
Aku mencari kursi bagian belakang yang bisa melihat ke seluruh panggung pelelangan.
Secara teknis, aku ada di sini untuk mengikuti pelelangan, jadi aku mendapat nomor antrean.
13, tidak buruk. Walaupun sering dibilang angka sial, tapi aku tidak mengatakannya begitu.
"Baiklah. Akan aneh jika kita tidak menawar sesuatu barang. Mari kita cari barang barang yang akan aku butuhkan nantinya." aku mengangguk senang.
Aula mulai ramai. Kursi kursi juga sudah mulai terisi.
Aku cukup beruntung dengan membawa topeng setan ini, karena mayoritas peserta yang masuk di sana juga memakai beberapa atribut topeng yang menutupi sebagian wajahnya.
Tapi sayang, aku memiliki [Evaluator] level maks disini. Bahkan pemblokir apapun tidak bisa menahannya.
Aku menghafal beberapa nama penting, seperti kamar dagang Orba, dan beberapa penguasa dari daerah lain.
"Maaf menunggu lama. Sembari menunggu, silakan menikmati pertunjukkan kami!" seseorang muncul di atas panggung lalu lampu sihir menyorot ke satu tempat.
Aku sepertinya terlambat menyadari bahwa ini adalah panggung Colloseum. Dan sepertinya akan ada pertandingan di sana.
Beberapa orang mulai berkeliling, membagikan sesuatu seperti kertas.
Sepertinya itu adalah untuk untuk bertaruh.
Aku hanya mengangkat tangan, menolak kertas itu. Aku tidak akan membuang uangku untuk sesuatu yang tidak jelas.
Maksudku, aku hanya bertaruh pada sesuatu yang pasti.
Aku hanya melirik sekilas pertarungan itu.
Hmm, laki laki berotot membawa sebuah benda seperti pedang besar, memandang rendah lawannya.
Mau bagaimana lagi, lawannya adalah seorang anak perempuan berumur 10 tahun. Berarti lebih muda dariku? Entahlah.
Tapi dia membawa sabit, dengan mata kosong menatap lawannya. Di kerahnya ada kerah budak, berarti dia dipaksa bertarung untuk ini.
Pertarungan ini sudah jelas.
***
"Baiklah! Pertarungan yang hebat! Itu juga selesai dengan sangat cepat! Dengan begitu, kita akan masuk ke barang barang yang ada!" ada MC yang datang setelah pertarungan usai.
Pertarungan tadi sudah jelas siapa yang menang, anak perempuan tadi.
Aku sudah melihat statusnya, dan kemampuannya sangat tinggi untuk anak seumurannya.
Mungkin dia setara dengan Soeye.
Tapi dia masih memiliki banyak celah yang dia miliki. Dan tentu saja, dia masih bisa berkembang menjadi lebih baik.
Aku ingin mendapatkannya jika bisa.
Pelelangan sudah dimulai. Yang dilelang kebanyakan benda benda aneh yang katanya langka, seperti pedang atau yang lainnya.
Ada juga beberapa budak petarung yang dijual, bahkan budak elf yang sepertinya akan menjadi budak "itu".
Tapi, semua budak petarung itu tidak ada yang setara dengan perempuan pembawa sabit barusan.
Ngomong ngomong, aku belum menawar satupun.
"Baiklah! Ini merupakan salah satu barang yang sangat luar biasa!" moderator membuka tirai, memperlihatkan "barang" yang dia maksud.
Itu, adalah perempuan pembawa sabit tadi!
"Seperti yang kalian lihat, dia adalah anak yang lihai! Dia juga mematuhi perintah, dan seperti yang anda sekalian bisa lihat, dia masih sangat muda. Dengan kata lain, dia masih bisa menjadi lebih kuat!" moderator mempromosikan anak itu. Semua orang dalam ruangan mengangguk.
Sepertinya ini benar benar akan menjadi perebutan yang sulit.
"Ditambah, dia masih perawan!" moderator mengatakan itu sambil berbisik sedikit.
Seketika colloseum itu dibanjiri kata "Ohh" dengan serempak. Aku heran apakah yang mereka pikirkan dengan kata "budak"? Apa mereka hanya orang orang aneh nan mesum?
Colloseum itu mulai penuh dengan bisik bisik. Aku tidak tahu siapa yang akan memenangkannya, tapi aku akan berusaha untuk ini!
"Baiklah! Mari kita buka dengan 80 emas!" moderator mengetuk lantai.
"90 Emas!"
"1 Platina!"
"1 Platina 30 Emas!"
Suara demi suara bersahutan menawar anak perempuan itu. Tidak mengherankan kenapa dia bisa berharga lebih dari 1 Platina.
Tapi jika seperti ini terus, ini akan sulit.
"2 Platina!" aku mengangkat nomor, meneriakkan harga yang jauh.
Hampir semua orang melirik ke arahku, menatapku dengan aneh. Tapi orang orang yang menawar terdiam sesaat, lalu melihat anak itu lagi.
"Baiklah. 2 Platina! Apakah ada yang menawar lebih?" moderator mulai menjembatani.
"2 Platina 20 Emas!" nomor 20 mengangkat nomornya.
"2 Platina 50 Emas!" aku juga tidak segan untuk menyela sebelum moderator menutup harga.
Itu adalah harga yang sangat banyak. Aku sendiri bahkan tidak pernah memegang atau memiliki uang sebanyak itu. Bukan belum pernah, hanya sebentar lagi aku akan mendapatkannya.
"2 Platina 70 Emas?" kini penawar lain mulai ragu.
"3 Platina!" aku hanya bisa berteriak yakin. Dengan begini, aku akan mendapatkan nya!
Suasana mulai hening. Sepertinya, membeli sesuatu yang tidak pasti dengan harga mahal tidak menarik untuk mereka.
"Hmm, barang yang bagus. Masih perawan. Tak heran kamu sangat menginginkan nya." seseorang mengangguk sambil menepuk pundak ku.
Walau begitu, matanya tidak lepas dari budak yang sedang dipamerkan di depan.
"Ya. Sepertinya Anda memiliki mata yang bagus. Aku tidak sabar untuk melatihnya." aku hanya mengangguk sambil mengamati orang bertopeng setengah wajah itu.
"Ya benar! Tidak sabar untuk melatihnya agar menjadi peliharaan yang penurut, bukan?" tanyanya lagi.
Heh? Apa?! Sepertinya terjadi sedikit kesalahpahaman disini, tapi aku tidak ingin meluruskannya. Secara teknis, dia sama dengan orang orang mesum di sini.
"Bagaimana? Penawaran tertinggi ada di 3 Platina! Apakah ada yang ingin menambah?" moderator berteriak sambil mengangkat nomorku, 13.
Para penonton sepertinya benar benar tidak berani mengeluarkan uang sebanyak itu.
"Hey, anak muda. Aku tidak tahu siapa kau, tapi saya tahu kamu memiliki selera yang bagus. Sayang sekali kau tidak akan mendapatkannya." orang yang di sebelahku mengeluarkan nomornya, lalu mengangkatnya.
"3 Platina 50 Emas!" dia berteriak. Dari teriakannya, aku tahu dia cukup berumur, untuk bangsa elf.
"Wow! Ada penawaran baru dengan 3 Platina 50 Emas disana!" moderator menunjuk orang di sebelahku.
"4 Platina!" aku segera menyahut.
"5 Platina!"
"5 Platina 50 Emas!" teriakanku membuat Colloseum itu hening. Sepertinya ini menjadi pertarungan harga antara aku dan orang di sebelahku.
Orang orang mulai berbisik, mungkin mengatakan bahwa kami gila.
"Maaf, tapi saya tidak akan melepaskannya." orang tua itu sedikit tertawa.
"7 Platina!" dia berteriak, mengatakan harga yang jauh dariku. Itu adalah harga yang sangat tinggi, bahkan aku pun akan berpikir berkali kali untuk mengeluarkannya.
"Wow! 7 Platina! Apakah ada penawaran yang lebih tinggi?" moderator berkata senang ketika tahu uang besar akan datang.
Dia menunjukku, tapi jelas aku tidak akan menaikkan harganya. Aku hanya mengangkat kedua tangan, menggeleng pelan.
"Baiklah! Kita tutup di harga 7 Platina!" moderator itu mengetuk lantai, yang ditutup dengan tepuk tangan.
Aku menggelengkan kepala, menghadap orang sebelahku.
"Kau sangat berani untuk mengeluarkan banyak uang untuk dia." aku mengawali percakapan, membuka topeng setan di wajahku.
"Yahh, saya melihat dia dengan sangat baik. Dalam kekumuhannya, dia memiliki kecantikan yang luar biasa! Apalagi sorot matanya! Dia sudah benar benar putus asa! Saya benar benar menyukai wanita dengan tatapan mata yang putus asa!" orang itu mulai mengungkapkan gairahnya yang mengerikan.
"Baiklah. Saya sedikit tertarik denganmu. Dan karena kau membuka topeng mu, saya juga akan melakukan hal yang sama." dia bertepuk tangan, lalu duduk.
Orang tua itu membuka topeng minim nya, dan mulai memperkenalkan diri.
"Sepertinya akan tidak sopan untuk saya menanyai namamu. Jadi saya akan memperkenalkan diri. Panggim saja saya Weiss, karena saya sudah lama menanggalkan nama keluarga saya." jelasnya.
("Weiss? Tak kusangka aku benar benar mendapat Jackpot disini.") aku sedikit tersenyum