Marry The Heir

Marry The Heir
Comming up gais!!!



“Hah hah hah hah!” seorang gadis dengan nafas terengah masih berlari di dalam hutan mencari perlindungan di antara pohon dan semak yang merintangi langkahnya. Ia berusaha bersembunyi dari kejaran tiga orang laki-laki dibelakangnya.


Sepasang kaki yang sudah berlari sejak tadi seolah lupa akan rasa lelah yang mengganggunya. Ia hanya tahu kalau ia harus bersembunyi dan tidak tertangkap oleh mereka


“Kretak, Brug!” Sebuah batang pohon merintangi jalannya dan tanpa sengaja membuatnya terjatuh.


“Awh!” Ia jatuh terkurap dan hanya bisa mengaduh lirih merasakan nyeri di kaki dan sikutnya yang kini bertambah.


Tubuhnya yang gemetaran, mencoba bangkit dengan berpegangan pada ranting pohon yang berada di sampingnya. Tidak ada waktu untuk membersihkan dedaunan kering yang menempel di luka, baju dan celananya, ia harus segera bangkit dan kembali bersembunyi.


“BRENGSEK!! Ke arah mana dia pergi?!” Dengus suara seorang laki-laki yang menggema di tengah-tengah hutan yang gelap. Burung-burung beterbangan saat suara keras laki-laki itu mendominasi suara alam yang hening di malam itu.


Sudah sejak tadi ia mengejar gadis itu tapi gadis itu selalu mampu untuk bersembunyi.


“Aku lihat dia berlari ke arah sana!” tunjuk laki-laki lainnya, pada semak belukar yang menutupi sebatang pohon besar.


“Segera cari! Pastikan kalian mendapatkan perempuan itu dalam keadaan hidup! Akan ku nikmati tubuhnya hingga dia menggelepar di bawah tubuhku.” Ucap laki-laki bertubuh tegap dengan mata yang menyalak penuh kemarahan.


Gadis itu hanya bisa terdiam, berlindung di balik pohon besar yang menutupi tubuh mungilnya. Hidungnya kembang kempis mengatur nafas yang mnederu karena rasa lelah setelah berlari. Ia begitu ketakutan saat mendengar ancaman laki-laki itu. Ia gemetaran dan tidak berani keluar dari tempat persembunyiannya. Ia mencengkram kuat baju di dadanya yang di sobek oleh salah satu laki-laki tadi. Ia masih bersyukur karena baju ini masih melekat di tubuhnya walau beberapa bagian sudah sobek.


“Berpencar!!” titah laki-laki bersuara besar pada dua orang temannya.


Setelah beberapa saat, suasana mendadak hening. Hanya suara daun yang terinjak binatang melata yang mengisi pendengaran gadis itu. Ia memberanikan diri untuk mengintip di sela pohon dan ternyata ketiga laki-laki itu tidak ada di tempatnya semula.


Sebuah desisan halus terdengar semakin mendekat dan membuat gadis itu menoleh dengan takut.


“Sssttt….” Seekor ular besar berada tepat di hadapannya.


******


Yeaayyy!!! It's coming up gais


Novel terbaruku bergenre Romansa fantasi Non-Human


Silakan mampir dan jangan lupa untuk subscribe yaaa,,,


See you there...