
"Di depan ada sebuah desa, mari kita bermalam di sana." aku melihatnya dengan [Sharp Eyesight]. Perjalanan seperti ini sangat menguntungkan, karena ini memperbarui peta yang aku punya.
Peta yang sebelumnya hitam, kini berubah menjadi seperti peta biasanya. Ini memang cheat.
"Ahh, umm. Baiklah." ibu menyibakkan tirai, lalu mengangguk.
Perjalanan hari ini sangat mendukung, karena matahari tidak terlalu terik. Tapi jika kami melanjutkan perjalanan terus, aku takut tidak ada desa untuk kami tinggali, jadi aku lebih baik berhenti disini walaupun hari masih agak siang.
"Apa kalian lapar? Ayo kita cari makanan!" aku mengangkat tangan semangat yang disusul kak Edna yang muncul di sebelah ibu.
***
Ini adalah desa yang tidak terlalu besar, tapi cukup memiliki penginapan, Adventurer Guild walau tidak besar, dan bar. Mungkin karena ini adalah jalan yang menghubungkan kota Furyuun dan ibukota, desa singgah pun jadi lebih baik.
Makanan yang ada juga menjadi lebih enak dari desa singgah yang ada diantara Cerida dan Furyuun, dan tentu harganya juga lebih mahal.
Kami bertiga memesan dua kamar penginapan, satu untuk kak Edna dan ibu, dan satu untukku. Aku punya banyak uang, jadi menghabiskannya pun tidak masalah!
Tapi ini adalah perjalanan pertamaku, jadi aku akan lebih senang jika ini terdengar lebih seperti novel daripada seperti piknik.
"Baiklah, aku akan kembali ke kamar, jadi kalau ada apapun hubungi saja aku." aku meninggalkan kamar dan pindah.
"Hufft. Ini cukup melelahkan. Tapi juga menyenangkan." aku merebahkan diri ke kasur.
Aku tidak terlalu lelah, selain itu,
"Baiklah! Saatnya bekerja!" aku mengaktifkan [Hikikomori] dan aku masuk ke dalam dunia itu.
Tempat ini masih agak mengerikan, karena masih berupa padang hijau kosong dengan beberapa air yang mengalir. Belum ada pohon atau apapun, jadi ini agak sulit.
Tapi aku mendapatkan skill ini berkat kemampuan [Skill Maker] milikku. Jadi kemungkinan tidak ada yang memilikinya.
"Baiklah, bagaimana ini akan bekerja?" aku mengangguk sambil mencoba menekan info skill.
...[Hikikomori]. Kemampuan untuk membuat dunia baru yang terisolasi dari dunia luar. Sangat senang mengetahui kamu ingin terus bersamaku hingga tak mau diganggu siapapun >_<...
"Sistem-chi, terima kasih atas penjelasannya." aku menyatukan tangan dan mengangguk dalam dalam berkali kali.
"Tapi dengan kata lain, aku bisa membangun apapun di sini, ya?" aku menggumam pelan.
Humm, aku bisa membentuk tanah sesuka hati, mengalirkan air dari beberapa tempat, dan memberikan udara yang menyejukkan.
Matahari juga bisa aku buat dengan api, jadi aku tidak harus menggunakan Light Magic.
Tapi, ini sangat mahal! Aku baru membuat beberapa jalan dan danau, tapi aku sudah menghabiskan 3 botol MP! Fehl ku sekarang sudah tembus 350.000, tapi aku harus mengisinya 3 kali? Bukankah itu gila?
Sepertinya aku hanya harus membuat sesuatu yang perlu.
tapi kalau dipikir ulang, aku seperti menjadi dewa disini. Aku membuat duniaku sendiri. Kalau aku bisa menciptakan makhluk hidup, sendiri, bukankah aku sudah menyalahi hukum alam?
"Yahh, lebih baik aku selesaikan hari ini." aku mengangguk puas sambil meminum ramuan MP yang keempat.
Kubuka pintu portal kembali ke kamarku, ternyata di dunia nyata waktu berjalan seperti biasa.
Yahh, sudah aku duga, ini berbeda dengan ruang hampa yang aku punya.
Oh ya! Satu hal yang menarik dari ruang hampa yang aku buat, itu tidak terpengaruh waktu. Selain itu, aku bisa memajukan waktu semauku. Itu luar biasa. Ditambah lagi, apa yang aku simpan di sana tidak akan hilang.
Misal aku menyimpan sihir besar di dalam sini, itu tidak akan hilang. Dan aku bisa mengeluarkannya dengan membayangkan sihir yang masuk.
Ini bisa jadi senjataku selanjutnya.
"Hufft. Sudah hampir pagi, kah?" aku sedikit mengeluh ketika melihat langit yang sebentar lagi terlihat terang.
Mungkin aku akan sedikit berlatih?
ROAAARRR!!!
"Ya ya ya. Kau tidak perlu berteriak begitu, aku sudah tahu dimana kau." aku tersenyum ketika aku menemukan buruanku.
Itu adalah beruang besar yang bermata merah, Demon Bear. Dia adalah hewan yang terkena miasma dan sedikit tercemar oleh dark magic, jadi jauh lebih kuat dari monster monster kecil.
Jadi ini adalah lawan yang tepat untukku.
"Baiklah. Aku tidak akan memperkuat diri menggunakan sihir disini. Aku tidak akan menggunakan sihir apapun." aku mengambil pedang logam biasa dari [Inventory], dan menghunuskan nya ke arah beruang itu.
Aku akan melawannya dengan kemampuan dan kekuatanku sebagai manusia. Aku harus sering belajar seperti ini, agar aku tidak terlalu tergantung dengan sihir.
SRETT!!
Angin bergerak seketika ketika beruang itu mengayunkan tangannya cepat.
Tangannya memang cepat mengarah ke kepalaku, dan tenaga yang dia gunakan sangat besar. Jadi dia tidak akan bisa mengubah serangannya jika aku bergerak kesamping secepat mungkin.
Cakarnya berjarak beberapa centi dari wajahku, hanya menyapu angin. Aku bisa melihat beruang itu sedikit terkejut ketika badannya ikut maju karena serangannya yang terlalu menggunakan tenaga.
Ini adalah celah lebar, dimana aku membelah perutnya sedikit menggunakan pedang di tangan kananku.
Aku tidak perlu menggunakan banyak kekuatan, tapi bisa memberikan kerusakan, bahkan lebih parah. Ini adalah konsep fisika sederhana.
Dalam bertempur, jika tidak memiliki kekuatan, gunakan kekuatan musuh.
"Ayo ayo. Jangan pura pura terluka seperti itu." aku berjalan pelan ke arah beruang yang menggeram sambil memegang perutnya yang mulai mengalirkan darah.
Beruang itu tetap memamerkan giginya, sampai akhirnya dia menyerang ku. Dia tidak mendorong tubuhnya sendiri kali ini, tapi mencakar ke segala arah melindungi tubuhnya.
"Baiklah. Saatnya memaksa diri." aku sudah melepas cincin yang menambah kecepatan ku.
"Heryahhh!!!" aku menarik nafas sesaat, sebelum bergerak secepat mungkin ke belakang monster itu. Aku menebas bagian punggungnya, lalu kakinya. Aku ingin melanjutkan untuk menebas tangannya, tapi kecepatanku jauh berbeda saat aku menggunakan seluruh perlengkapan ku.
Beruang itu terjatuh, dan sekarat. Dan beberapa saat kemudian, aku menghabisinya dengan memenggal kepalanya segera.
"Hufft. Ini benar benar bagus untuk latihan. Ini benar benar melelahkan. Kalau aku tidak bisa bertahan dengan kecepatan itu, aku bisa saja mati." aku menghela nafas perlahan.
Aku mengelap darah di pedangku dengan sepatuku, dan mulai menunggu item drop yang ada.
Itu adalah monster sekarang, jadi dia akan menghilang menjadi partikel cahaya dan menghasilkan item drop. Walau itu tidak berguna bagiku, tapi akan dijual diluar.
?!!
Aku merasakan sesuatu yang pernah aku rasakan, sesuatu yang sering kurasakan sebelumnya. Sesuatu yang sangat aku benci.
?!!
("Perasaan apa ini?!")
?!!
("Ini? Ini?! Perasaan waktu itu!")
Dark magic berputar di kakiku, menandakan bahwa aku bisa mengendalikannya.
Tapi, ini bukan milikku, tapi milik orang lain yang mampu mengendalikan Dark Magic, karena sihir setiap orang berbeda beda sifatnya. Tapi bocor hingga kemari.
Apapun ini, aku sangat mengenal ini.
Ini adalah Dark Magic milik orang yang menghancurkan Eldergale!