Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 4: Bab 35 - Diculik?



Sudah hampir sore, jadi Liu Xiu bersiap untuk kembali ke sungai dimana mereka berkumpul. Itu sudah cukup lama sejak Liu Xiu memutuskan untuk berpisah sebentar dari mereka. Mungkin sekitar setengah hari.


Liu Xiu juga sudah memberikan instruksi pada Alpha, jika dia tidak kembali dalam beberapa jam, maka mereka harus bersiap untuk berkemah disana. Dan tentu, Alpha dengan sigap melaksanakan itu semua.


"Aku sedikit berharap mereka akan menyambut ku dengan senyum, dan penampilan yang lebih baik. Habisnya, itu sungai, loh!! Semua orang pasti tahu apa yang harus dilakukan di sungai, bukan? Apalagi sejak awal, mereka semua memang cantik." tanya Liu Xiu sambil tersenyum dan melangkah ringan


Tapi yang Liu Xiu dapat berbeda jauh dari apa yang dia bayangkan.


Memang mereka sudah dalam kondisi yang lebih baik, kulit mereka yang awalnya kotor karena pertempuran sudah lebih bersih, dan wajah mereka terlihat lebih segar.


Namun, dibalik keindahan itu terselip sebuah wajah khawatir yang terpancar jelas di wajah mereka.


Selain itu, Alpha dan Beta tidak terlihat, dan yang lainnya juga terlihat sibuk dengan urusan mereka masing masing, hingga tidak menyadari kedatangan Liu Xiu.


"A-ahh, sepertinya aku barusan mengatakan Flag." bisik Liu Xiu pelan.


Dia melangkah perlahan ke belakang Celica, yang masih mondar mandir sambil sedikit menggambar peta, dan menggumamkan hal hal seperti jalan yang dilewati seseorang.


"Hei, Celica. Apa yang terjadi?" tanya Liu Xiu.


"Apa kau tidak lihat?! Salah satu dari kami belum kembali!! Aku sangat khawatir, kau tahu? Ini sudah lebih dari beberapa jam, dan dia belum kembali!! Ahh!! Apa yang harus aku lakukan?" katanya mengomel panjang.


("Uwahh!! Tidak kusangka Celica yang selama ini aku kenal pendiam memiliki sisi seperti ini juga!") gatau Liu Xiu berkata sambil sedikit mundur.


Sementara Dain terlihat mendekat tanpa suara dan menunduk pada Liu Xiu, dan tertawa sedikit.


"Lihatlah siapa yang kau ajak bicara, Celica!" ucap Dain, diiringi sedikit tawa darinya.


"Apa yang kau katakan, Dain? Bukanlah aku- Whaaa!! Master!! Kenapa? Apa? Bagaimana?! Atau mungkin yang tadi mengajukan pertanyaan barusan adalah Master?! Kalau begitu! Jangan bilang?!" Celica terkejut melihat Liu Xiu yang sedikit melambaikan tangan, tersenyum sedikit canggung.


Celica segera menyadari semuanya, dan dia langsung mengambil sikap untuk bersujud dengan wajahnya yang masih merah.


"Mwaapkan s-saya, Mwaastwerrrr!!!" teriak Celica saat bersujud. Tampaknya, dia menggigit lidahnya di beberapa bagian.


Itu membuat Dain menahan tawa, dan Liu Xiu sedikit tersenyum. Tapi dia segera ingat apa yang barusan Celica katakan.


"Baiklah. Celica. Ba-"


"Tolong hukum aku, Master! Aku sudah berani berkata lancang padamu!!" kata Celica memotong perkataan Liu Xiu. Liu Xiu mendengar itu merasa senang, karena anggota nya memiliki keloyalan yang tinggi.


"Tidak ap-"


Liu Xiu melirik sedikit ke arah Dain, sedangkan Dain hanya cekikikan terlihat menahan tawa.


"Aku tahu itu, tapi sebenar-"


"Tolong jangan berikan hukuman yang berat, Master! Saya mengaku bersalah!" lanjut Celica yang terus memotong setiap kata kata Liu Xiu.


Liu Xiu menepuk jidatnya sambil menghela nafas lelah.


"Hei, Celica! Kalau kau terus berbicara dan menyela Master, kelancangan mu bahkan lebih besar, dasar bodoh!! Cepat berdiri dan minta maaf! Aku akan mengajari mu!!" kata Dain cepat.


Liu Xiu mengangguk senang mendengar itu, dan menatap Celica yang mulai berdiri.


Dain mulai membisikan beberapa kata pada Celica, sedangkan Celica terlihat menganggukkan kepala sambil sedikit bingung. Tapi di matanya, dia terlihat yakin.


"Apapun yang dibisikkan Dain, jangan lakukan itu, Celica. Kau terlalu mudah percaya."


"Dan kau, Dain! Jangan ajari Celica hal hal yang aneh! Kau tahu, aku mendengar apa yang kau bisikkann pada Celica. Terutama bagian bergaya semenarik mungkin. Itu benar benar lelucon yang lucu, Dain." kata Liu Xiu mengomeli mereka berdua.


Celica menatap ke bawah, terlihat sedih. Sedangkan Dain hanya menatap Liu Xiu datar sambil menyimpan rasa kagum pada nya di dalam hati.


"Baiklah. Kesampingkan hal ini. Celica. Apa yang kau katakan tadi benar?" tanya Liu Xiu berusaha mengembalikan alur pembicaraan.


"Ah, um. Itu benar. Sebenarnya, Fischia belum kembali sejak tadi. Rasanya aneh karena dia adalah Beast, jadi kami sedikit panik dan mulai berusaha mencarinya. Alpha dan Beta segera menyisir hutan untuk menemukannya, sedangkan yang lainnya menunggu, siapa tahu dia bersama Master."


"Kamu juga berusaha mencari jalan yang mungkin dilewati oleh Fischia, tapi itu tampaknya belum ada hasil." sambung Dain dengan wajah serius.


Liu Xiu segera mengerti akar masalahnya. Itu yang menyebabkan mereka semua tampak panik.


Rina dan Ghea yang melihat Liu Xiu segera mendekat. Mereka semua juga terlihat kurang baik, karena masing masing dari mereka memiliki wajah pucat yang terlihat jelas perasaan khawatir di sana.


Liu Xiu ingat bahwa mereka masih berada di bagian pinggir Hutan Ajaib. Kayanya, disini adalah tempat tinggal dari Kerajaan ghaib yang suka menculik orang yang sendirian.


"Bisa jadi Fischia diculik oleh mereka." kata Liu Xiu pelan.


"A-apakah Master mengetahui tentang hal ini?" tanya Eina cepat ketika mendengar itu. Yang lainnya juga hanya mengangguk dan menatap Liu Xiu dengan penuh harap.


"Aku tidak terlalu yakin, tapi sepertinya benar." kata Liu Xiu menarik nafas.


"Fischia diambil ke Dimensi 0." kata Liu Xiu.