
"Mengubah warna rambut selain warna putih, kah? Apakah kau tahu sesuatu, Beta?" tanya Alpha, sambil mulai bersiap, untuk segera pergi.
Beta hanya menggeleng pelan, dengan raut muka yang terlihat sedih. Di tangannya ada buku diary nya, yang sekarang dia gunakan untuk mencatat hal hal yang dilakukan Liu Xiu setiap harinya. Dia mencengkeram buku itu erat.
"Entahlah. Tapi yang aku tahu, hal yang paling mirip antara aku dan Master adalah warna rambut. Rambut Master berwarna putih dengan beberapa hitam, mirip dengan milikku. Hanya saja milikku lebih sedikit bagian hitam nya." bisik Beta pelan.
Mereka berjalan pelan, ke luar warung teh itu dengan meninggalkan suara berdenting dari bel yang digantung di pintu.
"Tiba tiba meminta Beta untuk mengganti sesuatu yang identik dengan Master, itu jarang terjadi. Aku tidak yakin, tapi jelas ada sesuatu yang sedang terjadi." jawab Alpha.
Mereka bertiga tertunduk sedih, hanya bisa menatap hujan sambil bersiap untuk berlari.
?!!
Rasa panas membakar muncul dari beberapa bagian tubuh Alpha, Beta, maupun Dain. Itu tidak muncul dari serangan musuh, tapi benda yang mereka selipkan disana.
Merasa bahaya, mereka segera mengambil sesuatu yang terbakar itu, dan menyadari...
"Ini!! Jimat yang diberikan Master!" teriak Dain.
Tanpa dibicarakan lagi, semua orang sebenarnya sudah tahu, tapi itu cukup untuk menambah kepanikan.
"Katanya, jimat ini tidak akan bereaksi kecuali orang yang membawa jimat di ujung dalam keadaan bahaya! Yang berarti..." sambung Alpha dengan nada suara yang bergetar.
"Master Ren dalam bahaya?!!"
***
"Lepaskan! Lepaskan aku, kalian berdua!! Aku harus mencari Ren! Dia sedang dalam bahaya! Aku pasti bisa mencarinya dengan mudah!!" teriakan Beta terdengar menggema di jalanan yang diguyur hujan deras di pagi hari itu.
Sementara itu, di belakangnya ada dua orang yang menarik tangan Beta, menahannya pergi.
"Itu tidak mungkin, Beta! Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan mu?!" teriak Alpha.
"Benar, Beta! Kau tidak ingin merepotkan Master lebih dari ini, bukan? Dan juga, jangan panggil nama asli Master. Di sini, namanya adalah Liu Xiu!" timpal Dain sambil sedikit memarahi Beta.
Tapi, Beta tetap ngotot. Dia bahkan tidak mengendurkan tenaganya untuk terus melangkah maju, sedikit menyeret kedua temannya.
"Aku tahu! Aku tahu aku merepotkan Master! Tapi, tapi!! Kalau kalian melepaskan ku dengan cepat, aku pasti akan tepat waktu untuk mencegah sesuatu yang lebih buruk terjadi!" jerit Beta tidak terima.
"Kalau kau sudah sampai sana, kau mau apa?" suara rendah Dain terdengar...
"Heh? Jelas aku akan bertarung untuknya! Bahkan walaupun aku tidak lebih baik dalam bertarung darimu, aku juga bertambah kuat setelah latihan ini! Aku pasti bisa melakukan sesuatu!!" jawab Beta dengan yakin.
Terjadi hening sesaat diantara mereka. Hanya ada suara hujan yang seperti tahu suasana yang ada, bertambah deras setiap detiknya.
"Bwah ha ha ha ha!!"
"Heh?" Suara tawa terdengar saat itu, menyisakan nada bingung dari kedua yang lainnya.
Dain tertawa keras, sambil memegang perut dan sedikit menyibak rambutnya. Alpha dan Beta tidak mengerti, jadi hanya diam menunggu Dain benar benar berhenti.
"Kau? Menyelamatkan Master? Jangan membuatku tertawa!!" teriak Dain di tengah tawanya tiba tiba.
Itu membuat yang lainnya terkejut. Pasalnya, Dain adalah orang yang jarang mengatakan sesuatu, dan cenderung hanya mengamati yang lainnya. Tapi kini, dia benar benar terlihat marah, mengeluarkan raut muka kesal di wajah dingin nya.
"Ya! Kau tidak bisa! Bukan hanya itu, bahkan jika kita bertiga pergi tanpa rencana, dan bertemu dengan orang yang mengalahkan Master, kita jelas tidak akan bisa menyelamatkannya! Yang ada, kita hanya akan menjadi beban untuknya!!" jawab Dain, sambil tersenyum sinis.
"I-itu..."
"Percayalah. Kita masih lemah. Dan tidak mungkin Master mengalah begitu saja. Jika dia bertarung, pasti ada beberapa tanda yang ditunjukkan, seperti hancurnya kota ini atau hal lainnya. Tapi jika tidak ada, hanya ada dua jawaban. Musuh yang Master hadapi jauh lebih kuat darinya, atau justru Master yang sengaja mengalah." jelas Dain lagi.
"..."
Argumen Dain benar benar mematahkan semua kata kata yang akan keluar dari mulut Beta.
Dari sisi manapun, Dain benar. Jika Beta bertindak gegabah sekarang ini, dia hanya akan merusak rencanaa Liu Xiu. Itu baru kemungkinan. Jika melawan musuh yang sangat kuat, Beta sudah pasti terbunuh.
"Beta, Dain benar. Ini adalah perintah dari Master. Setidaknya, ayo dengarkan dan kita bertujuh susun rencana untuk menyelamatkan Master." sekarang Alpha pun angkat bicara.
"..."
Beta masih diam, tapi dia sudah mengendurkan tenaganya, tak lagi memberontak.
Sekarang mereka dalam kebingungan, karena perkataan Dain yang tajam, namun mengarah langsung ke intinya. Liu Xiu itu kuat. Mereka tahu itu. Tidak hanya itu, mereka juga mengagumi nya.
Untuk tahu Liu Xiu bisa dikalahkan, dan sekarang berada dalam bahaya, itu membuat mereka panik, dan bingung.
Liu Xiu sendiri juga tidak pernah bilang apapun pada mereka, membuat mereka bertiga tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang.
?!
"Hey kalian yang disana!" sebuah panggilan tenang terdengar. Itu membuat mereka bertiga terkejut, pasalnya yang ada di jalanan kota saat pagi hari hanya mereka.
"Siapa, kau?" tanya Alpha, segera mengambil pedang panjang yang sedari tadi disarungkan di pinggangnya. Dain menatap sekeliling, memastikan tidak ada orang lagi di sekitar mereka, sedangkan Beta juga menyiapkan tangan nya di belati yang ada di punggungnya.
"Tunggu tunggu! Aku hanya ingin bicara, umm siapa namamu.... Alpha!!" teriak sosok itu sedikit tersenyum cerah.
"Humm?" Alpha memiringkan kepalanya, bingung.
"Bagaimana kau bisa tahu namaku?" tanya Alpha dengan tegas.
"Ahh, bagaimana mengatakannya.... Dari Liu Xiu, mungkin? Katanya, aku diminta untuk mencarimu, dan melakukan beberapa hal seperti yang ada di surat ini." kata sosok itu, sambil melangkah maju dan memberikan sebuah surat.
Mulai terlihat jelas, siapa wajah yang ada dalam semua kata kaya itu.
Itu adalah Yuan Yi, yang tadi diminta tolong oleh Liu Xiu untuk melakukan sesuatu. Dia tahu bahwa itu darurat, dan segera pergi ke tempat yang ditentukan. Lalu tidak sengaja bertemu dengan mereka bertiga yang sedang berdebat disini.
"Ini asli." kata Dain sedikit mengangguk.
"Dia adalah Li Yuan Yi, putri penguasa kota Li Tian. Aku sedikit bingung bagaimana Master punya kenalan orang orang yang luar biasa." bisik Dain kepada keduanya segera.
"Kalau begitu, bisakah kita cepat ke tempat janji? Hujan semakin deras, dan semakin dingin. Walaupun aku adalah Beast, tapi aku juga mengkhawatirkan kondisi tubuhku sekarang." sahut Yuan Yi.
"Tapi...." sebaliknya, Beta masih merasa enggan untuk pergi.
"Percayalah, Liu Xiu benar benar orang yang kuat. Jujur saja, aku yakin dia masih punya beberapa hal yang disembunyikan, jadi dia tidak akan semudah itu terbunuh. Dia bahkan bisa lebih kuat dari Ayahku, jika dia serius melawannya. Aku tahu itu." ucap Yuan Yi sambil sedikit menghibur Beta.
Semua terdiam, menatap Beta dengan mata penuh harap. Dan Beta hanya bisa menarik nafas, mengangguk pasrah.