Become A Human In Another World

Become A Human In Another World
ACT 4: Bab 14 - Pertempuran



"Tapi karena sudah sampai disini, aku akan memberimu sebuah kehormatan. Kau bisa mengatakan Ras mu. Itu akan memudahkan ku untuk memberikan dosis Dark Magic yang tepat untukmu! Ha ha ha!!" lanjut ilmuwan gendut itu sambil tertawa puas.


Liu Xiu yang melihat itu hanya menggeleng sambil tertawa pelan.


"Apa kau berpikir aku akan mati?" tanya Liu Xiu.


"Apakah aku salah?" si ilmuwan itu sedikit meremehkan. Dengan itu, Liu Xiu membalas nya dengan menyarungkan kedua belatinya, seakan meremehkan nya.


Itu menimbulkan raut muka tidak senang dari ilmuwan itu.


"Tidak. Kau tidak salah. Tapi aku akan perkenalkan namaku."


"Aku adalah Liu Xiu. Ras ku? Aku manusia. Tapi jangan remehkan aku walaupun aku manusia, karena aku bisa melakukan-" suara Liu Xiu tiba hilang, begitu juga dengan keberadaan nya.


"Yang seperti ini!!" teriak Liu Xiu tiba tiba muncul di belakang ilmuwan itu.


Di tangannya, tiba tiba terbentuk pedang Azantium yang dia panggil dari Inventory yang ada di cincinnya. Pedang itu mengayun cepat, dan mengarah ke kepala ilmuwan itu.


Tapi Beast yang menjaganya sudah bersiap dan mengarahkan kedua belatinya untuk melindungi tuannya.


Dalam sepersekian detik, Liu Xiu tahu itu akan terjadi. Jadi dia mengubah sedikit arah pedang panjang itu, menuju ke arah lengan kanan orang itu tanpa dapat dijangkau oleh belati Beast yang menjaganya.


SRASSSHG!!!


Bersamaan dengan suara itu, sebuah lengan terlempar sekaligus darah segar yang muncrat.


"ARGHHH!!!" teriakan parau terdengar, dan ilmuwan gempal itu berguling guling di lantai. Segera ketujuh orang yang dikendalikan olehnya mengelilingi seperti menjaganya.


Tapi lagi lagi, Liu Xiu diherankan dengan kilatan cahaya yang lagi lagi muncul di mata mereka. Sekarang, itu muncul di mata mereka bertujuh.


"Hei, apakah mereka-"


"BAJINGAN BAJINGAN BAJINGAN!!!!" ilmuwan itu berteriak marah.


Dia mengeluarkan sihir untuk menghentikan darah yang terus mengalir di tangan kanan nya.


"BAJINGAN INI... KAU HARUS MATI!! SEMUA!! SERANG DIA!!!" teriak ilmuwan itu dengan marah. Dengan segera ketujuh wanita itu bergerak untuk menyerang Liu Xiu.


Mereka sangat beragam dari berbagai Ras dan senjata.


Ada Elf pengguna pedang sihir yang sepertinya memimpin mereka semua. Ada juga Elf pengguna sihir, yang terus menyerang dari jarak jauh. Tapi yang mencolok adalah permainan cepat dari Beast yang ada di paling depan bersama dengan Elf ini.


"Hei kau-"


"Ha ha ha! Mereka masih hidup, kau tahu! Bangsad naif sepertimu tidak akan bisa membunuh mereka!!" teriak pria itu sambil tertawa terbahak-bahak. Dan untuk yang kedua kalinya menyela pertanyaan Liu Xiu.


Yahh, Liu Xiu tidak perlu bertanya, karena barusan apa yang dia akan tanyakan sudah dijawab langsung oleh orang itu.


"Humm itu bagus. Itu berarti-"


?!!


"La... ri.... lah.... Selagi aku, se.. lagi kami masi... h bisa menahan diri!!" Elf yang paling depan berkata dengan terbata bata sambil menahan tangannya untuk mengayunkan pedang berlapis sihir di tangannya.


Tidak hanya itu keenam yang lainnya juga berhenti bergerak, dan gerakannya kaku seperti itu tidak mau bergerak sesuai dengan apa yang disuruh oleh ilmuwan itu.


Kemungkinan besar, putusnya lengan kanan ilmuwan gempal itu mempengaruhi sihir yang digunakan untuk mengendalikan mereka bertujuh. Hasilnya, kesadaran mereka kembali ke permukaan.


Liu Xiu ingin bergerak untuk membunuh gempal bodoh itu, tapi dia segera sadar.


Membunuh gempal itu tidak akan menyelamatkan mereka. Mereka sudah terlanjur terkontaminasi terlalu banyak Dark Magic. Berbeda dengan awal mereka semua bertemu, aliran Dark Magic di tubuh mereka saat ini kacau. Jika dilepas begitu saja, mereka akan segera mati apapun yang terjadi.


"Jadi langkah yang tepat adalah memurnikan Dark Magic di dalam tubuh mereka terlebih dahulu, kah?" kata Liu Xiu pelan.


"Kalian bodoh! Aku akan menyelamatkan kalian. Kalian bisa pegang kata-kata ku. Kalian akan melihat matahari besok. Kalian akan tertawa besok. Aku berjanji pada kalian. Kalau aku tidak bisa mewujudkan itu, jangan panggil aku Liu Xiu!" katanya dengan lantang.


Ketujuh orang yang mendengar itu terkejut, tapi sedikit tidak percaya. Hanya Elf yang paling depan tersenyum dan menutup matanya.


"Baiklah. Kami percaya." jawabnya.


"Ha ha ha! Kau melewatkan satu satunya kesempatanmu untuk kabur!! Dan kau pasti sudah tahu, kau tidak akan bisa membunuhku, jadi selamat tinggal!!" kata si ilmuwan gempal sambil memanggil sebuah awan hitam yang pernah dia naiki dulu.


"Tidak semudah itu!! [Nature Prison]!!" teriak Liu Xiu.


Itu adalah nama skill khusus yang diselipkan Xi di kotak yang dibuat untuk membungkus 10 potion yang diberikan oleh nya tadi. Itu membuat pemiliknya mampu menggunakan kekuatan alam di manapun dan kapan pun, tapi dalam waktu terbatas.


"Baiklah. Sekarang aku bisa fokus kepada mereka." ucap Liu Xiu.


Dia menatap ketujuh orang itu, dan cahaya kehidupan yang sempat ada di mata mereka sudah menghilang. Itu berarti mereka sudah sepenuhnya dikendalikan lagi.


Liu Xiu mengingat jiwa jiwa yang dia doakan, yang dia bunuh sebelum sampai kemari.


Mengenang mereka semua membuat nya sedikit menitikkan air mata, sekaligus merasa marah dengan ilmuwan gempal biadab itu.


"Setidaknya, aku bisa menyelamatkan mereka bertujuh, itu sudah cukup!!" teriak Liu Xiu.


Dia segera maju, menyerang Elf yang paling depan. Tapi itu tidak semudah yang dia pikirkan, karena Elf itu mampu bermain pedang dengan sangat baik. Selain itu, dengan pedang yang dia lapisi dengan sihir itu membuat nya jauh lebih kuat.


Sekuat apapun senjata Liu Xiu, itu pasti terkikis oleh sihir itu, lama lama menghancurkan nya.


Oleh karena itu, Liu Xiu melepas pedang Azantium miliknya, dan beralih ke Zadkiel. Tidak untuk membunuh mereka, tapi untuk membuat pengalihan.


Liu Xiu menembakkan itu ke tanah, menghasilkan ledakan debu yang menghalangi pandangan. Dan dalam gelap, dia cepat menyambar pengguna rantai yang berada di belakangnya, bersiap menyerang.


Dengan menarik rantai di tangannya, wanita itu ikut tertarik. Dan itu datang dengan kecepatan tinggi.


"Maaf." Liu Xiu menyambutnya dengan tangan di bagian perut, lalu membantingnya ke tanah dengan punggung berada di bawah.


Itu membuat wanita itu terkejut dan sedikit mengeluarkan darah dari mulutnya. Dan saat mulutnya terbuka itu, Liu Xiu dengan cekatan mengunci tubuhnya, dan memasukkan potion itu ke mulutnya dengan hati-hati.


Itu semua terjadi sangat cepat, bahkan debu masih belum berkurang di sana, tapi Liu Xiu sudah berhasil meminumkan satu potion itu.


Seketika, wanita itu pingsan setelah meminum potion itu, dengan beberapa aura putih yang mengelilingi nya.


Liu Xiu yang melihat itu tersenyum senang karena itu adalah hal positif. Tapi itu tidak berhenti sampai disitu, karena Liu Xiu dengan cepat menarik Elf pengguna sihir jarak jauh, dan melakukan hal yang sama padanya.


"Dua sudah, kini akan jadi lebih merepotkan." kata Liu Xiu sambil meringis.


Dan benar saja, Elf pengguna pedang dan sihir tadi mengeluarkan sihir angin, dan menyapu debu debu itu pergi. Itu membuat Liu Xiu mengeluh pelan.


"Baiklah mau bagaimana lagi!!" teriak Liu Xiu sambil berteriak maju.


Untuk menghindari kerusakan senjata, dia memilih untuk menggunakan tangan kosong melawan mereka berlima. Memang terdengar bodoh, tapi memang benar itu yang dia pikirkan.


Mereka berlima teridiri dari 2 orang Elf dan dua orang Beast, dan sisanya adalah Priest.


Tapi salah satu Elf tampaknya terlalu kikuk untuk melakukan beberapa serangan, membuat pedangnya selalu melewati Liu Xiu setiap dia menyabetkannya. Tapi, untuk urusan dukungan jarak jauh, dia benar benar baik.


Karena itu, Liu Xiu segera menutup jarak dengannya, dan terus menekan nya.


Sayangnya itu tidak dibiarkan oleh kedua Beast dan Elf yang terus memojokkan Liu Xiu dengan serangan serangan cepatnya.


Tapi itu semua tidak menghentikan Liu Xiu. Dia dengan kemampuannya mengecoh penjaga, dan segera meliuk untuk mengelabuhi yang lainnya. Dia segera sampai di depan Elf itu, dan segera menendang nya ke tempat Priest berdiri.


Itu terjadi dengan cepat, membuat Priest yang sedang memberikan dukungan pada kedua Beast tidak menyangka itu akan terjadi, dan harus menerima tubuh temannya.


Liu Xiu ingin segera meminumkan potion pada orang orang yang jatuh, tapi dia tahu para petarung cepat tidak akan membiarkannya. Dengan begitu, dia mengambil nafas sesaat, sebelum kembali melakukan gerakan yang sama saat dia memotong tangan ilmuwan gila tadi.


Itu adalah gerakan dimana Liu Xiu memfokuskan diri hanya ke kecepatan, membuat kecepatan nya meningkat beberapa kali lipat, bahkan tidak terlihat mata.


Sayangnya ini benar benar melelahkan, bahkan bagi Liu Xiu sekalipun. Dia hanya bisa menggunakan ini beberapa kali setiap beberapa menit.


Tapi satu gerakan itu sudah cukup untuk Liu Xiu muncul tiba tiba ditengah mereka bertiga, dan menendang setiap dari mereka ke sudut, menghantam tembok dengan suara keras. Dengan hasil itu, Liu Xiu segera memberi potion kepada mereka yang dia target sejak awal.


Awalnya, dia berlari ke arah Beast Reinkarnator, tapi ketika dia mencoba memberikan Potion ke mulutnya, tangannya secara refleks menyenggol botol itu, membuatnya terjatuh.


Liu Xiu tidak ingin mengambil resiko. Dia melemparkan nya ke salah satu tembok yang paling dekat dengan letak Priest dan Elf yang sekarang bertumpuk.


Itu adalah lemparan yang cukup keras, membuat Beast itu terhuyung huyung dan kesulitan untuk berdiri.


Liu Xiu mengambil kesempatan itu untuk meminumkan Elf dan Priest itu potion, lalu berpindah ke satu Beast yang lain, meminumkan potion yang ada.


Baru setengah botol yang diminumkan kepada Beast kedua, tiba tiba [Critical Preception] Liu Xiu berbunyi. Dia segera menengok ke samping, melihat ada beberapa bilah angin yang melayang ke arahnya.


Liu Xiu mengecam marah ketika dia harus menerima semua serangan itu agar dia bisa meminumkan semua potion itu.


Itu hanya untuk berjaga jaga kalau kalau terjadi sesuatu yang buruk dan 4 potion sisanya akan hancur karena bebespa sebab.


Itulah kenapa Liu Xiu mengorbankan tubuhnya untuk terkena serangan angin Elf itu.