ronde kedua mereka.


“Kakak harus tanggung jawab buat gairah ay naik” ucap ay, gadis itu mulai memasukkan lobak import brian kedalam guanya, dia juga menarik tangan brian untuk memberikan pijatan pada bukit kembarnya.


“kak~” desah ay begitu dirinya mulai menggoyangkan badannya.


“terus sayang” racau brian kenikmatan.


.


Pukul 3 pagi pasangan suami istri itu baru berbaring di tempat tidur mereka, ay menjadikan lengan brian sebagai bantalnya, untung saja besok adalah hari libur, jadi mereka bisa bermain sampai subuh.


brian mengecup kening ay dengan lembut, “maaf membuatmu kelelahan sayang” bisik brian.


Tidak ada jawaban dari ay, karena ay sudah tertidur dengan sangat nyenyak. Brian dan ay hanya bermain sangat lama jika ay sedang mendapatkan hari libur.


“euuhhhgg” ringis ay dalam tidurnya sambil memegangi perut, mendengar itu mata brian langsung membuka dia memperhatika gerakan pada gadis kecilnya itu.


“Yang, bangun sayang” bisik brian mencoba membangunkan ay yang terlihat kesakitan.


Perlahan mata ay terbuka, mata itu tampak sangat sayu, “kak~” lirih ay.


“Iya kenapa sayang?” panik brian yang melihat wajah pucat istrinya, dia baru sadar wajah istrinya saat ini sangat pucat setelah menyalakan lampu kamar.


“Sakit, perut ay sakit, sepertinya ay akan halangan, sakitnya seperti itu” lirih ay.


Brian sedikit kecewa ketika ay mengatakan akan halangan, tapi pria itu berusaha menghilangkan pikiran itu segera dia tepis, yang paling penting adalah istrinya.


“kita kerumah sakit aja ya, kakak takut kamu kenapa-kenapa” ujar brian khawatir.


Ay tidak menjawab hanya mengangguk pelan, dia tidak sanggup menahan sakitnya.


Brian segera berlari menuju ruang gantinya mengambil baju miliknya dan milik ay secara asal dan memakaikan pada istrinya tidak lupa saat dia memakai pakaian pria itu menelepon satpam untuk menyiapkan mobilnya, setelah bersiap-siap brian langsung menggendong ay, berlari keluar.


.


“Jo! Segera siapkan tim dokter! Aku sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit!” teriak brian saat sahabatnya mengangkat telepon.


“baik, kau berhati-hatilah dalam mengemudi” jawab johan dari sebrang telepon.


“tahan bentar sayang, kita akan sampai” ucap brian lemah, tadi saat dia memakaikan ay dalaman, ada keluar darah dari bagian sensitif ay, dan itu membuat brian semakin panik.


.


“kamu tenang bri, tunggu disini dulu ya, aku dan dokter lain akan melihat keadaan ay” johan berusaha menenangkan brian yang panik ingin ikut masuk ke dalam ruang UGD.


“tolong jangan terjadi apapun pada ay” lirih brian.


Johan menggenggam tangan brian dengan kuat ini pertama kalinya pria itu melihat brian yang rapuh seperti itu, “tenang lah, aku sudah menyiapkan semua dokter hebat” ujar johan.


.


“Tuan muda” penggil bobby, yang ternyata sudah mengikuti brian sejak pria itu keluar membawa ay dari kamarnya. Pria itu juga yang membuat semua jalanan yang dilewati brian jadi sepi, bobby memang berpesan pada satpam jika brian ingin membawa mobil sendiri, satpam itu diperintah bobby, harus memberi kabar pada nya dijam berapapun brian ingin mengenakan mobil, harus menelponnya.


Brian tidak menjawab pertanyaan bobby, dia hanya menatap bobbi sekilas lalu menatap pintu ugd sekali lagi.


“Tuan, apa saya beri kabar pada keluarga ay?” tanya bobby.


Brian memejamkan matanya sejenak, “jangan dulu bob, jika terjadi sesuatu pada ay, aku akan mengikutinya setelah itu barulah kau beritahu mereka” ucap brian tegas.


.


Satu jam berlalu, Johan keluar dari pintu UGD bersama beberapa dokter berbakat lainnya.


Johan menghembuskan nafasnya panjang begitu menatap sahabatnya yang sedang terlihat kacau.


“Jo! Bagaimana dengan ay!” pekik brian.


Johan tersenyum, “tenang, kami berhasil menyelamatkan ay, dia dan bayi kalian berhasil selamat” ujar Johan.


“A-apa? Ba-bayi?” pekik brian.


“ya, dan aku yakin kamu tidak tau kalau ay sedang hamil, kandungannya sudah sekitar 6 minggu, dan tadi ay hampir keguguran, untung saja kamu cepat bertindak dengan membawanya kesini” terang Johan.


Brian terduduk dilantai, kakinya lemas seperti tidak bertenaga, mendengar kenyataan istrinya hampir keguguran, itu pasti ulahnya yang terus membuat ay kecapekan akibat percintaan mereka.


Johan berjongkok dan memberi kode pada bobby untuk membantunya memapah brian menuju kursi, johan tau brian sudah tidak punya tenaga lagi.


“tenanglah, semua sudah baik-baik saja, anak kalian selamat, dan ay juga selamat” ucap Johan sambil menepuk bahu brian.


“Bisakah aku melihatnya jo?” tanya Brian.


“Bisa, ay sudah kami bawa ke ruangan VVIP, ayo ikuti aku” ajak Johan.


“bentar jo” tahan brian, pria itu memejamkan matanya begitu dia tegak, badannya langsung oleng, membuat Johan langsung menangkapnya, “Bergantunglah padaku, pegang pundakku dan bobby” ucap Johan, brian setuju dia akhirnya membiarkan johan dan bobby yang memapahnya untuk sampai keruangan ay berada.


...🐻🐻🐻🐻🐻...


tolong jangan ada yang menyalahkan Brian, dia adalah pria dengan pengalaman nol, tentang kehamilan, makanya dia sampai tidak tau tentang hal-hal tentang kehamilan.


mohon dukungannya ya, like, vote dan hadiahnya, semakin banyak hadiah dan vote maka semakin banyak author upload, Terima kasih semuanya


🥰🥰🥰


bonus pict