
"Jalan jalan?" Suzu terlihat bingung. Oi oi apakah seaneh itukah aku memintanya untuk pergi?
Uhmm, baiklah. Sepertinya akan terlalu sulit untukku memintanya membawaku mengelilingi kota Furyuun atau sekedar mengelilingi Akademi.
"Baiklah baiklah! Ayo kita ke Dungeon rank B! Kita naikkan level di sana!" Teriakku menyerah.
Yahh, walaupun levelku tidak akan naik begitu banyak disana.
Kalau aku benar benar ingin menaikkan level, aku harus menuju ke Dungeon Rank-S, Dungeon Weiss. Tapi akan terlalu berbahaya untuk Suzu berada di sana.
Oh ya, aku belum pernah menggunakan [Evaluator] pada Suzu setelah beberapa tahun. Sepertinya dia sudah naik level cukup banyak?
Tidak, bahkan aku sendiri lupa mengecek statusku. Ahh, memang sebenarnya status itu tidak penting!
"Hmm kalau begitu. Ngomong ngomong, berapa levelmu, Ren?" Tanya Suzu. Aku sedikit gelagapan.
A-ahh, aku belum menyetel ulang status dari Nier. Aku belum mengembalikan statusku ke status Ren!
Status Nier sudah jauh lebih rendah dari status asliku.Tapi itu masih terlalu tinggi untuk Ren. Aku yang sekarang adalah Ren, tidak mungkin aku menunjukkan status "Nier" di hadapan Suzu!
"Ren, ada apa?" Suzu terlihat bingung sekaligus curiga padaku ketika aku mencoba mengubah statusku dengan cepat.
Walau skill [Fake] ini sangat mudah digunakan, tapi untuk mengganti status dari satu ke yang lain itu sangat merepotkan.
Uhh, aku rasa aku menggunakan paradoks disini.
Kenapa? Karena aku harus mendiktenya satu persatu dari setiap statistik!
Berbeda dengan skill [Change], ketika nama berganti, penampilanku berganti, dan tentu status ku juga berganti.
Aku harus menggenapkan seluruh kekuatan otakku untuk mengganti statusku sekarang dengan cepat!
"U-um. Tidak apa. Kalau begitu, berapa levelmu, Suzu?" Aku harus berhasil mengulur waktu selama mungkin!
"Hmm, aku? Aku level 23. Mau lihat? Bagaimana jika kita bertukar?" Suzu bertanya sambil menggumamkan kata "Status". Dia juga sedikit mengecek sesuatu yang tidak bisa aku lihat.
"Oh ya. Aku menggunakan [Evaluator Block] jadi kamu tidak akan menggunakan [Evaluator] padaku." katanya.
("Hufft! Akhirnya selesai sialaaaan!! Aku hampir menunjukkan status Nier disini!") Aku berteriak mengumpat dalam hati. Aku sedikit tidak mendengarkan kata kata Suzu barusan. Sepertinya dia bilang [Evaluator Block]?
"Kalau begitu, kita bisa berbarengan. Silahkan statusmu!" Suzu menyibakkan statusnya, membuatku juga bisa melihatnya. Aku mengamati masing masing statistik Suzu, yang sebenarnya sangat mengejutkan.
...Nama: Suzu Larvest...
...Level: 23...
...Ras: Elf...
...Job: Mage/Spearman...
...Title: "Analyzer", "Who can get more than one job"...
...HP: 7.240...
...MP: 15.320/45.300...
...Strength: 47...
...Agility: 27...
...Deffence: 50...
...Skill: [Evaluator], [Magic/Physical damage absorber], [Absolute Shield], [Cut the Canting], [MP Regen], [Retreat], [Spearsmanship]...
...Magic: Elemental magic...
Apa apaan dengan angka MP yang gila itu? Dia bahkan sudah mencapainya dalan waktu 10 tahun! Apa dia gila? Apa yang dia lakukan?
Tunggu. Itu hanya seperempat total MP ku. Jadi, siapa yang gila disini.
Tidak tidak! Bahkan total MP paman Childe adalah 56.000 kalau tidak salah. Dan Suzu hampir mencapainya pada umur 10 dan level 23?!
Lalu saat melihat statistik yang lain, dia terlihat agak lemah. Tapi ada beberapa hal yang menarik.
Dia memfokuskan skill untuk pertahanan dan melarikan diri.
Karena dia pada dasarnya adalah mage, dia memiliki kemampuan sihir yang besar, dengan HP yang tipis dan Strength dan Agility yang kecil.
Ditambah dengan Deffence yang tidak terlalu besar, sangat riskan untuk Mage dapat bertarung dengan leluasa.
Selain itu, di akademi selalu diajarkan, bahwa harus menyerang damager atau DPS terlebih dahulu, yang biasanya adalah Marksman atau Mage.
Oleh karena itu, para Mage harus memiliki skill Deffence dan skill kabur yang baik. Tapi itu tidak akan terlalu buruk jika dia bisa bertarung dalam jarak dekat.
Dan Suzu bisa mendapatkannya!
Dia menggunakan tombak es saat terakhir melawanku, bukan?!
Itu berarti dia bisa bertarung dalam jarak jauh dan jarak dekat! Selain itu, jika dia menaikkan kemampuannya dalam menggunakan tombak, dia bisa menjadi pendekar tombak sihir!
Apalagi ditambah dengan skill yang dia temukan, [Absolute Shield], itu sangat sangat sulit untuk ditembus. Dan ada banyak sihirnya yang bisa membuat musuh mundur, seperti [Wind Blow]. Sepertinya aku tidak terlalu heran kenapa Suzu dikatakan terkuat di Akademi ini.
"Uwaahh, statusmu terlihat hebat! Aku tidak menyangka kamu memiliki Fehl sebanyak ini. Dan juga, title ini! Kamu memiliki title yang sama dengan paman Childe, ya?" Kataku tersenyum lebar.
"Kenapa, Suzu?" Dia terlihat bingung dan takjub dalam sesaat.
"Kenapa, itu. Hei, Ren! Kau memiliki Strength yang besar, dan Agility yang luar biasa! Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Suzu bingung melihat statusku.
...Nama: Ren Larvest...
...Level: 25...
...Ras: Human...
...Job: Hero...
...Title: "Analyzer"...
...HP: 5.860...
...MP: 20...
...Strength: 50 Agility: 64...
...Deffence: 82...
...Skill: [Evaluator]...
Jelas, ini bukan status asliku. Dan skill yang aku perlihatkan disini hanya [Evaluator].
Dia juga sepertinya membandingkan milikku dengannya. Tapi ngomong ngomong, apakah yang dia maksud dengan sangat besar?
Aku sudah menurunkan statusku sampai setengah, tapi apakah itu masih mengejutkan?
"Sudah kubilang, aku sering berlatih dengan kak Ruly, dan kak Ruly juga melaksanakan pelatihan yang keras padaku. Tentu saja aku sudah terbiasa." Jawabku mudah.
"Tapi," ugh ini akan semakin merepotkan.
"Hei sudah lah sudahlah! Ayo kita ke Dungeon hari ini! Aku ingin menaikkan level!" Teriakku dengan gaya bicara yang aku buat senang.
***
"Sudah kuduga mereka tidak akan membiarkan kita masuk." Suzu menunduk lelah.
Sepertinya, dia sangat ingin untuk masuk ke Dungeon itu. Itu terlihat bagaimana dia sangat kecewa ketika kami tidak bisa memasukinya.
Aku juga tidak tahu bahwa mereka tidak akan membiarkan orang lain selain para petualang untuk masuk ke dalam Dungeon selain siswa Akademi di waktu pelajaran.
"Bukannya kamu sudah pernah masuk, kan?" Aku bertanya pada Suzu yang sedikit meleleh disana.
"Yahh, aku sudah pernah masuk ke dalam. Akademi mengadakan kunjungan rutin seminggu sekali, dengan tujuan meningkatkan kerja sama antar tim, menaikkan level, dan mengenalkan siswa Akademi dengan monster."
"Tapi tak kusangka murid akademi tidak bisa kemari tanpa pengawasan guru, itu sangat mengesalkan!" Suzu berteriak marah.
Dia terlihat semakin menyedihkan sekarang, ketika berjalan tanpa ada semangat.
Tapi bagaimana jika aku menggunakan bentuk Nier dan masuk sebagai petualang? Mungkin itu akan berhasil. Tapi apa yang harus aku jawab ketika ditanya oleh Suzu?
Ugh, aku juga penasaran dengan Dungeon rank B ini. Aku sangat ingin memasukinya!
"Ahhh menyebalkan!" Suzu berteriak, sekarang sambil memakan camilan manis yang sempat kami beli di jalan tadi.
Katanya, makanan manis akan membuat suasana hati ornag menjadi lebih baik, mungkin?
Dan sekarang, kami duduk bersama di alun-alun, memikirkan langkah selanjutnya.
"Apa aku harus meminta guru untuk mengantar kami?" Suzu mulai memikirkan sesuatu yang aneh seperti itu.
Oi oi! Jika kau melakukan itu, itu tidak mungkin! Eh, itu mungkin saja, karena Suzu sangat dihormati di sekolah, tapi tetap saja aku yang tidak mau!!
Hufft tidak ada jalan lain. Aku harus berubah menjadi Nier! Tapi pasti Suzu akan curiga. Tidak, tunggu. Jika Suzu juga menyamar, dan aku menempatkan beberapa trik pasti dia tidak akan curiga!
Baiklah! Kita akan pergi dengan rencana ini!
"Yosh! Suzu! Kita cari paman Kurls sekarang! Aku punya rencana!" Kataku sambil menariknya pergi.
Aku sudah tahu dimana posisi paman Kurls sekarang, karena aku sudah menandainya.
Aku punya [All Map Exploration] di sini, dan aku juga punya skill cheat di dalamnya. Mudah bagiku menjelajahi beberapa tempat jika pernah kukunjungi.
***
"Luar biasa Ren! Dengan ini, kita terlihat seperti petualang!" Suzu terlihat senang. Dia juga berputar melihat penampilannya.
Ya. Aku kembali untuk berpura pura mengambil perlengkapan. Sebenarnya aku hanya mengambilnya dari Space magic yang bisa menjadi inventory ku.
Tapi akan terlalu berbahaya untuk mengambilnya di sembarang tempat, karena Suzu adalah orang yang sangat teliti.
Seperti biasa, aku hanya memakai beberapa det pakaian hitam, dengan pisau di belakang dan masker yang menutupi mulutku. Ini adalah pakaian yang digunakan Nier si petualang.
Sedangkan Suzu, memakai jubah dan pakaian biasa serta tongkat sihir tingkat menengah. Aku tidak ingin terlihat mencolok.
Terlihat seperti mage yang sebenarnya, bukan?
"Baiklah. Saatnya kita kembali ke Dungeon!" kali ini Suzu benar benar bersemangat.